10 Jenis Profesi yang Penuh Tekanan Saat Ini

jenis profesi yang penuh tekanan

Tidak semua orang menyukai profesi mereka, karena mungkin saja profesi itu dijalankan dengan alasan tekanan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Dapat dikatakan bahwa banyak orang yang memiliki profesi tidak sesuai dengan keinginan atau cita-cita mereka.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Brandwatch dan Monster, tidak sedikit orang yang merasa tertekan karena profesi yang dijalankannya.

Bahkan profesi dengan gaji yang tinggi sekalipun tak menjamin kebahagiaan, malah memberikan tekanan pada karyawan. Setidaknya ada 10 jenis profesi yang penuh tekanan seperti yang dirasakan oleh sebagian orang seperti berikut ini.

1. Safety Inspector

Faktor keamanan adalah hal terpenting di setiap lapangan kerja, namun mereka yang bekerja di bidang ini tidak selalu menikmati pekerjaannya.

Walaupun profesi ini memberikan gaji yang cukup tinggi, namun penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang terjun ke profesi ini sering mengeluh di media sosial.

Para pekerja cenderung merasa tertekan karena banyaknya program yang harus dijalankan untuk melindungi orang lain. Mereka harus terus mengembangkan, mengimplementasikan dan mengatur program yang sebenarnya bisa membahayakan diri mereka sendiri.

2. Data Analyst

Para pekerja yang berprofesi sebagai Data Analyst di daerah Maryland dan New Jersey, Amerika Serikat, mengaku tidak suka dengan pekerjaannya.

Mereka harus mengumpulkan, mengatur dan menginterpretasikan banyak data ke dalam bentuk informasi statistik.

Pada dasarnya, tugas seorang Data Analyst adalah mencari metode untuk mengubah nilai numerik ke berbagai jenis fungsi. Fungsi tersebut kemudian digunakan perusahaan untuk memecahkan masalah dan meningkatkan efisiensi kerja.

Namun ternyata, duduk bekerja di depan komputer sepanjang hari untuk menganalisa data yang rumit membuat mereka merasa frustrasi.

3. Perawat

Salah satu daerah dengan jumlah perawat yang banyak merasa tertekan dengan pekerjaannya adalah Rhode Island, Amerika Serikat.

Survei menunjukkan bahwa negara bagian tersebut banyak mendapat laporan mengenai ketidakpuasan yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai perawat atau profesi lain yang berhubungan dengan kesehatan.

Tidak semua pasien yang dirawat akan pulih, bisa saja ada pasien yang telah dirawat dengan baik namun pada akhirnya meninggal.

Baca juga:  Membangun Tim Kerja yang Solid dan Tangguh

Hal ini memberikan tekanan tersendiri bagi beberapa perawat karena mereka akan merasa kehilangan dan bahkan merasa bersalah.

Selain itu, perawat juga harus berhadapan dengan berbagai macam penyakit yang bisa mengganggu kesehatan mereka sendiri. Karena itulah jumlah perawat yang mengeluh karena tekanan profesi mereka terus meningkat.

4. Sales Ritel

Dalam dunia ritel, ada pemahaman bahwa “pelanggan selalu benar” atau “pelanggan adalah raja”. Tetapi, hal tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya berlaku untuk semua pelanggan.

Para pekerja yang memiliki profesi di dunia ritel harus berhadapan dengan banyak pelanggan dan berbagai komplain yang berbeda-beda. Sering kali mereka juga harus menahan diri menghadapi pelanggan yang marah karena alasan tertentu.

5. Industri Kuliner

Walaupun terlihat seru dan menyenangkan, namun ternyata bekerja di industri kuliner bisa memberi tekanan, khususnya mereka yang berada di bagian dapur.

Pelanggan tidak peduli dengan apa yang terjadi di bagian dapur, pelanggan hanya mementingkan kualitas makanan yang mereka dapat. Sementara itu para pekerja di bagian dapur bekerja keras demi membuat pelanggan senang dengan masakan mereka.

Para pekerja di balik layar industri ini juga tidak mendapat gaji atau upah yang sesuai dengan jam kerja dan tenaga yang telah mereka gunakan.

6. Pekerja Kasar

Profesi sebagai pekerja kasar seperti tukang las misalnya, mengungkapkan ketidakpuasan mereka dalam bekerja karena merasa banyak tekanan yang diterima.

Tidak begitu jelas apa alasan spesifik yang membuat mereka membenci pekerjaannya, namun diperkirakan salah satu alasan utamanya adalah karena cuaca panas yang semakin menyulitkan pekerjaan mereka.

Para pekerja kasar harus berdekatan dengan api dan mesin sekaligus menghadapi cuaca panas yang menyengat.

7. “Debt Collector”

Maksud dari Debt Collector di sini bukanlah Debt Collector yang menagih uang dengan cara kekerasan seperti di film-film. Melainkan Debt Collector di sini adalah para akuntan yang bertanggung jawab memastikan perusahaan menerima pembayaran dari klien.

Baca juga:  10 Keuntungan Perusahaan Merekrut Freelancer

Walaupun telah ada perkiraan transaksi keuangan dan deposito, namun para akuntan tersebut memiliki tugas yang kurang enak. Mereka mengemban tanggung jawab untuk mengirimkan tagihan kepada klien yang belum membayar.

Bayangkan saja jika mereka melakukan panggilan telepon ke beberapa klien untuk menagih, pasti akan ada suasana tidak enak di antara kedua pihak.

8. Tukang Pos

Di Maryland, Amerika Serikat, para tukang pos harus menghadapi banyaknya pelanggan yang komplain karena surat yang datang terlambat. Gaji mereka juga dianggap tidak sesuai dengan banyaknya pekerjaan yang diemban.

Tidak hanya tukang pos yang mengantarkan surat di lapangan saja, para pekerja yang berkaitan dengan profesi ini walaupun ditempatkan di dalam kantor sekalipun merasakan tekanan yang serupa.

Mereka dikejar oleh masing-masing deadline dan akan disalahkan jika ada surat atau paket yang terlambat sampai ke penerima. Padahal kesalahan pengiriman bisa terjadi karena banyak faktor, tidak hanya dari satu atau dua orang pihak pos saja.

9. Petugas Kebersihan

Seorang petugas kebersihan, baik yang bekerja di dalam ataupun luar ruangan bertanggung jawab untuk membersihkan semua area yang dikotori orang lain.

Terkadang kita saja malas untuk membersihkan rumah atau kamar sendiri karena melelahkan, apalagi mereka yang harus membersihkan area besar.

Menurut survei, orang yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di negara bagian Ohio, Amerika Serikat, meluapkan perasaan mereka melalui media sosial mengenai rasa tidak puas atas tekanan yang dialaminya.

10. Pembantu Rumah Tangga (PRT)

Gaji kecil, pekerjaan yang selalu muncul kapanpun dan tidak dihargai adalah beberapa hal utama yang menekan mereka yang berprofesi sebagai PRT.

Hampir sama dengan petugas kebersihan, PRT pada dasarnya harus “menyulap” seisi rumah menjadi rapi dan bersih, belum lagi ditambah dengan tugas mereka untuk memasak hingga menjaga anak sang majikan.

Sumber:
Salary: 10 Jobs People Complain About the Most

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *