Cara Menghitung THR Karyawan yang Tepat

cara menghitung thr

Tunjangan Hari Raya (THR) selalu dinanti-nantikan oleh setiap karyawan, baik perusahaan swasta maupun negeri setiap tahunnya. Pada dasarnya, THR adalah pendapatan pekerja yang wajib diberikan oleh perusahaan atau pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan.

Pahami bahwa THR berbeda dengan gaji bulanan dan berlaku untuk seluruh pekerja yang dibayarkan sesuai dengan hari raya agama masing-masing. THR juga sering disebut sebagai gaji ke-13 dalam jangka waktu satu tahun.

Walaupun sudah umum, namun masih banyak perusahaan yang melakukan kesalahan dalam pemberian THR karena tak mengerti peraturan pemerintah dan cara menghitung THR yang benar.

Agar Anda tak melakukan kesalahan, perhatikan beberapa hal di bawah ini:

Nilai THR yang Harus Dibayarkan

Sesuai dengan Pasal 3 Ayat 1 Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Buruh/Pekerja di Perusahaan, besarnya THR yang harus dibayarkan memiliki ketentuan sebagai berikut:

  • Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar satu bulan upah
  • Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 bulan upah
  • Jika terdapat peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama mengenai nominal THR yang berbeda dari ketentuan pemerintah (biasanya lebih besar dari ketentuan pemerintah), maka THR yang dibayarkan harus sesuai dengan peraturan atau perjanjian tersebut.
Baca juga:  Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Cara Menghitung THR

Untuk memudahkan Anda memahami cara menghitung THR, lihat contoh kasus berikut ini:

Contoh Kasus 1

Anton telah bekerja sebagai karyawan di perusahaan X selama tiga tahun. Setiap bulan Anton mendapat gaji pokok sebesar Rp 3juta, tunjangan anak sebesar Rp Rp 500ribu dan tunjangan transportasi sebesar Rp 500ribu.

Dengan masa kerja selama 12 bulan yang dijalankannya, maka Anton berhak mendapat THR sebesar satu kali upah yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Yang dimaksud dengan tunjangan tetap di sini adalah tunjangan anak karena tunjangan transportasi merupakan tunjangan yang diberikan tergantung kehadiran Anton.

Cara perhitungannya adalah: 1 x (Rp 3juta + Rp 500ribu) = Rp 3,5juta

Contoh Kasus 2

Budi telah bekerja di perusahaan Z selama enam bulan. Setiap bulan ia mendapatkan gaji pokok sebesar Rp 3juta, tunjangan jabatan sebesar Rp 400ribu dan tunjangan transportasi sebesar Rp 200ribu.

Dengan masa kerja tersebut, maka cara menghitung THR yang berhak didapatkan Budi adalah:

6/12 x (Rp 3juta + Rp 400ribu) = Rp 1,7juta

Tunjangan transportasi tidak dimasukkan dalam hitungan kerena diberikan sesuai atau tergantung kehadiran Budi.

Sanksi Bagi Perusahaan yang Tak Membayarkan THR Karyawan

Setiap perusahaan atau pengusaha wajib membayarkan THR sesuai dengan ketentuan yang ada. Jika mereka menolak atau melanggar ketentuan, maka akan dikenakan hukuman pidana baik kurungan atau denda serta sanksi administratif.

Baca juga:  Tujuan Laporan Keuangan Perusahaan

Sanksi ini diatur dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja.

Beberapa sanksi yang dikenakan antara lain:

  • Teguran tertulis
  • Pembatasan kegiatan usaha
  • Penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi
  • Pembekuan kegiatan usaha

Waktu Pembayaran THR

Berdasarkan Pasal 4 Ayat 2 Permenaker No. PER-04/MEN/1994, perusahaan atau pengusaha wajib membayarkan THR selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *