6 Kesalahan Rekrutmen Karyawan di Perusahaan

kesalahan hrd merekrut

Banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan oleh tim HRD (Human Resource Development) terkadang bisa membuat mereka kewalahan dan berujung kepada beberapa kesalahan.

Tidak jarang pula kesalahan dilakukan HRD dalam proses rekrutmen karyawan. Tapi tahukah Anda kesalahan apa saja dan mungkin saja beberapa hal berikut ini pernah Anda alami sendiri sebagai praktisi HR:

1. Tidak Melakukan Follow Up

Sering terjadi kasus di mana HRD sudah melakukan proses wawancara dengan kandidat berkualitas namun harus kehilangan kesempatan “menangkap” kandidat tersebut karena tidak melakukan follow up.

Untuk menghindari kesalahan ini, sebaiknya Anda selalu berkomunikasi dengan para kandidat terutama mereka yang memiliki nilai bagus bagi user. Jangan sampai hubungan dan koneksi Anda terputus hingga proses perekrutan selesai dilakukan.

2. Overselling Lowongan Pekerjaan dan Perusahaan

HRD sering membuat kesalahan di mana mereka overselling lowongan pekerjaan yang sedang dibuka ataupun salah merepresentasikan budaya perusahaan kepada kandidat. Biasanya hal ini dilakukan hanya demi bisa mendapatkan karyawan baru dalam waktu singkat.

Hal ini dapat dikatakan sebagai kesalahan yang besar karena memberikan ekspektasi yang tidak realistis untuk kandidat. Pasalnya, kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan adalah hal penting yang akan menjadi salah satu pertimbangan utama kedua belah pihak.

Baca juga:  Jangan Katakan 11 Hal Ini Saat Wawancara Kerja

Sebagai praktisi HR, Anda harus jujur dan secara tepat menyampaikan penjelasan tentang budaya perusahaan. Mungkin saja ada kandidat yang sangat cocok untuk posisi tertentu, namun bukan berarti mereka juga cocok dengan budaya perusahaan Anda.

3. “Tenggelam” dalam Teknologi

Perkembangan teknologi dewasa ini tentu saja ikut mempengaruhi dunia HR dengan banyaknya aplikasi atau software HRIS (Human Resource Information System).

Misalnya ketika Anda mengandalkan penggunaan email dalam perekrutan, di mana semua bentuk komunikasi dilakukan melalui email.

Dalam bentuk kasus ini, Anda tidak melihat dan bertemu langsung dengan kandidat untuk melakukan penilaian. Bisa saja ternyata kandidat tersebut berbohong tanpa Anda ketahui karena tidak ada pertemuan langsung selama proses perekrutan. Kemudian hal ini berujung pada penyesalan Anda sendiri karena tidak mendapatkan karyawan baru yang cocok.

4. Tidak Menetapkan Waktu

Kesalahan umum lainnya yang sering dilakukan HRD adalah tidak menetapkan skala atau jangka waktu tertentu. Anda harus bisa menetapkan jangka waktu untuk menyelesaikan proses perekrutan agar dapat memberikan jawaban yang lebih pasti mengenai karyawan baru untuk user dan perusahaan.

5. Terlalu Menekan Kandidat

Banyak HRD yang menekan kandidat agar mengikuti proses wawancara untuk menempati posisi yang tidak cocok dengan kemampuan atau latar belakang mereka. Selain membuat kandidat tidak nyaman, hal ini akan sia-sia dan membuang waktu serta tenaga Anda sendiri dan juga user yang berkaitan.

Baca juga:  10 Tipe Recruiter, Anda Termasuk yang Mana?

6. Menggunakan Kalimat yang Berlebihan

Kesalahan lain yang kerap dilakukan HRD ketika merekrut adalah menggunakan kata-kata atau kalimat yang berlebihan kepada kandidat dalam proses wawancara. Misalnya seperti, “Ini merupakan kesempatan besar!” atau “Anda adalah orang yang kami cari-cari selama ini”.

Kandidat tidak membutuhkan kalimat tersebut, cukup jelaskan secara sederhana jika memang mereka merupakan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Penggunaan kalimat yang tepat akan membantu kandidat ikut menilai apakah perusahaan Anda tepat untuk mereka.

Sumber:
Recuriter: 6 Big Mistakes Recruiters Often Make

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *