Cara Analisis Bisnis dan Analisis Bisnis Kompetitor

analisis bisnis

Analisis bisnis sangat penting untuk dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk dapat melakukan pengembangan perusahaan.

Tentunya dalam melakukan analisis bisnis Anda sebagai manajer atau pelaku bisnis memiliki kewajiban untuk melakukan analisis secara menyeluruh.

Dengan melakukan analisis bisnis, sebuah perusahaan akan mengetahui dimana letak kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.

Sehingga dapat mengatasi masalah yang terjadi dalam sebuah perusahaan.

Tentunya analisis bisnis tidak selalu dilakukan oleh perusahaan yang mengalami masalah saja, bahkan perusahaan yang sudah maju pun harus tetap melakukan analisis bisnis.

Karena itu semua dilakukan agar sebuah perusahaan mampu berkembang secara pesat dalam dunia bisnis yang dijalankan.

Analisa bisnis tidak hanya dilakukan terhadap usaha Anda sendiri, strategi bisnis akan lebih baik jika Anda juga menganalisis bisnis kompetitor.

Untuk itu, kami mencoba mengulas contoh cara menganalisis bisnis untuk pribadi dan kompetitor.

software untuk mengukur kinerja karyawan

Bagaimana Cara Analisis Bisnis Anda?

Mendiagnosis posisi usaha bisnis

Langkah awal untuk menganalisa bisnis adalah menentukan posisi usaha bisnis anda saat ini.

Tujuan kita melakukan analisis bisnis adalah untuk mengembangkan usaha. Bagaimana kita bisa berkembang jika kita tidak tahu dimana posisi bisnis kita saat ini.

Penilaian posisi ini perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui apakah bisnis kita sudah mengalami kemajuan atau belum.

Apa saja indikator untuk mengukur posisi bisnis Anda? Berikut jawabannya:
1. Aktivitas inti bisnis
2. Efisiensi bisnis
3. Kondisi keuangan
4. Analisa pesaing
5. Analis strategi bisnis

Bagaimana cara menilai aktivitas inti bisnis?

Ini dimulai dari produk yang Anda tawarkan. Kumpulkan data produk mana yang sukses, produk apa yang gagal. Kemudian analisa mengapa produk tersebut gagal ataupun mengapa berhasil.

Apakah produk sudah sesuai dengan kebutuhan pasar? Apakah harga produk cukup bersaing? Apakah packaging cukup menjual? Apakah after sales support memuaskan? Apakah proses penjualan rumit? Apakah biaya produksinya sudah optimal?

Pada intinya untuk menilai aktivitas inti bisnis, Anda menilai pencapaian produk yang Anda jual kemudian merinci komponen-komponen yang mempengaruhi kesuksesan produk tersebut. Dari kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar, proses penjualannya, proses promosi hingga bahan bakunya.

Bagaimana cara menilai efisiensi bisnis?

Apa yang dimaksud dengan efisiensi? Efisiensi adalah menggunakan sumber daya secara optimal. Tapi apa yang dianggap optimal itu tergantung goal atau value perusahaan.

Misalnya salah satu goal perusahaan adalah merespon keluhan konsumen dengan cepat. Mencatat keluhan konsumen di atas kertas kemudian mendistribusikannya ke bagian support secara manual bukanlah tindakan yang efisien.

Dari contoh di atas jika sumber daya yang dimiliki tidak mendukung goal perusahaan, maka perusahaan dianggap bekerja secara tidak efisien.

Bagaimana cara menilai kondisi keuangan?

Untuk memahami kondisi keuangan perusahaan, Anda perlu tahu apa yang perlu dilihat dalam laporan keuangan Anda. Paling sedikit berikut adalah komponen keuangan yang perlu Anda tahu.

1. Arus kas

Pengertian arus kas sederhananya yaitu jumlah uang yang dihasilkan dan dikonsumsi oleh perusahaan dalam periode waktu tertentu.

Arus kas yang perlu diperhatikan yaitu arus kas operasional, arus kas dari investasi dan arus kas dari pembiayaan.

Yang termasuk dalam arus kas operasional yaitu piutang, hutang yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Arus kas dari investasi yaitu pencatatan atas penjualan dan pembelian aset, seperti tanah, mesin, bangunan dan furniture.

Transaksi hutang dan dan modal termasuk dalam arus kas pendanaan.
Contoh aktivitas arus kas ini yaitu pembayaran dividen, pembelian kembali saham dan obligasi, juga termasuk pengambilan hutang jangka panjang.

Jika analisa arus kas Anda menunjukan bahwa kas perusahaan Anda menipis, Anda perlu mendapatkan pendanaan, mengurangi biaya atau meningkatkan pendapatan.

2. Modal Kerja

Apa itu modal kerja?
Selisih antara aset (seperti kas, piutang dg, persediaan bahan baku, persediaan barang jadi) dan hutang.

Modal kerja bersih digunakan untuk mengukur likuiditas perusahaan, efisiensi perusahaan dan kesehatan keuangan perusahaan.

Jika aset perusahaan saat ini lebih kecil daripada hutangnya maka perusahaan tersebut akan susah untuk bertumbuh, sulit membayar hutang dan bahkan bisa bangkrut.

Modal kerja positif artinya perusahaan memiliki dana yang cukup untuk operasional saat ini dan bertumbuh di masa depan.

Namun modal kerja yang tinggi juga bukanlah hal yang bagus karena, hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki terlalu banyak persediaan dan kurang menginvestasikan kelebihan kas.

3. Cost base

Semua biaya, terutama biaya tetap, yang digunakan untuk membuat produk atau untuk menyediakan jasa.

Menghitung total cost base sangat penting untuk menganalisa kinerja suatu investasi.

Anda perlu memastikan bahwa semua biaya tercakup dalam harga jual agar perusahaan tidak rugi.

Bagaimana cara menganalisa pesaing?

Setelah Anda menjalani bisnis beberapa waktu, Anda mulai menyadari siapa pesaing Anda. Jika Anda tidak memiliki pesaing, ada 2 kemungkinan: Anda adalah pelopor atau bisnis Anda memang tidak menguntungkan.

Menganalisa pesaing baik untuk merancang strategi bisnis. Biasanya saat menganalisa pesaing hal yang Anda analisa adalah produk, penjualan dan strategi pemasarannya.

Dengan menganalisa pesaing, Anda akan mampu mengidentifikasi jarak yang ada dalam market. Anda mampu mengembangkan produk dan jasa yang baru, melihat tren pasar dan menjual produk Anda lebih banyak.

1. Kenali para kompetitor Anda, seperti apa mereka?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali terlebih dahulu tipe kompetitor atau kompetitor Anda.

Pesaing tersebut mencakup bisnis yang sejenis dengan Anda atau pun tidak dan berpotensi menghalangi calon pelanggan untuk memilih Anda. Berikut dua jenis kompetitor yang perlu Anda ketahui.

  • Pesaing langsung

Pesaing langsung adalah bisnis yang memiliki penawaran produk atau layanan yang sama. Sebagai contoh, jika Anda merupakan perusahaan asuransi, maka kompetitor langsung Anda adalah perusahaan asuransi lainnya.

Informasi yang akurat tentang kompetitor langsung akan memudahkan Anda untuk menunjukkan kelebihan produk Anda.

  • Pesaing tidak langsung

Pesaing tidak langsung adalah mereka yang tidak menawarkan layanan yang sama, tetapi memenuhi kebutuhan yang sama dengan cara alternatif. Misalnya, perusahaan yang Anda geluti adalah bank.

Maka, kompetitor tidak langsung Anda adalah perusahaan yang menawarkan jasa pembayaran online. Mereka akan menawarkan kemudahan layanan keuangan, terutama pembayaran online yang membuat banyak orang tertarik menggunakannya.

Informasi tentang kompetitor tidak langsung akan membantu Anda menemukan cara-cara efektif agar menjadi yang terdepan sesuai dengan bidang Anda.

Setelah Anda mengetahui siapa saja yang sekiranya bisa menjadi kompetitor, cobalah untuk mengumpulkan 10 perusahaan teratas. Teratas di sini maksudnya baik dari segi teknologi, jumlah pengguna, atau jumlah penjualan.

Selain itu, Anda juga menentukan siapa saja kompetitor Anda dengan cara mencarinya di Google tipe produk yang sejenis dengan bisnis Anda. Melalui cara inilah kemungkinan besar Anda akan menemukan kompetitor terdekat di mesin pencarian teratas.

Nah, jika bisnis Anda ini berkaitan dengan website, selain Googling Anda juga bisa menggunakan alat lainnya agar Anda lebih yakin. Misalnya dengan menggunakan Similar Web.

Melalui tools atau alat ini Anda bisa melihat beberapa data perusahaan tersebut yang bisa Anda jadikan bahan untuk menganalisis. Anda juga bisa melihat mana traffic penyumbang tertinggi di perusahaan atau website tersebut.

2. Monitor strategi media sosial kompetitor Anda

Cara analisis selanjutnya adalah memperhatikan bagaimana cara kompetitor menggunakan media sosial mereka.

Media sosial telah menjadi salah satu alat marketing terpenting saat ini. Gunanya membantu untuk meningkatkan kesadaran akan merek dagang, keterlibatan pelanggan, traffic website, dan bahkan konversi dari penjualan.

Memonitor media sosial kompetitor dapat banyak membantu Anda saat menyusun strategi bersaing. Dapatkan informasi sedetail mungkin, seperti jenis media sosial yang mereka gunakan, jenis konten yang diberikan, hingga keterlibatan para pelanggan pada media sosial kompetitor.

Dengan berbagai informasi tersebut, Anda bisa menyusun strategi terbaik di media sosial Anda untuk menggaet calon pelanggan baru.

3. Analisa bagaimana kompetitor memasarkan produk

Setelah tahu siapa saja kompetitor Anda, langkah selanjutnya adalah melakukan analisa terhadap konten yang mereka gunakan untuk memasarkan produk atau layanan mereka.

Salah satu menganalisa bagaimana cara kompetitor memasarkan produknya adalah dengan melihat konten seperti apa yang mereka gunakan.

Apakah hanya berfokus pada blog post atau ke konten lain seperti eBook, video, podcast, press release, news, case studies, webinar, dan semacamnya.

Dengan mengetahui konten apa saja yang mereka buat, Anda bisa menentukan kualitas masing-masing konten yang mereka miliki serta membandingkannya dengan konten Anda.

Anda bisa melihat konten apa saja yang efektif di kompetitor Anda namun belum Anda miliki dan bagaimana strategi yang mereka gunakan.

4. Mengetahui harga produk kompetitor

Strategi penetapan harga menjadi salah satu aspek penting dalam bisnis dan kerap menjadi suatu keunggulan. Oleh karena itu, strategi analisis kompetitor selanjutnya yakni dengan mengetahui berapa harga yang dipatok oleh mereka serta apa yang dibutuhkan oleh pelanggan melalui produk tersebut.

Untuk menetapkan harga yang wajar, Anda bisa melakukan beberapa identifikasi dengan,

  • Mengenali target pelanggan apakah pelanggan berasal dari ekonomi rendah, menengah atau tinggi. Bila mereka dari kalangan atas berarti tak masalah membeli produk yang mahal dengan kualitas yang baik
  • Mengetahui biaya yang diperlukan untuk memproduksi produk, jangan sampai biaya produk lebih mahal ketimbang harga jual itu berarti Anda rugi
  • Mengetahui target pendapatan yang ingin dicapai
  • Perlu diingat bahwa produk yang memiliki harga kompetitif tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah namun memiliki kualitas yang lebih baik terkadang lebih disukai oleh pembeli.

5. Lakukan analisa SWOT

Ketika melakukan analisis kompetitor, biasakan diri untuk melakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).

Anda harus mencatat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari kompetitor anda untuk mendapatkan pandangan dalam merancang strategi bersaing.

Gunakan beberapa pertanyaan sebagai pemandu, seperti:

  • Apa hal yang membuat kompetitor Anda lebih baik (dalam hal produk, pemasaran konten, media sosial, dan-lain-lain).
  • Di mana letak keunggulan kompetitor yang tidak Anda miliki?
  • Apa kelemahan mereka?
  • Pada hal apa Anda lebih unggul?
  • Di bidang apa Anda akan menganggap kompetitor ini sebagai ancaman?
  • Apakah ada peluang di pasar yang diidentifikasi kompetitor Anda?

Nah, setelah Anda melakukan langkah-langkah menganalisis kompetitor seperti di atas, inilah waktunya Anda untuk melihat sisi apa saja yang perlu Anda tingkatkan untuk menjadi yang lebih unggul dari saingan Anda.

Bagaimana cara melakukan analisa strategi bisnis?

Agar perusahaan dapat terus berkembang kita harus selalu melihat antara goal perusahaan dan posisi perusahaan saat ini.

Apakah bisnis sudah berkembang sesuai yang diharapkan? Apakah goal yang dulu ditetapkan masih sesuai dengan kondisi pasar dan perusahaan? Apa strategi untuk menghadapi hal ini?

Terkadang untuk mengembangkan bisnis, kita membutuhkan bantuan dari pihak dari luar, seperti:
konsultan spesialis untuk bidang yang tidak ditangani oleh perusahaan, atau konsultan manajemen untuk membantu Anda mengubah struktur manajemen, jika memang diperlukan untuk pertumbuhan perusahaan.

Salah satu cara untuk menganalisa strategi bisnis yaitu dengan analisa SWOT
(Strength, Weakness, Opportunity, Threats).

Seperti dalam singkatan tersebut analisa swot digunakan untuk mengidentifikasi kelebihan, kekurangan perusahaan. Peluang dan tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini atau di masa yang akan datang.

Kekurangan dan kelebihan adalah faktor internal yang dapat dengan mudah Anda ubah. Sedangkan peluang dan tantangan adalah faktor eksternal yang sulit untuk Anda pengaruhi.

Membuat rencana pertumbuhan usaha bisnis

Apabila semua analisa telah dilakukan, langkah berikutnya Ssebagai pemilik suatu usaha bisnis, yaitu membuat rancangan aksi untuk perbaikan problem perusahaan, akibat berkembangnya usaha bisnis. Rencana pertumbuhan bisnis yang diklasifikasikan dalam bentuk pertumbuhan jangka menengah dan jangka panjang. Langkah-langkah analisis bisnis yang menyangkut strategi aksi sebagai berikut:

  • Merancang strategi penetrasi pasar untuk meningkatkan volume penjualan barang dagangan. Strategi marketing untuk menciptakan Pelanggan loyal, yakni dengan cara meningkatkan standar pelayanan kepada Pelanggan.
  • Merancang penataan sistem dan prosedur agar koordinasi antar fungsi manajerial di perusahaan dapat berjalan efisien dan efektif. Dan pada akhirnya untuk mencapai tujuan kepuasan semua stakeholders perusahaan.
  • Merancang sistem pelaporan yang informatif agar data semua aspek perusahaan selalu up to date. Dan data tersebut dapat digunakan sebagai tools pengambil keputusan yang cepat dan akurat.

Mentukan Prioritas Perbaikan

Tahap akhir dari analisis bisnis adalah menentukan prioritas rencana pertumbuhan mana yang perlu dikerjakan lebih dahulu. Cara menentukannya adalah berdasarkan urgensi dan goal utama perusahaan. Berikut adalah contoh menentukan prioritas perbaikan

  • Melakukan evaluasi sistem dan prosedur pengadaan barang dagangan yang sedang berjalan. Benahi titik-titik kritis sistem pengadaan barang dagangan kepada Pemasok Utama. Kemudian tentukan sistem dan prosedur pengadaan barang yang baru.
  • Pembenahan dan pengaturan jadwal pengiriman pesanan pelanggan agar efisien dan efektif. Apabila memungkinkan, dibuat jadwal pengiriman berdasarkan rayon. Dengan begitu tercipta jadwal pengiriman barang yang efektif dan efisien.
  • Menyuntik modal kerja yang diperlukan. Modal kerja digunakan untuk menambah stok barang dagangan agar tercipta Persediaan Minimum Barang Dagangan (Iron Stock) untuk 2-3 hari pengiriman barang.
  • Merancang strategi penetrasi pasar untuk meningkatkan volume penjualan barang dagangan. Strategi marketing untuk menciptakan Pelanggan loyal, yakni dengan cara meningkatkan standar pelayanan kepada Pelanggan.
  • Merancang penataan sistem dan prosedur agar koordinasi antar fungsi manajerial di perusahaan dapat berjalan efisien dan efektif. Dan pada akhirnya untuk mencapai tujuan kepuasan semua stakeholders perusahaan.
  • Merancang sistem pelaporan yang informatif agar data semua aspek perusahaan selalu up to date. Dan data tersebut dapat digunakan sebagai tools pengambil keputusan yang cepat dan akurat.

Demikian sharing artikel tentang cara membuat analisis bisnis Anda dan analisis kompetitor. Semoga berhasil!

Aplikasi HR Berbasis Cloud KaryaOne

Analisis Bisnis KaryaOne

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *