Kebahagiaan Karyawan, Mengapa Begitu Penting?

kebahagiaan karyawan

Sudah ada banyak penjelasan mengenai pentingnya kebahagiaan karyawan bagi perusahaan tempat mereka bekerja. Namun tidak sedikit para pemilik perusahaan yang masih belum mengerti sepenuhnya mengapa kebahagiaan karyawan begitu penting.

Jika Anda adalah salah satunya, baca alasannya di bawah ini:

1. Produktivitas Lebih Baik

Kebahagiaan karyawan dapat memberi dampak positif pada produktivitas mereka secara keseluruhan.

Dapat dikatakan bahwa kebahagiaan adalah motivator. Semua orang akan senang melakukan sesuatu yang membuat diri mereka bahagia, termasuk karyawan Anda.

Kantor memang bukan tempat untuk bersenang-senang, tapi jika karyawan merasa berprestasi, diterima dan dipuji di tempat kerja maka mereka ingin terus memastikan hal tersebut tetap ada. Mereka akan bekerja keras, mencapai goal dan memusatkan perhatian pada tanggung jawab mereka untuk mencapai hal-hal tersebut.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan karyawan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja.

Sementara itu, karyawan yang tidak bahagia walaupun terlihat bekerja secara fisik, namun produktivitas mereka akan menurun karena kondisi mental yang dialami. Penelitian mengatakan, karyawan yang tidak bahagia menghabiskan biaya ekonomi Amerika sampai US$ 350 miliar per tahun karena kehilangan produktivitas.

Hal ini juga berlaku bagi karyawan yang belum tentu tidak bahagia, namun telah mencapai titik dalam karir mereka di mana mereka tidak dapat lagi tumbuh baik di dalam perusahaan maupun sebagai seorang profesional.

2. Angka Penjualan Lebih Tinggi

Karyawan yang bahagia ingin memenuhi tujuan. Mereka ingin mengukur keberhasilan mereka sehingga mereka bisa dipuji dan merayakan prestasi mereka. Karyawan yang merasa diberdayakan untuk memenuhi tujuan tersebut sangat antusias dan termotivasi untuk melakukannya bagi perusahaan yang membuat mereka merasa bahagia.

Baca juga:  Metode Problem Solving di Tempat Kerja

Sebuah studi yang dilakukan oleh James Harter menunjukkan bahwa perasaan dan sikap karyawan tentang perusahaan dapat tercermin dalam penjualan dan keuntungan perusahaan .

Tidak hanya keinginan dan motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan (penjualan), namun kebahagiaan karyawan membuat mereka dapat bekerja dengan kualitas dan kecepatan yang lebih tinggi daripada karyawan yang tak bahagia.

3. Jaringan yang Lebih Baik dan Dukungan Sosial

Orang yang bahagia ingin berada di sekitar orang lain. Mereka ingin bertukar gagasan dan cerita, bersedia membantu orang lain, dan ingin melakukan semuanya dengan sikap ramah. Mereka ingin berkomunikasi dengan orang lain, dan yang lebih penting lagi, mereka ingin membuat orang lain bahagia (yang berarti kepuasan pelanggan yang lebih besar).

Di sisi lain, orang yang tidak bahagia cenderung menarik diri dari situasi sosial yang membuat diri mereka tidak ingin berhubungan dengan orang lain.

Contohnya, karyawan yang tidak bahagian enggan untuk berhubungan dengan orang lain, terutama rekan kerja atau pelanggan yang mungkin menjadi sumber ketidakbahagiaan mereka. Orang yang tidak bahagia kurang bersedia menyumbangkan ide dalam sebuah diskusi atau menawarkan bantuan dan bertukar gagasan dengan orang lain.

Baca juga:  Inilah 7 Alasan, Mengapa Kita Harus Bekerja?

Penelitian menemukan bahwa suasana hati yang buruk membuat seseorang menjadi berbeda ketika berpikir dan bertindak melakukan sesuatu. Ketika seseorang merasa negatif, mereka akan mengkritik orang lain dan tidak bisa memutuskan suatu masalah dengan baik sehingga efisiensi akan terganggu.

Orang-orang negatif berkonsentrasi pada apa yang salah dan berusaha memperbaikinya. Sebaliknya, suasana hati yang positif merangsang orang untuk menjadi kreatif, toleran, konstruktif, murah hati dan tidak defensif. Fokusnya bukan pada apa yang salah, tapi pada apa yang benar

4. Menurunkan Tingkat Turnover Karyawan

Berdasarkan logika, jika seorang karyawan tidak tidak bahagia di tempat kerja mereka, mereka mungkin tidak ingin berada di sana. Hal ini kemudian mendorong mereka untuk membuat alasan tidak masuk, pulang cepat atau bahkan tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Karyawan yang tidak bahagia akan mencari peluang kerja baru untuk meninggalkan perusahaan. Besar kemungkinan mereka menggunakan jam kerja dan sumber daya perusahaan untuk melakukannya.

Kedua hal tersebut jelas merugikan kesejahteraan perusahaan Anda. Selain itu, proses mempekerjakan karyawan baru akan menghabiskan biaya lebih banyak waktu dan sumber daya daripada mempertahankan karyawan yang bahagia.

Menurut sebuah studi di Wall Street Journal, karyawan yang bahagia sepuluh kali lipat lebih sedikit mengambil cuti sakit dibandingkan mereka yang tidak bahagia.

Sumber:
WhenIWork: Why Employee Happiness Matters

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *