14 Cara HRD Menilai Calon Karyawan Saat Wawancara

cara melihat calon karyawan tak baik

Wawancara memegang peran penting dalam proses rekrutmen karyawan baru. Para praktisi HR bisa melihat secara langsung kandidat yang berpotensi membawa dampak negatif bagi perusahaan maupun kandidat karyawan yang berkualitas.

Namun, seorang HRD Recruitment tidak semuanya berpengalaman untuk mengidentifikasi setiap tanda-tanda mengenai calon karyawan yang akan membawa energi negatif ke dalam perusahaan.

Untuk itulah para praktisi HR harus lebih selektif dalam mencari, menemukan, serta menetapkan calon karyawan dengan karakteristik yang positif. Berikut ini 14 cara HRD menilai calon karyawan saat wawancara.

1. Tanyakan Pertanyaan Jebakan

Tanyakan lima hal yang mereka sukai dari pekerjaan atau perusahaannya yang terakhir. Mintalah satu jawaban yang umum dan lima jawaban yang lebih spesifik.

Cara ini bisa memberikan informasi kepada Anda, apakah kandidat tersebut merasa tertekan dan menunjukkan tanda yang tidak baik saat menjawab atau sebaliknya menunjukkan kandidat tersebut merupakan calon karyawan yang memiliki wawasan dan pengalaman.

2. Ajak Rekan HRD Lainnya Ikut dalam Wawancara

Masih banyak para pelamar kerja di luar sana yang merasa perlu untuk mengelabui HRD agar dapat diterima menjadi karyawan. Untuk menjawab keraguan Anda mengenai seorang kandidat, sebaiknya ajak rekan HR lainnya untuk ikut dalam proses wawancara.

Satu orang HRD mungkin mudah untuk dibohongi, namun kandidat tentunya sadar bahwa untuk membohongi beberapa orang sekaligus rasanya sangat sulit. Mintalah pendapat rekan HR Anda mengenai orang tersebut dan sampaikan keraguan atau kecurigaan Anda.

3. Tanyakan Bagaimana Cara Mereka Menghadapi Situasi Sulit

Salah satu ciri karyawan yang tidak baik adalah selalu menganggap sebuah masalah disebabkan karena kesalahan orang lain. Tanyakan situasi seperti apa yang membuat mereka tidak nyaman atau yang tidak mereka harapkan terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.

Jika mereka memberikan jawaban yang mengindikasikan akan menyalahkan orang lain dan tidak mau mengakui kesalahan dirinya sendiri, maka itu bukan hal yang bagus. Anda harus waspada pada kandidat seperti ini.

4. Tanyakan Mengenai Masa Depan

Tanyakan di mana mereka melihat diri mereka sendiri dalam 5 sampai 10 tahun mendatang. Pertanyaan ini bisa membantu Anda menilai apakah calon karyawan tersebut memiliki rencana dan bisa menjadi aset jangka panjang bagi perusahaan atau hanya asal menjawab saja.

Baca juga:  4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Merekrut Fresh Graduate

Memiliki karyawan potensial dengan pandangan masa depan yang jelas membantu Anda menilai apakah orang tersebut memang cocok untuk posisi yang dibutuhkan atau tidak.

5. Cari Referensi dari Sumber Lain

Manfaatkan jejaring sosial seperti LinkedIn untuk berhubungan dengan orang-orang yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan kandidat Anda.

Minta waktu mereka sebentar untuk bercerita singkat mengenai kandidat tersebut secara garis besar. Biasanya orang tidak akan membicarakan hal negatif, namun belum tentu juga mereka akan menyampaikan hal-hal positif.

6. Buat Beberapa Tahapan Wawancara

Setiap perusahaan memiliki cara dan tahapan sendiri dalam melakukan proses wawancara. Minta kandidat untuk melewati sejumlah tahapan rekrutmen yang mengharuskan mereka untuk menunjukkan kemampuan, pengalaman, sikap dan budaya kerja.

Proses pelaksanaan rekrutmen dan seleksi yang terdiri dari beberapa langkah atau tahapan bisa mengungkapkan jati diri seseorang yang sebenarnya.

7. Tanyakan Momen Terbaik Mereka di Tempat Kerja

Kandidat bisa dengan mudah mengutarakan momen buruk mereka di tempat kerja yang sebelumnya. Namun sebaliknya, menceritakan pengalaman terbaik mereka bukanlah hal yang mudah.

Jika jawaban mereka adalah hal-hal seperti acara kantor, gathering atau makan siang gratis, maka Anda harus mempertimbangkannya. Pasalnya, individu seperti itu tidak bisa menemukan nilai berharga sebenarnya dari sebuah pekerjaan.

8. Ingat, Sikap Kandidat di Perusahaan Lama Dapat Terulang

Meminta kandidat untuk menceritakan kembali pengalaman kerja mereka merupakan salah satu cara efektif untuk menyaring para pelamar kerja.

Hindari kandidat yang sekiranya merupakan sumber masalah di kantor lama mereka. Jika mereka bisa melakukan hal buruk di kantor lama, maka mereka bisa melakukan hal itu juga di perusahaan lainnya.

9. Gunakan Pertanyaan Negatif

Memberikan pertanyaan negatif kepada kandidat pelamar kerja bisa memperlihatkan jati diri mereka. Misalnya seperti, “Mengapa saya harus menerima Anda?” pertanyaan seperti ini akan memancing kandidat untuk lebih terbuka menceritakan diri dan kemampuan mereka sendiri.

Baca juga:  Strategi Menjaga Kinerja dan Performa Karyawan

10. Cari Tahu Kepribadian Kandidat

Ada orang yang memiliki pikiran terbuka dan mau menerima pendapat orang lain, namun ada juga orang yang berpikir bahwa pendapatnya adalah yang paling benar. Orang yang egois seperti itu biasanya tidak dapat diajak bekerjasama dengan lingkungan sekitarnya.

11. Hati-Hati dengan Kandidat yang Suka Mengeluh

Seseorang yang sering mengeluh merupakan individu yang tidak produktif dalam bekerja, apalagi jika berada dalam tim. Perhatikan, jika ada kandidat yang mengeluh mengenai atasan tempatnya dulu bekerja, maka ini pertanda yang harus Anda pertimbangkan.

Mengeluh adalah hal yang wajar, namun bagaimana cara mereka menyampaikan dan menghadapi isu tersebut yang harus lebih Anda perhatikan.

12. Tanya Mengenai Perilaku dalam Sebuah Kondisi

Teknik ini melibatkan pertanyaan berbasis situasional. Tanyakan bagaimana cara kandidat berperilaku ketika mereka berada pada situasi tertentu (pilih kondisi atau situasi konkret). Sangat kecil kemungkinan bahwa mereka akan mengarang mengenai perilaku mereka sendiri dan pengalaman yang pernah dilalui.

13. Hindari Pertanyaan Standar dan Membosankan

Kandidat bisa saja sudah mempersiapkan jawaban terlebih dahulu mengenai pertanyaan-pertanyaan interview kerja paling umum yang sering diajukan oleh HRD.

Oleh karena itu, ajukan pertanyaan yang menarik, seperti “Apa kebohongan yang sering Anda lakukan?”. Anda akan mendapatkan jawaban yang lebih jujur dan berisi.

14. Cari Tahu Pengakuan Mengenai Kerja sama dan Keberhasilan dalam Tim

Cara mudah untuk mengidentifikasi seseorang yang mungkin tidak cocok untuk perusahaan adalah dengan mendengarkan pengakuan mengenai keberhasilan kerja sama dalam tim.

Jika kandidat hanya membicarakan mengenai keberhasilan dirinya sendiri, tanpa memberikan kredit kepada rekan kerjanya maka bisa jadi ia memiliki sifat egois dalam tim.

Sumber:
Inc: 14 Ways to Identify a Toxic Employee During the Interview

banner blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *