Inilah pentingnya Efikasi Diri Pada Karyawan

efikasi diri

Dalam dunia kerja, beliefs merupakan sebuah keyakinan dari individu yang ditampilkan pada apa yang dikatakan atau dilakukan. Beliefs dapat menjelaskan bagaimana individu dapat menilai atau mengevaluasi suatu kejadian yang kemudian disampaikan melalui perilaku dirinya.

Apa yang dimaksud dengan efikasi diri?

Efikasi diri (self efficacy) adalah keyakinan akan kemampuan diri sendiri terutama kemampuan untuk menghadapi tantangan dan menyelesaikan pekerjaan.  Efikasi diri berdampak pada produktivitas, tingkatan stres dan kesehatan mental karyawan karena ada tuntutan pekerjaan yang harus mereka penuhi (McAtter-Early, 1992).

Semakin rendah efikasi diri seseorang, berarti semakin tinggi tekanan yang dia rasakan. Hal inilah yang mempengaruhi produktivitas seorang pekerja, karena dapat menyebabkan pekerja menjadi mudah sakit, mengalami gangguan tidur dan lain-lain.

Efikasi diri dalam sebuah kelompok akan mempengaruhi misi dan tujuan kelompok karena kekuatan komitmen dari anggota sangat mempengaruhi kinerja organisasi.

Apa saja empat sumber efikasi diri yg utama?

Keyakinan mengenai efikasi diri dapat dikembangkan melalui empat sumber pengaruh utama.

banner_karyaone

Mastery Experience

Adalah pengalaman bahwa seseorang mampu menguasai keterampilan tertentu. Penghayatan efikasi diri membutuhkan pengalaman dalam mengatasi rintangan-rintangan melalui usaha yang ulet atau terus menerus.

Hanbatan yang ada dianggap sebagai sebuah tujuan untuk menyadari dibutuhkannya upaya yang terus-menerus dalam menghadapinya.

Setelah yakin bahwa mereka memiliki apa yang dibutuhkan untuk berhasil, maka mereka mampu bertahan dalam menghadapi sesuatu yang tidak nyaman dan cepat bangkit saat menghadapi kesulitan.

Vicarous Experience

Merupakan pengalaman yang diperoleh dengan mengamati model sosial. Melihat orang lain yang serupa dengan dirinya mengalami kesuksesan akan memotivasi individu untuk mencapai hal yang serupa.

Semakin besar kesamaan yang dianggap ada, semakin besar pula pengaruh kesuksesan dan kegagalan model efikasi diri mereka.

Verbal Persuasion

Individu yang dipersuasi secara verbal bahwa mereka mempunyai kemampuan untuk menguasai aktivitas tertentu, cenderung melakukan usaha yang lebih besar.

Mereka akan meningkatkan pengembangan keterampilan dan penghayatan mengenai efikasi diri. Sementara itu, individu yang kurang dipersuasi, cenderung untuk menghindari aktivitas-aktivitas yang menantang dan mudah menyerah.

Physiological and Affective States

Sebagian orang bergantung pada keadaan fisik dan emosional dalam menilai kemampuan diri. Mereka menginterpretasikan reaksi stres dan ketegangan mereka sebagai tanda-tanda kerentanan terhadap hasil kerja yang tidak memuaskan.

Di samping itu, suasana hati juga mempengaruhi penilaian seseorang baik positif maupun negatif. Dalam aktivitas-aktivitas yang melibatkan kekuatan fisik dan stamina, orang menilai keadaan kelelahan, rasa sakit dan nyeri adalah sebuah penurunan fisik.

Tonton juga video dari Raina Burditt di bawah ini mengenai teori belajar kognitif Albert Bandura tentang efikasi diri dan motivasi.

Perbedaan efikasi diri dengan kepercayaan diri

Efikasi diri adalah keyakinan akan kemampuan menghadapi masalah, sedangkan kepercayaan diri adalah penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri.

Kepercayaan diri adalah tentang nilai diri, sedangkan efikasi diri adalah tentang pilihan untuk menghadapi masalah.

Orang yang memandang diri dengan baik adalah orang yang kepercayaan dirinya tinggi. Orang yang efikasi dirinya tinggi adalah orang yang mengetahui kemampuan dirinya sendiri dan tahu apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah.

Apakah hubungan antara efikasi diri dengan kepercayaan diri?

Keduanya berbanding lurus, jika kepercayaan diri seseorang tinggi, efikasi dirinya juga akan tinggi.  Begitu juga sebaliknya.

Bagaimana cara meningkatkan efikasi diri karyawan?

Anda tidak bisa hanya meningkatkan efikasi diri melalui disiplin mental, tapi Anda juga perlu merubah kebiasaan.  Dan perubahan tersebut membutuhkan waktu dan konsistensi.

Dalam prosesnya Anda akan menjadari bahwa ada peningkatan efisiensi Anda di tempat kerja. Hal ini kemudian menambah efikasi diri Anda. Berikut beberapa strategi yang dapat Anda lakukan.

1. Tetapkan sasaran yang wajar.  Apa yang dianggap wajar?

Anda dapat membuat tujuan untuk setiap pagi. Sasaran apa yang ingin Anda capai hari ini.  Strategi ini adalah cara yang efektif untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Tapi apakah sasaran yang Anda buat wajar?

Untuk tahu bagaimana sasaran yang wajar itu, Anda harus menetapkan tenggat waktu yang realistis untuk tujuan tersebut. Lari 4 km dalam waktu 10 menit bukanlah sasaran yang wajar.

Anda juga perlu mempertimbangkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran Anda. Misalnya goal Anda hari ini adalah menyelesaikan 10 kotak kue putri salju untuk memenuhi pesanan pelanggan.  Apakah Anda sudah membeli bahan bakunya? Apakah Anda sudah punya tenaga kerja yang akan membantu Anda?

Jika belum, maka sasaran tersebut tidak wajar, karena Anda tidak punya sumber daya dari bahan hingga energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sasaran tersebut.  Anda perlu mengganti sasarannya. Misalnya menjadi membeli bahan baku untuk pesanan kue salju, dan menemukan orang yang akan membantu Anda untuk membuat kue itu.

2. Tingkatkan kemampuan  Time Management Anda dengan cara ini

Jika Anda merasa tenggelam dalam keseharian Anda, berjuang dengan efisiensi kerja, sudah membuat strategi tapi tetap berantakan, Anda mungkin perlu menyempurnakan keterampilan manajemen waktu Anda.

Biasakan diri Anda untuk melakukan chunking, membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil, sehingga Anda tidak merasa terlalu kewalahan dan lebih teratur.

Misalnya contoh membuat kue putri salju tadi. Jika Anda menggunakan chunking untuk menyelesaikan pesanan kue salu itu, Anda dapat membagi tugas menjadi seperti ini:

  • menghitung jumlah bahan yang diperlukan
  • menghitung jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
  • membeli bahan baku dan bahan penolong
  • menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk membuat kue
  • membuat adonan
  • mencetak adonan
  • memasukan dalam panggangan
  • memasukan kue yang sudah matang ke dalam toples
  • membungkus toples
  • menyimpan toples kue agar aman hingga waktunya dikirim ke pelanggan

Dari sini, Anda bisa memperkirakan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap aktivitas tersebut.

Saat Anda meningkatkan efisiensi melalui keterampilan manajemen waktu, Anda akan lebih rileks, stres Anda berkurang, serta Anda bisa menyelesaikan lebih banyak hal.

3. Buat rutinitas yang menyenangkan untuk Anda seperti ini

Orang dapat meningkatkan konsistensi dalam mencapai tujuannya dengan cara rutinitas yang positif. Mengembangkan rutinitas ini dapat membuat Anda berada dalam kondisi mood dan fisik terbaik sehingga menjadi produktif di tempat kerja.

Rutinitas dapat berbeda untuk setiap orang.  Anda harus menemukan sendiri rutinitas yang membuat Anda merasa baik setiap hari.

Contohnya..

Anda mungkin mau berolahraga selama 30 menit setiap pagi, atau membaca buku baru setiap makan siang untuk melepaskan stres.

Meditasi, meningkatkan kesadaran akan pikiran Anda, dapat membantu Anda melihat apa yang sedang Anda pikirkan. Apakah pemikiran tersebut positif atau negatif?

Seiring berjalannya waktu Anda akan menyadari bahwa hidup Anda menjadi lebih luar biasa. Ketika Anda menciptakan rutinitas yang membuat Anda merasa bahagia, sehat, dan berpikiran jernih, efikasi kerja Anda akan meroket.

Kesimpulan

Penghayatan yang kuat mengenai efikasi dapat mendorong prestasi seseorang dan kesejahteraan pribadi dalam banyak cara.

Orang dengan keyakinan yang kuat terhadap kemampuan mereka, menganggap tugas yang sulit sebagai tantangan yang harus dikuasai dan bukan sebagai ancaman.

Mereka justru menentukan tujuan yang menantang dan berkomitmen terhadap tujuan tersebut. Usaha yang penuh keyakinan itu menghasilkan prestasi pribadi, mengurangi stres dan menurunkan kerentanan terhadap depresi.

Sebaliknya, orang yang meragukan kemampuan akan menghindari tugas-tugas yang sulit dan memandangnya sebagai ancaman. Aspirasinya rendah dan komitmen yang dimiliki lemah terhadap tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.

Usaha yang dilakukan menurun dan cepat menyerah saat menghadapi kesulitan. Mereka terpaku pada kelemahan diri dan lambat bangkit dari kegagalan karena menganggap performa yang kurang sebagai kemampuan yang tidak memadai. Individu seperti ini mudah terkena stres dan depresi.

Referensi:
Bandura. (1997). Self-Efficacy (The Exercise Of Control). New York: W. H.. Freeman and Company.

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *