Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja Paling Umum

contoh pertanyaan wawancara

Jika Anda sedang mengikuti proses rekrutmen dan lolos ke tahap wawancara, Anda harus menyiapkan diri dengan berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar interview kerja.

Tidak hanya mengenai pengalaman dan latar belakang Anda, berlatihlah untuk memberikan jawaban atau respon tertentu jika tim HRD tempat Anda melamar mengajukan pertanyaan yang menjebak.

Berlatih di depan kaca atau minta bantuan teman dan keluarga yang akan mendengarkan jawaban dan mengevaluasi Anda. Beberapa contoh pertanyaan wawancara yang umum diajukan.

banner_karyaone

Contoh Pertanyaan Wawancara dan Cara Menjawab nya

1. Apa Kekuatan Anda?

Kelebihan yang dimaksud di sini cenderung bersifat non-teknis, seperti manajemen waktu yang baik, kemampuan komunikasi, dan lainnya. Buatlah daftar apa saja kelebihan dan kemampuan yang Anda miliki dan kelebihan Anda tersebut dapat dipakai langsung di dunia kerja.

Mudah beradaptasi dengan cepat
“saya seorang yang bisa beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru, sebagai contoh saya sering mengikuti berbagai organisasi yang bisa mendorong saya menjadi pribadi yang lebih baik.

Penggagas sebuah ide
“saya sering ditunjuk sebagai ketua dalam suatu perkumpulan, dan terkadang saya memiliki ide ide yang baik untuk kepentingan bersama”

Percaya diri
“saya seorang yang percaya diri akan kemampuan saya, karena setiap orang selalu memiliki kelebihan dan kekurangan diri yang dapat diasah menjadi lebih baik”.

Rapi
“menurut saya kerapian adalah cerminan dari pribadi yang baik dan sehat”.

Dapat bekerja secara tim dan individu serta dapat berkomunikasi dengan baik
“dari pengalaman saya saat di organisasi, saya merupakan orang yang bisa diajak bekerja sama dalam lingkup suatu kelompok. Dan saya menyukai hal tersebut terutama untuk suasana baru”.

2. Apa Kelemahan Anda?

Dalam menjawab kelemahan, sebaiknya Anda menjabarkan kelemahan dan juga cara Anda untuk memecahkan kelemahan Anda tersebut.

Dengan menyertakan jawaban pemecahan masalah Anda tersebut, dapat berdampak pada meyakinkan perekrut bahwa Anda merupakan seorang dengan problem solving yang baik.

Jika Anda merupakan fresh graduate yang belum memiliki banyak pengalaman kerja, Anda harus memperlihatkan ketertarikan atas pekerjaan yang Anda lamar.

Jabarkan mengenai langkah-langkah yang telah Anda ambil untuk menunjang karir Anda nanti. Contohnya, ketika Anda mengambil kursus PHP untuk menunjang karir Anda sebagai Web Developer.

Jika Anda melamar pekerjaan yang tidak berhubungan dengan angka dan statistik, Anda bisa mengatakan bahwa Anda lemah dengan matematika.

Tambahkan juga bahwa Anda sedang berusaha untuk mengatasi kelemahan Anda ini.

Contohnya, Anda bisa mengatakan bahwa Anda sedang giat untuk belajar mengenai program komputer yang digunakan untuk menghitung dengan cepat.

3. Apa yang Membuat Anda Tertarik Bekerja di Perusahaan Ini?

Hati-hati dengan pertanyaan yang satu ini, karena pertanyaan ini sangat menjebak. Bila Anda mendapatkan pertanyaan ini Anda mau tidak mau harus bisa menjawabnya dengan bijak.

Jangan hanya berorientasi uang besar saja saat Anda bekerja di sebuah perusahaan.

Meski manusia memang memiliki kewajaran jika mencari uang, namun Anda harus menyatakan hal ini secara implisit (sugestif).

Anda memang harus jujur, dan apabila Anda memang tertarik dengan gaji dari perusahaan tersebut, katakan saja bahwa Anda ingin bisa lebih produktif lagi dan ingin menyongsong masa depan yang lebih cerah lagi.

Tentu jawaban di atas adalah sebuah contoh. Anda tak harus ikut dengan jawaban itu, karena masing-masing orang memiliki alasan dan pandangan yang berbeda-beda terhadap sebuah perusahaan yang dilamar nya.

Bisa saja seorang pelamar melamar pekerjaan di sebuah perusahaan karena adanya budaya kerja yang baik.

Ada juga orang yang melamar karena ia suka dengan pemimpinnya dan manajemen nya, dan alasan-alasan yang lainnya.

Maka jawablah pertanyaan tersebut diatas dengan jujur, bijak dan yang terpenting bisa membuat Anda lebih nampak produktif.

4. Seperti Apa Anda Melihat Diri Anda di Masa Depan?

Pertanyaan menjebak ini mendorong kita untuk menjawab tentang impian-impian kita di masa yang akan datang.

Namun, sebenarnya pertanyaan ini lebih ingin melihat apakah Anda memiliki ambisi atau tidak, apa harapan tentang karir Anda, apakah goal dan pengembangan diri yang Anda dambakan sesuai dengan kebutuhan dan fasilitas yang dimiliki perusahaan.

Memiliki anak, punya bisnis sendiri, menikah mungkin adalah impian Anda tapi itu bukanlah jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini.

Ketika melamar pekerjaan Anda bisa memikirkan bagaimana jabatan itu dapat membantu mewujudkan mimpi karir Anda.

Jadi Anda dapat menjawab pertanyaan tsb. seperti ini:

“Saya cukup berharap menjadi Graphic Designer di perusahaan ini karena di masa mendatang saya ingin menjadi Art Director. Saya ingin menjadi spesialis yang mampu menciptakan desain yang menjawab permasalahan perusahaan/organisasi.”

Jika Anda tidak tahu/tidak yakin akan career path di perusahaan tersebut, Anda dapat menjawab dengan kalimat yang lebih umum.

5. Mengapa Anda Ingin Resign dari Tempat Anda Bekerja Sekarang?

Ketika menjawab pertanyaan ini, Anda tidak boleh menjelek-jelekkan perusahaan sebelumnya. Pastikan penjelasan Anda singkat dan jelas.

Anda tidak perlu menjelaskan detail tentang bos Anda yang galak atau lingkungan kerja yang kotor.
Anda harus menjawab pertanyaan dengan jujur. Lihat kembal hal-hal positif yang telah perusahaan berikan.

Contoh :
Saya resign dari perusahaan yang terakhir ini karena skill yang saya miliki saat ini kurang sesuai dengan job description perusahaan.

7. Apa Kelebihan yang Bisa Anda Berikan Kepada Kami Sementara Orang Lain Tidak Bisa?

Pastikan bahwa kelebihan Anda sesuai dengan skill yang dibutuhkan oleh jabatan yang Anda lamar.

Seandainya dalam job description tsb. dibutuhkan orang yang berhubungan dengan banyak departemen, Anda dapat menyampaikan kelebihan Anda dalam interpersonal skill.

Salah satu hal yang penting adalah Anda memiliki contoh kasus, bagaimana Anda mengimplementasikan interpersonal skill dalam pekerjaan lama Anda.

8. Sebutkan Tiga Hal Dalam Diri Anda yang Harus Dikembangkan

Inti pertanyaan ini adalah pewawancara ingin mengetahui apakah Anda memiliki rencana untuk mengembangkan diri.

Hal yang Anda kembangkan tidak hanya kelemahan Anda saja, tapi juga tentang kelebihan Anda.

Jika Anda kesulitan menjawab pertanyaan ini, Anda menunjukan bahwa Anda kurang memahami diri sendiri, dan kurang persiapan untuk masa depan.

“Saya ingin mengembangkan kemampuan saya dalam bidang leadership. Di perusahaan yang lalu saya sudah mengelola lebih dari 10 karyawan, tapi saya pikir saya tidak boleh berhenti untuk belajar menjadi pemimpin yang baik. Apakah perusahaan ada memberikan pelatihan mengenai leadership?”

Ini adalah salah satu contoh pengembangan diri berdasarkan kelebihan. Anda menunjukan antusiasme untuk berkembang dan Anda bisa mendapat informasi fasilitas apa yang diberikan oleh perusahaan.

9. Apakah Anda Bersedia Ditempatkan di Luar Kota atau Luar Negeri?

Itu tergantung pada apakah Anda memang ingin bekerja di luar domisili, atau sebenarnya keberatan.

Jika Anda tidak ingin melepaskan kesempatan untuk bekerja di perusahaan tsb., Anda bisa memberikan jawaban-jawaban seperti ini:

Setuju untuk pindah :
“Jika memang diperlukan, saya dengan senang hati akan pindah”.
Setuju untuk pindah dengan beberapa pertimbangan :

“Saya cukup menyukai bekerja di daerah ini, tapi jika pekerjaan menuntut saya untuk pindah ke tempat yang berbeda, saya akan mempertimbangkannya.”

Menolak untuk pindah :
“Bekerja di perusahaan ini adalah kesempatan yang baik, dan saya cukup senang dengan daerah ini. Jadi jika saya dapat bekerja di perusahaan ini dan di daerah ini maka akan sangat menyenangkan.”

10. Apakah Anda Bersedia Jika Ditugaskan ke Luar Negeri?

Jawaban untuk pertanyaan ini kurang lebih sama dengan jawaban nomor 9. Jika Anda menolak, sampaikan alasan yang jelas mengenai penolakan Anda dengan cara yang halus.

Terkadang bukan jawaban Anda yang penting tapi bagaimana Anda menyampaikan jawaban tersebut.

11. Ceritakan Mengenai Keberhasilan Terbesar Yang Anda Banggakan

Ceritakan prestasi dan pencapaian yang Anda miliki, perhatikan gaya bicara jangan sampai Anda terkesan sombong.

Jika Anda sudah pernah bekerja sebelumnya, menjawab pertanyaan ini bisa menjadi cukup mudah.

Jika Anda adalah fresh graduate, yang sedang mencari pekerjaan pertama, Anda bisa menggunakan pengalaman saat berorganisasi atau magang sebagai jawabannya.

Jangan hanya menjawab seadanya, seperti “saya pernah mendapatkan predikat karyawan teladan 3 bulan berturut-turut”.

Melainkan jawab dengan rumus S-T-A-R atau Situation Task Action Result. Artinya, sebaiknya Anda menceritakan pengalaman itu dengan secara berurutan mulai dari mengemukakan situasi yang Anda alami, tugas yang Anda hadapi dari situasi tersebut, aksi yang Anda lakukan untuk menyelesaikan tugas, dan akhirnya pencapaian yang Anda dapatkan!

Metode S-T-A-R dapat membantu Anda dalam pertanyaan mengenai prestasi atau pengalaman Anda sebelumnya.

12. Ceritakan Saat di Mana Anda Melakukan Kesalahan

Pewawancara ingin tahu apakah Anda mempunyai pandangan yang sehat terhadap suatu kesalahan.

Jawab pertanyaan tersebut dengan pengalaman real yang Anda alami sendiri, lalu jangan menceritakan kesalahan yang menunjukan keburukan karakter Anda, seperti pertengkaran, lupa menghadiri rapat atau proyek tidak berjalan baik akibat Anda.

Sekali lagi Anda diharuskan menjawab secara berurutan dengan rumus (Situasi + Kesalahan + Solusi + Akhir yang baik + Pelajaran Moral).

Contoh : “Saat saya melakukan penjualan via telepon saya pernah memberikan harga yang salah kepada pelanggan, saya memberikan harga yang lebih rendah dari yang seharusnya, karena pelanggan tertarik dengan harga tersebut maka terjadilah penjualan.

Saya menyadari bahwa harga yang saya berikan terlalu rendah saat memasukkan kode produk ke sistem perusahaan.

Saya ragu pelanggan akan menyetujui jika saya berikan harga yang sebenarnya, karena nilai penjualan yang cukup besar, akan sayang jika kehilangan penjualan tersebut.

Kemudian saya berdiskusi dengan supervisor apakah harga tersebut masih bisa masuk dan tidak menimbulkan kerugian.

Setelah berdiskusi ternyata harga yang saya berikan masih bisa masuk meskipun laba yang diterima perusahaan sangat kecil.

Supervisor saya membantu untuk menerangkan kesalahan tersebut pada pelanggan dan saya masih berhasil melakukan penjualan.

Saya mendapat pelajaran berharga dari situasi tersebut tentang memeriksa ulang harga produk.

13. Apa Pekerjaan Impian Anda?

Impian setiap orang adalah bekerja pada hal yang disukainya. Walau terkadang harus berbohong, berikanlah jawaban tes wawancara kerja yang menandakan bahwa pekerjaan impian Anda adalah pekerjaan yang Anda lamar.

Jika Anda mengatakan pekerjaan lainnya akan membuat pewawancara menangkap jika Anda hanya akan bekerja sementara sampai Anda benar-benar mendapatkan pekerjaan impian Anda di tempat lain.

Contoh jawaban:

“Pekerjaan impian saya adalah di bidang jaringan komputer, karena itu saya melamar di perusahaan ini yang sangat dikenal mengedepankan teknologi terbaru dalam jaringan. Jadi saya merasa tempat saya adalah di perusahaan ini.”

14. Anda Tahu Dari Mana Mengenai Tersedianya Posisi Ini?

Jawab juga secara jujur dari mana Anda mengetahui lowongan tersebut, misalkan dari situs lowongan kerja, iklan lowongan kerja atau lainnya.

Namun jika Anda mengetahui lowongan atas rekomendasi seseorang, pastikan Anda mengutarakan hal ini.

Karena tidak jarang perusahaan meminta bantuan kepada orang yang dipercaya untuk merekomendasikan calon karyawan yang memiliki kompetensi lebih.

Contoh jawaban:
“Saya mengetahui lowongan ini dari dosen saya. Beliau merupakan dosen di Universitas X sekaligus merupakan Rektor di sana.

Beliau tahu perusahaan ini merupakan perusahaan incaran saya sejak kuliah karena itu beliau memberi tahu ketika ada informasi lowongan tersebut kepada saya.”

15. Apa yang Ingin Anda Capai Dalam 30, 60 Dan 90 Hari ke Depan Pada Posisi Ini?

Pewawancara mengajukan pertanyaan ini karena sejumlah alasan.

Mereka ingin melihat bagaimana peran Anda jika berada di perusahaan tersebut, langkah apa yang Anda ambil untuk memajukan perusahaan dan seberapa cepat Anda akan menyelesaikan proses orientasi di lingkungan baru.

Jawablah kira-kira seperti ini: “Selain mengenal tim dan dapat bekerja sama dengan baik, ada banyak yang ingin saya capai selama tiga bulan pertama saya sebagai grafik designer ini.

Selama 30 hari pertama saya, saya ingin mengetahui dan memahami tujuan perusahaan untuk melihat design seperti apa yang bagus untuk perusahaan ini.

Dalam 60 hari, saya ingin akan mencoba membuat design baru dan melihat perbandingan desain mana yang dapat respon lebih bagus dari client.

Setelah 90 hari, saya berharap design yang saya buat bisa meningkatkan penjualan bagi perusahaan kemudian mengalihkan semua desain lama dengan yang baru.

16. Jelaskan Resume Anda

Jangan membacakan ulang apa yang Anda tulis di resume, cukup tekankan hal-hal yang penting seperti prestasi, kemampuan apa yang Anda miliki dan alasan mengapa Anda menjadi kandidat terbaik bagi perusahaan perusahaan tersebut.

17. Ceritakan Mengenai Diri Anda

Di Indonesia pertanyaan nomor 17 lebih sering digunakan daripada nomor 16.

Pertanyaan ini biasanya selalu yang pertama ditanyakan pewawancara dalam proses interview. Sangat penting untuk membangun kesan pertama yang baik.

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut ?

Pertama : Mulailah dengan melakukan perkenalan singkat seperti nama Anda, asal universitas / sekolah terakhir anda, serta jurusan apa yang Anda ambil.

Kedua : Setelah perkenalan, kemudian Anda bisa masuk dengan penjelasan lebih rinci menegaskan hal penting dari resume yang sudah Anda buat.

Tidak perlu terlalu panjang dan mendetail, cukup sebutkan beberapa pencapaian yang paling dibanggakan yang sudah Anda buat.

Ketiga : Jelaskan secara ringkas mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini. Jelaskan dengan spesifik posisi apa yang Anda lamar.

Pastikan pewawancara mengetahui bahwa skill Anda cocok dengan posisi tersebut.
Dengan begitu, pewawancara akan yakin bahwa Anda adalah kandidat yang tepat dalam mengisi posisi pekerjaan tersebut.

Contoh : Saya adalah seorang Marketing, saya sudah terbiasa menangani banyak klien yang potensial. Pengalaman saya sebelumnya, saya pernah bekerja pada sebuah perusahaan agensi.

Saya berada pada salah satu dari tiga brand perusahaan besar bidang kesehatan nasional yang ada di Indonesia.

Saya sangat menikmati pekerjaan tersebut, namun saya ingin mendapatkan kesempatan lebih besar dan menggali lebih dalam kemampuan saya di perusahaan kesehatan yang lebih spesifik, ini adalah alasan mengapa kenapa saya sangat tertarik untuk bekerja pada Perusahaan ini.

18. Bagaimana Cara Anda Menghadapi Suatu Masalah?

Jawablah pertanyaan tersebut dengan sistematis mulai dari mengidentifikasi masalah, apa penyebabnya dan efeknya, lalu mencari cara penyelesaiannya serta tindakan pencegahan nya.

Contoh jawaban untuk pertanyaan nomor 18 :

“Pertama saya akan berusaha tenang, kemudian melakukan penyelidikan detail tentang masalah tersebut dan sejauh mana efek yang terjadi.

Setelah itu saya akan mencari cara penyelesaian terbaiknya sekaligus memperbaiki kerusakan yang terjadi. Dan saya memastikan akan membuat SOP ketat terkait kasus ini sehingga nantinya tidak akan terjadi lagi.”

19. Jelaskan Mengenai Latar Belakang Pendidikan Anda

Jawab dengan jujur jika pendidikan Anda tidak searah dengan pekerjaan yang Anda lamar. Cukup tunjukkan bahwa Anda memiliki skill di bidang tersebut.

Ceritakan keterampilan dan pengalaman yang Anda dapatkan, ekstra kurikuler apa yang Anda ikuti dan pengalaman magang.

20. Mengapa Kami Harus Menerima Anda?

Sebutkan keahlian, pengalaman dan prestasi Anda. Buat pewawancara yakin bahwa Anda adalah orang tepat.
Contoh :

“Saya menguasai linux, apache, MySQL, VMware dan AWS, selain itu saya memiliki pengalaman bekerja di perusahaan X sebagai Cloud Engineer selama 2 tahun. Saya yakin dapat memberikan kontribusi kepada perusahaan.”

21. Mengapa Anda Mencari Pekerjaan Baru?

Berikan jawaban yang positif seperti Anda ingin berkembang atau mencari posisi yang lebih baik.

Jangan memberikan alasan yang membuat Anda terkesan tidak puas dengan fasilitas yang diberikan, dan jangan ceritakan jika Anda pernah melakukan pelanggaran di perusahaan sebelumnya.

Contoh jawaban:

“Pekerjaan saya di perusahaan sebelumnya adalah pekerjaan pertama saya setelah menyelesaikan pendidikan.

Pada deskripsi yang ditawarkan sebelumnya mengenai teknik jaringan namun yang banyak saya kerjakan hanya memperbaiki komputer.

Saya merasa kemampuan saya tidak sesuai dengan yang sebenarnya, saya yakin potensi saya lebih tinggi dari sekedar memperbaiki komputer.

Karena itu akhirnya saya memutuskan keluar dan mencoba bergabung di perusahaan ini.”

22. Apa Anda Bersedia Untuk Bekerja Pada Hari Libur?

Anda bisa menjawab : Perusahaan terkadang membutuhkan tenaga kerja pada saat tertentu, saya akan bersedia jika suatu saat perusahaan membutuhkan.

23. Bagaimana Cara Anda Menghadapi Klien Atau Customer Yang Komplain?

Jika melamar sebagai customer service, Anda akan mendapatkan pertanyaan seperti ini.

Hal ini ditanyakan untuk mengetahui kemampuan Anda dalam menyelesaikan masalah, menjaga profesionalisme dan menghadapi situasi yang menantang.

Contoh : Saya akan menjelaskan secara baik-baik dan memberikan solusi yang terbaik. Jika ada, saya akan menceritakan bahwa klien lain yang mengalami masalah yang sama bisa saya tangani dengan baik.

24. Berapa Upah yang Anda Harapkan?

Sebelum Anda melamar pekerjaan, hal yang harus Anda ketahui adalah berapa gaji posisi yang Anda lamar.

Dengan begitu, Anda tidak menyebutkan angka yang lebih rendah atau tinggi dari gaji posisi tersebut pada umumnya.

Anda bisa menyebutkan kisaran gaji tersebut, sebutkan juga jika Anda menginginkan pekerjaan tersebut dan bersedia untuk melakukan negosiasi.

Contoh jawaban:

“Dengan job description dan tanggung jawab yang saya tanggung, gaji yang saya harapkan adalah 8 sampai 10 juta rupiah per bulan. Namun saya terbuka untuk melakukan negosiasi.”

25. Berapa Lama Waktu yang Anda Butuhkan untuk Memberikan Kontribusi Berarti Bagi Kami?

Karena ingin diterima, pelamar seringkali memberikan jawaban yang kurang realistis, misalnya satu hari atau satu minggu.

Jawaban seperti itu akan membuat Anda terlihat kurang smart dalam menentukan sebuah target.

Jawablah secara realistis, beritahukan bahwa Anda akan berusaha mengatasi segala tantangan mulai dari hari pertama, dan membutuhkan beberapa bulan, untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

Jika pewawancara menanyakan berapa bulan, jawab sekitar 6 bulan.

26. Apakah Anda Tahu Siapa Kompetitor Kami?

Pertanyaan ini bisa juga diajukan dalam bentuk “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini”.

Pertanyaan tersebut bertujuan untuk melihat apakah Anda tertarik dengan perusahaan yang Anda lamar.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut Anda harus mencari tahu informasi tentang perusahaan yang Anda lamar.

Bisa dari website perusahaan, sosial media atau portal berita.

27. Apa yang Memotivasi Anda Melamar di Perusahaan Ini?

Seringkali pelamar kerja menjawab pertanyaan seperti ini dengan jawaban yang tidak sepenuhnya benar.

Misalnya, seorang yang melamar kerja di bank akan mengatakan, “Karena saya suka bidang perbankan” atau “Sebab perbankan menggerakkan roda perekonomian bangsa”. Padahal, alasan sebenarnya melamar kerja di bank adalah karena gaji dan bonus nya yang besar.

Hal ini tidak akan menjadi masalah jika Anda melamar pekerjaan yang sesuai dengan passion, Anda tidak harus berbohong untuk menjawab pertanyaan ini.

Contohnya seseorang yang pelamar kerja di bidang jurnalistik menjawab “Saya menyukai pekerjaan sebagai jurnalis ini karena bisa memberi manfaat untuk banyak orang”

Namun jika tidak sesuai passion, Anda bisa mencari informasi visi misi dari perusahaan tersebut.

Itulah 27 contoh pertanyaan wawancara yang mungkin diajukan dalam wawancara kerja. Siapkan sebaik mungkin jawaban yang akan Anda berikan, dengan memberikan jawaban yang cerdas akan menunjukan bahwa Anda merupakan kandidat berkualitas.

Jawaban dari pertanyaan ini juga memberikan gambaran tentang pengalaman Anda dalam kemampuan berkomunikasi dan mempengaruhi penilaian tim HRD terhadap Anda.

Sumber:
Glass Door: 50 Most Common Interview Questions

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *