Pengertian, Cara dan Contoh Peraturan Perusahaan

Back to Blog

Hampir semua hal memiliki peraturan, tak terkecuali perusahaan. Peraturan sendiri dibuat untuk menciptakan suasana nyaman dan harmonis, serta menyeimbangkan antara hak dan kewajiban.

Dengan adanya peraturan, semua anggota terkait dapat melakukan hak dan kewajibannya dengan benar. Penasaran dengan informasi lengkap pengertian, cara, dan contoh peraturan perusahaan? Berikut informasi lengkapnya!

Aplikasi HR Berbasis Cloud KaryaOne

Pengertian peraturan perusahaan

Dalam menjalankan manajemen dan operasionalnya sehari-hari yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, setiap perusahaan tentu membutuhkan suatu peraturan.

Peraturan perusahaan yang berlaku dan dipatuhi oleh karyawan diciptakan agar manajemen serta operasional sehari-hari perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Peraturan perusahaan yang diciptakan tentunya juga harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan Pasal 1 angka 20 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), peraturan perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh perusahan yang memuat syarat-syarat kerja dan tata tertib perusahaan.

Pengusaha menyusun peraturan perusahaan dengan memperhatikan saran dan pertimbangan dari wakil pekerja atau buruh di perusahaan yang bersangkutan.

Peraturan perusahaan tersebut dibuat untuk menciptakan rasa nyaman saat bekerja antara perusahaan dan pegawai.

Masing-masing perusahaan mempunyai aturannya sendiri yang melingkupi peraturan untuk karyawan beserta seluruh pihak yang berkaitan dengan pencapaian tujuan perusahaan.

Dengan adanya peraturan perusahaan, kontrol terhadap dinamika perusahaan pun diharapkan dapat lebih mudah untuk dilakukan.

Cara membuat peraturan perusahaan

Setiap perusahaan memang berhak membuat peraturannya sendiri. Akan tetapi, peraturan tersebut harus tetap berpedoman terhadap UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 serta mempertimbangkan kebutuhan perusahaan.

Peraturan perusahaan layaknya mencakup tentang hak serta kewajiban perusahaan terhadap karyawan, hak dan kewajiban karyawan terhadap perusahaan, hingga persyaratan bekerja yang berlaku di perusahaan.

Untuk membuat peraturan perusahaan tersebut, ada beberapa cara yang bisa diperhatikan. Pertama, pahamilah konsekuensi bisnis yang dimiliki.

Setiap perusahaan pasti memiliki konsekuensi. Melalui pemahaman yang benar, maka penyusunan peraturan perusahaan yang disusun dapat dibuat berdasarkan pengetahuan tentang konsekuensi bisnis yang mungkin muncul.

Contohnya, saat karyawan melanggar kesepakatan kerja, bisa diberlakukan sanksi pemotongan bonus.

Konsekuensi tersebut dapat memicu beberapa kemungkinan. Mulai dari karyawan yang melakukan pelanggaran menerima sanksi hingga karyawan tersebut tidak menerima sanksi dan memperkarakan kepada manajemen terkait atau bahkan mengundurkan diri dari pekerjaan.

Oleh karena itu, setiap aturan yang dibuat haruslah memahami konsekuensi bisnis dengan saksama agar meminimalkan berbagai hal tidak perlu yang mungkin terjadi dalam perusahaan.

Dalam proses penyusunan peraturan perusahaan juga perlu dibentuk tim khusus yang paham dan berpengalaman terhadap UU Ketenagakerjaan.

Hal tersebut penting agar tidak terjadi salah tafsir terkait penetapan hak dan kewajiban perusahaan dan karyawan. Melalui pemahaman yang benar, gambaran mengenai konsep detail peraturan yang akan dibuat dan dibagikan kepada karyawan dapat didapatkan dan membantu proses pembentukan peraturan perusahaan secara maksimal.

Contoh peraturan perusahaan

Peraturan perusahaan dapat mencakup beberapa hal. Mulai dari peraturan hari kerja dan waktu kerja, kerja lembur, peraturan dan tata tertib, kewajiban bagi pegawai, hak-hak pegawai, larangan bagi pegawai, tindakan disiplin, peringatan tertulis, skorsing, hingga pemutusan hubungan kerja.

Berbagai hal tersebut perlu susun dalam peraturan dengan pemilihan kata dan kalimat yang jelas agar tidak terjadi salah tafsir antara pihak perusahaan dan karyawan.

Berikut contoh peraturan perusahaan mengenai kewajiban bagi pegawai:

  1. Menaati ketentuan jam kerja.
  2. Melakukan check-in pada waktu masuk kerja dan check-out pada waktu pulang kerja.
  3. Melakukan tugas atau pekerjaan dengan sebaik-baiknya, penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab.
  4. Bekerja dengan tertib, jujur, cermat, dan penuh semangat untuk mencapai tujuan perusahaan.
  5. Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan, dan persatuan untuk menciptakan suasana kerja yang baik sesuai harapan perusahaan.

Dalam pembuatan peraturan perusahan, buatlah beberapa poin hal-hal yang harus ditaati oleh setiap karyawan. Anda juga bisa menggunakan beberapa alat bantuan untuk menunjang peraturan yang dibuat.

Misalnya dengan menggunakan KaryaONE, website aplikasi yang memungkinkan perusahaan untuk mengurus administrasi karyawan yang meliputi pengelolaan cuti, izin, lembur, pendapatan karyawan baru dan lama, multi shift, hingga proses payroll.

Itulah beberapa informasi tentang pengertian, cara, dan contoh peraturan perusahaan yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Sumber : legalakses.com

KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Banner KaryaOne - Solusi HR, Payroll dan Talent management Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog