Keuntungan dan Kerugian Jam Kerja Fleksibel

jam kerja fleksibel

Salah satu hal yang diinginkan dan dicari oleh banyak pencari kerja adalah fleksibilitas peraturan perusahaan terutama mengenai jam kerja.

Mungkin jam kerja fleksibel dianggap memberikan banyak keuntungan untuk karyawan. Namun sebenarnya terdapat pula kerugian yang akan dirasakan karyawan dengan jam kerja yang fleksibel.

Sebagai gambaran dan pertimbangan bagi Anda untuk mencari perusahaan dengan peraturan yang sesuai dengan keinginan Anda dalam hal jam kerja, perhatikan beberapa keuntungan dan kerugian jam kerja fleksibel berikut:

Keuntungan Jam Kerja Fleksibel

Jam kerja yang fleksibel memberi beberapa manfaat untuk karyawan, seperti:

1. Fleksibilitas dalam Urusan Pribadi

Dengan jam kerja yang fleksibel, karyawan bisa melakukan banyak keperluan pribadi. Misalnya seperti bertemu dengan keluarga atau teman, mengurus dokumen seperti KTP dan SIM tanpa harus izin dari kantor, ikut kelas olahraga dan sebagainya.

2. Menekan Waktu dan Biaya

Waktu dan biaya yang dimaksud di sini misalnya waktu perjalanan ke kantor dan uang makan.

Karyawan, khususnya yang bekerja di daerah Jakarta, tentu sudah tidak asing dengan kemacetan jalan raya di pagi dan sore hari. Jika sebuah perusahaan menerapkan jam kerja yang fleksibel, maka karyawan bisa memilih untuk menghindari kondisi macet dengan berangkat di jam lain.

Kemudian, jika perusahaan memberlakukan kebijakan yang memperbolehkan karyawan bekerja dari rumah maka hal ini akan semakin menguntungkan karyawan. Pasalnya karyawan tidak perlu mengeluarkan ongkos jalan dan juga uang makan karena bisa bekerja dan makan di rumah.

3. Mengurangi Stress

Berlanjut dari poin sebelumnya, jam kerja yang fleksibel juga bisa mengurangi stress yang dirasakan karyawan. Jalanan yang macet atau lingkungan kerja yang tidak baik misalnya, bisa membuat seseorang stress dalam bekerja.

Baca juga:  Kebahagiaan Karyawan, Mengapa Begitu Penting?

4. Dapat Mengatur Jadwal Sendiri

Dengan memungkinkan karyawan memilih jam kerja mereka sendiri, perusahaan dapat mendorong semangat kewirausahaan karyawan. Kebijakan jam kerja yang fleksibel secara tak langsung mengajarkan karyawan banyak hal, salah satunya rasa tanggung jawab yang besar atas pekerjaan mereka.

5. Mengurangi Beban Karyawan

Fleksibilitas jam kerja memungkinkan karyawan untuk beristirahat kapanpun mereka inginkan tanpa harus menerima komplain dari atasan.

6. Mendorong Produktifitas Karyawan

Fleksibilitas ini juga memungkinkan karyawan untuk bekerja di saat yang mereka inginkan. Sebagai contoh, ada orang yang produktif di malam hari, namun ada juga mereka yang produktif di pagi hari. Dengan jam kerja yang fleksibel, karyawan bebas bekerja kapanpun merasa dirinya sedang produktif.

Manfaat Kebijakan Jam Kerja Fleksibel untuk Perusahaan

Tidak hanya karyawan, namun perusahaan juga bisa mendapat sejumlah manfaat dari jam kerja fleksibel, yaitu:

  • Meningkatkan moral, engagement dan komitmen karyawan terhadap perusahaan
  • Mengurangi jumlah absen
  • Meningkatkan kesempatan untuk merekrut karyawan terbaik
  • Mengurangi tingkat turnover karyawan
  • Memperpanjang jam kerja untuk divisi tertentu, seperti customer service
  • Mengembangkan gambaran mengenai perusahaan dengan lingkungan kerja yang baik untuk karyawan

Kerugian Jam Kerja Fleksibel

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, selain manfaat ada juga kerugian yang didapat karyawan dari jam kerja yang fleksibel. Beberapa di antaranya adalah:

1. Komunikasi dan Kerja Sama yang Kurang Baik dengan Rekan Kerja

Belum tentu jadwal kerja karyawan yang satu dengan yang lainnya sama, sehingga kemungkinan terjadinya miss communication dan kerja sama yang kurang baik tentu ada.

Baca juga:  10 Jenis Profesi yang Penuh Tekanan Saat Ini

Hal ini diperburuk terlebih jika jam kerja antar karyawan dalam satu tim kerja sangat bertolak belakang. Bagaimana Anda bisa bekerja sama dengan baik bersama rekan kerja satu tim jika jam kerja Anda saling bertolak belakang?

2. Anggapan yang Kurang Baik dari Lingkungan Sekitar

Bekerja dari rumah sering kali membuat Anda menjadi bahan perbincangan di lingkungan tempat Anda tinggal. Tetangga bisa menganggap Anda sebagai seorang pengangguran karena tidak pernah terlihat berangkat kerja layaknya karyawan pada umumnya.

3. Tidak Ada Perbedaan Lingkungan Kerja dan Rumah

Terkadang fleksibilitas jam kerja tidak berujung positif pada karir dan kehidupan personal Anda. Sejatinya, rumah adalah tempat untuk Anda bersirahat, namun Anda menggunakannya untuk bekerja.

Di sini sudah tidak ada lagi perbedaan antara kehidupan dan lingkungan kerja ataupun rumah. Bahkan kehidupan pribadi Anda bisa saja mengganggu atau terganggu dengan kebijakan ini.

Kerugian Jam Kerja Fleksibel untuk Perusahaan

Sama seperti sebelumnya, perusahaan juga bisa mengalami kerugian dengan adanya jam kerja fleksibel:

  • Manajer atau atasan¬† sulit mengadakan rapat kerja dengan anggota tim yang lengkap karena adanya perbedaan jam kerja
  • Banyak karyawan yang memanfaatkan kebebasan jam kerja ini untuk melakukan hal selain bekerja, misalnya menonton, jalan-jalan atau bermalas-malasan
  • Manajer yang terbiasa mengawasi pekerjaan karyawan secara langsung di kantor harus menyesuaikan diri dan mencari cara untuk tetap bisa menjaga produktifitas karyawannya
  • Karyawan yang terbiasa bekerja di kantor malah tidak produktif jika harus bekerja di rumah sehingga tentu merugikan perusahaan
  • Klien sulit menghubungi dan bertemu dengan karyawan

Sumber:
TheBalance: Advantages and Disadvantages of Flexible Work Schedules

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *