Jenis Jenis APD Yang Dibutuhkan Oleh Tenaga Medis

jenis apd

Kelengkapan jenis jenis APD diperlukan untuk meminimalkan penularan covid 19. Jenisnya sangat banyak dan perlu digunakan, tergantung kondisi di lapangan.

Bicara tentang penyebaran virus corona, orang yang berpotensi terjangkiti virus ialah tenaga medis. Secara, merekalah yang berjuang dan bersinggungan dengan virus. Yakni untuk proses penanganan, perawatan pasien sampai proses penyembuhannya.

Resiko yang sangat besar ini tentu harus diantisipasi dengan memakai peralatan untuk perlindungan. Setiap petugas medis diwajibkan untuk menggunakannya. Begitupun bagi petugas kebersihan yang berada di rumah sakit.

Ketika petugas medis ini didukung dengan APD (alat perlindungan diri) yang bagus, pekerjaannya akan lebih maksimal. Harapannya supaya pandemic ini cepat berakhir. Masyarakat bisa beraktifitas normal layaknya sebelum virus muncul.

face shieldStandar APD Kesehatan Yang Baik

Petugas medis menjadi pilar penting dalam menyembuhkan virus covid 19. Perjuangannya yang tidak kenal lelah memang sangat dibutuhkan. Dan ini perlu diapresiasi sekaligus didukung pekerjaannya.

Salah satu bentuk upaya pemerintah dalam mendukung perjuangannya di lapangan ialah dengan melengkapinya dengan jenis jenis APD yang mumpuni. Mengenai APD tersebut, ada kriterianya supaya bisa bermanfaat secara maksimal. Untuk standarnya sebagai berikut ini.

  1. Bisa Melindungi Tubuh

Penyebaran virus ini terbilang sangat cepat. Percikan air liur maupun dahak menjadi sarana untuk menempel pada orang lain. Menyadari akan hal ini, alat perlindungan dibutuhkan supaya tidak membuat dahak ini bisa menyentuh kulit.

Peralatan ini seharusnya bisa mengamankan tubuh dari kontak langsung dengan virus. Dengan begitu, tidak ada celah bagi virus untuk masuk ke tubuh pemakai APD.

  1. Tidak Cepat Rusak

Beberapa perlengkapan ini diharapkan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Meskipun kenyataannya, beberapa perlengkapan hanya akan digunakan sekali pakai. Sehabis itu, alat ini akan dibuang sesuai prosedur yang berlaku.

Agar tidak cepat rusak, pemanfaatan bahan untuk pembuatannya juga harus sesuai standar. Dengan awetnya alat, petugas kesehatan bisa terlindungi ketika melakukan penanganan terhadap pasien.

  1. Ringan dan Nyaman

Standar APD kesehatan yang bagus ditandai dengan ringannya alat ketika dikenakan. Kemudian, pemakaiannya tidak membatasi setiap gerakan. Karena para petugas juga butuh pergerakan yang maksimal untuk melakukan penanganan.

Tubuh yang lebih bebas memungkinkan petugas medis merasakan kenyamanan. Kenyamanan inilah yang nantinya akan membuat pekerjaannya lebih maksimal. Alhasil, penyebaran covid 19 bisa diputus secepat mungkin.

  1. Mudah Dibersihkan

Jenis jenis APD untuk melindungi diri ini ada yang digunakan beberapa kali. Kualitasnya yang masih bagus dan aman akan terus digunakan. Tujuannya jelas untuk meminimalkan pergantian alat yang terus menipis.

Setidaknya, peralatan yang digunakan untuk melindungi tubuhnya bisa dibersihkan setelah dipakai. Ini bisa dilakukan sehabis mengerjakan pekerjaannya. Nantinya, peralatan ini bisa digunakan kembali di hari berikutnya asalkan masih bagus.

BACA JUGA : Face Shield Alternatif Pencegah Virus Corona yang Lebih Efektif

Jenis Alat Perlindungan Diri

Rancangan APD dibuat khusus untuk membatasi gerak partikel ataupun virus ke tubuh orang lain. Sebagai penghalang, alat ini memang harus sangat baik. Dan jenisnya cukup banyak. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  1. Penutup Kepala

Salah satu dari jenis jenis APD yang penting dikenakan ialah penutup kepala. Alat ini sifatnya hanya sekali pakai. Jadinya, peralatan ini harus diperbarui setiap harinya.

Fungsi dari peralatan ini tidak lain untuk menghalangi area kepala dari kontak dengan percikan air yang terkontaminasi dengan virus. Kualitasnya harus bagus, setidaknya mampu menahan cairan serta tidak mudah robek.

  1. Masker

Masker juga sangat penting untuk dipakai. Masker ini bakalan melindungi area mulut yang merupakan bagian paling vital untuk diterobos virus. Masker terbaik yang harusnya digunakan petugas medis ialah masker N95.

Ciri khasnya ialah dibuat dari 3 lapisan. Bahan pembuatnya ialah polypropylene. Bahan ini dipandang lebih efektif dalam menyaring partikel sampai 95%.

Yang perlu diingat bahwa masker jenis ini hanya digunakan sekali pakai. Orang yang diharuskan menggunakannya hanya petugas medis. Sementara masyarakat awam dianjurkan untuk menggunakan masker kain saja agar petugas medis tidak kehabisan stok.

  1. Pelindung Mata dan Wajah

APD yang juga dibutuhkan oleh petugas medis ialah pelindung mata dan wajah. Jenis jenis APD ini dibuat dari bahan plastik transparan yang mana akan menjadi tameng pada area mata dan seluruh wajah. Fungsinya untuk menghalangi percikan air yang keluar dari mulut pasien.

  1. Gaun Medis

Sama halnya dengan pelindung wajah dan mata, perlindungan keseluruhan tubuh juga sangat diperlukan. Penggunannya ditujukan untuk menutupi area lengan dan tubuh ketika melakukan penanganan terhadap pasien.

Mengenai gaunnya sendiri ini dibuat sebaik mungkin. Salah satunya dilapisi dengan semacam apron yang tahan terhadap disinfektan. Selain itu, gaun ini tidak mudah robek.

  1. Sarung Tangan

Dalam penanganannya, petugas medis pastinya akan sering menggunakan tangannya. Seringnya menggunakan tangan memungkinkan tangan akan bersinggungan dengan air liur yang bercampur dengan virus.

Sebagai langkah antisipasi untuk menghindari penyebarannya ke dalam tubuh, petugas medis akan mengenakan sarung tangan. Bahan terbaik untuk sarung tangan ini terbuat dari lateks ataupun karet.

  1. Sepatu Pelindung

Jenis jenis APD yang terakhir ialah sepatu pelindung. Sepatu yang terbaik harus bisa melindungi seluruh area kaki. Mulai dari ujung kaki sampai betis.

Bahannya juga harus tahan terhadap cairan. Biasanya, bahan untuk sepatu medis ini terbuat dari karet. Atau jika memang dibuat dari kain, bahan ini tetap bisa mencegah cairan masuk ke area kaki petugas.

Tingkatan Penggunaan APD Kesehatan       

Bicara mengenai penggunannya, jenis jenis APD Kesehatan yang dikenakan oleh petugas memiliki tingkatannya sendiri. Ini bergantung pada kondisi dan aktivitas dari petugas medis itu sendiri. Secara umum, penggunannya adalah sebagai berikut.

Pemakaian APD untuk kegiatan yang tidak menimbulkan resiko tinggi. Ini dicontohkan dengan tidak menimbulkan aerosol. Biasanya digunakan di tempat praktik. Untuk jenis alat perlindungan yang digunakan adalah masker, gaun dan sarung tangan saja.

Tenaga medis akan menggunakan lebih banyak APD jika mereka bertugas di ruang perawatan. Di sini, petugas biasanya akan melakukan pengambilan sample di ruangan yang disediakan. Untuk itulah, peralatan yang dibutuhkan harus lebih banyak. Diantaranya ialah masker, pelindung mata, pelindung kepala, sarung tangan dan gaun.

Kemudian bila tenaga medis mulai bersinggungan langsung dengan pasien, peralatannya harus komplit. Khususnya, peralatan ini wajib dikenakan saat berhadapan dengan pasien untuk ditindaklanjuti. Contohnya ialah untuk proses pembedahan yang menimbulkan aerosol.

Keseluruhan APD yang disebutkan di atas wajib dikenakan. Tujuannya agar virus ini tidak menular ke tubuh petugas. Dengan begitu, petugas akan terjaga keamanannya dan siap untuk menunaikan tugas utamanya dalam menangani pasien.

Khusus untuk maskernya sendiri, petugas medis diharapkan menggunakan masker yang berlapis. Terutama bila petugasnya bekerja di ruang bedah. Setidaknya, masker ini berisi 4 lapis yang nantinya bermanfaat untuk menghalangi partikel kecil dengan lebih baik.

Itulah beberapa peralatan yang dibutuhkan tenaga medis dalam melakukan pekerjaan mulianya dalam meminimalkan penyebaran virus corona. Sebagai pejuang di garda terdepan, sudah semestinya mereka didukung dengan perlengkapan yang mumpuni. Yakni dengan mengupayakan pada penyediaan jenis jenis APD yang lebih baik.

Referensi : Standar Alat Pelindung Diri (APD) dalam Manajemen Penanganan Covid-19

__________
KaryaONE adalah HR dan Software Payroll Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

attendance management system

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *