4 Alasan Kenapa Jangan Pernah Berbohong dalam CV

Back to Blog
berbohong dalam cv

Apa yang akan Anda lakukan jika perusahaan impian Anda membuka lowongan pekerjaan namun tidak sesuai dengan latar belakang atau kemampuan yang Anda miliki?

Sebagian orang mungkin akan menunggu kesempatan lain, namun tidak jarang pula ada orang yang nekat bohong melalui CV (Curriculum Vitae) demi mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang menjadi incaran mereka.

Yang dimaksud berbohong di sini misalnya seperti tidak jujur ketika menulis tentang biodata dan juga latar belakang Anda. Seperti pengalaman kerja, pendidikan, skill khusus dan sebagainya.

Semenarik apapun tawaran kerja yang ada di depan mata, Anda tetap tidak boleh bohong dalam CV. Ini alasannya:

banner_karyaone1. Kebohongan Akan Meluas

Sebagai contoh seperti yang dijelaskan sebelumnya, (misalnya) Anda memutuskan untuk berbohong mengenai skill yang sebenarnya tidak dikuasai. Anda mungkin beranggapan ini bukan hal yang penting, namun tidak demikian dengan perekrut.

Bayangkan jika ternyata Anda dipanggil dan ditanya mengenai skill palsu yang ditulis di CV. Bagaimana Anda menjawab kebohongan tersebut?

Anda belum tentu berani untuk berkata jujur, ataupun beralih dengan berbagai macam alasan. Pada akhirnya Anda memilih untuk diam dan mengikuti alur wawancara.

Baca juga:  Cara Menghitung THR Karyawan yang Tepat

Namun sampai kapan kebohongan itu akan bertahan?

Bagaimana Anda mempertanggungjawabkan hal ini jika ternyata Anda lolos dan diterima bekerja sementara Anda tidak memiliki skill yang diharapkan perusahaan?

Kebohongan dalam CV yang semula Anda anggap sepele dapat meluas dan berpengaruh besar pada perjalanan karir atau pekerjaan Anda.

2. Anda Akan Selalu Khawatir

Setiap Anda berbohong, pasti ada risiko di mana kebohongan tersebut akan terbongkar. Tanyakan kepada diri sendiri, apa Anda bersedia untuk merasa khawatir kebohongan pada CV tersebut akan ketahuan demi mendapat tujuan?

Anda mungkin masih bisa bersilat lidah ketika melakukan proses wawancara. Namun bagaimana ketika perekrut menghubungi kontak referensi yang dicantumkan dalam CV untuk bertanya mengenai diri Anda? Anda tidak mungkin meminta orang lain untuk ikut berbohong demi Anda.

Kemudian, jika Anda beruntung dan diterima, apakah Anda bisa mempertanggungjawabkan skill yang disebutkan pada CV yang telah dibuat? Jika tidak, maka tentu atasan dan rekan kerja akan sadar bahwa Anda telah berbohong.

3. Kemungkinan Anda Akan Dipecat

Berlanjut dari poin sebelumnya, jika atasan mengetahui kebohongan dalam CV tersebut maka kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah Anda akan dipecat.

Baca juga:  Inilah Daftar Golongan dan Pangkat PNS

Awal mulanya tentu saja atasan tidak akan mempercayai Anda lagi, ditambah dengan hasil pekerjaan yang buruk akan membuat Anda semakin dinilai negatif. Dari sinilah terdapat kemungkinan atasan akan memutuskan untuk memecat Anda.

Selain mencari pekerjaan baru, Anda juga harus memikirkan bagaimana caranya menjelaskan alasan Anda dipecat kepada calon perekrut yang akan ditemui nantinya.

4. Akan Merusak Nama Baik Sendiri

Tidak ada kebohongan yang berujung baik atau menguntungkan diri sendiri. Keputusan untuk berani berbohong, apalagi terkait karir, akan merusak nama baik Anda.

Dari semua poin tersebut dapat disimpulkan bahwa berbohong di CV adalah hal yang wajib dihindari demi kebaikan karir Anda. Lebih baik sampaikan informasi apa adanya dan sejujur mungkin pada CV yang dibuat.

Sumber:
TheBalance: 4 Reasons Lying on Your Resume Is a Bad Idea

Comment (1)

  • Emil lia Reply

    Terimakasih informasinya..

    Mei 29, 2018 at 9:59 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog