Inilah Pentingnya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

jaminan kecelakaan kerja

Salah satu tanggung jawab yang harus dilakukan oleh perusahaan kepada setiap karyawannya adalah memberikan jaminan kecelakaan kerja (JKK).

Hal ini mengingat ada banyak profesi pekerjaan yang memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi, misalnya saja pekerja bangunan, supir, buruh pabrik, pekerja lapangan, jurnalis dan sebagainya.

Apa Itu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)?

Untuk memastikan semua tenaga kerja mendapatkan perlindungan dalam melakukan pekerjaannya, pemerintah membuat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Program ini merupakan salah satu bagian dari BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasarkan PP No. 44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, jaminan kecelakaan kerja adalah manfaat berupa uang tunai dan/atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Program JKK bertujuan memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayarkan iuran bagi peserta penerima upah (karyawan yang sudah didaftarkan) dengan perincian:

Baca juga:  Apa itu PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu)?

1. Tingkat risiko sangat rendah = 0,24 % dari upah sebulan
2. Tingkat risiko rendah = 0,54 % dari upah sebulan
3. Tingkat risiko sedang = 0,89 % dari upah sebulan
4. Tingkat risiko tinggi = 1,27 % dari upah sebulan
5. Tingkat risiko sangat tinggi = 1,74 % dari upah sebulan

Manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jaminan kecelakaan kerja memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat dimulai berangkat bekerja sampai tiba kembali di rumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja.

Secara lebih lengkap, ada tujuh manfaat yang bisa dirasakan oleh karyawan, yakni:

Pelayanan kesehatan
Santunan berbentuk uang
Program kembali bekerja (return to work)
Kegiatan promotif dan preventif untuk mendukung terwujudnya keselamatan dan kesehatan kerja
Rehabilitas
Beasiswa pendidikan anak bagi peserta yang meninggal dunia
Masa kadaluarsa klaim selama 2 tahun sejak kecelakaan terjadi

Prosedur Klaim JKK

Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, masa kadaluarsa klaim adalah 2 tahun dihitung dari tanggal kejadian kecelakaan.

Perusahaan wajib memberikan laporan secara lisan maupun elektronik mengenai kejadian kecelakaan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan paling lambat 2×24 jam setelah kejadian. Perusahaan juga harus mengirimkan formulir BPJS Ketenagakerjaan 3 (laporan kecelakaan kerja tahap I) yang telah dilengkapi dengan dokumen pendukung.

Baca juga:  Jenis-Jenis Investasi yang Paling Menguntungkan

Jika tenaga kerja sudah dinyatakan sembuh/meninggal oleh pihak dokter, perusahaan wajib mengisi formulir 3a (laporan kecelakaan kerja tahap II) dan dikirim kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan maksimal 2×24 jam setelah tenaga kerja dinyatakan sembuh/meninggal.

Jika prosedur tersebut selesai dilakukan, selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan akan mengganti biaya kecelakaan kerja tersebut kepada tenaga kerja atau ahli waris.

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan banyak sekali manfaat dan keuntungan yang didapat dengan mengikuti program JKK. Namun, tidak ada salahnya Anda juga mendaftarkan diri pada jenis-jenis asuransi lainnya. Karena kecelakaan kerja sama sekali tidak terduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *