Syarat dan Cara Mudah Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 100%

Back to Blog
cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan

Syarat dan Cara Mudah Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan – Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang untuk mundur dari pekerjaannya. Dimulai dari terkena PHK, menikah, pindah ke luar negeri atau membangun usaha sendiri.

Apapun alasan di balik berhentinya seorang karyawan dari perusahaan tak akan menghambat mereka mendapatkan salah satu haknya, yaitu dana yang selama ini dikumpulkan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Banyak orang beranggapan bahwa sulit untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan. Namun sebenarnya cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan tak sesusah yang dibayangkan atau dibicarakan orang, asal Anda mengikuti prosedur dengan benar dan mempersiapkan syarat yang harus dipenuhi.

Berikut adalah ringkasan apa yang akan Anda pelajari setelah membaca artikel ini. Silahkan klik topik untuk membaca lebih detail.

banner_karyaone

Ketentuan Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum Anda ingin melakukan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan, ketahui terlebih dahulu ketentuan berikut ini. Saldo BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan mulai dari 10%, 30% hingga 100%.

Ketentuan tersebut diatur dalam peraturan pemerintah no 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015.

  • Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 10% dan 30% bisa dilakukan hanya untuk peserta yang masih bekerja dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun, pencairan hanya boleh dipilih salah satu, 10% atau 30% saja, tidak bisa dua-duanya.
    10% untuk dana persiapan pensiun, sedangkan yang 30 persen untuk biaya perumahan.
  • Setelah melakukan salah satu pencairan 10% atau 30% pencairan berikutnya yang bisa dilakukan adalah pencairan 100% setelah keluar dari pekerjaan.
  • Sementara untuk mencairkan saldo JHT sampai 100% hanya diperuntukan untuk peserta yang sudah tidak bekerja (keluar, resign atau PHK), saldo bisa langsung dicairkan setelah menunggu 1 bulan sejak keluar dan tidak bekerja sama sekali.

Jadi poin nya adalah :

Pertama, meskipun Anda masih bekerja, Anda tetap dapat mencairkan saldo BPJS KT itu dengan syarat hanya bisa diambil 10% dan 30% serta Anda sudah bekerja minimal 10 Tahun

Kedua, saldo BPJS Ketenagakerjaan bisa Anda cairkan 100% dengan syarat Anda sudah tidak bekerja terhitung 1 bulan dari tanggal resign
(tanpa minimal waktu kerja 10 tahun)

  • Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 100% tidak bisa dicairkan tanpa paklaring (surat pengalaman/berhenti kerja) paklaring bisa diminta dari perusahaan yang sudah Anda tinggalkan, jika perusahaan sudah tidak ada maka bisa meminta ke disnaker.
  • Pastikan Data KTP sama dengan data Kartu Keluarga (KK) jika berbeda Anda bisa membuat surat keterangan koreksi kesalahan dari kelurahan setempat.
  • Pengambilan Saldo JHT tidak bisa diwakilkan, jika si peserta cacat total pencairan harus disertai surat kuasa, kecuali untuk peserta yang meninggal dunia.
  • Cara klaim JHT jika kartu BPJS hilang, untuk mencairkan saldo JHT BPJS, Anda harus mengurus surat pengganti kartu peserta yang hilang yaitu surat keterangan hilang dari kepolisian. Dengan mencantumkan no Kartu Peserta BPJS di dalam surat keterangan hilang tersebut, maka Anda sudah bisa mencairkan JHT Anda.
  • Pencairan BPJS Ketenagakerjaan 10% dan 30% akan dikenakan pajak progresif sebagai berikut:
    • Saldo < Rp 50 juta dikenakan pajak sebesar 5%
    • Saldo Rp 50 – 250 juta dikenakan pajak sebesar 15%
    • Saldo Rp 250 – 500 juta dikenakan pajak sebesar 25%
    • Saldo > Rp 500 juta dikenakan pajak sebesar 30%

> Kembali ke atas

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan : Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Ingat perbedaan dalam ketentuan percairan saldo BPJS TK 10% dan 30% ini ? perbedaan nya yaitu pencarian 10% untuk persiapan masa pensiun dan 30% untuk biaya perumahan. Maka dari itu ada perbedaan syarat yang dibutuhkan antara keduanya.

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan 10%

  1. Minimal sudah bergabung dengan perusahaan selama 10 tahun.
  2. Peserta masih aktif bekerja di perusahaan.
  3. Kartu BPJS TK/Jamsostek asli dan fotokopi.
  4. KTP atau Paspor asli dan fotokopi.
  5. KK (Kartu Keluarga) asli dan fotokopi.
  6. Buku Rekening Tabungan asli dan fotokopi.
  7. NPWP (jika claim lebih dari 50 juta).
  8. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan 30%

  1. Minimal sudah bergabung dengan perusahaan selama 10 tahun.
  2. Peserta masih aktif bekerja di perusahaan.
  3. Kartu BPJS TK/Jamsostek asli dan fotokopi.
  4. KTP atau Paspor asli dan fotokopi.
  5. KK (Kartu Keluarga) asli dan fotokopi.
  6. Buku Rekening Tabungan asli dan fotokopi.
  7. NPWP (jika claim lebih dari 50 juta).
  8. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  9. Dokumen perumahan asli dan fotokopi.

Poin nya adalah jika Anda ingin mencairkan dana BPJS KT 30%, Anda harus membawa dokumen perumahan sebagai syarat pencairan.

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan 100%

1. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan Asli dan Fotokopi

kartu peserta bpjs ketenagakerjaankartu peserta bpjs ketenagakerjaan, via bpjsketenagakerjaan.go.id

Kartu ini merupakan bukti bahwa Anda tercatat sebagai peserta Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan. Kartu ini Anda dapatkan dari kantor lama tempat Anda bekerja.

Kartu peserta ini harus Anda lampirkan untuk mencairkan dana, karenanya fotokopi beberapa lembar untuk dibawa pada saat penyerahan dokumen dan scan untuk diupload secara online. Kartu ini berfungsi untuk pencairan dana BPJS semua kategori dimulai dari resign, pensiun, meninggal dunia, PHK dan sebagainya.

2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Paspor Asli dan Fotokopi

mencairkan bpjs ketenagakerjaan ktpktp sebagai tanda bukti identitas diri

Bawa KTP dan atau Paspor Anda yang masih berlaku beserta dengan beberapa lembar fotokopinya agar Anda tidak perlu repot mencari tempat fotokopi.

3. Kartu Keluarga (KK) Asli dan Fotokopi

kartu keluarga

Anda juga diminta untuk membawa KK sebagai lampiran dokumen lainnya. Pastikan nama Anda tercatat dengan benar di KK tersebut dan sesuai dengan data yang ada di KTP, jika berbeda silahkan perbaiki terlebih dahulu di kelurahan tempat tinggal Anda.

4. Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan (Paklaring)

contoh surat keterangan kerja atau paklaring

Dana BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan apabila Anda benar-benar sudah berhenti bekerja dari sebuah perusahaan dan tidak atau belum bekerja pada perusahaan lainnya dengan alasan apapun. Paklaring harus dilengkapi dengan stempel perusahaan serta tanda tangan kepala HRD sebagai penanggung jawab keaslian paklaring.

Jika Anda resign dan berniat kembali bekerja, sebaiknya tunda pencairan dana dan lanjutkan BPJS Ketenagakerjaan di perusahaan yang baru. Selain bisa menabung lebih banyak, Anda juga tidak perlu repot mengurus kartu baru di perusahaan yang baru.

5. Buku Rekening Bank Asli dan Fotokopi

Agar lebih aman, pilih pencarian dana melalui transfer bank. Untuk itu Anda harus membawa buku rekening bank agar petugas BPJS bisa mencatat nomor rekening yang akan dituju.

Jangan lupa untuk memfotokopi bagian halaman depan (terdapat nomor rekening). Anda diperbolehkan menggunakan Bank apapun.

6. Pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap

Lebih baik siapkan pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap karena pada beberapa kasus ada kantor BPJS yang membutuhkan syarat ini untuk pencairan.

7. Surat Keterangan Pengunduran Diri dari Pemberi Kerja ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Minta agar HRD kantor lama Anda membuat dan memberikan surat keterangan pengunduran diri Anda kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Surat ini berisi penjelasan status Anda di perusahaan tersebut termasuk posisi atau jabatan terakhir di sana.

Pastikan surat sudah ditandatangani oleh kepala HRD dan lebih baik lagi jika mendapat stempel dari Dinas Tenaga dan Transmigrasi.

8. Akta Penetapan PHK dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)

Anda perlu menyertakan akta penetapan PHK dari PHI jika ingin mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan karena alasan PHK.

9. Email HRD Perusahaan Terakhir Bekerja

Dalam kasus tertentu Anda akan diminta alamat email HRD perusahaan terakhir untuk cross check data.

Untuk nomor 7, 8, 9, dari beberapa kasus yang kami kumpulkan, ada beberapa kantor yang memerlukan persyaratan tersebut. Maka, apabila Anda bisa mempersiapkan syarat ini sebelum mencairkan saldo BPJS tentu akan lebih baik

10. NPWP Asli dan Fotokopi (jika claim lebih dari 50 juta)

Syarat terakhir adalah NPWP jika Anda ingin mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan lebih dari Rp 50 juta.

> Kembali ke atas

Cara Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Setiap harinya ada puluhan bahkan ratusan orang yang mengantri dari sekitar pukul 06.00 di semua kantor BPJS Ketenagakerjaan. Mereka menunggu petugas membagikan nomor antrian baik untuk mendaftar BPJS, mencairkan dana ataupun keperluan lainnya.

Nomor antrian yang dibagikan setiap harinya tidak banyak alias dibatasi sehingga Anda benar-benar harus datang sepagi mungkin. Mereka yang tak mendapat nomor antrian harus datang dan mengantri lagi keesokan harinya.

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Manual atau Datang Langsung

Jika Anda ingin mencairkan BPJS KT dengan datang langsung ke kantor, agar tidak terlalu lama mengantri Anda bisa mencari terlebih dahulu ulasan yang ada di google map seperti gambar di atas. Dengan begitu Anda dapat menghindari antrian yang terlalu panjang.

Urutan Proses Pencairan ( dalam kasus datang sebelum jam buka 08:00 ) :

  1. Jika Anda datang sebelum jam buka maka akan diminta menulis di absen manual daftar kehadiran.
  2. Setengah jam sebelum buka, Security akan membagikan Form Pengajuan yang harus diisi terlebih dahulu,sekaligus melampirkan berkas-berkas pendukung asli dan fotokopi.
  3. Jam 08.00 antrian dimulai sesuai daftar hadir manual. Satu per satu pengunjung akan dipanggil menuju CS pemeriksa berkas. Jika berkas Anda kurang atau tidak memenuhi persyaratan maka Anda akan diminta untuk melengkapi terlebih dahulu. Jika persyaratan lengkap maka akan diberikan nomor antrian CS pengajuan pencairan.
  4. Pemanggilan oleh CS pengajuan pencairan, cek berkas lagi. Di foto, selesai.
  5. Proses pencarian biasanya berlangsung 7 – 14 hari kerja.

 

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dengan e-KLAIM

Jika Anda tidak mau berlama-lama mengantri dari pagi untuk mengambil nomor lebih baik Anda mengurus pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan secara online.

Anda bisa membuka website https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/ atau install aplikasi BPJSTKU di handphone Anda

Urutan Proses Pencairan Melalui Online :

  1. Buka website atau aplikasi
  2. Pilih pilihan layanan pencairan dana atau e-KLAIM.
  3. Isi semua data yang diminta dan perhatikan dokumen-dokumen apa saja yang harus Anda siapkan.
  4. Anda diminta untuk mengupload hasil scan dokumen tersebut secara online dan menunggu email balasan.
  5. Kemudian Anda akan menerima email berisi informasi tanggal di mana Anda harus datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan dokumen asli.
  6. Jika Anda sudah menerima email tersebut, pastikan Anda datang di tanggal yang diminta dengan membawa semua dokumen yang diminta. Anda tidak harus mengantri dari pagi, cukup langsung datang dan mengambil nomor khusus antrian online (nomor antrian online dibedakan dari antrian lainnya). Antrian online tidak sebanyak antrian biasa, bahkan dapat dibilang cukup sepi sehingga menguntungkan Anda.
  7. Tunggu sampai dipanggil, kemudian serahkan semua dokumen yang diminta. Setelah petugas selesai menerima dan memeriksa dokumen, Anda bisa pulang dan menunggu dana masuk ke rekening Anda.
  8. Biasanya dana cair sekitar 7 sampai 14 hari kerja setelah penyerahan dokumen fisik tersebut.

> Kembali ke atas

Kesimpulan:

Ada beberapa poin penting yang harus Anda perhatikan:

  1. Pastikan Anda telah memiliki semua dokumen yang dibutuhkan beserta dengan beberapa lembar fotokopi
  2. Bawa alat tulis karena tidak tersedia untuk mengisi formulir
  3. Siapkan juga foto ukuran 3×4 dan 4×6 beberapa lembar untuk berjaga-jaga
  4. Pilih kantor BPJS terdekat atau sesuai domisili untuk memudahkan Anda
  5. Datang pagi untuk mengantri dari awal jika Anda tidak mau mengurus secara online
  6. Scan dan fotokopi semua dokumen untuk proses pencairan dana secara online dan pastikan email Anda aktif untuk menerima notifikasi

> Kembali ke atas

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Comments (3)

  • yeni marta nur imei Reply

    jika nama yang ada di SPK tidak sama dengan nama yang ada di kartu bpjs apa tidak masalah?

    Agustus 3, 2017 at 10:27 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Apa SPK yg dimaksud Surat Pengalaman Kerja? Kalau iya, sebaiknya dipastikan semua nama sesuai dengan KTP. Jika tidak sama, bisa minta tolong HRD kantor kamu untuk membuatkan SPK baru dengan nama yg sesuai KTP, Kartu Keluarga, dll.

      Agustus 3, 2017 at 4:50 pm
      • Rian ISK Reply

        allo min, SPK bkannya surat perintah kerja yah ? hehe

        Agustus 4, 2017 at 2:37 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog