4 Kesalahan Umum dari Cover Letter yang Tak Boleh Anda Lakukan

Back to Blog
kesalahan cover letter

Saat melamar pekerjaan, di mana pun perusahaannya, CV bukanlah satu-satunya dokumen yang harus Anda persiapkan.

Anda juga harus membuat surat pengantar (cover letter) untuk memberi tahu atau menjelaskan kepada recruiter dalam bentuk tulisan mengapa mereka harus menerima lamaran pekerjaan Anda.

Sayangnya, masih banyak kandidat karyawan yang menyepelekan cover letter dan terkesan seadanya dalam penulisannya.

Tidak mengherankan jika akhirnya banyak kandidat karyawan yang melakukan berbagai kesalahan umum saat menulis cover letter untuk melamar kerja.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, berikut kesalahan-kesalahan yang banyak dilakukan dalam penulisan cover letter.

banner_karyaone

Memulai dengan menyebutkan nama

Salah satu kesalahan yang masih banyak dilakukan pelamar kerja dalam membuat cover letter adalah memulainya dengan menyebutkan nama, misalnya seperti “Kepada Yth. Kepala HRD Perusahaan X, nama saya adalah Putra” atau “Saya adalah Putri dan ingin melamar pada posisi Y”.

Tujuan Anda mungkin memang baik, yakni ingin memperkenalkan diri sejak awal sehingga pihak HRD perusahaan mengetahui identitas Anda.

Namun, hal ini ternyata tidak dianjurkan karena meskipun Anda menyebutkan nama, pihak HRD tetap tidak akan tahu siapa Anda.

Jadi, memulai cover letter dengan menyebutkan nama kurang relevan. Sebaiknya, Anda to the point saja menjelaskan status profesional Anda, misalnya “Saya adalah fresh graduate dari jurusan X universitas Y” atau “Saya sudah berpengalaman di bidang pemasaran selama lima tahun”.

Baca juga:  Jangan Katakan 11 Hal Ini Saat Wawancara Kerja

Tidak menyebutkan nama perusahaan yang dituju

Hanya karena Anda melamar pekerjaan dengan posisi yang sama di berbagai perusahaan berbeda, bukan berarti Anda bisa mengirimkan cover letter yang sama persis ke setiap perusahaan tersebut.

Sebaliknya, Anda justru disarankan untuk melakukan personalisasi pada setiap cover letter yang Anda buat berdasarkan posisi dan perusahaan yang dilamar.

Jadi, jangan hanya menuliskan jabatan yang dilamar pada cover letter, tetapi sebutkan juga nama perusahaan yang dituju. Baru setelah itu jabarkan alasan kenapa Anda pantas bekerja pada posisi tersebut.

Jika Anda hanya menyebutkan nama posisi, pihak HRD akan berasumsi bahwa Anda hanya copy paste surat pengantar tersebut dan mengirimkannya ke banyak perusahaan sekaligus.

Namun, dengan menyebutkan nama perusahaan, Anda menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap lamaran pekerjaan yang Anda berikan.

Menjabarkan setiap pekerjaan yang pernah dilakukan

Saat Anda melamar pekerjaan baru, wajar apabila Anda ingin tampil stand out dari kandidat lain. Namun, bukan berarti Anda harus menjelaskan setiap pekerjaan yang pernah Anda lakukan. Hal ini hanya akan membuat cover letter Anda terlihat “penuh”.

Terlebih, belum tentu setiap pekerjaan tersebut relevan dengan posisi yang akan Anda lamar di perusahaan baru nanti.
Daripada begitu, sebaiknya tanyakan kepada diri sendiri, pekerjaan atau pengalaman terdahulu apa saja yang relevan dengan posisi yang hendak Anda lamar sekarang?

Baca juga:  10 Tipe Recruiter, Anda Termasuk yang Mana?

Jika perlu, tuliskan pekerjaan atau pengalaman tersebut menjadi sebuah daftar, lalu breakdown tanggung jawab apa yang Anda emban saat itu.

Baru setelah itu rangkailah hasil breakdown tersebut menjadi cover letter yang enak dibaca.

Menulis lebih dari satu halaman

Idealnya, CV dan cover letter sebaiknya ditulis tidak melebihi satu halaman. Bahkan jika Anda menulis cover letter lebih dari satu halaman, kebanyakan HRD atau recruiter biasanya hanya akan membaca halaman pertama.

Mereka baru akan membaca secara lebih mendalam jika posisi yang dilamar cukup tinggi, seperti pada level manajer atau eksekutif.

Untuk menghindari kesalahan satu ini, tidak ada cara lain yang bisa Anda lakukan selain menulis cover letter secara singkat, padat, dan jelas.

Bahkan usahakan agar tulisan cover letter hanya menempati ¾ halaman. Perhatikan kembali poin nomor tiga di atas.

Anggaplah cover letter Anda sebagai media untuk menunjukkan highlight dari karier Anda.

Dengan mengetahui berbagai kesalahan di atas, semoga Anda bisa menghindarinya saat membuat cover letter untuk melamar pekerjaan di perusahaan baru. Good luck!

Sumber : 7 Common Cover Letter Mistakes to Avoid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog