Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang untuk mundur dari pekerjaannya. Dimulai dari terkena PHK, menikah, pindah ke luar negeri atau membangun usaha sendiri. Apapun alasan di balik berhentinya seorang karyawan dari perusahaan tak akan menghambat mereka mendapatkan salah satu haknya, yaitu dana yang selama ini dikumpulkan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Banyak orang beranggapan bahwa sulit untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan. Namun sebenarnya cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan tak sesusah yang dibayangkan atau dibicarakan orang asal Anda mengikuti prosedur dengan benar.

Online atau Datang Langsung?

Setiap harinya ada puluhan bahkan ratusan orang yang mengantri dari sekitar pukul 06.00 di semua kantor BPJS Ketenagakerjaan. Mereka menunggu petugas membagikan nomor antrian baik untuk mendaftar BPJS, mencairkan dana ataupun keperluan lainnya.

Nomor antrian yang dibagikan setiap harinya tidak banyak, sehingga Anda benar-benar harus datang sepagi mungkin. Mereka yang tak mendapat nomor antrian harus datang dan mengantri lagi keesokan harinya.

Setelah mendapat nomor, Anda akan diberikan formulir untuk mengisi data diri dan keperluan apa saja yang harus diurus. Baru setelah kantor dibuka, Anda dapat masuk dan duduk menunggu dipanggil.

Jika Anda tidak mau berlama-lama mengantri dari pagi untuk mengambil nomor lebih baik Anda mengurus pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan secara online.

Cukup buka website BPJS Ketenagakerjaan dan pilih pilihan untuk layanan pencairan dana. Isi semua data yang diminta dan perhatikan dokumen-dokumen apa saja yang harus Anda siapkan.

Anda diminta untuk mengupload hasil scan dokumen tersebut secara online dan menunggu email balasan. Kemudian Anda akan menerima email berisi informasi tanggal di mana Anda harus datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan dokumen asli.

Jika Anda sudah menerima email tersebut, pastikan Anda datang di tanggal yang diminta dengan membawa semua dokumen yang diminta. Anda tidak harus mengantri dari pagi, cukup langsung datang dan mengambil nomor khusus antrian online (nomor antrian online dibedakan dari antrian lainnya). Antrian online tidak sebanyak antrian biasa, bahkan dapat dibilang cukup sepi sehingga menguntungkan Anda.

Baca juga:  Cara Menghitung PPh 21 karyawan

Tunggu sampai dipanggil, kemudian serahkan semua dokumen yang diminta. Setelah petugas selesai menerima dan memeriksa dokumen, Anda bisa pulang dan menunggu dana masuk ke rekening Anda. Biasanya dana cair sekitar tujuh hari kerja setelah penyerahan dokumen fisik tersebut.

Apa Saja Dokumen yang Harus Disiapkan?

1. Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan

kartu peserta bpjs ketenagakerjaankartu peserta bpjs ketenagakerjaan, via bpjsketenagakerjaan.go.id

Kartu ini merupakan bukti bahwa Anda tercatat sebagai peserta Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan. Kartu ini Anda dapatkan dari kantor lama tempat Anda bekerja.

Kartu peserta ini harus Anda lampirkan untuk mencairkan dana, karenanya fotokopi beberapa lembar untuk dibawa pada saat penyerahan dokumen dan scan untuk diupload secara online. Kartu ini berfungsi untuk pencairan dana BPJS semua kategori dimulai dari resign, pensiun, meninggal dunia, PHK dan sebagainya.

2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Paspor

mencairkan bpjs ketenagakerjaan ktpktp sebagai tanda bukti identitas diri

Bawa KTP dan atau Paspor Anda yang masih berlaku beserta dengan beberapa lembar fotokopinya agar Anda tidak perlu repot mencari tempat fotokopi.

3. Kartu Keluarga (KK)

kartu keluargaAnda juga diminta untuk membawa KK sebagai lampiran dokumen lainnya. Pastikan nama Anda tercatat dengan benar di KK tersebut dan jangan lupa untuk memfotokopinya beberapa lembar.

4. Surat Keterangan Berhenti Bekerja dari Perusahaan (Paklaring)

contoh surat keterangan kerja atau paklaring

Dana BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan apabila Anda benar-benar sudah berhenti bekerja dari sebuah perusahaan dan tidak atau belum bekerja pada perusahaan lainnya dengan alasan apapun. Parklaring harus dilengkapi dengan stempel perusahaan serta tanda tangan kepala HRD sebagai penanggungjawab keaslian parklaring.

Baca juga:  Jenis-Jenis Investasi yang Paling Menguntungkan

Jika Anda resign dan berniat kembali bekerja, sebaiknya tunda pencairan dana dan lanjutkan BPJS Ketenagakerjaan di perusahaan yang baru. Selain bisa menabung lebih banyak, Anda juga tidak perlu repot mengurus kartu baru di perusahaan yang baru.

5. Surat Keterangan Pengunduran Diri dari Pemberi Kerja ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Minta agar HRD kantor lama Anda membuat dan memberikan surat keterangan pengunduran diri Anda kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Surat ini berisi penjelasan status Anda di perusahaan tersebut termasuk posisi atau jabatan terakhir di sana.

Pastikan surat sudah ditandatangani oleh kepala HRD dan lebih baik lagi jika mendapat stempel dari Dinas Tenaga dan Transmigrasi.

6. Buku Rekening Bank

Agar lebih aman, pilih pencarian dana melalui transfer bank. Untuk itu Anda harus membawa buku rekening bank agar petugas BPJS bisa mencatat nomor rekening yang akan dituju. Jangan lupa untuk memfotokopi bagian halaman depan (terdapat nomor rekening). Anda diperbolehkan menggunakan Bank apapun.

7. Akta Penetapan PHK dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)

Anda perlu menyertakan akta penetapan PHK dari PHI jika ingin mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan karena alasan PHK.

Kesimpulan:

Ada beberapa poin penting yang harus Anda perhatikan:

  1. Pastikan Anda telah memiliki semua dokumen yang dibutuhkan beserta dengan beberapa lembar fotokopi
  2. Bawa alat tulis karena tidak tersedia untuk mengisi formulir
  3. Siapkan juga foto ukuran 3×4 dan 4×6 beberapa lembar untuk berjaga-jaga
  4. Pilih kantor BPJS terdekat atau sesuai domisili untuk memudahkan Anda
  5. Datang pagi untuk mengantri dari awal jika Anda tidak mau mengurus secara online
  6. Scan dan fotokopi semua dokumen untuk proses pencairan dana secara online dan pastikan email Anda aktif untuk menerima notifikasi

Comments (3)

  • yeni marta nur imei Reply

    jika nama yang ada di SPK tidak sama dengan nama yang ada di kartu bpjs apa tidak masalah?

    Agustus 3, 2017 at 10:27 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Apa SPK yg dimaksud Surat Pengalaman Kerja? Kalau iya, sebaiknya dipastikan semua nama sesuai dengan KTP. Jika tidak sama, bisa minta tolong HRD kantor kamu untuk membuatkan SPK baru dengan nama yg sesuai KTP, Kartu Keluarga, dll.

      Agustus 3, 2017 at 4:50 pm
      • Rian ISK Reply

        allo min, SPK bkannya surat perintah kerja yah ? hehe

        Agustus 4, 2017 at 2:37 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *