BPJS Ketenagakerjaan dan Segala Manfaatnya

Back to Blog

BPJS Ketenagakerjaan adalah sebuah program layanan publik dalam jaminan sosial dan perlindungan untuk para pekerja di Indonesia, baik orang Indonesia atau pun para pekerja asing yang sudah bekerja di Indonesia setidaknya dalam enam bulan terakhir.

Beroperasi sejak 1 Juli 2015, sebenarnya BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari PT Jamsostek (Persero), lembaga negara yang mengurusi masalah undang-undang jaminan sosial tenaga kerja.

Mereka pun sebelumnya sudah memberikan perlindungan bagi para pekerja dalam mengatasi masalah ekonomi dan sosial, termasuk memberikan asuransi sosial juga.

banner_karyaone

Dengan berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan, peserta Jamsostek secara otomatis menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sehingga tidak perlu lagi untuk melakukan pendaftaran ulang.

Untuk divisi HRD, mengetahui rincian mengenai BPJS Ketenagakerjaan adalah kewajiban demi memperlancar kepegawaian dan tentunya bisa menggunakan software KaryaONE untuk memperlancar perhitungan.

Program Jaminan Hari Tua (JHT)

Program Jaminan Hari Tua (JHT) dibuat untuk para pekerja sebagai tabungan yang bisa cair ketika mereka memasuki masa pensiun (56 tahun).

Iurannya sendiri sebesar 5,7% dari total gaji yang diterima pekerja (2% dibayar oleh pekerja dan 3,7% dibayar oleh perusahaan).

Untuk pembayarannya sendiri paling lambat tanggal 15 per bulannya. Jika ada keterlambatan pembayaran, maka dikenakan denda 2% per tiap bulan keterlambatannya.

Tentunya dengan mengikuti Program Jaminan Hari Tua, manfaat paling besar adalah tanpa Anda sadari, Anda mempunyai tabungan yang tiap bulannya bertambah terus-menerus dan ketika nantinya pensiun, meninggal dunia, atau cacat total permanen, maka tabungan itu bisa segera cair.

JHT juga bisa dicairkan sebagian setelah mengikuti program selama 10 tahun dengan ketentuan: dicairkan 10% dari total saldo dalam rangka persiapan pensiun dan dicairkan 30% dari total saldo untuk keperluan KPR (membeli rumah).

Tapi pencairan ini hanya bisa dilakukan satu kali dalam masa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ada satu aturan lagi. Ketika peserta meninggal dunia, maka saldo JHT akan diberikan kepada ahli waris yang biasanya diwakili oleh suami/isteri, anak, orang tua, cucu, saudara kandung, mertua, atau pihak yang ditunjuk melalui surat wasiat.

Program Jaminan Kecelakaan Kerja ( JKK )

Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan dari risiko kecelakaan yang terjadi ketika dalam pekerjaan, dari berangkat hingga pulang kerja serta penyakit akibat lingkungan kerja.

Iurannya sendiri cukup bervariasi, dimulai dari 0,24% hingga 1,74% tergantung dari tingkat risiko yang bisa diterima di dalam lingkungan kerja. Tingkat risiko ini nantinya akan dievaluasi setiap dua tahun sekali.

Manfaat mengikuti JKK adalah adanya layanan kesehatan, santunan uang (dimulai dari penggantian biaya transportasi, Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), cacat, kematian, dan biaya pemakaman).

Program Jaminan Kematian (JKM)

Program Jaminan Kematian (JKM) adalah program yang memberikan jaminan untuk pekerja yang meninggal dunia, tapi bukan diakibatkan kecelakaan kerja.

Dengan membayar iuran sebesar 0,3% dari total gaji sebulan untuk peserta yang menerima gaji tetap dan iuran sebesar Rp 6.800,00 bagi peserta yang tidak menerima gaji tetap, maka Anda sudah bisa mengikuti program ini.

Manfaat ketika Anda mengikuti JKM adalah mendapatkan jaminan kematian yang nantinya diterima oleh ahli waris berupa santunan sekaligus (Rp16 juta), santunan berkala (Rp4,8 juta) dan biaya pemakaman (Rp3 juta).

Selain itu, kelebihan lainnya adalah ketika peserta meninggal dunia dan sudah memiliki minimal iuran selama lima tahun, maka anak yang bersangkutan akan mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar Rp12 juta.

Program Jaminan Pensiun

Program Jaminan Pensiun adalah program yang memberikan jaminan kepada peserta setelah mereka memasuki masa pensiun, cacat total permanen, dan meninggal dunia.

Iuran untuk mengikuti program ini sebesar 3% dari total gaji per bulan (2% dibayar oleh perusahaan dan 1% dibayar oleh peserta). Pencairan program ini juga bisa dialihkan kepada ahli waris.

Ada beberapa manfaat ketika mengikuti program ini, yaitu Manfaat Pensiun Hari Tua, Manfaat Pensiun Cacat, Manfaat Pensiun Janda/Duda, Manfaat Pensiun Anak, Manfaat Pensiun Orang Tua dan Manfaat Lumpsum.

Bukan Penerima Upah

Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) diperuntukan untuk pekerja yang tidak berada di bawah perusahaan apa pun, bekerja sendiri, atau memiliki gaji tidak tetap seperti tukang ojek, supir angkot hingga artis.

Jasa Konstruksi

Berbeda dengan program lainnya, Jasa Konstruksi adalah program layanan para pemberi kerja dengan skala besar hingga mikro yang bergerak dibidang jasa konstruksi.

Program ini dimaksudkan untuk mengurusi para pekerja yang bisa merupakan pekerja harian lepas, borongan atau perjanjian kerja dengan jangka waktu tertentu.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia.

Mengingat penghitungannya yang cukup rumit, sebaiknya Anda menggunakan software khusus seperti KaryaONE yang pengaturan penggajiannya bisa langsung disesuaikan dengan penghitungan BPJS Ketenagakerjaan.

____________

KaryaOne adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola administrasi HRD seperti absensi, cuti, lembur, penggajian hingga menilai kinerja karyawan.

Coba Gratis KaryaOne Sekarang atau Hubungi Kami untuk konsultasi dan melihat fitur KaryaOne apa saja yang dapat membantu bisnis Anda.

Sumber:
https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog