Apa yang Harus HR Ketahui tentang Machine Learning

Back to Blog
machine learning

Machine learning dapat diartikan sebagai sebuah metode untuk membuat suatu program yang bisa belajar dari data. Jadi, machine learning akan terlebih dulu mempelajari data sebelum menghasilkan suatu output.

Berbagai industri bisnis bisa memanfaatkan teknologi machine learning, tidak terkecuali human resources (HR).

Namun, sebelum benar-benar menggunakan machine learning untuk mempermudah operasional bisnis, HR perlu mengetahui beberapa hal ini terlebih dulu.

Machine learning dapat mendukung automasi workflow

Ada cukup banyak hal yang bisa dilakukan HR dalam pemanfaatan machine learning. Automasi workflow merupakan salah satu bentuk implementasi pertama machine learning di bidang HR. Namun, automasi workflow seperti apa yang dimaksud?

Seperti yang Anda tahu, HR banyak mengerjakan pekerjaan yang sifatnya administratif. Beberapa di antaranya seperti penjadwalan interview calon karyawan, rekap data absensi, dan pencatatan slip gaji.

Berbagai pekerjaan ini cenderung bersifat repetitif. Jika hanya dikerjakan secara manual, tentunya akan memakan banyak waktu. Kabar baiknya, Anda bisa menghemat waktu tersebut jika menggunakan machine learning.

Nah, dengan begitu, HR pun dapat menggunakan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal lain yang lebih krusial.

Contohnya seperti menyusun strategi HR atau merancang anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional HR.

Bisa mempercepat proses rekrutmen karyawan

Tak hanya membantu mempermudah kegiatan operasional HR, machine learning juga dapat mempercepat proses rekrutmen karyawan.

Baca juga:  10 Tipe Recruiter, Anda Termasuk yang Mana?

Dengan menggunakan machine learning, HR pun punya peluang lebih besar untuk mendapatkan kandidat karyawan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sudah ada beberapa perusahaan besar yang melakukan hal tersebut, contohnya seperti LinkedIn dan Glasdoor.

Lebih dari itu, machine learning yang digunakan secara tepat juga dapat mengurangi adanya bias dalam proses rekrutmen sehingga hasilnya pun lebih akurat.

Unilever sudah berhasil menerapkan hal tersebut. Kandidat calon karyawan melewati tiga sesi “wawancara” berbasis machine learning sebelum bertemu dengan pihak HR Unilever untuk pertama kalinya saat wawancara final.

Hasilnya, Unilever berhasil menghemat waktu hingga 50.000 jam dan memotong jangka waktu rekrutmen dari empat bulan menjadi empat minggu.

Hal yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan machine learning dalam HR

Dengan berbagai keunggulannya tersebut, machine learning memang sangat menarik untuk diterapkan pada HR perusahaan.

Namun, agar Anda bisa menggunakan machine learning secara optimal, peoplematters.in mengatakan bahwa ada beberapa hal yang dibutuhkan, yaitu:

  • Pemahaman tentang bagaimana machine learning bekerja
  • Pemahaman tentang berbagai algoritme yang menyertai machine learning dan beragam masalah yang mungkin bisa muncul
  • Data dalam jumlah banyak (semakin banyak, semakin baik)
  • Risiko yang mungkin muncul dari adaptasi machine learning
Baca juga:  Langkah Onboarding Karyawan Baru yang Efektif

Sama seperti berbagai teknologi lain, machine learning juga memiliki beberapa batasan tertentu. Misalnya, machine learning bisa memprediksi restoran mana yang paling banyak didatangi pelanggan untuk makan di tempat atau dibawa pulang.

Namun, machine learning belum bisa memprediksi dampak kenaikan harga menu terhadap penjualan restoran.

Ada pula risiko yang dinamakan overfitting data. Maksudnya, ketika Anda berusaha “melatih” sistem untuk mempelajari data, bukan tidak mungkin machine learning kehilangan kemampuan untuk melakukan generalisasi, belajar, dan membuat prediksi berdasarkan data baru.

Jika hal ini terjadi, prediksi yang dikeluarkan machine learning bisa berubah tidak konsisten. Selain itu, perlu diketahui pula bahwa tidak semua masalah HR bisa diselesaikan oleh machine learning.

Mengingat bahwa proses pembelajaran data tak berhenti dilakukan, susah untuk memprediksi masalah mana yang akan dipecahkan oleh machine learning.

Terlepas dari berbagai keterbatasan tersebut, machine learning tetap dapat membantu Anda dalam mempermudah dan mempercepat proses kerja HR, khususnya yang berhubungan dengan administratif.

Dengan begitu, Anda dan tim HR lain bisa lebih fokus mengerjakan hal-hal lain yang lebih penting.

Sumber:
PeopleMatters: What HR should know about machine learning

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog