5 Efek Shift Kerja Malam dan Cara Penanggulangannya

Back to Pos

Sebagian profesi seperti pada bidang keamanan atau kesehatan menuntut karyawan nya untuk bekerja pada malam hari.

Umumnya mereka melakukan kerja shift atau bergantian dengan rekan lain untuk periode waktu tertentu.

Situasi kerja seperti ini bisa memberikan dampak terhadap karyawan tersebut. Inilah 5 Efek shift kerja yang telah KaryaOne rangkum beserta penanggulangannya.

Banner KaryaOne - Solusi HR, Payroll dan Talent management Indonesia

Efek shift kerja yang dapat dirasakan antara lain :

1. Efek fisiologis

  • Kualitas tidur : tidur siang tidak seefektif tidur malam, banyak gangguan dan biasanya diperlukan waktu istirahat untuk menebus kurang tidur selama kerja malam.
  • Kapasitas kerja fisik yang menurun akibat timbulnya perasaan mengantuk dan kelelahan
  • Gangguan pada pencernaan dan menurunnya nafsu makan

2. Efek Psikososial

Efek psikososial menunjukkan masalah lebih besar dari efek fisiologis, antara lain adanya gangguan kehidupan keluarga, hilangnya waktu luang, kecil kesempatan untuk berinteraksi dengan teman, dan mengganggu aktivitas kelompok dalam masyarakat.

Bersosialisasi atau terlibat dalam kegiatan komunitas biasanya dilakukan pada siang atau malam hari.

Sementara bagi pekerja malam, siang hari digunakan untuk beristirahat atau tidur, sedangkan malam hari digunakan untuk bekerja.

Kondisi ini menyulitkan pekerja malam terlibat aktif dalam kegiatan bersosialisasi tersebut, yang kemudian berakibat tersisih dari lingkungan masyarakat.

3. Efek kinerja

Dampak dari kelelahan fisik dan mental yaitu menurunnya motivasi kerja, menurunnya kewaspadaan terhadap pekerjaan seperti kualitas kendali dan pemantauan.  Hal ini tentu berbahaya dan merupakan kebalikan dari apa yang diharapkan oleh pengusaha.

4. Efek terhadap kesehatan

Shift kerja menyebabkan gangguan gastrointestinal, masalah ini cenderung terjadi pada usia 40-50 tahun.

Shift kerja juga dapat menjadi masalah terhadap keseimbangan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes.

5. Efek terhadap keselamatan kerja

Survei pengaruh shift kerja terhadap kesehatan dan keselamatan kerja yang dilakukan menunjukkan bahwa frekuensi kecelakaan paling tinggi terjadi pada akhir rotasi shift kerja (malam) dengan rata-rata jumlah kecelakaan 0,69% pertenaga kerja.

Penanggulangan Dampak Buruk Kerja Shift

Upaya mengurangi dampak buruk akibat kerja shift terhadap pegawai dapat dilakukan dengan menerapkan pengaturan shift kerja secara adil.

Terdapat 2 jenis pembagian shift kerja, yaitu 2 shift dan 3 shift.

Jadwal kerja 2 shift terdiri dari shift pagi (day shift) yang dimulai pukul 06.00 – 18.00 dan shift malam (night shift) dengan jam kerja mulai pukul 18.00-06.00.

Sedangkan untuk jadwal kerja 3 shift terdiri dari shift pagi yaitu pukul 08.00 – 16.00, shift siang pukul 16.00 – 00.00 dan malam mulai pukul 00.00-08.00.

Bagaimana cara mengatur shift kerja yang baik untuk mengurangi dampak buruk nya? Cara yang paling sering digunakan adalah menerapkan pergantian shift yang pendek, misal 2-3 hari sekali.

Apabila diperlukan shift kerja malam maka ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak pengusaha dan pekerja, seperti :

  • Pergantian shift tidak lama (2-3 hari sekali)
  • Usia pekerja antara 20-50 tahun agar diperoleh kematangan mental yang cukup.
  • Pekerja tidak menderita penyakit kronis seperti penyakit paru-paru kronis, tekanan darah tinggi, kencing manis, pekerja memiliki penyakit gangguan tidur.
  • Pekerja tidak mengalami gangguan psikososial.
  • Lingkungan hidup pekerja tenang.
  • Pekerja tidak menderita gangguan lambung maupun memiliki tingkat emosi yang labil.
  • Tidak kekurangan gizi, stres dan gangguan jantung.
  • Keluarga pekerja yang menunjang.

Sebaiknya sebelum pekerja dinas malam, pekerja telah cukup istirahat / tidur sehingga berangkat bekerja dalam keadaan segar.

Ketika bekerja shift merupakan keharusan dan kita tidak bisa memilih, maka ada beberapa strategi yang dapat dilakukan agar tetap sehat.

Diantaranya adalah usahakan untuk cukup tidur, usahakan agar kualitas tidur kita terjaga.

Olahraga teratur juga sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Beberapa teknik relaksasi juga dipercaya akan menurunkan beban mental dan tingkat stress.

Pilih teknik relaksasi yang paling mudah seperti mendengarkan musik yang menenangkan, bersosialisasi dengan teman, atau menekuni hobi. Selain itu, tentunya dianjurkan pula untuk mengkonsumsi diet yang sehat.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi makanan ringan di kalangan para pekerja shift lebih tinggi dari pekerja normal.

Selain itu, kualitas dietnya lebih rendah dan cenderung tidak memenuhi syarat gizi yang seimbang.

Keluhan yang sering muncul adalah mual, konstipasi, diare, atau menurunnya nafsu makan.

Untuk menghindari persoalan gangguan pencernaan ini disarankan pada para pekerja shift untuk mengurangi konsumsi garam dan makanan berlemak, menghindari junk food, dan mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan baik.

____________

KaryaOne adalah aplikasi HR, payroll dan manajemen kinerja berbasis web untuk mengelola administrasi HRD seperti absensi, cuti, lembur, penggajian hingga menilai kinerja karyawan.

Coba Gratis KaryaOne Sekarang atau Hubungi Kami untuk konsultasi dan melihat fitur KaryaOne apa saja yang dapat membantu bisnis Anda.

aplikasi skema lembur karyawan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Pos