10 Hal Penting Dalam Menciptakan Etika Bisnis

etika bisnis

Berbicara soal etika bisnis, kita masuk pada pembicaraan yang sifatnya abstrak namun sangat penting.

  • Apa itu etika bisnis?
  • Apa pentingnya etika bisnis dalam menjalankan perusahaan?
  • Apakah ada dampak negatif untuk perusahaan jika Anda tidak memiliki etika bisnis?
  • Etika bisnis seperti apa yang perlu Anda tahu?
  • Apakah perusahaan Anda sudah menjalankan etika bisnis dengan baik?

Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan jawaban untuk semua pertanyaan tersebut. Dan setelahnya Anda bisa memutuskan dengan lebih bijaksana bagaimana Anda melaksanakan etika bisnis dalam perusahaan.

Demi mempermudah pemahaman kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu definisi etika.

Aplikasi HR Berbasis Cloud KaryaOne

Apa itu Etika?

Etika merupakan seperangkat kesepakatan umum untuk mengatur hubungan antara satu orang dengan orang lainnya, satu orang dengan masyarakat atau masyarakat dengan masyarakat lain.

Etika ini kemudian dituangkan dalam bentuk tertulis, maka lahirlah kebijakan yang berupa Undang-undang, hukum, peraturan dsb.

Namun selain yang tertulis terdapat juga yang bersifat tidak tertulis, yaitu berupa kesepakatan umum di dalam kelompok atau masyarakat, yang kita sebut sebagai etiket, sopan santun, dsb.

Hampir seluruh masyarakat dunia sepakat perilaku berbohong, mencuri, menipu, dan menyakiti orang lain sebagai perbuatan yang tidak etis dan tidak bermoral.

Dan perilaku jujur, tepat janji, membantu dan menghormati hak-hak orang lain dipandang sebagai perilaku yang etis/bermoral.

Pemilahan perilaku etis dan tidak etis tidak hanya berlaku dalam hubungan antar masyarakat saja tapi juga dalam dunia bisnis.

Apakah Anda sudah menjalankan perilaku etis dalam berbisnis?

Untuk mengetahui hal itu, sebaiknya kita mulai membahas tentang etika bisnis.

Apa itu Etika Bisnis ?

Etika Bisnis adalah perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan seluruh elemen dari sebuah organisasi perusahaan mulai dari karyawan biasa hingga manajer dan CEO.

Contoh, jika ketidakjujuran dipandang sebagai perilaku yang tidak etis, maka siapapun di dalam kegiatan usaha (manajer atau karyawan) yang tidak jujur terhadap para pekerja, para pemegang saham, para pelanggan maupun para pesaingnya, maka mereka dipandang tidak memiliki etika bisnis.

Selanjutnya, apabila perilaku mencegah pihak lain menderita kerugian dipandang sebagai perilaku etis, maka perusahaan akan menarik kembali produknya yang memiliki cacat.

Tujuan etika adalah untuk membina watak-watak dan mental seseorang agar menjadi manusia yang baik, lahir dan batin.

Etika lebih penting dari hukum, karena bagaimanapun lengkapnya hukum, tanpa adanya etika maka orang akan menemukan celah-celah hukum tersebut

Mengapa Berbisnis Harus Beretika? 

Mengapa bisnis memerlukan etika? Bukankah tujuan bisnis agar dapat keuntungan sebesar-besarnya?

Apakah penerapan etika bisnis di perusahaan akan menghambat untuk berkompetisi dengan para pesaingnya?

Setidaknya terdapat 7 alasan yang mendorong perusahaan untuk menjalankan bisnisnya secara etis, antara lain :

Penerapan etika bisnis dapat meningkatkan harapan publik

Perusahaan yang tidak berhasil dalam menjalankan bisnisnya secara etis akan mengalami sorotan, kritikan, bahkan hukuman.

Sebagai contoh, kasus BULOG yang terkait dengan kasus gratifikasi (pemberian hadiah) sehubungan dengan impor 500 ribu ton beras dari Vietnam.

Penyogokan di kasus BULOG tersebut mendatangkan keuntungan bagi seseorang, namun apa tindakan perusahaan melakukan penyogokan tindakan yang bermoral?

Tentu tidak.

Saat kasus ini terbongkar, saat itu BULOG mendapatkan sorotan, kritikan dan ancaman hukuman.

Perusahaan dan pekerja tidak melakukan berbagai tindakan yang membahayakan stakeholders dan lainnya.

Sebagai contoh masalah Lumpur Lapindo, seperti yang kita ketahui dampak negatif yang dihasilkan sungguh luar biasa.

Kerusakan tersebut mengakibatkan gangguan ekonomi terutama jawa timur. Kerugian akibat semburan lumpur dilansir dari wikipedia diperkirakan mencapai 45 triliun rupiah.

Meningkatkan kinerja Perusahaan

Studi yang dilakukan Universitas De Paul, Amerika Serikat menunjukkan bahwa “perusahaan yang menerapkan etika dan tanggung jawab biasanya memiliki kinerja keuangan yang baik”.

Saya percaya bila etika bisnis banyak diterapkan oleh perusahaan perusahaan di Indonesia, perekonomian negara akan membaik.

Meningkatnya kualitas hubungan kerja sama

Penerapan etika bisnis seperti tepat janji, jujur dan menolak suap dapat meningkatkan kepercayaan kerja sama di antara kedua belah pihak.

Sebaliknya, apabila salah satu pihak berlaku tidak dapat dipercaya, maka pihak yang tidak dapat dipercaya ini akan diabaikan oleh mitra bisnisnya bahkan oleh komunitas bisnis secara umum.

Apabila penerapan etika ini dilaksanakan secara benar maka tidak akan ada lagi kasus korupsi di Indonesia.

Menghindarkan penyalahgunaan yang dilakukan karyawan maupun kompetitor

Sebagai contoh, kejahatan pencurian uang perusahaan yang dilakukan pemilik dan pimpinan perusahaan merupakan faktor penyebab utama kebangkrutan perusahaan dibanding faktor-faktor lainnya.

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa kejujuran adalah hal yang utama dalam segala hal.

Menghindarkan terjadi pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi kerja

Perusahaan dilihat bertindak secara etis jika memenuhi hak-hak normatif pegawainya seperti gaji, kondisi kerja yang memadai, penilaian kinerja yang adil, adanya reward dan punishment policy yang jelas.

Pada saat membuat keputusan yang dapat memiliki dampak terhadap para karyawan, perusahaan harus memperhatikan reaksi yang akan diberikan oleh serikat pekerja.

Sebagai wakil dari pekerja, serikat pekerja dapat memperjuangkan hak-hak yang harus diperoleh tenaga kerja, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemaksaan kehendak atau tindakan yang tidak etis secara sepihak oleh pengusaha dapat mengakibatkan pemogokan kerja, demonstrasi yang dapat merugikan perusahaan.

Mencegah perusahaan tidak memperoleh sanksi hukum

Perusahaan sangat perlu untuk menerapkan etika bisnis dalam menjalankan bisnisnya untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang tidak memperoleh sanksi hukum.

10 Hal Penting Dalam Menciptakan Etika Bisnis

Jika moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk berbuat baik, maka etika bertindak sebagai rambu-rambu yang berupa kesepakatan bersama anggota suatu kelompok.

Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis menjadi lebih seimbang, serasi dan selaras.

Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok terkait lainnya.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada 10 hal yang perlu diperhatikan :

Pengendalian diri

Artinya, pelaku bisnis dan pihak yang terkait dapat mengendalikan diri untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.

Pelaku bisnis tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain.

Pengembangan tanggung jawab sosial

Pelaku bisnis harus peduli terhadap keadaan masyarakat, tidak hanya dalam bentuk “uang” dengan cara memberi sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi.

Contohnya pelaku bisnis diharapkan tidak menaikan harga jual terhadap masyarakat saat permintaan meningkat.

Pelaku bisnis tidak seharusnya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraup untung yang sebanyak banyaknya.

Dalam keadaan seperti itu, mereka harus mampu mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitar.

Mempertahankan jati diri dan tidak terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi

Etika bisnis tidak anti terhadap perkembangan informasi dan teknologi.

Namun kita harus memilah yang baik untuk meningkatkan kepedulian bagi sesama, bukan malah kehilangan budaya yang dimiliki.

Persaingan yang sehat

Persaingan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tapi tidak sampai mematikan yang lemah.

Seharusnya ada hubungan erat antara pelaku bisnis besar dan menengah ke bawah, sehingga perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya.

Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

Pelaku bisnis seharusnya tidak hanya memikirkan keuntungan sesaat, tetapi perlu memikirkan bagaimana keadaan di masa yang akan datang.

Pelaku bisnis dituntut untuk tidak mengeksploitasi lingkungan, meskipun saat itu merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.

Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)

Sebagai contoh, karena tidak bisa memenuhi persyaratan, tidak menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah.

Lalu tidak memaksa diri untuk melakukan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.

Apabila pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis maupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.

Menumbuhkan sikap saling percaya antara pengusaha

Untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif, harus ada saling percaya antara pengusaha yang sudah besar dengan perusahaan kecil menengah agar mereka mampu berkembang bersama.

Konsisten & Konsekuen

Semua konsep etika bisnis tidak akan terlaksana jika tidak semua pelaku bisnis konsekuen dan konsisten dengan etika yang sudah disepakati.

Mengapa demikian?

Contoh, andaikan ketika sebuah bisnis sudah disepakati, ada oknum dari pengusaha maupun pihak lain yang mencoba untuk melakukan “kecurangan” demi keuntungan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan gagal.

Menumbuhkan kesadaran dan rasa memiliki

Jika semua pihak sadar bahwa etika harus diterapkan oleh mereka di saat berbisnis. Maka sudah pasti aktivitas bisnis akan berjalan dengan tenang dan tentram.

Perlu ada etika bisnis berupa undang undang

Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti perlindungan bagi pengusaha kecil.

Kesimpulan

Etika memegang peranan penting dalam suatu bisnis, baik itu bisnis yang dilakukan dalam scope perusahaan dan sektor publik (pemerintah).

Keberadaan etika diharapkan menjadi barometer pengukuran nilai-nilai moral khususnya kebijakan yang dihasilkan dalam bisnis.

Bagi banyak orang bisnis hanya dijadikan alat untuk mencapai keuntungan semata. Ungkapan business is busines tentunya perlu dihilangkan dalam benak pengusaha.

Padahal bisnis lebih dari itu. Bisnis merupakan wadah yang besar bagi manusia untuk bertahan hidup, berkembang dan saling berkontribusi.

Demi membuat perusahaan mampu bertahan dalam jangka panjang, dan sebagai manusia yang beradab kita wajib menjalankan bisnis yang beretika.

Banner KaryaOne - Aplikasi Penggajian Karyawan Terbaik

 

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *