Serba-serbi BPJS Kesehatan Perorangan yang Perlu Anda Tahu

Back to Pos

Belakangan ini pemerintah Indonesia sedang menggencarkan peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi masyarakat. Meski banyak yang telah bergabung menjadi peserta dari program ini, ternyata masih banyak juga yang belum terlalu memahami cara kerjanya. Untuk lebih mengenal seputar BPJS Kesehatan, Anda bisa menyimak ulasannya di bawah ini.

 

banner payroll karyaone

 

Pengertian BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan adalah sebuah Badan Hukum Publik (BPH) yang menjalankan fungsi penyelenggaraan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia. Program ini dirancang oleh pemerintah sebagai sebuah versi upgrade Asuransi Kesehatan (ASKES) yang telah melayani masyarakat sejak dari tahun 1992 lalu.

Program ini ada dalam sebuah kesatuan dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mulai beroperasi sejak dikeluarkannya UU No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Secara garis besar, fungsi utamanya adalah untuk menjamin kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh dan lebih intensif.   

Bagaimana menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Dalam Pasal 14 UU BPJS disebutkan bahwa setiap warga negara Indonesia (WNI) dan juga warga negara asing (WNA) yang telah bekerja di Indonesia setidaknya selama enam bulan wajib untuk menjadi peserta BPJS sesuai dengan program Jaminan Sosial yang diikuti. Lalu, bagaimanakah cara untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan?

Anda bisa mendatangi kantor BPJS Kesehatan di tingkat kabupaten atau provinsi. Petugas akan mengarahkan Anda untuk mengisi formulir. Jangan lupa untuk membawa tanda pengenal seperti KTP, SIM, Kartu Keluarga, atau paspor. Untuk kebutuhan pembayaran iuran, petugas akan memberikan akses untuk virtual account, untuk lebih jelasnya Anda bisa simak dua video di bawah ini :

1. Langsung datang ke kantor BPJS

2. Cara Daftar BPJS Secara Online

Selain mendaftar secara mandiri, Anda juga bisa mendaftar kolektif melalui perusahaan. Perwakilan dari perusahaanlah yang nanti akan mendaftarkan Anda sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pembayaran iuran juga akan dilakukan oleh pihak perusahaan sesuai dengan kelas yang telah didaftarkan.

Berapa Biaya Iuran / Tarif BPJS Kesehatan yang Terbaru ?

1. IURAN BPJS KELAS 1 PERBULAN RP 80.000

Peserta BPJS Kelas 1 memiliki kewajiban untuk membayar iuran sebesar Rp 80.000 per bulan per orang. Jika anggota keluarga yang terdaftar menjadi bpjs sebanyak 4 orang maka iuran yang wajib perbulan sebesar Rp 320.000 per KK.

Sebab ketika anggota keluarga memilih kelas 1 maka seluruh anggota keluarga terdaftar di kelas 1 juga. Tidak boleh berbeda satu dengan yang lainnya, maka dari itu kelas disesuaikan dengan kepala keluarga.

Bila peserta kelas 1 menjalani rawat inap di rumah sakit maka peserta akan menerima hak perawatan di kamar kelas 1 yang isinya 2-4 orang.

2. IURAN BPJS KELAS 2 PERBULAN RP 51.000

Jika Anda merasa berat dengan iuran kelas, Anda dapat mendaftar bpjs kesehatan dengan memilih kelas 2, iuran yang harus dibayar setiap bulan nya sebesar Rp 51.000 per orang per bulan.

Peserta BPJS dengan iuran kelas 2 memiliki hak untuk dirawat di kamar kelas 2, peserta kelas 2 bisa mengajukan naik kelas seandainya dibutuhkan dengan membayar selisih tarif.

3. IURAN BPJS KELAS 3 PERBULAN RP 25.500

Ini adalah kelas yang paling ekonomis sebab iuran yang harus dibayar cukup ringan, yaitu hanya Rp 25.500 per orang per bulan. Jika anggota keluarga terdiri dari 5 orang maka jumlah iuran yang mesti dibayar setiap bulan sebesar Rp 127.500

Hak kamar rawat inap disesuaikan dengan kelas iuran, karena peserta mengikuti BPJS kelas 3 maka kamar perawatan yang didapatkan juga kelas 3. Seandainya ingin mengajukan naik kelas maka selisih tarif akan ditanggung oleh peserta BPJS.

Hak kelas BPJS Kesehatan bagi karyawan

Sesuai informasi di atas, BPJS Kesehatan memiliki tiga tingkatan kelas yang berbeda, yaitu kelas I, kelas II, dan kelas III. Ketiga kelas ini memiliki biaya iuran dan fasilitas yang berbeda-beda. Karyawan perusahaan berhak atas BPJS Kesehatan golongan Pekerja Penerima Upah (PPU). Biaya iuran BPJS golongan ini akan dibebankan pada pihak perusahaan.

Bagi karyawan yang terdaftar dalam BPJS golongan ini, ia tidak bisa memilih kelas. Tingkat kelas yang diperoleh akan bergantung pada besar gaji pokok dan tunjangan yang diterima. Dari ketiga kelas yang ditawarkan pemerintah, karyawan perusahaan berhak atas dua kelas, yakni kelas I dan II. Berikut ini rinciannya:

  • Karyawan dengan gaji di atas atau sama dengan Rp5.000.000, berhak atas kelas I
  • Karyawan dengan gaji di bawah Rp5.000.000, berhak atas kelas II

Untuk naik ke kelas yang lebih tinggi, Anda bisa beralih menjadi peserta BPJS mandiri dengan biaya iuran yang juga dibayarkan secara mandiri.

Apa saja yang tercakup dalam BPJS Kesehatan?

Hal ini mungkin sangat sering ditanyakan calon peserta BPJS Kesehatan. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan jenis layanan kesehatan seperti apakah yang akan diterimanya. Bisa dibilang, layanan kesehatan yang tercakup oleh BPJS Kesehatan tergolong lengkap dan menyeluruh mengingat besaran iuran yang tidak terlalu memberatkan.

Anda bisa menikmati pelayanan kesehatan tingkat pertama mulai dari yang berkaitan dengan perihal administratif hingga perawatan inap di ruang intensif. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menikmati pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan seperti rehabilitasi medis dan juga pelayanan penunjang diagnostik lanjutan.

Semoga dengan ulasan seputar BPJS Kesehatan di atas Anda bisa memahami program pemerintah yang satu ini. Apabila masih ada keraguan, Anda bisa langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Bagaimana Jika Telat Bayar BPJS ?

Jika peserta tidak membayar iuran tepat waktu sesuai dengan jatuh tempo maka status kepesertaan nya akan di nonaktifkan. Untuk mengaktifkannya lagi cukup melunasi tunggakan iuran yang belum dibayar, perlu anda ketahui bahwa tidak ada denda keterlambatan bayar.

Jatuh tempo pembayaran BPJS paling lambat tanggal 10 setiap bulannya, jika tanggal 10 jatuh pada hari libur, maka iuran dapat dibayar pada hari kerja berikutnya.

BPJS tidak mengenakan denda bagi peserta yang menunggak kecuali jika menggunakan layanan rawat inap sebelum 45 hari setelah status keanggotaan diaktifkan kembali, ini merupakan kebijakan terbaru dari BPJS yang disebut denda rawat inap, dengan besar denda 2,5% x berapa bulan menunggak x biaya rawat inap.

Jadi, jika digunakan untuk sekedar berobat biasa masih diperbolehkan. Tetapi bila peserta sakit dan menggunakan fasilitas rawat inap sebelum 45 hari setelah membayar iuran yang menunggak, peserta harus membayar denda agar bisa mendapatkan pembiayaan dari BPJS.

Contoh :

Biaya rawat inap peserta adalah 30jt dan menunggak selama 3 bulan. Maka perhitungannya 2,5% x 3 x 30.000.000 = 2.250.000

Itulah denda yang harus peserta bayar agar mendapatkan pembiayaan dari BPJS.

Jika Anda memiliki bisnis atau perusahaan, menghitung BPJS akan menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap bulan.

Perusahaan dapat menggunakan software HRIS berbasis cloud KaryaOne untuk menghitung BPJS, sehingga proses payroll dapat dilakukan lebih cepat dan tetap akurat.

Silahkan menghubungi kami, request demo atau langsung mencoba gratis aplikasi KaryaOne untuk 10 pegawai selama 1 bulan.

Sumber:
Gajimu: BPJS Kesehatan

banner_karyaone

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Pos