Tips Menangani Karyawan yang Memiliki Pekerjaan Sambilan

Ada kalanya kita menemukan karyawan perusahaan memiliki pekerjaan sambilan. Misalnya, karyawan tersebut menjadi freelancer atau bahkan karyawan di perusahaan lainnya.

Tentunya, kita berharap karyawan tersebut tidak memiliki sambilan di tempat lainnya. Seberapa besar gaji yang kita berikan, tantangan yang kita berikan atau kesempatan berkembang yang kita berikan, tetap ada kemungkinan karyawan akan tetap mencari sambilan di luar perusahaan.

Walaupun banyak pemilik perusahaan yang keberatan dengan hal ini, namun sebenarnya kasus ini tidaklah sepenuhnya buruk. Pasalnya, pekerjaan sambilan bisa saja turut mempertajam kemampuan karyawan atau bahkan mengembangkan kemampuan lainnya. Dengan melakukan pekerjaan sambilan, karyawan secara langsung belajar melakukan multi-tasking dan manajemen waktu.

Kendati demikian, hal ini bisa menjadi masalah ketika ada konflik kepentingan antara pekerjaan karyawan di perusahaan dan pekerjaan sambilan yang dilakukannya. Karyawan bisa burnt out, sakit karena kelelahan, atau izin dengan alasan apapun untuk melakukan pekerjaan sambilannya tersebut. Jika hal ini terjadi, produktivitas dan kinerja karyawan tersebut bisa menurun.

Lalu apa yang dapat dilakukan? Ada beberapa tips untuk mengatasi permasalahan ini :

1. Lakukan Konseling

Cari tahu mengapa karyawan memiliki pekerjaan sambilan. Beritahu bahwa kegiatan tersebut sebenarnya merugikan perusahaan. Karenanya, sebaiknya minta karyawan untuk memilih apakah masih bersedia untuk bekerja di perusahaan kita atau mengundurkan diri untuk menjalankan pekerjaan sambilannya.

Baca juga:  5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memecat Karyawan

Minta mereka untuk memperbaiki kondisi tersebut dengan batas waktu. Agar lebih pasti, sediakan Letter of Commitment yang akan mengatur tentang sanksi tertentu. Cara ini akan memberi penekanan bahwa jika yang bersangkutan terbukti masih bekerja sambilan, maka dia harus bersedia menerima sanksi perusahaan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

2. Sanksi PHK Secara Undang-Undang Perusahaan

Apabila konseling telah dilakukan dan karyawan tetap ditemukan memiliki pekerjaan sambilan, kita dapat mengambil tindakan yang lebih serius. Memang, Perundangan Ketenagakerjaan tidak mengatur kerja freelance atau kerja di perusahaan lainnya, namun kita masih bisa mengaturnya dalam PK/PP/PKB.

Artinya, perusahaan bisa menetapkan bahwa pekerjaan sambilan tidak diperbolehkan dan karyawan yang memiliki pekerjaan sambilan bisa dikenakan sanksi berdasarkan undang-undang yang berlaku. Karyawan bisa langsung di-PHK dengan memenuhi hak dan kewajibannya sesuai undang-undang. Pastikan proses PHK disertai bukti yang sahih.

3. Berlakukan Sistem Cuti Dengan Gaji Tidak Dibayar

Untuk mencegah karyawan memiliki sambilan, kita bisa memberlakukan sistem cuti dengan gaji tidak dibayar apabila karyawan ijin tanpa bukti yang jelas.

Misalnya, karyawan izin sakit tanpa surat keterangan dokter, izin memperbaharui SIM tanpa bukti diperbaharuinya SIM, izin memperbaharui STNK tanpa bukti diperbaharuinya STNK dan sebagainya. Khusus mengenai izin sakit, apabila karyawan telah menyediakan surat keterangan dokter namun kita ragu atas keabsahan surat, maka kita dapat melakukan konfirmasi ke dokter tersebut guna memastikan karyawan tersebut memang menjadi pasien pada tanggal yang tertera di surat tersebut.

Baca juga:  Menahan Ijazah Karyawan atau Membangun Kepercayaan?

4. Potong Hak Cuti

Perusahaan bisa memotong hak cuti karyawan apabila karyawan izin tanpa keterangan dan bukti yang jelas. Disini Anda bisa mengkombinasikan pemotongan hak cuti dengan cuti dimana gaji tidak dibayar. Artinya, setelah semua hak cutinya habis digunakan, karyawan mulai mendapatkan cuti dengan gaji tidak dibayar.

5. Lakukan Mutasi

Karyawan bisa dimutasi ke jabatan dengan job description yang menjemukan atau ke lokasi yang jauh. Dengan demikian, yang bersangkutan bisa jera atau bahkan mengundurkan diri dengan kesadaran dirinya sendiri.

6. Lakukan Penundaan Peningkatan Gaji

Lakukan cara ini dan kaitkan hal tersebut dengan kinerja buruk sebagai akibat dari dilakukannya pekerjaan sambilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *