5 Kesalahan Kepemimpinan yang Umum Terjadi

kesalahan kepemimpinan

Menjadi seorang pemimpin berarti Anda harus siap dengan banyak tanggung jawab, termasuk menjadi seorang influencer di lingkungan kerja.

Tidak hanya mereka yang merupakan seorang pemimpin baru, namun seseorang yang sudah lama menjabat sebagai pemimpin di perusahaan tetap memerlukan pengetahuan baru untuk bisa terus berkembang.

Memiliki kemampuan memimpin sangat diperlukan seorang atasan, manajer dan tentu saja pemilik perusahaan. Hal ini juga lah yang membuat Anda sebagai pemimpin harus bijaksana menyadari semua kesalahan dan mau memperbaikinya.

Pasalnya tidak jarang terjadi kesalahan kepemimpinan yang terjadi, untuk itu berikut ini 5 kesalahan kepemimpinan dan manajemen yang umum terjadi.

Kurang Rendah Hati

Seseorang memiliki egonya masing-masing terlebih jika ia memegang posisi atau jabatan tertentu. Jangan biarkan kekuatan Anda menciptakan rasa aman yang salah. Pastikan bahwa setiap karyawan tahu bahwa jabatan dan kekuasaan Anda tidak akan mempengaruhi sikap profesional Anda sebagai pemimpin yang bijaksana.

Seorang pemimpin tidak perlu takut mengakui kelemahannya sendiri karena secara manusiawi semua orang punya kelemahan masing-masing.

Belajar dari kesalahan dan kelemahan Anda untuk menjadikan Anda seorang pemimpin yang lebih kuat. Pimpin bawahan Anda dengan memberikan contoh yang baik termasuk sikap transparansi dengan tim.

Berpikir Secara Emosional

Memutuskan sesuatu berdasarkan perasaan adalah hal yang wajar, namun tidak tepat jika dilakukan pada hal yang terkait dengan bisnis dan pekerjaan. Tim atau bawahan Anda harus melihat sesuatu berdasarkan fakta dan logika jika Anda ingin mendapat kepercayaan mereka.

Baca juga:  10 Kualitas yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin

Ketika Anda memutuskan sesuatu berdasarkan perasaan, maka tim tidak akan mengerti alasan rasional di balik keputusan Anda tersebut. Hal itu akan membuat mereka bingung, tidak yakin akan rencana dan keputusan Anda di masa depan dan bahkan meragukan Anda.

Jangan membuat keputusan hanya karena Anda merasa itu harus dilakukan, melainkan diskusikan dulu dengan semua pihak terkait yang memang berpengalaman.

Menghindari Konflik

Salah satu tugas terberat menjadi seorang pemimpin adalah untuk mengatasi masalah yang terjadi di dalam tim. Sayangnya sering kali seorang pemimpin malah lari dari masalah yang terjadi karena ingin menghindari konflik berkelanjutan.

Konflik yang dibiarkan akan semakin membesar sehingga mempengaruhi kinerja atau produktivitas tim. Sebaiknya segera menyelesaikan masalah sebelum situasinya bertambah buruk.

Tidak sedikit Manajer yang berasumsi bahwa sebuah masalah adalah akibat ketidakmampuan atau kinerja karyawan yang buruk. Namun sebenarnya ada banyak sumber permasalahan lainnya seperti kesalahpahaman mengenai sesuatu.

Pemimpin yang baik tidak seharusnya menghindari konflik atau tidak peduli terhadap apa yang dialami tim dan bawahannya. Seorang pemimpin yang baik harus bisa peduli dan bersikap adil dalam mengatasi semua konflik.

Mengerjakan Hal yang Tidak Penting

Para pemimpin umumnya dipilih karena dipercaya dan dianggap tahu bagaimana cara menyelesaikan sesuatu dengan baik, namun tak jarang ada pemimpin yang perfeksionis.

Baca juga:  10 Cara Mudah Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

Memimpin tim dengan memaksakan mereka agar bekerja sesuai dengan cara Anda bukanlah hal yang baik. Tidak hanya membuat lelah diri sendiri dan bawahan, namun sikap ini juga menghalangi anggota tim untuk mencapai potensi mereka yang sesungguhnya.

Pemimpin yang pada akhirnya mengerjakan tugas sendiri karena tidak percaya atau puas dengan hasil kerja tim, bisa merugikan tim itu sendiri. Menurut penelitian, kebiasaan ini hanya akan menghasilkan 75% tugas yang dikerjakan oleh tim dan sisanya oleh si pemimpin.

Seorang pemimpin yang baik harus percaya dan mendorong anggota timnya untuk bekerja dengan menyenangkan, profesional dan dapat mencapai tujuan bersama. Tantang tim Anda untuk bekerja secara maksimal, serta ikut bekerja sama dengan memfasilitasi prosesnya. Beri mereka arahan dan parameter yang jelas untuk menyelesaikan pekerjaan.

Tidak Percaya Diri dengan Kemampuan Sendiri

Tidak percaya akan diri sendiri dan kemampuan yang Anda miliki bisa menyebabkan orang lain ikut percaya hal itu dan meragukan kemampuan Anda sebagai pemimpin. Jika tak mau hal ini terjadi, maka jangan takut untuk menunjukkan apa yang Anda bisa jika Anda yakin.

Sumber:
BusinessNewsDaily: 5 Common Leadership Mistakes You’re Probably Making

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *