Jenis-Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya

Back to Blog
jenis jenis pengangguran

Salah satu masalah besar yang dihadapi sejumlah negara adalah tingkat pengangguran yang tinggi. Bahkan banyaknya jumlah pengangguran memunculkan beberapa jenis pengangguran berbeda yang bisa Anda temukan.

Tiga jenis pengangguran utama adalah pengangguran struktural dan friksional yang menghasilkan tingkat pengangguran alami, serta ada juga pengangguran siklis (perputaran) yang terjadi akibat resesi.

Selain tiga jenis pengangguran tersebut, masih ada beberapa jenis-jenis pengangguran lainnya yang bisa dibedakan atas beberapa faktor, seperti di bawah ini:

1. Natural

Pengangguran terjadi di semua sektor industri tanpa terkecuali dengan tingkatan yang berbeda-beda. Secara global, tingkat pengangguran terendah adalah 2,5% yang terjadi setelah perang Korea yang kemudian berujung pada resesi.

Jenis pengangguran natural merupakan bagian dari dua jenis pengangguran utama yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu struktural dan friksional.

2. Friksional

Pengangguran friksional terjadi ketika seorang karyawan resign namun belum mendapatkan pekerjaan baru. Umumnya karyawan resign karena alasan pribadi mereka, seperti pindah rumah atau memang ingin mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.

Jenis ini juga terjadi ketika seseorang mencari pekerjaan pertamanya atau ketika perempuan ingin kembali ke dunia kerja karena memutuskan untuk tidak menjadi ibu rumah tangga lagi.

Baca juga:  Inilah 6 Hal yang Diinginkan Karyawan di Tempat Kerja

Pengangguran ini bersifat jangka pendek dan merupakan bagian alami dari proses pencarian pekerjaan. Sebenarnya, pengangguran friksional memiliki dampak positif bagi sektor ekonomi karena memungkinkan pekerja pindah ke pekerjaan di tempat mereka bisa lebih produktif.

3. Struktural

Pengangguran struktural terjadi ketika adanya perubahan dalam sektor ekonomi yang menciptakan ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki pekerja dan keterampilan yang dibutuhkan oleh pengusaha. Misalnya saja penggantian tenaga kerja buruh dengan mesin dan teknologi canggih yang banyak terjadi di pabrik.

Resesi yang panjang sering menciptakan jenis pengangguran struktural. Pekerja yang menganggur terlalu lama perlahan akan kehilangan keterampilan mereka dan kondisi ini menyebabkan peningkatan pengangguran alami yang lebih tinggi.

4. Siklis

Tidak seperti jenis pengangguran natural, pengangguran siklis terjadi ketika permintaan barang dan jasa turun drastis sehingga memaksa pemilik perusahaan untuk memberhentikan banyak karyawannya dengan tujuan memangkas pengeluaran perusahaan.

Jenis ini juga cenderung menciptakan lebih banyak lagi pengangguran karena karyawan yang diberhentikan tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehingga semakin menurunkan permintaan.

5. Jangka Panjang

Pengangguran jangka panjang terjadi bagi mereka yang secara aktif mencari pekerjaan selama lebih dari 27 minggu. Sayangnya, persentase yang lebih tinggi dari pengangguran masuk ke dalam kategori ini.

Baca juga:  7 Tanda Karyawan Anda Stres

6. Musiman

Sesuai dengan namanya, jenis pengangguran musiman terjadi karena perubahan musim di suatu daerah atau negara. Beberapa profesi yang termasuk ke dalam jenis pengangguran ini adalah penjual es, jas hujan, karyawan di tempat wisata, instruktur ski, buruh konstruksi, petani buah tertentu dan sebagainya.

7. Klasik

Pengangguran jenis ini juga dikenal sebagai “pengangguran upah riil” atau “pengangguran terinduksi”. Pengangguran klasik terjadi ketika upah minimum provinsi (UMP) lebih tinggi daripada daripada hukum penawaran dan permintaan. Ada tiga situasi dalam jenis ini:

  • Serikat pekerja menegosiasikan gaji dan tunjangan yang lebih tinggi
  • Kontrak jangka panjang menetapkan upah yang terlalu tinggi karena resesi
  • Pemerintah menetapkan upah minimum yang terlalu tinggi

Perusahaan harus memberikan upah yang besar untuk setiap karyawan, sehingga memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan. Mereka yang dipecat adalah “korban” pengangguran klasik.

8. Setengah Pengangguran

Mereka yang termasuk dalam jenis ini adalah mereka yang memiliki pekerjaan namun tidak bekerja sesuai dengan kapasitas dan tingkat keahlian mereka yang sebenarnya.

Sumber:
TheBalance: Types of Unemployment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog