Apa itu CV (Curriculum Vitae) dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Curriculum Vitae

Salah satu dokumen yang wajib disiapkan dalam proses melamar kerja adalah Curriculum Vitae atau CV. Dokumen ini berisikan informasi detail mengenai data diri seseorang seperti nama lengkap, alamat, tempat tanggal lahir hingga latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja.

Tidak ada batasan panjang CV yang bisa dibuat, yang terpenting adalah bagaimana dokumen ini bisa memuat semua informasi untuk menggambarkan pengalaman akademis dan profesional Anda.

Untuk mengetahui dengan baik mengenai komponen yang harus dimasukkan ke dalam CV dan bagaimana cara membuatnya, perhatikan beberapa penjelasan berikut:

Apa Saja yang Harus Dicantumkan dalam CV?

Data Pribadi

Mulailah dengan memasukkan informasi seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon dan alamat email. Anda juga bisa memasukkan penjelasan mengenai bidang pekerjaan yang Anda kuasai atau minati.

Pengalaman Kerja

Beri keterangan tentang apa saja posisi yang pernah Anda tempati dengan masing-masing job description secara singkat. Selain pekerjaan resmi, Anda juga bisa memasukkan informasi mengenai pengalaman magang atau bahkan relawan dalam kegiatan tertentu.

Riwayat Pendidikan

Sedikit berbeda dengan resume yang fokus pada informasi pengalaman pekerjaan saja, dokumen ini juga harus berisikan informasi detail tentang sejarah pendidikan Anda. Misalnya sekolah dan Universitas tempat Anda mengenyam pendidikan, serta gelar yang berhasil Anda dapat.

Baca juga:  Inilah Pentingnya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Referensi

Terakhir, sertakan daftar atau kontak referensi. Orang-orang ini adalah mereka yang bisa memberikan informasi mengenai pengalaman bekerja dengan Anda.

Kesalahan Membuat CV yang Harus Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang banyak dilakukan oleh para pencari kerja ketika membuat CV. Jika fatal, bahkan beberapa kesalahan ini bisa menjadi penyebab Anda ditolak oleh perusahaan yang dituju:

  • Jangan terlalu kreatif, melainkan buatlah secara profesional dengan tampilan sederhana termasuk penggunaan font. Gunakan kertas biasa berwarna putih dan tinta hitam ketika mencetak CV. Namun poin ini bisa saja tidak berlaku untuk beberapa profesi tertentu yang berkaitan dengan desain dan kreativitas, seperti desainer grafis misalnya.
  • Tidak bertanya lebih dulu mengenai format yang dibutuhkan oleh perekrut. Sebaiknya tanyakan dulu kepada pihak perekrut, format seperti apa yang mereka inginkan. Jika tidak ada ketentuan khusus, gunakan format standar seperti .docx atau .pdf.
  • Berbohong. Data atau informasi palsu yang Anda cantumkan hanya akan merugikan Anda. Pasalnya bisa saja Anda malah ditempatkan pada posisi atau jabatan yang sebenarnya bukan bidang yang dikuasai sehingga karir Anda tidak dapat berkembang.
  • Tidak perlu memasukkan informasi personal seperti hobi atau minat Anda terhadap sesuatu yang tidak berhubungan dengan posisi yang dilamar.
  • Pastikan Anda tidak menggunakan email dengan nama yang tidak profesional. Nama email yang asal-asalan bisa dinilai negatif.
  • Tidak memeriksa kembali CV yang dibuat, seperti typo, kesalahan nama, grammar, keterangan tertentu dan sebagainya. Selalu cek ulang kembali isi dokumen yang telah dibuat, atau minta bantuan orang lain untuk ikut membacanya (proofread). Kesalahan penulisan bisa membuat Anda dinilai tidak teliti dan tidak peduli.
Baca juga:  Tips Menangani Karyawan yang Memiliki Kerja Sambilan

Sumber:
TheBalance: What is a Curriculum Vitae or CV?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *