Cara Mencari Kandidat Karyawan Berkualitas

kandidat karyawan

Keberhasilan dalam mencari kandidat karyawan berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam proses perekrutan yang efektif. Namun perusahaan tidak bisa melakukan perekrutan apabila tidak ada calon kandidat yang melamar.

Perusahaan yang mampu mencari atau mengundang kandidat terbaik tak hanya akan meningkatkan produktivitas karyawan, namun mengurangi tingkat persaingan dengan kompetitor dalam mencari karyawan terbaik.

Berikut ini beberapa cara untuk mencari kandidat karyawan berkualitas yang sesuai harapan.

1. Branding Perusahaan

Branding perusahaan dengan menggunakan teknik pemasaran untuk membangun reputasi perusahaan sebagai tempat yang baik untuk bekerja atau bahkan lebih baik daripada perusahaan lainnya.

Misal, perusahaan bisa menjadi sponsor di kampus-kampus untuk acara bursa kerja (career fair), event olahraga, reuni alumni, konser musik dan sebagainya.

Perusahaan juga bisa memasang iklan pada media cetak tertentu untuk menunjukkan manfaat bekerja di perusahaan anda. Dengan cara ini, perusahaan bisa langsung menjangkau kandidat lebih banyak.

Namun cara seperti ini membutuhkan waktu yang lama dan juga biaya branding yang tinggi, serta belum tentu bisa diukur efektivitasnya.

Biasanya untuk mendapatkan hasil yang efektif, perusahaan bisa mencoba secara rutin melakukan perekrutan masal dari tahun ke tahun dan meningkatkan brand awareness kepada para pencari kerja.

2. Pemasangan Iklan Lowongan Kerja

Iklan lowongan kerja adalah iklan yang menawarkan kesempatan kerja melalui koran, majalah, website atau situs penyedia info lowongan kerja seperti jobstreet.co.id, karyaone.co.id, karir.com dan sebagainya.

Untuk memasang lowongan kerja melalui media-media tersebut, biasanya perusahaan harus membayar sejumlah biaya yang telah ditentukan. Iklan akan dipasang di halaman tertentu, sementara untuk iklan online akan dipasang di website yang ramai dikunjungi oleh kandidat pencari kerja.

Baca juga:  5 Cara Menjadi Manajer HRD yang Baik

Strategi ini merupakan cara cepat dan mudah untuk menjangkau banyak kandidat, namun memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:

  • Kandidat karyawan yang anda cari telah bekerja di tempat lain
  • Banyak pencari kerja tidak melihat iklan lowongan kerja karena terbatasnya koneksi internet
  • Biaya pemasangan iklan cukup tinggi
  • Iklan lowongan kerja yang dipasang belum tentu berkualitas

Agar pemasangan iklan lowongan kerja berjalan efektif, sebaiknya perusahaan melakukan rekrutmen untuk pekerjaan dengan kualifikasi dan kriteria yang telah didefinisikan secara jelas.

3. Mengembangkan Talent Pool

Strategi ini mencakup memelihara hubungan dengan kelompok-kelompok kandidat karyawan yang berpotensi untuk direkrut untuk pekerjaan di masa depan.

Anggota kelompok talent pool bisa bervariasi, seperti mahasiswa, pencari kerja, bahkan karyawan perusahaan yang memiliki kemampuan atau pengalaman tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.

Talent pool merupakan sumber kandidat ketika perusahaan membuka lowongan kerja. Karenanya, talent pool penting dikelola baik untuk menciptakan ketersediaan tenaga kerja maupun memperpendek waktu untuk melakukan perekrutan.

Namun, penggunaan talent pool memiliki kelemahan, diantaranya adalah kesulitan proses identifikasi untuk menentukan siapa yang sebenarnya layak untuk dimasukkan ke dalam talent pool dan sulitnya memelihara kualitas talent pool.

Perlu diketahui, kandidat yang dianggap berkualitas hari ini belum tentu tetap berkualitas tahun depan hanya karena kandidat tersebut tidak mengikuti perkembangan terkait kemampuannya.

Biasanya, pengembangan talent pool efektif dilakukan ketika ada kecenderungan untuk merekrut kandidat dari sumber yang sama, dan ada tujuan strategik untuk merekrut kandidat dengan karakteristik yang sama (misalnya demografi, tingkat pendidikan, gender, dan sebagainya).

Baca juga:  Cara Membaca CV Cepat Dan Efektif

4. Menggunakan Jasa Perekrutan

Jasa perekrutan profesional seperti head hunter bisa membantu perusahaan untuk mencari kandidat. Jasa ini efektif untuk mencari kandidat yang mengisi lowongan khusus, terlebih jika jasa rekrutmen memiliki jaringan luas dan didukung oleh tenaga profesional.

Namun jasa demikian memiliki beberapa kelemahan. Seperti besarnya biaya yang diperlukan, dan resiko bahwa jasa rekrutmen hanya ingin sekedar mengisi posisi daripada benar-benar mencari kandidat berkualitas.

Biasanya, cara ini dibutuhkan ketika perusahaan harus merekrut posisi pemimpin atau posisi dengan kemampuan khusus dimana ketersediaan kandidat sangat sedikit.

5. Jejaring Media Sosial

Jejaring media sosial mengandalkan hubungan pribadi untuk mengkomunikasikan kesempatan lowongan kerja kepada kandidat karyawan potensial. Media demikian mencakup Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, Instagram dan media sosial lainnya.

Media sosial sering digunakan sebagai sarana perekrutan karena semakin banyak kandidat yang berhasil direkrut berdasarkan referensi jejaring media sosial. Kandidat yang direkrut juga cenderung untuk tetap di perusahaan apabila bekerja bersama teman di perusahaan yang sama.

Rekrutmen dengan cara ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti pencarian bisa dilakukan oleh karyawan perusahaan, tingginya minat kandidat karena referensi dari teman kandidat tersebut, dan rendahnya biaya.

Namun perekrutan melalui jejaring media sosial juga memiliki kelemahan. Misalnya saja lebih mungkin dilakukan apabila karyawan yang sedang bekerja di perusahaan tersebut memang berhubungan dengan kandidat yang dibutuhkan.

Cara ini tanpa disadari juga menghabiskan banyak waktu. Biasanya, perekrutan melalui jejaring media sosial digunakan untuk merekrut posisi khusus. Selain itu, kandidat yang dicari memang berteman dengan karyawan yang sedang bekerja pada perusahaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *