5 Cara Berbeda Menghitung Lembur (Overtime) Pegawai

Back to Blog
cara menghitung lembur

Setiap karyawan pasti pernah merasakan lembur kerja di kantornya, baik itu karena kemauan sendiri (karena pekerjaan belum selesai) ataupun tuntutan perusahaan.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing mengenai lembur, termasuk waktu dan perhitungan lembur. Namun, tidak semua karyawan ataupun divisi HR (human resources) mengerti sepenuhnya mengenai aturan dan cara menghitung lembur.

Agar tidak salah mengerti, mari kita simak terlebih dahulu beberapa poin penting mengenai lembur di bawah ini :

1. Waktu Kerja dan Kriteria Waktu Lembur

Berdasarkan Peraturan Lembur Depnaker Terbaru dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 77 Ayat (2) huruf a dan b, waktu kerja yang benar adalah tujuh jam dalam satu hari, dan 40 jam dalam satu minggu untuk enam hari kerja.

Waktu kerja dalam UU tersebut juga disebutkan dengan perhitungan lembur delapan jam dalam satu hari, dan 40 jam dalam satu minggu untuk lima hari kerja.

Perlu dipahami bahwa ketentuan tersebut bisa saja tidak berlaku untuk sektor bisnis tertentu, misalnya pada industri media atau pekerja yang masuk dalam golongan jabatan tertentu yang menerima upah tinggi.

Sementara itu, waktu lembur adalah waktu yang digunakan untuk bekerja di luar waktu kerja. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 1 yang mengatur tentang waktu lembur memiliki tiga ketentuan:

  • Waktu lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 jam satu minggu untuk enam hari kerja dalam satu minggu, atau;
  • 8 (delapan) jam sehari dan 40 jam satu minggu untuk lima hari kerja dalam satu minggu, atau;
  • Waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah
  • Peraturan tersebut juga menyebutkan bahwa waktu lembur tidak boleh melebihi 3 (tiga) jam per hari, atau 14 jam dalam seminggu.

2. Apa yang Dimaksud dengan Upah Kerja Lembur?

Upah kerja lembur adalah upah atau gaji yang karyawan dapatkan atas pekerjaan yang dilakukannya di luar jam kerja umum sesuai dengan jumlah waktu lembur yang dilakukannya.

Jam kerja umum dibagi menjadi 2 :

  • 7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1  minggu.
  • 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

Jika karyawan bekerja melebihi dari ketentuan waktu kerja tersebut, maka karyawan berhak atas upah kerja lembur.

3. Syarat Kerja Lembur dan Kewajiban Perusahaan

Agar karyawan dan perusahaan dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan baik dan benar ketika berkaitan dengan lembur, sebaiknya lakukan beberapa hal ini:

  • Pembuatan permintaan lembur tertulis dari perusahaan dan disertai persetujuan dari karyawan yang terkait
  • Jelaskan perincian atau detail pelaksanaan lembur, misalnya seperti nama karyawan, waktu, tujuan lembur, besar upah yang diberikan dan sebagainya
  • Bukti persetujuan dengan tanda tangan karyawan dan perusahaan sesuai dengan Peraturan Kemenakertrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 6

Selain beberapa hal di atas, untuk membantu karyawan melaksanakan kerja lembur mereka sebaiknya perusahaan turut memberikan waktu istirahat maupun persediaan makanan dan minuman selama waktu lembur.

4. Perhitungan Lembur

Cara menghitung lembur ini didasarkan pada upah atau gaji bulanan dengan hitungan satu jam adalah 1/173 upah sebulan sesuai dengan Kepmenakertrans No. 102/MEN/VI/2004. Upah sebulan yang dimaksud adalah 100% upah yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.

A. Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Kerja

  • Jam pertama: 1,5 x 1/173 x upah sebulan
  • Jam kedua dan ketiga: 2 x 1/173 x upah sebulan. Atau 75% upah bila terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap dengan ketentuan upah sebulan tidak boleh lebih rendah daripada UMP ( Upah Minimum Provinsi ).

Contoh kasus:

Baca juga:  Apa itu CV (Curriculum Vitae) dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Jam kerja Susi adalah delapan jam sehari atau 40 jam dalam seminggu. Ia diharuskan kerja lembur selama dua jam per hari selama dua hari. Upah yang diterima Susi adalah Rp 4 juta sebulan (sudah termasuk tunjangan). Bagaimana perhitungan upah lembur yang diperoleh Susi?

Lembur jam pertama: 2 jam (selama dua hari) x 1,5 x 1/173 x Rp 4 juta = Rp 69.364,-

Lembur jam selanjutnya: 2 jam (selama dua hari) x 2 x 1/173 x Rp 4 juta = Rp 92.485,-

Total uang lembur yang didapat Susi adalah: Rp 69.364 + Rp 92.485 = Rp 161.849,-

B. Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Libur

Cara menghitung upah lembur pada hari libur berbeda dengan hari kerja, pada hari libur juga ada beberapa perbedaan perhitungan diantaranya bagi yang bekerja 5 hari seminggu dan 6 hari per minggu.

Kami juga menyertakan perhitungan untuk hari libur nasional dan hari raya. Silakan dipahami cara perhitungannya di bawah ini:

  • Untuk 6 hari kerja per minggu atau 40 jam dalam seminggu:

Jam Lembur

Ketentuan Upah Lembur

Rumus

7 jam pertama2x Upah/jam7 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-83x Upah/jam1 jam x 3 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-9 sampai jam ke-104x Upah/jam1 jam x 4 x 1/173 x upah sebulan
  • Untuk 5 hari kerja per minggu atau 40 jam per minggu:

Jam Lembur

Ketentuan Upah Lembur

Rumus

8 jam pertama2x Upah/jam8 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-93x Upah/jam1 jam x 3 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-10 sampai jam ke-114x Upah/jam1 jam x 4 x 1/173 x upah sebulan

Contoh kasus:

Ricky bekerja selama delapan jam sehari atau 40 jam per minggu, dengan dua hari istirahat yaitu Sabtu dan Minggu. Namun karena adanya proyek tertentu, perusahaan meminta Ricky untuk kerja lembur dan masuk di hari Sabtu selama enam jam. Bagaimana perhitungan upah lembur yang diperoleh Ricky?

Ricky memiliki gaji sebesar Rp 3,8 juta yang terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Untuk perhitungan ini upah sebulan Ricky adalah 75% upah sebulan, yaitu 75% x Rp 3,8 juta = Rp 2,85 juta, karena upah bulanannya terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.

Jika waktu kerja lembur jatuh pada hari libur/istirahat, upah lembur dihitung 2 kali upah per jam untuk delapan jam pertama kerja. Sesuai dengan rumus di atas, maka upah lembur Ricky:

6 jam kerja x 2 x 1/173 x Rp 2,85 juta = Rp 197.688,-

C. Perhitungan lembur hari libur nasional

Jam Lembur

Ketentuan Upah Lembur

Rumus

5 jam pertama2x Upah/jam5 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-63x Upah/jam1 jam x 3 x 1/173 x upah sebulan
Jam ke-7 sampai jam ke-84x Upah/jam1 jam x 4 x 1/173 x upah sebulan

D. Perhitungan Lembur Hari Raya

Berdasarkan berita yang kami kutip dari CNNIndonesia.com pada 07 Mei 2018, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J Supit mengatakan “apabila ada karyawan yang bekerja pada hari cuti bersama atau hari raya lebaran 2018 wajib diberi kompensasi. Perhitungannya (kompensasi) yaitu tiga kali lipat hari biasa”.

5. Apa Arti Angka 173 Dalam Perhitungan Lembur

Di dalam Undang-Undang No.13 tahun 2003 perihal Ketenagakerjaan sudah diatur dan dijelaskan mengenai perhitungan lembur.  Perhitungannya sendiri didasarkan pada upah bulanan yang didapatkan karyawan setiap bulan. Cara menghitung upah lembur karyawan yaitu:

Upah Lembur 1 jam = (1/173) x Upah Satu Bulan Karyawan

(catatan: upah adalah gaji pokok + tunjangan tetap)

Maksud dari angka 173 dalam menghitung upah lembur yaitu rata-rata jam kerja karyawan per bulan. Berikut ini penjelasan bagaimana cara mendapatkan angka 173 tersebut.

Dalam satu tahun ada 52 minggu dan dalam satu minggu, karyawan bekerja selama 40 jam.

Maka, dalam satu tahun karyawan sudah bekerja selama 2.080 jam (52 minggu X 40 jam). Sedangkan dalam menghitung lembur komponen yang digunakan adalah upah karyawan dalam sebulan

Oleh sebab itu Anda perlu menghitung jumlah jam kerja karyawan dalam 1 bulan dengan cara 2.080 jam/12 bulan dan hasilnya adalah  173,333 (dibulatkan menjadi 173 jam).

Selain dari cara diatas, angka 173 dalam perhitungan lembur juga dapat diperoleh dari perhitungan berikut:

Dalam 1 tahun ada 52 minggu. Sehingga, dalam 1 bulannya terdapat 4,3 minggu (52 minggu dibagi 12 bulan).

Total jam kerja karyawan dalam satu minggu adalah 40 jam. Jadi, total jam kerja karyawan selama 1 bulan adalah 40 jam X 4,33 minggu = 173,333 (berlaku pembulatan menjadi 173 jam).

6. Perhitungan lembur Jika Kurang dari 30 menit

Perhitungan lembur kurang dari 30 menit ini tidak diatur secara rinci dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP-102/MEN/VI/2004 Tahun 2004 tentang Waktu Kerja Lembur Dan Upah Kerja Lembur.

Akan tetapi, ada peraturan yang mengatur mengenai waktu lembur di bawah 30 menit atau ½ jam yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1954 tentang Pekerja Pemerintah. Dalam peraturan pemerintah tersebut disebutkan bagi waktu lembur yang kurang dari 1/2 jam dihapuskan dan 1/2 jam atau lebih dibulatkan keatas menjadi satu jam.

banner aplikasi lembur

aplikasi untuk menghitung lembur

7. Berapakah Uang Lembur PNS ?

Beberapa ketentuan peraturan Perundang-undangan yang mengatur tentang uang lembur PNS antara lain:

  • PMK Nomor 125/PMK.05/2009 tentang Kerja Lembur dan Pemberian Uang Lembur Bagi Pegawai Negeri Sipil.
  • Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-41/PB/2009.
  • PMK tentang Standar Biaya Masukan (SBM Tahun 2017 di PMK 33 Tahun 2016)

Untuk menyelesaikan tugas-tugas kedinasan yang mendesak, PNS akan diberikan Surat Perintah Kerja Lembur (SPKL). Jika PNS bekerja lembur tanpa adanya SPKL, maka PNS tersebut tidak akan mendapat uang lembur.

Untuk tahun 2016 dan 2017, sesuai dengan PMK mengenai SBM, besaran Uang Lembur PNS pada hari kerja adalah:

  • Golongan I: Rp13.000/jam.
  • Golongan II: Rp17.000/jam.
  • Golongan III: Rp20.000/jam.
  • Golongan IV: Rp36.000/jam.

Untuk lembur yang dilaksanakan pada hari libur kerja, uang lembur 200% atau 2 kali dari tarif uang lembur di atas. Bagi PNS dengan Golongan III dan IV, dikenakan PPh sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

8. Bagaimana Jika Perusahaan Tak Membayarkan Upah Lembur?

Perusahaan bisa dikenakan sanksi sesuai dengan pasal 78 ayat 2 dan pasal 85 ayat 3 Undang-Undang Tenaga Kerja no.13/2003, yakni sanksi pidana kurungan paling singkat selama 1 bulan dan paling lama 12 bulan dan denda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 100 juta. 

Ketentuan sanksi tersebut tercantum dalam ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan pasal 187 ayat 1.

Kesimpulan

Perhitungan lembur dibedakan antara pada saat hari kerja dan hari libur kerja, begitu juga pada karyawan yang bekerja 5 hari seminggu dan 6 hari seminggu. Semua sudah diatur dalam beberapa peraturan pemerintah.  Menghitung gaji karyawan termasuk lembur adalah tantangan bagi pihak Payroll.

Mempertimbangkan adanya berbagai peraturan tentang lembur juga perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang, perusahaan sebaiknya memiliki sistem/aplikasi untuk menghitung lembur yang dapat diandalkan. Dengan demikian perusahaan dapat menghindari kesalahan dalam pembayaran gaji bulanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog