5 Alat Ukur / Indikator Employee Engagement dan yang Perlu HRD Ketahui

indikator employee engagement

INDIKATOR EMPLOYEE ENGAGEMENT – Pada artikel sebelumnya, KaryaOne telah mengulas seperti apa employee engagement behavior dan bagaimana cara meningkatkan employee engagement.

Jika Anda belum membaca nya bisa mencarinya di menu pencarian website bagian kanan dengan kata kunci “employee engagement”.

Pada kesempatan ini, KaryaOne akan berbagi mengenai apa saja cara mengukur dan indikator employee engagement.

Untuk mengingatkan kembali, employee engagement adalah keadaan psikologis di mana karyawan merasa berkepentingan dalam keberhasilan perusahaan.

Sebagai pebisnis atau HR yang mengelola karyawan, Anda perlu mengetahui seberapa besar keinginan karyawan tersebut untuk mengembangkan atau memajukan perusahaan.

Mengapa demikian?

Tentu saja untuk meningkatkan employee engagement di perusahaan sehingga karyawan dapat bekerja optimal, tujuan akhirnya tidak lain yaitu demi keberhasilan perusahaan.

Untuk itu silahkan simak pembahasan alat ukur dan indikator dalam mengetahui tingkat employee engagement di perusahaan Anda berikut ini

Aplikasi HR Berbasis Cloud KaryaOne

Tingkat Turnover Karyawan

Indikator pertama untuk mengetahui employee engagement adalah dengan melihat angka tingkat turnover karyawan di perusahaan.

Apa itu tingkat turnover karyawan?

Persentase yang menunjukan seberapa banyak karyawan yang berhenti dibandingkan dengan karyawan yang masih bekerja selama periode waktu tertentu.

Bagaimana cara menghitung turnover karyawan?

Ada beberapa cara melakukan kalkulasi tingkat turnover pegawai. Tapi secara umum rumusnya adalah sebagai berikut.

jumlah pegawai yang berhenti bekerja/jumlah pegawai yang ada x 100%

Lebih detail mengenai perhitungan ini, silahkan membaca Cara Menghitung Turnover Rate Karyawan https://www.karyaone.co.id/blog/rumus-turnover-rate-karyawan/

Kapan tingkat turnover karyawan dianggap buruk?

Riset terbaru menyarankan agar Anda menargetkan tingkat turnover karyawan tahunan sebesar 10% atau kurang.

Jika tingkat turnover karyawan lebih dari 10%, dapat disimpulkan bahwa employee engagement kurang baik.

Karyawan yang tidak nyaman bekerja di perusahaan Anda, tentunya akan memilih untuk berhenti. Selain itu bisa juga mereka malas-malasan bekerja, sehingga menghambat kemajuan perusahaan Anda.

Dampak buruk lain dari tingkat turnover pegawai yang tinggi adalah, biaya rekrutmen pun akan tinggi juga.  Apabila hal ini ditangani dengan baik, perusahaan Anda bisa memfokuskan biaya pada hal yang lebih bermanfaat, seperti penambahan biaya pemasaran agar lebih banyak produk yang terjual.

Untuk memperbaiki tingkat turnover, Anda dapat melihat artikel kami berikut ini.

BACA JUGA : 18 Cara Mengurangi Tingkat Turnover Karyawan

Net Promoter Score (NPS) Karyawan

Pengertian NPS

Net Promoter Score (NPS) adalah indikator pengukuran yang digunakan untuk seberapa besar keinginan seseorang untuk mempromosikan sesuatu.

NPS Awalnya digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan, namun pengukuran ini dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi dari karyawan.

Contoh NPS

Contohnya dengan mengajukan pertanyaan sederhana seperti:

 “Seberapa besar kemungkinan Anda akan merekomendasikan bekerja di perusahaan kita kepada teman atau kolega Anda?”

Umumnya, pertanyaan dijawab dalam skala 0 hingga 10, yang menjawab 0 hingga 6 dianggap sebagai pengumpat, 7 dan 8 dianggap pasif, dan 9 hingga 10 responden dianggap sebagai promotor.

Cara Menghitung NPS

Menghitung NPS ini cukup mudah, Anda hanya perlu menghitung jumlah rata-rata dari survey yang diisi oleh karyawan.

Agar lebih mudah dipahami, silahkan lihat contoh di bawah ini:

Jika Anda memiliki 100 responden/karyawan yang mengisi survei Anda.

5 respon ada pada tingkat 0–6 (Dectator)

10 respon ada pada tingkat 7–8 (Passive)

85 respon ada pada tingkat 9–10 (Promoter)

Menghitung persentase untuk setiap kelompok memberi Anda 5% Dectator, 10% Passive, dan 85% Promoter.

  • Promotor: Orang Anda yang paling positif, termotivasi, dan puas terhadap perusahaan
  • Pasif: Karyawan ini netral. Mereka umumnya puas tetapi tidak sepenuhnya berkomitmen pada organisasi
  • Dectator: Segmen karyawan ini tidak senang dengan perusahaan Anda dan cenderung malas-malasan bekerja.

Sekarang hitung NPS perusahaan Anda. Kurangi 5% (Dectator) dari 85% (Promotor), dan akan sama dengan 80%. Karena Net Promoter Score selalu ditampilkan sebagai angka mutlak dan bukan persentase, NPS Anda adalah 80.

Dari nilai NPS ini bisa dikatakan bahwa engagement employee di perusahaan Anda cukup tinggi.  Jika 15% sisanya juga bisa ditingkatkan, tentunya performa perusahaan Akan meningkat juga.

Survei Employee Engagement

Apa itu Survey Employee Engagement?

Survei employee engagement merupakan indikator yang ampuh untuk mengetahui tentang tingkat keterlibatan karyawan. Waktu survei dapat berbeda-beda, tetapi sebaiknya dilakukan secara rutin.

Penggunaan survei memungkinkan tim HR untuk mengajukan pertanyaan khusus tentang pengalaman karyawan.

Bagaimana melakukan survey employee engagement?

Dan survey yang cukup terkenal yaitu menggunakan metode Gallup, Anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  • Apakah Anda tahu apa yang perusahaan harapkan dari Anda dan sebaliknya?
  • Apakah Anda menggunakan material dan peralatan yang layak untuk bekerja?
  • Apakah Anda memiliki kesempatan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan Anda?
  • Apakah dalam 7 hari terakhir ini Anda pernah mendapat pujian atau penghargaan dari atasan Anda?
  • Apakah atasan Anda memperhatikan dan mempertimbangkan perasaan Anda sebagai manusia?
  • Apakah di lingkungan kerja Anda ada pihak yang mendorong Anda untuk berprestasi?
  • Apakah pendapat Anda diperhitungkan dalam lingkungan kerja?
  • Apakah misi dan tujuan perusahaan membuat Anda merasa penting dalam pekerjaan?
  • Apakah rekan kerja Anda selalu melakukan hal yang terbaik dalam pekerjaan?
  • Apakah Anda memiliki teman baik dalam lingkungan kerja?
  • Apakah dalam 6 bulan terakhir ada yang menyampaikan bagaimana kinerja Anda selama ini?
  • Apakah Anda memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang pada setahun terakhir?

Metode Gallup menggunakan survey skala 5 seperti ini.

Kemudian cara menghitungnya seperti berikut :

cara menghitung indikator employee engagement dengan metode gallup

 

Contoh perhitungan :

Untuk mempermudah perhitungan kita ambil contoh semua survey diisi dengan 3.

Maka perhitungannya,

contoh perhitungan indikator survey employee enaggement

 

(3+3)x2 = 12

3+3+3+3 = 12

3+3+3+3 = 12

(3+3)x2 = 12

Total = 48

 

Hasil perhitungan tersebut dicocokan dengan 3 kriteria,

  1. Nilai 65 – 80 Engaged
  2. Nilai 33 – 64 Not Engaged
  3. Nilai 16 – 32 Actively Disengaged

employee engagement

 

Dari hasil survey tersebut Anda dapat mengambil kesimpulan mana karyawan yang memiliki rasa keterikatan atau ketertiban dengan perusahaan, tidak memiliki keterikatan atau ternyata ada yang tidak betah dan menjelek-jelekan perusahaannya kepada orang lain seperti diilustrasikan pada gambar di atas.

Dengan sering melakukan survei, Anda dapat membandingkan hasilnya dengan perusahaan lain di industri yang sama.

Selain itu, Anda dapat membandingkan peningkatan kinerja dengan data historis yang sudah ada sebelumnya.

Dengan membandingkan kedua hal tersebut, Anda dapat mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan dalam strategi employee engagement..

Mendorong keterlibatan karyawan bisa terasa lebih seperti seni daripada sains, tetapi mengukur hasilnya tidak sesulit itu.

Indikator survei ini dapat membantu memastikan Anda berada di jalur yang benar untuk mencapai kesuksesan dalam meningkatkan employee engagement.

Gaji yang Ditawarkan. Bagaimana gaji mempengaruhi employee engagement?

Tingkat penawaran gaji menggambarkan berapa banyak tawaran pekerjaan dengan gaji tertentu yang diterima oleh karyawan.

Employee engagement inilah yang membuat karyawan memiliki suatu komitmen terhadap suatu perusahaan.

Komitmen karyawan dapat dilihat saat mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan lain, namun ingin tetap berada di perusahaannya saat itu.

Untuk mencari seorang karyawan yang berkualitas, tidak jarang perusahaan menawarkan pekerjaan kepada karyawan yang sudah bekerja dan menawarkan tawaran yang lebih tinggi.

Apakah gaji tinggi = employee engagement tinggi?

Jika pada saat menawarkan pekerjaan kemudian ditolak padahal gaji yang Anda tawarkan lebih tinggi.

Pertanyaan introspektif ini penting untuk ditanyakan. Memahami pandangan kandidat tentang budaya tempat kerja adalah elemen penting untuk employee engagement.

  • Mengapa mereka menolak untuk menerima gaji yang lebih besar?
  • Bagaimana Anda menciptakan kegembiraan bagi calon karyawan?
  • Apakah mereka memiliki penawaran yang lebih baik lagi di tempat lain?

Pemberian gaji atau pendapatan tambahan kepada seorang pegawai sebagai apresiasi atas pekerjaan atau kontribusi bukan hal yang menjadi faktor penentu.

Pengembangan Pribadi

Kemauan karyawan untuk berkembang adalah salah satu indikator employee engagement yang cukup penting untuk diketahui dari waktu ke waktu.

Karyawan harus memiliki rasa ingin berkembang di dalam pekerjaan mereka, memperluas jabatan mereka, finansial dan merasa tertantang untuk memiliki lebih banyak tanggung jawab.

Interaksi dengan atasan harus sering dilakukan karena dapat membentuk dasar yang kuat untuk manajemen kinerja yang sukses.

Salah satu tujuan utama dari setiap atasan adalah untuk memastikan tim mereka tumbuh dan memenuhi tujuan dalam perusahaan.

Interaksi rutin ini adalah cara yang bagus untuk tetap berhubungan.  Anda juga bisa menggunakan metode pengukuran kinerja umpan balik 360 derajat, untuk melihat perkembangan pribadi karyawan.

Kesimpulan

Employee Engagement merupakan hal penting untuk mendorong keberhasilan suatu perusahaan. Dengan menggunakan indikator employee engagement yang telah kami ulas di atas, Anda dapat mengetahui seberapa besar tingkat keterlibatan karyawan di perusahaan.

Setelah mengetahuinya, barulah Anda dapat memutuskan bagaimana mempertahankan karyawan yang memiliki keterlibatan tinggi dan meningkatkan karyawan yang tidak memiliki keterikatan terhadap perusahaan.

Banner KaryaOne - Aplikasi Penggajian Karyawan Terbaik

 

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *