Syarat dan Cara Pendaftaran PPPK 2021

sscasn

Anda pasti sudah sering mendengarkan atau membaca informasi tentang status guru honorer.

Guru honorer adalah guru non PNS yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta dengan sistem gaji per jam pelajaran.

Jika ditinjau dari tingkat kesejahteraan, jelas guru honorer berbeda dengan guru PNS.

Itulah mengapa seringkali muncul gejolak yang menuntut adanya kesetaraan antara guru honorer dan PNS.

Maka dari itu, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kesempatan kepada guru honorer untuk mendapatkan perlakukan yang sama dengan guru PNS.

daftar pppk

Baca juga: 7 Perbedaan PNS dan PPPK

Hal itu dibuktikan dengan PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Apalagi pada tahun 2021, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan merekrut 1 juta guru honorer menjadi PPPK.

Di artikel ini, kami akan mengulas, apa saja persyaratan yang diperlukan, bagaimana cara mendaftar PPPK dan mengatasi jika terkendala saat pendaftaran.

Syarat Pendaftaran PPPK

Agar Anda bisa lolos seleksi sebagai PPPK tahun 2021, Anda perlu memenuhi syarat-syarat yang diperlukan.

Setiap persyaratan mengacu pada jenis jabatan yang dituju, seperti tenaga pendidik, tenaga kesehatan, guru dan dosen khusus di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) dan penyuluh pertanian.

Berikut syarat pendaftaran PPPK.

Syarat Pendaftaran PPPK untuk Tenaga Pendidik

  1. Merupakan tenaga honorer K-II
  2. Maksimal berumur 59 tahun (per 1 April 2020)
  3. Pendidikan terakhir minimal S1/D4 (program studi atau jurusan relevan dengan mata pelajaran di kurikulum)
  4. Menandatangani Surat Pernyataan kesediaan untuk ditempatkan di sekolah negeri Kabupaten/kota/provinsi sesuai wilayah tempat mengajar serta berdasarkan kebutuhan guru saat ini.
  5. Aktif mengajar hingga pendaftaran PPPK dibuka dan dibuktikan surat tugas dari Kepala Sekolah/Kepala Dinas. Pada surat dicantumkan informasi berikut.
    1. NUPTK/NIK
    2. Nama
    3. Tempat dan tanggal lahir
    4. Nama sekolah
    5. Mata pelajaran
    6. Kabupaten/kota/provinsi

Baca juga: Cara Membuat Kartu Kuning (Kartu Pencari Kerja)

Syarat Pendaftaran PPPK untuk Tenaga Kesehatan

  1. Merupakan tenaga honorer K-II
  2. Maksimal berumur 57 tahun (per 1 April 2020) kecuali dokter (59 tahun per 1 April 2020)
  3. Menempuh pendidikan minimal DIII pada bidang kesehatan (sesuai syarat jabatan yang ditetapkan)
  4. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku (bukan STR internship) kecuali bagi Epidemiolog, Entomolog, Administrator kesehatan, dan Pranata Laboratorium Kesehatan dengan pendidikan D3/S1-Kimia/Biologi
  5. Memiliki Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Terakhir

Syarat Pendaftaran PPPK untuk Guru atau Dosen Kementerian Agama (Kemenag)

  1. Merupakan tenaga honorer K-II
  2. Maksimal berumur 59 tahun (per 1 April 2020) bagi guru, dan 64 tahun per (1 April 2020) bagi dosen
  3. Kualifikasi guru minimal pendidikan S1 atau D IV, sedangkan untuk dosen minimal S2
  4. Guru wajib aktif mengajar di madrasah atau sekolah hingga pendaftaran PPPK dibuka.
  5. Dibuktikan dengan surat penugasan dari kepala madrasah atau kepala sekolah, dan/atau kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten atau Kota
  6. Dosen wajib aktif mengajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) hingga pendaftaran PPPK dibuka. Dibuktikan dengan surat penugasan dari pimpinan PTKN, dan/atau pimpinan unit eselon I
  7. Menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk ditempatkan di madrasah peta kebutuhan guru atau dosen saat ini.

Baca juga: Inilah Daftar Golongan dan Pangkat PNS Terbaru 2021

Syarat Pendaftaran PPPK untuk Penyuluh Pertanian

  1. Berstatus sebagai Tenaga Harian Lepas dan Tenaga Bantu (THLTB)
  2. Maksimal berumur 57 tahun (per 1 April 2020)
  3. Alumni atau lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Pertanian (Rumpun Ilmu Hayat Pertanian)
  4. Posisi inseminator wajib memiliki sertifikat inseminator
  5. Bertugas di desa (basis unit kerja di Kecamatan, Kabupaten atau Provinsi) dan sudah aktif bekerja selama minimal 5 tahun berturut-turut. (Dibuktikan SK Menteri Pertanian/ Dirjen/ Dinas Pertanian Provinsi)

Langkah Langkah Cara Pendaftaran PPPK

Tahapan pendaftaran PPPK tahun 2021 belum dirilis secara resmi. Namun, calon pendaftar PPPK 2021 dapat menggunakan referensi alur pendaftaran PPPK tahun 2019 untuk gambaran.

  1. Pembuatan akun melalui laman sscasn.bkn.go.id
  2. Pelamar memilih menu PPPK atau ssp3k.bkn.go.id
  3. Melakukan registrasi dan mengisi data yang diperlukan, yaitu.
    1. Nomor Peserta Ujian K-II
    2. Tanggal lahir
    3. Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK) atau NIK Kepala Keluarga
    4. Alamat email aktif, kata sandi atau password, dan pertanyaan keamanan
    5. Pasfoto formal dengan ukuran minimal 120 KB maksimal 200 KB (format .JPG atau .JPEG)
    6. Mencetak Kartu Informasi Akun setelah semua data terisi
    7. Melakukan login di laman SSP3K dengan NIK dan kata sandi yang sudah terdaftar
    8. Melengkapi Data yang diperlukan
    9. Foto diri sambil memegang KTP dan Kartu Informasi Akun
    10. Memilih jabatan dan melengkapi riwayat pendidikan
    11. Melengkapi biodata
    12. Mengnggah dokumen yang diperlakukan (sesuai yang disyaratkan instansi)
    13. Memeriksa data yang sudah diisi pada form resume
    14. Mencetak Kartu Pendaftaran
    15. Menunggu tim verifikator untuk memeriksa berkas dokumen yang sudah di-upload atau dikirim
    16. Pelamar yang lolos seleksi administrasi akan memperoleh kartu ujian sebagai syarat mengikuti tahapan selanjutnya
    17. Panitia seleksi PPPK di setiap instansi akan mengumumkan kelulusan pelamar

Baca juga: 7 Website Sumber Informasi Gaji di Indonesia

Bagaimana mengatasi jika ada kendala saat pendaftaran?

Kendala yang biasa dialami oleh pendaftar adalah saat mendaftar SSCASN atau Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara, berikut cara mengatasinya.

SSCASN merupakan website resmi untuk mendaftar PPPK, PNS dan juga Sekolah Kedinasan secara Nasional. SSCASN adalah pintu pendaftaran pertama untuk seleksi ASN ke seluruh instansi baik pusat ataupun daerah.

1. Bagaimana jika KTP saya tidak sesuai dengan Ijazah?

Hubungi kantor DUKCAPIL yang sesuai dengan domisili di KTP atau DUKCAPIL pusat untuk memperbaiki data yang tidak sesuai dengan dokumen resmi (Ijazah) yang Anda miliki.

2. Bagaimana jika data NIK dan nomor KK berbeda ?

Sama seperti no. 1, Anda harus memperbaikinya dulu ke DUKCAPIL

3. Bagaimana pengisian nama yang benar?

Nama diisikan sesuai ijazah dan tanpa gelar

4. Bagaimana jika kode captcha tidak terbaca atau tidak tampil?

Lakukan clear history (riwayat, cookies dan cache) lalu muat ulang browser Anda

5. Bagaimana apabila data tempat lahir tidak ada di referensi?

Pastikan Anda mengetik tempat lahir dengan benar. Apabila masih belum ada data di referensi, lakukan permintaan penambahan data tempat lahir dengan klik Helpdesk SSCASN pada menu lokasi lahir tidak ditemukan.

6. Bagaimana jika muncuk tulisan NIK sudah terdaftar?

Silahkan akses Helpdesk, lalu pilih menu registrasi dan klik “NIK didaftarkan orang lain”, setelah isi form yang disediakan.

Itulah 6 kendala yang biasa dialami oleh pendaftar, jika ada kendala lain yang ingin Anda ketahui solusinya, silahkan tinggalkan komentar di bawah.

Penutup

Demikian ulasan kamu mengenai syarat dan cara pendaftaran PPPK tentang syarat serta cara menangani apabila ada kendala.

Setelah mengetahui tata cara pendaftaran PPPK 2021, Anda pun bisa lebih siap.

Tonton juga video di bawah ini tentang apa yang akan terjadi pada guru honorer jika tidak lulus PPPK.

Sumber: Pikiran Rakyat, Tipssehatcantik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *