Cara Menggunakan LinkedIn untuk Rekrutmen Karyawan

cara menggunakan linkedin

LinkedIn merupakan jejaring sosial bagi profesional untuk mempromosikan brand dan juga memiliki potensi untuk menjadi media rekrutmen dalam mencari sumber daya manusia yang berkualitas.

Jika digunakan secara maksimal, LinkedIn akan sangat membantu praktisi HR untuk mencari talenta terbaik untuk berkarir di perusahaan Anda. Berikut ini 15 cara menggunakan LinkedIn untuk proses rekrutmen karyawan.

1. Mengisi 4 Bagian Penting Ini

Foto Profil

Jangan lupa untuk menyertakan foto dan gambar yang merepresentasikan brand Anda secara profesional mengingat banyak orang lebih menyukai konten visual daripada hanya teks.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada sekitar 30% klik yang lebih banyak dilakukan pada hasil pencarian terhadap sebuah halaman yang memiliki konten visual dibandingkan dengan yang tidak.

Selain itu, halaman Anda tujuh kali lebih mungkin untuk muncul di halaman hasil pencarian jika disertai dengan foto. Sebagai perekrut, halaman Anda harus bisa mudah diakses dan profile picture adalah salah satu hal yang harus ada.

Headline

Headline yang baik dan dilengkapi dengan nama serta foto atau logo perusahaan Anda akan mendorong pencari kerja untuk mengklik halaman LinkedIn Anda. Pastikan Anda membuat headline yang berisi informasi mengenai bisnis apa yang Anda lakukan, bukan profil perusahaan.

Ringkasan Profil Perusahaan

Orang lain akan mencari tahu lebih dalam mengenai Anda dari bagian bio, termasuk mengenai track record perusahaan Anda dalam lingkup industri terkait.

Pastikan para pencari kerja tertarik untuk membaca ringkasan profil Anda sehingga mereka bisa melihat apa yang bisa ditawarkan oleh perusahaan Anda. Jangan lupa untuk menyertakan kontak pada akhir bio untuk mempermudah mereka menghubungi Anda.

Kata Kunci

Gunakan kata kunci (keyword) yang tepat agar Anda muncul pada halaman pertama hasil pencarian. Jangan menggunakan kata kunci yang unik atau aneh, serta jangan memenuhi halaman LinkedIn Anda dengan penggunaan kata kunci secara berlebihan.

2. Mengubah URL Profil LinkedIn

Anda bisa membuat tampilan profesional pada LinkedIn dengan mengubah URL profil publik Anda. Ketika sign up, LinkedIn akan secara otomatis memberikan Anda URL berupa angka untuk mengidentifikasikan halaman profil Anda. Namun angka tersebut bisa diubah menjadi nama Anda maupun perusahaan.

3. Buat Halaman Showcase Perusahaan

Kecil ataupun besar, perusahaan yang memiliki Showcase Page akan membantu orang lain untuk mengetahui informasi terbaru mengenai perusahaan tersebut.

Bahkan perusahaan juga mendapatkan kesempatan untuk berhubungan dengan orang-orang baru yang sebelumnya tidak mengenal perusahaan tersebut.

Pastikan Anda membuat ringkasan mengenai profil perusahaan termasuk bisnis apa yang dijalankan. Showcase Page juga berguna untuk memposting update informasi atau konten terbaru dan saling berinteraksi dengan klien atau kandidat potensial.

4. Optimasi Halaman LinkedIn

Pengguna LinkedIn banyak melakukan pencarian setiap hari, khususnya untuk mencari orang yang bisa membantu kebutuhan mereka yang berasal dari niche atau lokasi yang sama. Untuk memanfaatkan kondisi ini, Anda bisa mengembangkan peringkat pencarian Anda secara mudah.

Gunakan keyword yang relevan pada bisnis Anda dan yang banyak dicari oleh pengguna (lakukan penelitian terlebih dulu) pada bagian headline, job title dan juga summary profil perusahaan. Pilih kata kunci yang berhubungan dengan industri, lokasi, nama perusahaan dan bahkan nama seseorang.

Baca juga:  Contoh Iklan Lowongan Kerja yang Menarik

5. Ubah Pengaturan Privasi

Setiap perubahan atau pembaruan yang dilakukan akan terlihat oleh jaringan LinkedIn Anda. Hal ini bisa membuat banyak orang merasa terganggu dan pada akhirnya keluar dari grup atau tidak lagi terhubung dengan Anda. Di samping itu mereka juga enggan untuk mengupdate profil terbaru karena bermacam-macam alasan.

Namun, sebenarnya ada cara untuk “menyembunyikan” aktivitas-aktivitas yang Anda lakukan agar tidak mengganggu orang lain atau terlalu terekspos:

Activity Broadcast

Jika Anda ingin melakukan banyak perubahan tanpa diketahui atau mengganggu jaringan LinkedIn, maka turn off (matikan) pilihan broadcast. Cara ini berguna untuk kandidat Anda karena tentu saja mereka mungkin saja tidak ingin orang lain (khususnya perusahaan lamanya) tahu bahwa dirinya sedang mencari pekerjaan dan telah berhubungan dengan perekrut di perusahaan lain.

Orang yang Melihat Profil Anda

Tidak seperti Facebook dan Twitter, Anda bisa melihat siapa saja orang yang mengunjungi profil LinkedIn Anda. Anda bisa mengatur fitur ini, jika Anda memungkinkan orang lain melihat nama Anda, maka Anda juga melakukan hal yang sama terhadap mereka.

Sembunyikan Koneksi Pada Profil

Untuk menjaga privasi Anda dan juga kandidat, Anda bisa mengatur untuk menyembunyikan koneksi atau jaringan Anda dari tampilan ketika ada orang lain yang membuka profil Anda.

6. Buat Koneksi dengan Orang Baru

Ada banyak cara untuk saling berkoneksi atau berhubungan dengan orang lain melalui LinkedIn, misalnya langsung mencentang kotak pilihan untuk berteman jika Anda memiliki email mereka. Anda juga bisa meminta bantuan dari koneksi lain untuk mengenalkan Anda.

Kemudian cara lainnya adalah masuk ke dalam sebuah group di mana terdapat orang-orang yang Anda cari. Anda juga dapat mengirim pesan ke pengguna yang tidak terhubung namun berada dalam group yang sama dengan Anda.

7. Perkuat Relevansi Koneksi dengan Orang Lain

Semakin menarik profil Anda, maka akan semakin banyak orang yang ingin berhubungan dengan Anda. Namun tidak hanya kuantitas, melainkan kualitas jaringan dan orang-orang tersebutlah yang memainkan peran penting.

Jika Anda terhubung dengan banyak orang yang “berkualitas”, maka kesempatan Anda bertemu dengan calon kandidat berkualitas pun akan semakin besar.

8. Menjaga Etika Profesionalisme

Pada dasarnya tidak ada cara terbaik untuk berhubungan dengan orang baru selain sama-sama menaruh perhatian. Personalisasikan detail undangan untuk meng-invite orang lain dengan baik termasuk mencantumkan informasi yang lengkap namun tidak bertele-tela.

Pesan dan undangan untuk saling berkoneksi yang baik tidak akan membuat Anda dianggap sebagai spam.

9. Menciptakan Engagement dengan Koneksi

Hal penting yang harus dilakukan ketika Anda sudah memiliki jaringan adalah terlibat dengan orang-orang yang ada di dalamnya. Misalnya, memulai komunikasi, mengajukan pertanyaan, berbagi informasi yang memancing diskusi dan hal lainnya yang tetap berhubungan dengan industri yang relevan dengan jaringan tersebut.

Baca juga:  Pengertian Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)

10. Bergabung dalam Group Atau Buat Group Sendiri

Bergabung dalam group yang memiliki latar belakang dan ketertarikan yang sama bisa membuat Anda terlibat dalam diskusi dengan orang lain, yang mungkin berkecimpung di industri yang sama dengan Anda. Gunakan kesempatan ini untuk sharing konten atau informasi termasuk lowongan kerja di perusahaan Anda.

Jika tak berhasil menemukan group yang Anda inginkan, buatlah group LinkedIn sendiri berdasarkan industri atau sebuah ketertarikan terhadap sesuatu.

11. Memposting Status Update

Ini merupakan cara yang baik untuk membangun hubungan dan keterlibatan dengan jaringan Anda sekaligus upaya branding. Inilah beberapa hal yang bisa Anda posting:

Informasi yang mengedukasi, menginspirasi dan menghibur audiens. Seperti artikel mengenai berita yang relevan dengan industri tertentu hingga tips dan trik dalam dunia bisnis.

Lowongan pekerjaan, sebaiknya tak hanya memposting link mengenai lowongan kerja di perusahaan Anda, jelaskan juga hal menarik lainnya mengenai kesempatan dan penawaran perusahaan Anda terhadap karyawan baru.

Informasi mengenai event yang akan berguna untuk industri terkait. Jika ada orang yang tertarik, maka terdapat kemungkinan bahwa mereka akan menghubungi Anda apalagi jika perusahaan Anda yang mengadakan event tersebut.

12. Gunakan Fitur Publish

Fitur baru LinkedIn ini memungkinkan Anda untuk memposting formulir panjang mengenai topik profesional tertentu. Jika Anda merupakan seorang ahli bidang tertentu dan memiliki kemampuan untuk menulis artikel, gunakan fitur ini untuk membagikan pengetahuan Anda sekaligus memperkenalkan diri Anda.

Semua postingan yang sudah Anda publish menjadi sebuah cerita profesional tersendiri yang bisa orang lain baca ketika membuka halaman profil Anda.

13. Memasang Iklan Lowongan Kerja

Anda diharuskan membayar jika ingin memasang iklan lowongan kerja di LinkedIn. Jika perusahaan Anda sedang menekan biaya pengeluaran maka tidak perlu khawatir karena hal ini bisa diakali.

Berikan informasi mengenai adanya lowongan kerja pada perusahaan Anda dengan mengupdate status. Sertai link ke website perusahaan Anda sehingga para pencari kerja yang tertarik bisa langsung membuka website perusahaan dan melamar.

14. Terus Aktif Menggunakan LinkedIn

Periksa selalu homefeed untuk melihat apa yang sedang terjadi pada jaringan Anda. Update status setidaknya satu kali dalam sehari sehingga orang lain mengetahui keberadaan Anda.

Selain itu cobalah untuk aktif pada satu atau dua grup saja dibandingkan dengan banyak grup sekaligus. Lebih baik aktif dan terlibat dalam sebuah diskusi yang berkualitas dibandingkan dengan tidak fokus dalam banyak grup.

15. Periksa Analitik LinkedIn Anda

LinkedIn menawarkan fitur analitik yang bisa memberikan Anda insight atau informasi, seperti siapa saja yang membaca postingan Anda dan bagaimana performa halaman profil perusahaan Anda.

Dari sini Anda bisa melihat apa saja konten atau informasi yang banyak dibaca orang lain dan mengerti tentang demografik jaringan atau follower Anda.

Sumber:
TheUndercoverRecruiter: How to Recruit on LinkedIn: 15 Practical Tips

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *