Cara Membuat NPWP Bagi yang Belum Bekerja

cara membuat npwp

Kini memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah salah satu hal yang wajib dimiliki oleh semua orang, khususnya mereka yang sudah bekerja.

Selain digunakan sebagai persyaratan untuk melamar pekerjaan, NPWP juga diperlukan ketika seseorang ingin mencicil barang dengan harga yang cukup tinggi, seperti mobil, motor, hingga rumah. Bahkan untuk menerima hadiah tertentu, Anda juga harus mempunyai NPWP.

Cara membuat NPWP sangat mudah bila orang tersebut sudah memiliki pekerjaan. Namun bagaimana dengan mereka yang belum berpenghasilan seperti mahasiswa atau pencari kerja?

Dikondisi tertentu banyak perusahaan yang mengharuskan pelamar kerja agar mencantumkan NPWP untuk keperluan administrasi. Padahal tidak sedikit di antara mereka yang belum memiliki NPWP karena masih berstatus sebagai mahasiswa atau pencari kerja.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa kebijakan kantor pajak setiap daerah bisa saja berbeda. Untuk itu lebih baik Anda menggali informasi terlebih dahulu mengenai kantor pajak yang akan dituju.

absensi lewat smartphone

Cara membuat NPWP

Anda yang belum bekerja atau berpenghasilan tetap bisa membuat NPWP dengan cara sebagai berikut:

1. Minta Surat Keterangan dari Kelurahan

Agar tidak sia-sia datang dan mengantri namun tak membawa pulang hasil karena ditolak, persiapkan surat keterangan mengenai status pekerjaan Anda. Jika belum bekerja, minta surat keterangan dari kelurahan dan isi status yang sekiranya cukup sesuai dengan keadaan Anda seperti freelance atau wiraswasta. Jangan diisi keterangan belum bekerja.

Baca juga:  Peraturan Shift Kerja Karyawan Menurut Undang-Undang

Surat Ini Dibutuhkan jika Anda mendaftar secara langsung atau tidak melalui jalur online.

2. Pilih Cara Online untuk Menghindari Antrian Panjang

Daripada harus mengantri panjang dan memakan waktu, lebih baik persiapkan dokumen dan lakukan pendaftaran secara online dengan terlebih dulu membuat akun melalui situs kantor pajak di www.ereg.pajak.go.id

Ikuti semua langkah yang diminta dan pastikan email Anda aktif untuk mengaktivasi akun Anda. Isi semua kolom yang diminta termasuk scan KTP. Aktifkan akun Anda dengan mengklik link yang dikirimkan ke email.

3. Modifikasi Data Pekerjaan

Bukan bermaksud berbohong, namun Anda bisa memodifikasi data yang diminta dengan tujuan positif yaitu mendapatkan kartu NPWP. Isi bagian kolom pekerjaan dengan “Pegawai Swasta” agar proses bisa dilanjutkan.

Kemudian pada bagian alamat tinggal atau domisili dan alamat usaha, isi keduanya dengan alamat sesuai KTP untuk memudahkan proses. Jika telah selesai, klik “Submit”.

Jika domisili Anda berbeda dengan KTP, Anda tidak perlu khawatir karena nantinya pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan Pajak) bisa dilakukan di mana saja secara online.

4. Periksa Email

Anda akan menerima email berisi nomor transaksi dari Ditjen Pajak. Login kembali dengan menggunakn email Anda dan lihat informasi mengenai KPP (Kantor Pajak Pratama) mana yang akan mengeluarkan NPWP Anda. KPP yang akan menerima pengajuan Anda adalah KPP yang sesuai dengan alamat pada KTP.

Baca juga:  Apa itu PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu)?

Setelah ini Anda tinggal menunggu email kembali dari Ditjen Pajak yang memberitahukan bahwa permohonan NPWP Anda disetujui atau tidak.

5. Ambil Kartu NPWP

Print email tersebut dan bawa ke KPP terdekat untuk dicetak dalam bentuk kartu dan Anda telah berhasil memiliki NPWP. Untuk daftar alamat KPP di kota Anda bisa cek di sini.

Tips:

Jika ada KPP yang menolak untuk mencetak kartu Anda dengan alasan perbedaan domisili dan KTP ataupun alasan lainnya, cari kantor KPP lainnya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, setiap KPP bisa saja memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

absensi karyawan dengan karyaone

Comments (8)

  • Marissa Amelina Reply

    Terus bagaimana jika kita udh memasukan pekerjaan di situ freelance, terus di situ minta di tuliskan jumlah penghasilan kita, sedangkan kita blum punya penghasilan, jadi apa yg mesti di isi di kolom penghasilan??

    Agustus 1, 2017 at 4:20 pm
    • leni Reply

      Harus wajib bawa surat pengantar dr kelurahan yaa

      Maret 12, 2018 at 1:37 pm
  • Anonymous Reply

    Kalo untuk pelamar kerja,, saat pengisian formulir pendaftaran,apa yg kita pilih untuk pekerjaan saat ini??

    November 3, 2017 at 12:31 am
    • Sigit Yanuar Reply

      Pilihan nya Pegawai Swasta

      November 8, 2017 at 9:36 pm
      • ani Reply

        kalau untuk pelamar kerja, lalu dipilih pekerjaan saat ini sebagai Pegawai Swasta. lalu untuk alamat tempat usaha, dan gaji di isi seperti apa?

        Januari 25, 2018 at 7:43 am
  • Achmad Arief Reply

    Kalau saya sudah buat secara online sudah kirim token dan di status tertulis Kirim,sudah ada nomor transaksi dan sudah ada alamat kpp nya. Tapi belum mendapatkan email balasan lagi,kira kira berapa lama email balasan nya.
    Mohon pencerahan nya.
    Terima kasih

    Desember 5, 2017 at 11:37 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Langkah berikutnya adalah menunggu persetujuan, nanti akan dikirim email berisi NPWP jika disetujui, kartu NPWP akan dikirim ke alamat yang tertera. Status “KIRIM” berarti sudah selesai. Hanya tinggal menunggu email dan fisik kartu NPWP. Apabila sudah melampaui 30 hari sejak persetujuan, maka dapat datang ke KPP terdekat (WP pribadi) untuk dicetakkan.

      Desember 6, 2017 at 8:35 am
  • Novia Reply

    Hai, mau tanya kalo udah pernah ditolak sebelumnya krn salah isi yg bagian pegawai swasta, kalo kita mau daftar lagi terus ganti pilihan di bagian pekerjaan itu kira2 bakal diterima gak ya?

    Desember 19, 2017 at 10:28 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *