Cara Menolak Pelamar Kerja Secara Halus

cara menolak pelamar kerja

Menolak pelamar kerja secara halus adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan pengalaman dan kesan yang positif bagi kandidat.

Jika Anda melakukannya dengan cara yang tepat, maka hal ini membantu Anda untuk membangun “jaringan” yang baik dan menjaga citra brand perusahaan.

Tim rekrutmen atau HRD yang menolak pelamar kerja secara halus akan memiliki jaringan berisi orang-orang yang akan mencoba kesempatan berikutnya jika terdapat pembukaan lowongan lagi.

Mereka juga merupakan calon pelanggan potensial untuk produk/jasa brand Anda, atau setidaknya mau merekomendasikan lowongan perusahaan Anda ke orang lain.

Dalam hal ini masih banyak pewawancara kerja yang belum mengetahui seperti apa cara menolak calon karyawan secara halus dan profesional. Jika Anda adalah salah satu di antaranya, maka pelajari beberapa tips di bawah ini.

1. Tolak Kandidat Sesegera Mungkin

Tunjukkan kepada kandidat yang ditolak bahwa Anda menghargai waktu mereka dengan berkomunikasi secara cepat dan efektif. Kandidat ingin mendengar penjelasan Anda secara langsung walaupun itu merupakan kabar buruk.

Jadi, jangan menunda-nunda mengirim email informasi penolakan. Sediakan waktu untuk menghubungi para kandidat yang ditolak dalam perekrutan yang Anda lakukan.

Baca juga:  Cara Menolak Tawaran Kerja dengan Sopan

2. Personalisasikan Komunikasi Atau Kalimat Anda

Sebaiknya tolak kandidat yang telah mencapai tahap perekrutan terakhir melalui telepon. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berterima kasih kepada mereka dan memberikan umpan balik yang membangun. Misalnya, mengenai kekurangan mereka.

Namun bagi pelamar kerja yang ditolak ketika masih berada di tahap awal perekrutan, Anda bisa menghemat waktu dengan menginformasikannya melalui email.

3. Sampaikan Feedback yang Jujur Namun Berguna

Jelaskan alasan dan berikan feedback untuk membantu pelamar kerja memahami mengapa Anda menolak mereka. Untuk menghindari risiko hukum, buat iklan lowongan kerja yang cerdik misalnya dengan kalimat “Kami mencari seseorang yang energik dan memiliki motivasi tinggi dalam bekerja”.

Pastikan Anda membuat catatan saat proses interview untuk membantu Anda memberikan penjelasan yang spesifik ketika kepada kandidat. Beri mereka masukan untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan yang sudah ada agar lebih kompetitif di kemudian hari.

Selama saran yang Anda berikan jujur dan membangun, kandidat akan menghargainya dan mengingat upaya yang telah Anda lakukan untuk membantu mereka mengembangkan diri.

4. Sediakan Waktu untuk Berkomunikasi

Sediakan waktu untuk para kandidat dan berikan transparansi mengenai proses perekrutan. Berikan kesempatan mereka bertanya mengenai proses rekrutmen yang Anda lakukan, seperti tenggat waktu perekrutan dan kemungkinan perubahannya.

Baca juga:  Cara dan Syarat Menjadi HRD yang Profesional

Selain itu, pastikan pelamar kerja memiliki kontak Anda dan persilakan mereka untuk mengajukan pertanyaan bila membutuhkan informasi.

5. Minta Feedback dari Para Kandidat

Gunakan proses penolakan Anda untuk mengukur pengalaman kandidat tersebut. Mendapatkan feedback dari kandidat akan menghadirkan kepercayaan antara Anda dan mereka serta menunjukkan bahwa Anda menghargai pendapat mereka.

Cara untuk tetap berhubungan baik dengan kandidat yang ditolak

Mengakhiri proses rekrutmen dengan catatan yang positif adalah langkah pertama untuk mempertahankan hubungan baik dengan kandidat yang ditolak. Untuk bisa mencapai hal itu, lakukan cara ini:

Undang pelamar kerja yang ditolak ke acara tertentu seperti Job Fair dan acara yang berhubungan dengan bidang pekerjaan lainnya. Atau bisa juga dengan berhubungan di media sosial, misalnya, dengan memberikan komentar pada poastingan mereka.

Sumber:
Workable: How to Reject Candidates Withour Burning Bridges

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *