Balanced Scorecard : Pengertian , Perspektif, Cara Membuat & Contoh

balance scorecard

Balance Scorecard – Perusahaan memiliki strategi tapi setelah diimplementasikan, mereka tidak tahu apakah strategi tersebut berhasil atau tidak.  Cara paling cepat dan mudah untuk tahu adalah dari peningkatan/penurunan penjualan perusahaan.

Untuk jangka pendek hal ini memang lah benar. Namun, dalam penilaian untuk jangka panjang angka penjualan tidaklah cukup sebagai indikator perkembangan perusahaan.

Saat itulah Anda mulai menggunakan balanced scorecard.  Dengan sistem ini Anda akan bisa membuat strategi sekaligus mengukur strategi tersebut dari berbagai sisi perusahaan secara seimbang. Itulah mengapa sistem ini diberi nama balanced scorecard.

Berikut adalah hal-hal tentang balanced scorecard yang akan Anda pelajari dalam artikel ini.

banner face shield

Apa itu Balanced scorecard?

Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen yang berfokus pada tujuan strategis dan peningkatan kinerja suatu organisasi. Sistem manajemen Ini akan membantu Anda mengetahui indikator apa yang perlu digunakan untuk mengukur seberapa jauh tujuan tercapai, dan apakah kinerja perusahaan lebih baik atau sebaliknya.

Dr. Robert Kaplan dari Harvard University dan Dr. David Norton adalah sosok yang pertama kali memperkenalkan balanced scorecard. Pada tahun 1992, awalnya mereka menulis artikel berjudul “The Balanced Scorecard – Measures that Drive Performance” di Harvard Business Review.

Artikel tersebut berhasil mencuri banyak perhatian. Kemudian mereka menerbitkan buku “The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action” pada tahun 1996.  Buku tersebut menjadi buku bisnis terlaris.

Secara tradisional, perusahaan hanya menggunakan kinerja keuangan jangka pendek sebagai ukuran kesuksesan.  Namun ukuran kesuksesan perusahaan tidak bisa hanya kinerja keuangan. Oleh karena itu mereka mengembangkan kerangka kerja yang dapat mengukur kinerja organisasi yang lebih seimbang.

Nama balanced scorecard diambil dari tujuan penggunaannya yaitu untuk melihat kinerja organisasi secara “seimbang”.

Balance scorecard melihat kinerja organisasi dari 4 perspektif.

Apa 4 perspektif balanced scorecard?

Tujuan utama dari balanced scorecard adalah mengaitkan kinerja bisnis dengan strategi organisasi, dengan cara mengukur kinerja melalui empat perspektif yaitu: finansial, pengetahuan pelanggan, proses bisnis internal, dan inovasi.

Masing-masing perspektif ini berfokus pada sisi berbeda dari perusahaan Anda, menciptakan pandangan yang seimbang tentang organisasi Anda.

Perspektif membantu organisasi melihat bagaimana tujuan yang berbeda mempengaruhi area bisnis yang berbeda. Dan kemudian Anda akan bisa mengaitkannya dengan strategi organisasi

Saat merancang strategi, Anda akan benar-benar dapat melihat tujuan mana yang paling kritis, dan bagaimana keberhasilan atau kegagalan tujuan ini akan memengaruhi perkembangan organisasi.

Mari membaca lebih detail tentang 4 perspektif balanced scorecard.

Perspektif Pengetahuan Pelanggan: Bagaimana Pelanggan Melihat Perusahaan

Perspektif Konsumen: Bagaimana Konsumen Melihat Perusahaan

Kebanyakan perusahaan memiliki kinerja yang fokus pada konsumen. Bagaimana sebuah instansi mencitrakan diri kepada konsumen, di situlah perspektif terbentuk.

Balanced scorecard mengharuskan para manajer untuk mengimplementasikan tujuan dan target capaian mereka pada layanan pelanggan.

Tentu saja, mementingkan faktor-faktor yang benar-benar menguntungkan pelanggan. Konsumen benar-benar memperhatikan beberapa aspek: waktu, kualitas, performances, dan pelayanan.

Perspektif Proses Bisnis Internal: Apa yang Dibutuhkan Perusahaan?

perspektif bisnis  internal balance scorecard

Sesuatu yang berbasis pelanggan itu penting, tetapi harus diterapkan ke dalam tindakan.

Manajer perlu memperhatikan operasional internal yang memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan pelanggan.

Bagian kedua dari balanced scorecard memberi manajer perspektif internal.

Langkah-langkah internal untuk balanced scorecard harus berasal dari proses bisnis yang punya dampak terbesar pada kepuasan pelanggan, yang kemudian dapat mempengaruhi sejumlah aspek lainnya, seperti siklus, kualitas, keterampilan karyawan, dan produktivitas.

Perusahaan juga harus berusaha mengidentifikasi kompetensi mereka, salah satunya dengan menggunakan sistem ini.

Perspektif Inovasi

Banner KaryaOne - Payroll Software Indonesia

Proses bisnis berbasis pelanggan dan internal pada balanced scorecard mengidentifikasi parameter yang dianggap paling penting bagi perusahaan.

Tujuannya, untuk mencapai keberhasilan yang kompetitif. Tetapi target untuk sukses terus berubah, karena persaingan global yang ketat menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan produk dan proses yang ada.

Kemampuan perusahaan untuk berinovasi, meningkatkan, dan mempelajari perkembangan sangat penting.

Target ini bisa dicapai dengan diantaranya melalui meluncurkan produk baru, menciptakan lebih banyak nilai bagi pelanggan, dan meningkatkan efisiensi operasi secara berkelanjutan.

Perspektif Finansial: Bagaimana Pandangan terhadap Pemegang Saham

perspektif finansial balance scorecard

Ukuran kinerja keuangan suatu perusahaan menunjukkan apakah strategi, implementasi, dan eksekusi dapat berkontribusi pada peningkatan laba.

Sasaran keuangan berkaitan dengan profitabilitas, pertumbuhan, dan nilai pemegang saham. Tujuannya sangat sederhana: untuk bertahan hidup, untuk berhasil, dan untuk menjadi makmur.

Kelangsungan hidup diukur dengan arus kas, pertumbuhan penjualan triwulanan, dan pendapatan operasional berdasarkan divisi, serta peningkatan pangsa pasar berdasarkan segmen dan laba atas ekuitas.

Tapi berdasarkan fenomena saat ini, haruskah manajer senior bahkan melihat bisnis dari perspektif keuangan?

Haruskah mereka memperhatikan langkah-langkah keuangan jangka pendek seperti penjualan triwulanan dan pendapatan operasional?

Analisis nilai pemegang saham (SVA), yang memperkirakan arus kas masa depan dan mendiskonnya kembali ke perkiraan kasar dari nilai saat ini, adalah upaya untuk membuat analisis keuangan lebih menjanjikan di masa depan.

Tetapi SVA masih didasarkan pada arus kas daripada aktivitas dan proses yang mendorongnya.

Dari penjelasan beberapa perspektif di atas, semua kembali kepada pimpinan perusahaan, bagaimana mereka menciptakan iklim bisnis yang cocok. Beberapa strategi tidak akan berjalan baik, jika tidak dilakukan secara maksimal.

Mengapa Perusahaan Anda Mungkin Perlu Balanced Scorecard?

Karena memudahkan komunikasi visi dan strategi bisnis. Bagaimana bisa?

Dalam balanced scorecard ada peta strategi yang memudahkan pimpinan perusahaan melihat hubungan sebab-akibat antara tujuan strategis yang berbeda. Para manajer akan lebih mudah mengkomunikasikan visi dan strategi mereka tidak hanya untuk departemennya sendiri tapi juga antar departemen.

Karena memampukan para manager berpikir strategis dengan lebih terstruktur. Maksudnya bagaimana?

Perancangan strategi selalu berakar pada visi perusahaan. Para manajer bisa berpikir bagaimana mereka akan mewujudkan visi perusahaan saat ini dari berbagai 4 perspektif yang berbeda saling terkait. Dengan kerangka kerja balanced scorecard, proses berpikir ini akan lebih terstruktur. Jadi, tidak hanya strategi terhubung antar departemen tapi juga tidak melenceng dari visi perusahaan.

Karena membantu membuat sistem penganggaran, pelacakan, dan penghargaan berdasarkan tujuan.

Salah satu perspektif balanced scorecard adalah perspektif financial. Jadi dalam merancang anggaran para manajer harus merujuk pada strategi yang telah dibuat sebelumnya.

Bagaimana Cara Membuat Balance Scorecard?

Ternyata balance scorecard cukup mudah untuk dibuat. Begini caranya

  • Pertama buat sebuah tabel yang terdiri dari 5 kolom.
  • kolom pertama diisi dengan keempat perspektif.
  • Judul kolom kedua diisi tujuan, ke tiga diisi ukuran, ke empat diisi target dan ke lima diisi aksi
  • Isi semua kotak dalam tabel tersebut sesuai tujuan yg ingin dicapai perusahaan.

Tentunya sebelum mengisi semua kotak dalam tabel tersebut, Anda sudah terlebih dahulu mengetahui masalah yang ada dan melakukan problem solving.

Silahkan lihat contoh di bawah ini.

contoh balance scorecard

 

Anda juga bisa menonton berikut ini dari Nuansa Digital untuk memahami tentang balance scorecard

Cara Membuat Balance Score card

 

Sumber : hbr.org

__________
KaryaONE adalah HR dan Software Payroll Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Banner KaryaOne - Solusi HR, Payroll dan Talent management Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *