Mengapa Artificial Intelligence Dapat Mengubah SDM?

Back to Blog
artificial intelligence sdm

Hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan saat ini tengah menjadi sorotan karena dianggap dapat menggantikan peran sumber daya manusia di masa depan.

Alhasil, ada kemungkinan akan timbul pengurangan tenaga kerja sebagai dampak dari otomatisasi di dunia industri. Mengapa hal ini dapat mempengaruhi SDM? Ketahui selengkapnya di bawah ini!

 

banner_karyaone

Meningkatkan produktivitas

Kemunculan AI dianggap memberikan dampak langsung pada produktivitas proses bisnis. Kehadiran AI secara luas menawarkan percepatan inovasi bisnis, peningkatan produktivitas, dan menjawab tantangan yang ada saat ini.

Saat ini telah banyak negara maju yang mempercayakan proses pekerjaan industrinya pada robot. Misalnya Amerika, Jepang dan Korea yang mempekerjakan robot untuk melakukan tugas-tugas berat.

Robot dipekerjakan dengan siklus berulang dan membutuhkan waktu yang singkat bila dibandingkan dengan mempekerjakan manusia. Robot juga tidak akan merasa sakit, lelah, atau malas ketika harus terus bekerja semala 24 jam.

Menghadirkan manfaat ekonomi

AI saat ini menghadirkan manfaat ekonomi dan menghasilkan transformasi yang pesat di berbagai belahan dunia.

Misalnya perusahaan pengiriman kontainer global OOCL yang menyebut bahwa penerapan AI pada perusahaan mereka telah menghemat USD 10 juta per tahunnya.

Tentunya hal ini merupakan revolusi industri karena banyak sekali otomatisasi yang terjadi di dunia industri.

Misalnya Bank BCA, Bank Mandiri dan BRI yang juga telah mengimplimentasi teknologi AI untuk memaksimalkan pelayanan pelanggan dengan chat bot virtual partner sehingga cost yang dibutuhkan berkurang.

Baca juga:  Fitur Andalan HR Software yang Dibutuhkan UKM

Menggantikan lapangan pekerjaan

AI merupakan teknologi yang dapat menggantikan sesuatu dan dapat mengambil alih tugas-tugas karyawan sehingga akan berdampak juga dengan reduksi jumlah tenaga kerja.

Evolusi tenaga kerja berbasis AI merupakan sebuah tantangan yang besar. Misalnya bila dulu perusahaan memiliki sekumpulan karyawan yang bertugas untuk mengetik, namun berkat teknologi komputasi personal, peran ini sudah tidak relevan lagi.

Hal ini tentu menimbukan kekhawatiran dan bisa menimbulkan gangguan sosial. Dampak AI akan berujung pada banyak aspek seperti perubahan cara berpikir, cara kerja, cara berkomunikasi, cara hidup, dan revolusi digital lainnya.

Kita juga sulit memprediksi perkembangan apa lagi yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dampak invasi masif produk kecerdasan buatan pun dapat mengancam lapangan kerja.

Menyelesaikan permasalahan dalam waktu singkat

AI dibuat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin manusia belum bisa memecahkannya.

AI berdampak positif untuk menyederhanakan solusi pada kasus-kasus yang kompleks. Dan AI bisa menyelesaikan masalah kompleks ini dalam waktu yang singkat.

Misalnya Apollo Hospital di India yang menggunakan teknologi AI untuk memprediksi penyakit jantung setiap pasiennya.

AI juga memungkinkan penggabungan berbagai pengetahuan dari banyak pakar karena AI bekerja dengan mengolah data yang ada sebagai sumber belajar. Berapa pun banyaknya pengetahuan yang diinput, AI akan terus mengingatnya.

Meningkatkan kebutuhan coaching

AI terus mengubah sifat pekerjaan sehingga karyawan perlu memperhatikan lagi skill, pendidikan dan lainnya untuk memastikan dirinya dapat bertahan dalam dunia pekerjaan di masa depan.

Baca juga:  4 Alasan Mengapa HR Jadi Kunci Sukses Perusahaan

Coaching atau pelatihan merupakan cara untuk meningkatkan keterampilan dan potensi karyawan. AI akan membuat pekerjaan yang ada bisa dikerjakan secara otomatis atau dialihdayakan.

Dengan banyaknya pekerjaan yang bisa ditangani oleh AI, secara otomatis para karyawan akan dipindahtugaskan ke posisi baru dan perlu dilatih ulang agar kemampuannya meningkat di tengah transformasi digital saat ini.

Namun, salah satu hal yang tidak dapat digantikan oleh AI adalah soft skill. Fungsi dan peran pemimpin juga tidak dapat digantikan oleh AI.

AI sebenarnya tidak dapat menggantikan kinerja manusia sepenuhnya, tetapi lebih sebagai pendukung kinerja SDM.

AI mempunyai kemampuan untuk meniru tugas manusia seperti pemecahan masalah, belajar, dan lainnya. Dengan begini, AI dapat memperlancar dan mengotomatisasi beberapa bagian alur kerja.

AI sejatinya memang dapat mendukung pekerjaan karyawan untuk tugas-tugas yang rutin dan berulang. Karyawan dapat mengambil alih pada saat perancangan strategi dan proses pengambilan keputusan.

Namun, tenaga kerja tetap perlu mempelajari keterampilan baru untuk menambah kemampuan yang sudah dimiliki. Ini adalah tanggung jawab bersama bagi perusahaan dan publik untuk meminimalisir dampak negatif dari AI.

Sumber:
HRTechnologist: Future’s at the Door: Why Machine Learning can Transform HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog