Definisi Neraca Keuangan, Cara Membuat, dan Contohnya

Saat menjalankan sebuah bisnis Anda tentu pernah mendengar istilah neraca keuangan. Neraca keuangan ini erat kaitannya dengan keuangan entitas bisnis.

Dari neraca keuangan, Anda bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan, mulai dari besaran modal, aset, hingga utang perusahaan. Berikut ini penjelasan mengenai neraca keuangan.

Banner KaryaOne - Aplikasi Penggajian Indonesia

Definisi neraca keuangan

Neraca keuangan adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai aktiva, modal, serta kewajiban sebuah entitas bisnis.

Laporan neraca keuangan ini kemudian dapat dijadikan pertimbangan dalam membuat keputusan bisnis.

Di samping itu, laporan neraca keuangan juga merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada para pemegang saham (stakeholders), pemerintah, hingga masyarakat yang terlibat dengan perusahaan.

Unsur-unsur dalam neraca keuangan

Sebuah neraca keuangan wajib menyertakan informasi terkait beberapa pos keuangan perusahaan. Berikut ini unsur-unsur yang wajib ada dalam neraca keuangan:

  • Aktiva: merupakan aset yang dimiliki oleh perusahaan dan memiliki nilai manfaat di masa mendatang. Aktiva dibagi menjadi dua, yakni aktiva tetap dan aktiva lancar. Aktiva tetap adalah aset yang umur kegunaannya dapat dirasakan dalam jangka panjang (lebih dari setahun), contohnya gedung dan mesin usaha. Sedangkan aktiva lancar adalah aset yang umur kegunaannya hanya untuk jangka pendek (kurang dari setahun), contohnya kas dan piutang.
  • Pasiva (kewajiban atau utang): merupakan kewajiban keuangan yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pihak lain. Beberapa pos keuangan yang termasuk dalam pasiva adalah utang dan pendapatan dibayar di muka. Utang sendiri kemudian dibagi menjadi dua, yakni utang jangka pendek dan utang jangka panjang.
  • Modal: merupakan kekayaan yang dimiliki perusahaan baik itu berupa uang maupun barang. Dalam neraca keuangan, modal adalah saldo modal akhir perusahaan dalam satu periode akuntansi. Modal bisa diketahui dengan mengurangi pasiva dengan aktiva perusahaan.

Cara membuat laporan neraca keuangan

Setelah mengetahui unsur-unsur yang harus ada pada neraca keuangan, kini waktunya membuat laporan neraca keuangan.

Untuk menyusun sebuah neraca keuangan, Anda membutuhkan angka-angka yang merupakan nominal dari transaksi dan aktivitas keuangan perusahaan.

Berikut ini proses yang harus dilewati sebelum menyusun neraca:

  • Menyusun jurnal neraca
  • Posting jurnal neraca ke buku besar perusahaan
  • Membuat laporan laba rugi
  • Membuat laporan perubahan modal

Contoh penyajian neraca keuangan

Umumnya, untuk neraca keuangan disajikan dalam dua model penyajian. Pertama adalah model stafel dan kedua adalah model skontro.

Pemilihan model penyajian neraca keuangan sebaiknya menyesuaikan jumlah pos akun yang dimiliki perusahaan.

Model skontro

Dalam laporan neraca keuangan model skontro, rekening disajikan dalam dua sisi yang bersebelahan.

Sisi kanan memuat informasi seputar komponen pasiva dan modal. Sedangkan di sisi kiri terdapat informasi mengenai komponen aktiva. Berikut contohnya:

Salon Barbara
Neraca
Per 30 September 2019

Aktiva  Kewajiban 
Aktiva LancarUtang bisnisRp250.000,00
KasRp1.000.000,00Utang gajiRp1.250.000,00
PiutangRp500.000,00Jumlah kewajibanRp1.500.000,00
Perlengkapan salonRp500.000,00
Jumlah Akiva LancarRp2.000.000,00
AktivaTetapModalRp2.000.000,00
Peralatan salonRp1.500.000,00
Jumlah Aktiva TetapRp1.500.000,00
Jumlah AktivaRp.3.500.000,00Jumlah kewajiban dan modalRp3.500.000,00

Model Stafel

Selain model skontro, ada juga model stafel dalam penyajian laporan neraca keuangan.Untuk model ini, penyajian neraca dibuat berurutan kebawah.

Laporan memuat pos aktiva, pasiva, dan modal secara berurutan dan disusun vertikal. Berikut contohnya:

Salon Barbara
Neraca
Per 30 September 2019

Aktiva 
Aktiva Lancar
KasRp1.000.000,00
PiutangRp500.000,00
Perlengkapan salonRp500.000,00
Jumlah Aktiva LancarRp2.000.000,00
Aktiva Tetap
Peralatan salonRp1.500.000,00
Jumlah Aktiva TetapRp1.500.000,00
Jumlah AktivaRp3.500.000,00
Kewajiban
Utang bisnisRp250.000,00
Utang gajiRp1.250.000,00
JumlahKewajibanRp1.500.000,00
ModalRp2.000.000,00
Jumlah Kewajiban dan ModalRp3.500.000,00

Laporan neraca keuangan sangat penting bagi perusahaan. Dengan adanya laporan ini Anda bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan.

Dari situ, Anda akan lebih mudah untuk mengambil keputusan-keputusan perusahaan di masa mendatang.

____________

KaryaOne adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola administrasi HRD seperti absensi, cuti, lembur, penggajian hingga menilai kinerja karyawan.

Coba Gratis KaryaOne Sekarang atau Hubungi Kami untuk konsultasi dan melihat fitur KaryaOne apa saja yang dapat membantu bisnis Anda.

Banner KaryaOne - Solusi Manajemen Absensi, Penggajian dan Manajemen Kinerja Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *