Apa Itu KPI (Key Perfomance Indikator)?

Back to Blog
apa itu kpi

Dalam artikel ini KaryaONE akan menyampaikan cara membuat KPI untuk perusahaan.  Namun sebelum itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu KPI.

Pengertian KPI

KPI (Key Performance Indicator) adalah alat ukur yang menggambarkan efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Perusahaan menggunakan KPI untuk mengukur kesuksesan pencapaian target mereka.

  • Karakteristik KPI
  • Konkrit, artinya memiliki fisik dan memiliki tujuan yang spesifik,
  • Dapat diukur,
  • Dapat dicapai,
  • Relevansi, artinya memiliki keterkaitan dengan hal yang ingin dicapai perusahaan.

Faktor-faktor apa saja yang membuat KPI efektif?

KPI hanya akan berguna jika ada tindak lanjut atas KPI itu sendiri, sering kali perusahaan mengadopsi KPI yang populer digunakan dalam suatu industri, namun setelah itu bertanya-tanya mengapa KPI tersebut tidak merefleksikan kinerja perusahaan mereka.

Dalam mengembangkan strategi untuk menyusun KPI, tim Anda harus mulai dari melihat apa tujuan organisasi Anda, bagaimana Anda berencana untuk mencapainya dan siapa yang dapat mengambil tindakan berdasarkan informasi ini.

Hal ini seharusnya merupakan proses berulang yang melibatkan masukan dari analysts, kepala bagian dan para manager. Setelah itu Anda akan mendapatkan pengertian yang lebih baik mengenai bagaimana KPI mengukur proses bisnis perusahaan Anda dan siapa yang dapat menindaklanjuti proses bisnis tersebut.

Baca juga:  3 Pertanyaan Interview untuk Mendapat Kandidat Millennials Terbaik

Salah satu cara membuat KPI yang relevan adalah dengan kriteria SMART. Kata ini adalah singkatan dari specific, measurable, attainable, relevant, time-bound. Untuk penjelasan mengenai hal-hal tersebut, sebagai berikut.

  • Apakah tujuan perusahaan spesifik?
  • Bisakah Anda mengukur pencapaian tujuan tersebut?
  • Apakah tujuannya dapat dicapai?
  • Apakah tujuan tersebut berkaitan dengan perusahaan?
  • Berapa lama jangka waktu untuk mencapai tujuan tersebut?

Bagaimana cara membuat KPI?

Kata “key” atau utama (dalam bahasa Indonesia) harus menunjukan hal yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan oleh perusahaan. Ikuti langkah-langkah berikut untuk menentukan KPI:

  • Hasil apa yang ingin Anda dapatkan?
  • Mengapa hasil ini penting?
  • Bagaimana Anda akan mengukur pertumbuhan?
  • Bagaimana Anda mempengaruhi hasil?
  • Siapa yang akan bertanggung jawab atas hasilnya?
  • Bagaimana Anda akan mengukur keberhasilan?
  • Bagaimana Anda akan melakukan ulasan atas hasilnya?

Contoh:

Tujuan Anda adalah meningkatkan pendapatan penjualan tahun ini. Anda akan menyebut KPI ini Sales Growth KPI. Berikut adalah cara mendefinisikan KPI ini:

  • Untuk meningkatkan pendapatan penjualan sebesar 20% tahun ini.
  • Jika hasil ini tercapai maka laba bisnis perusahaan akan meningkat.
  • Pertumbuhan akan diukur dari kenaikan pendapatan dibandingkan dengan pengeluaran.
  • Dengan cara menambah staff penjualan, meningkatkan promosi pada konsumen yang telah ada untuk membeli produk baru.
  • Chief Sales Officer adalah pihak yang bertanggung jawab atas hasilnya.
  • Pendapatan akan meningkat sebesar 20%.
  • KPI akan dibahas setiap sebulan sekali.
Baca juga:  5 Hal yang Harus Dilakukan Manajer HR untuk Sukses

Dengan demikian, seperti inilah contoh KPI untuk peningkatan penjualan

Key Indicator/Indikator Utama:

  • Peningkatan penjualan selama periode waktu tertentu
  • Penurunan penjualan selama periode waktu tertentu

Komponen utama:

  • Penjualan saat ini
  • Penjualan pada periode sebelumnya

Setiap jabatan dalam departemen terkait sebaiknya memiliki key indicator yang berbeda, agar setiap pihak tahu bagaimana mengukur kinerjanya. Dengan mengacu pada key indicator, Anda bisa menciptakan key indicator yang sesuai untuk setiap jabatan dalam tim Anda.

Contoh :

Chief Sales Officer: Peningkatan/Penurunan Penjualan pada periode waktu tertentu

Director: Penjualan di setiap wilayah

Manager: Pendapatan per jam, kehilangan kesempatan penjualan, durasi siklus penjualan

Staff: Perbandingan janji dan penawaran, pencapaian kuota sales

KPI bisa digunakan untuk semua departmen dalam perusahaan. Jika Anda ingin menggunakan KPI untuk mengukur kinerja sumber daya manusia, silahkan membaca artikel dari KaryaONE yang lain mengenai metode penilaian kinerja.

Sumber:
Klipfolio: What is a Key Performance Indicator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog