Cara Membuat Kartu Kuning (Kartu Pencari Kerja)

cara membuat kartu kuning

Bagi para pencari kerja, khususnya mereka yang ingin bekerja di instansi pemerintahan sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) pasti ingin tahu cara membuat kartu kuning.

Kartu kuning merupakan kartu tanda pencari kerja yang sering disebut sebagai kartu AK1. Kartu ini berisi beberapa informasi mengenai pemiliknya seperti nama, nomor induk kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP, data kelulusan, hingga sekolah maupun universitas tempat pencari kerja mendapatkan gelarnya.

Cara membuat kartu kuning terbilang cukup mudah, Anda bisa datang langsung ke kantor dinas tenaga kerja daerah asal masing-masing.

Selain itu, pemerintah juga bisa melakukan sensus tak langsung mengenai tingkat pendidikan masyarakat serta mengetahui potensi angkatan kerja penduduk dari data kartu kuning tersebut.

Cara dan Syarat Menerbitkan Kartu Kuning

Ada beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk bisa menerbitkan kartu ini, yaitu:

  • Ijazah atau fotokopi ijazah yang telah dilegalisir, salah satu syarat yang harus Anda lengkapi yakni fotokopi ijazah yang sudah dilegalisir. Bawa juga ijazah asli untuk berjaga-jaga jika petugas dinas menanyakannya.
  • KTP asli, dan bawa juga fotokopi KTP sebagai bahan verifikasi
  • Foto bewarna ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar, siapkan pasfoto dengan latar belakang warna merah sebanyak dua lembar
Baca juga:  Menahan Ijazah Karyawan atau Membangun Kepercayaan?

Lengkapi dokumen-dokumen tersebut dalam satu folder atau map agar mudah untuk dibawa ke dinas tenaga kerja di daerah tempat Anda tinggal dan serahkan ke petugas di sana.

Setelah menyerahkan dokumen, Anda hanya tinggal menunggu untuk dipanggil oleh petugas. Setelah dipanggil, petugas akan menanyakan keperluan Anda membuat kartu kuning.

Selanjutnya, petugas akan meminta Anda mengisi data di kartu kuning sesuai dengan dokumen yang Anda lampirkan. Tempelkan foto dan tanda tangani kartu kuning pada bagian yang ditentukan.

Setelah itu, petugas akan memeriksa kembali data agar tidak ada kesalahan sebelum ditandatangani dan distempel.

Fotokopi kartu kuning tersebut untuk proses legalisir. Jumlah fotokopi disesuaikan dengan kebutuhan Anda dalam mencari kerja. Biasanya 10 lembar fotokopi sudah cukup.

Kartu kuning berlaku selama dua tahun sejak dibuat, sedangkan fotokopi legalisir berlaku untuk enam bulan.

Hal yang harus Anda ingat, bahwa kartu ini berlaku hanya untuk pencari kerja yang mencari kerja di dalam negeri.

Jika Anda ingin bekerja di luar negeri, maka kartu yang diperlukan adalah kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN).

Biaya Pembuatan Kartu Kuning

Perlu Anda ketahui, pembuatan kartu kuning di dinas tenaga kerja tidak dipungut biaya. Hal ini dilakukan pemerintah agar mempermudah pencari kerja dalam mencari kerja.

Baca juga:  Jenis-Jenis Investasi yang Paling Menguntungkan

Anda juga harus waspada terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab meminta sejumlah uang saat akan membuat kartu kuning ataupun untuk legalisir.

Catatan

Banyak instansi pemerintah atau lembaga yang mengharuskan kartu kuning dalam kelengkapan dokumen pelamar.

Biasanya kartu kuning dibutuhkan untuk proses pendaftaran CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Jika demikian, akan ada banyak pelamar yang juga membuat kartu kuning di dinas tenaga kerja.

Untuk menghindari antrian yang panjang, Anda bisa datang lebih pagi. Persiapkan juga dokumen yang lengkap dan alat tulis agar Anda tidak perlu bolak-balik ke dinas tenaga kerja.

Comment (1)

  • Rendi Saputra Reply

    Membantu sekali

    Mei 28, 2018 at 4:57 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *