Cara Melakukan Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)

Back to Blog

Agar bisa terus tumbuh, perusahaan membutuhkan pegawai sebagai sumber daya utamanya. Kebutuhan pegawai perusahaan itu sendiri disusun berdasarkan analisis beban kerja (workload analysis).

Ketika perusahaan Anda butuh merekrut pegawai baru atau mengevaluasi kinerja dari susunan pegawai yang sudah ada, Anda pasti perlu untuk menganalisis beban kerja yang ada.

Apa itu analisis beban kerja atau workload analysis? Analisis beban kerja adalah serangkaian metode untuk menentukan dan menghitung beban kerja pada suatu posisi pekerjaan serta jumlah orang (pegawai) untuk mengisi posisi pekerjaan tersebut.

Itu semua membutuhkan tugas pokok, fungsi, analisis, serta informasi tentang sebuah posisi atau jabatan.

Dalam analisis beban kerja, terdapat tiga tahapan utama, yakni penyusunan uraian tugas pokok dan fungsi suatu posisi atau jawaban, perhitungan beban kerja, dan pendekatan analisis.

banner_karyaone

Penyusunan uraian tugas pokok dan fungsi suatu posisi atau jabatan

Tahapan satu ini bisa dilakukan dengan metode-metode berikut ini.

Metode daftar pertanyaan

Tahapan pertama yakni metode daftar pertanyaan yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan terbuka. Daftar pertanyaan tersebut berisi uraian tugas setiap pemegang posisi/jabatan.

Metode wawancara

Dalam tahapan pertama dengan metode ini, dilakukan dengan cara mewawancarai setiap pegawai dan pemegang posisi/jabatan tentang tugas pokok dan fungsi tertentu mereka.

Metode observasi atau pengamatan langsung

Metode satu ini berupa observasi atau pengamatan secara langsung pada seorang pemegang posisi atau jabatan. Bertujuan untuk mengetahui tugas apa saja dan bagaimana tugas seyogyanya dikerjakan oleh pemegang posisi/jabatan.

Perhitungan beban kerja

Setelah mengetahui uraian tugas pokok dan fungsi dari suatu posisi atau jabatan, Anda perlu menghitung beban kerja per waktu dan volume (porsi) kerja. Ada cara mudah untuk menghitung isi kerja, yakni dengan formula beban kerja × waktu = isi kerja.

Pendekatan analisis beban kerja

Kemudian setelah mengetahui hasil perhitungan isi kerja serta uraian tugas pokok dan fungsi suatu posisi, Anda hanya perlu menganalisis beban kerja posisi tersebut. Proses analisis dapat dilakukan dengan cara memilih beberapa pendekatan antara pendekatan organisasi, pendekatan analisis jabatan dan pendekatan administratif.

Pendekatan organisasi

Jenis pendekatan yang dilihat dari sudut pandang (susunan) organisasi ini akan menghasilkan pemahaman tugas dan fungsi tiap satuan kerja dan posisi, serta bagaimana sistem koordinasi yang dibutuhkan antar satuan kerja. Dalam kata lain, beban kerja individual serta kinerja kelompoknya dalam perusahaan.

Pendekatan analisis jabatan

Pendekatan analisis jabatan akan menghasilkan pemahaman jumlah, penempatan, dan penerimaan pegawai pada waktu yang sudah ditentukan. Dengan demikian, promosi, rewarding dan mutasi bisa dilakukan berdasarkan analisis beban kerja melalui pendekatan ini.

Pendekatan administratif

Dalam analisis beban kerja dengan pendekatan administratif, Anda dapat memperoleh berbagai kebijakan organisasi dan hal-hal yang yang ada sangkut pautnya dengan administrasi pegawai dalam perusahaan.

Lalu, setelah mengetahui tahapan analisis beban kerja, adakah manfaat yang diperoleh? Sudah tentu. Dengan analisis beban kerja, perusahaan dapat mengidentifikasi kebutuhan SDM yang sebenarnya baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, dan juga dalam jangka waktu panjang atau pendek. Selain itu, perusahaan pun dapat memastikan efektivitas dan efisiensi berbagai sumber daya perusahaan yang ada dan meningkatkan produktivitas perusahaan.

Sumber :
Scitation : Designing workload analysis questionnaire to evaluate needs of employees | Pdcamc : What is Workload Analysis?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog