Konsolidasi,Merger, Akuisisi dan  Faktor Yang Mendorong Konsolidasi

Konsolidasi,  merger dan akuisisi merupakan istilah yang paling sering mengalami kesalahpahaman dalam dunia bisnis.

Ketiga istilah tersebut memang sama-sama merujuk pada penggabungan perusahaan atau penggabungan sebuah  bidang usaha. Akan tetapi pada prakteknya di lapangan ketiga istilah tersebut memiliki pengertian dan proses tersendiri.

Jika salah penerapan dan pengertian maka ketiga istilah strategi perusahaan   tersebut bisa berpengaruh pada bisnis yang sedang dijalankan.  Agar anda bisa menerapkan strategi yang tepat antara konsolidasi, merger dan juga akuisisi,  dan bisa menerapkan strategi mana yang tepat. Maka anda perlu memahami perbedaan-perbedaan dari istilah-istilah tersebut .

Simak ulasannya berikut ini:

face shield karyaone bannerKonsolidasi

Konsolidasi adalah proses  peleburan dua perusahaan atau bahkan lebih dari 2 perusahaan untuk menjadi satu perusahaan baru.

Seluruh aktivitas bisnis atau operasional masing-masing dari perusahaan-perusahaan yang terkonsolidasi harus berhenti untuk kemudian melebur atau bergabung dalam satu naungan manajemen dan kepemimpinan satu perusahaan yang sama.

Konsolidasi dilakukan dengan evaluasi kondisi perusahaan yang sedang berjalan, Diteruskan dengan pengembangan strategi usaha jangka panjang yang lebih terperinci.  Perincian tersebut meliputi pengembangan  sistem manajemen.

Memberikan prioritas pada Pengembangan yang dilakukan secara terus-menerus dan juga secara berkala. Dan  pengembangan pasar yang dilakukan  pun, dilakukan secara sistematis dan efisien,

Singkatnya sistem manajemen konsolidasi tidak menyisakan bagian dari masing-masing perusahaan yang saling meleburkan diri. Yang artinya  seluruh manajemen perusahaan yang bergabung ada di bawah satu manajemen baru .

Perbedaan Merger  dan Konsolidasi

Apa perbedaan yang paling mendasar dari konsolidasi dan juga merger?

Yang menjadikan merger dan konsolidasi memiliki perbedaan adalah , jika konsolidasi lebih mengedepankan tentang peleburan..Namun  merger lebih kepada penyatuan bisnis atau penggabungan perusahaan untuk mencapai kepemilikan bersama dari sebuah bidang usaha

Bisa juga dikatakan bahwa merger adalah sebuah pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yang dimiliki suatu perusahaan oleh perusahaan lain secara hukum.

Meski membutuhkan dua perusahaan untuk melakukan penggabungan satu perusahaan atau satu entitas baru dengan kepemilikan baru dan struktur manajemen yang seolah-olah berasal dari masing-masing perusahaan.

Ada lima jensi merger, atau penyatuan bisnis yaitu merger vertikal, horizontal, perluasan produk, merger konglomerat, Jenis merger yang diterapkan  juga bergantung pada fungsi ekonomi, tujuan transaksi bisnis dan hubungan antara perusahaan yang melakukan merger. ,

banner webinar hrdKonsolidasi dan Akuisisi

Sekilas konsolidasi dan akuisisi seperti memiliki kinerja yang sama .Padahal kedua istilah ini memiliki peranan yang sangat berbeda. .  Pada prakteknya akuisisi adalah proses pengambilalihan suatu perusahaan oleh perusahaan lain. Hal ini bisa terjadi karena aset atau saham suatu perusahaan pertama dibeli oleh perusahaan kedua, atau perusahaan lain.

Perusahaan yang membeli aset perusahaan tersebut hanya mengambil alih kepemilikan tanpa menghentikan kegiatan bisnis atau operasionalnya.  Manajemen pun tetap berjalan sebagaimana mestinya dan manajemen tetap berjalan sendiri-sendiri tanpa mengalami gangguan apapun meski perusahaan telah mengalami akuisisi.

Selanjutnya perusahaan  tetap eksis menjalankan operasionalnya atau kegiatan bisnisnya tanpa dipengaruhi oleh perusahaan yang mengakuisisi.  Perusahaan yang mengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi berdiri dengan status badan hukum yang berbeda dan manajemen yang berbeda pula.

Singkat kata,  setelah terjadi proses akuisisi,  masing-masing perusahaan tetap berjalan sendiri-sendiri tapi berada di bawah kepemimpinan atau dikendalikan oleh pemilik yang sama.

Perbedaan yang paling mendasar antara konsolidasi dan akuisisi adalah terletak pada Manajemen perusahaan dan operasional bisnis yang terjadi dari tiap-tiap perusahaan.

Jika setelah akuisisi terjadi,  manajemen dan operasional bisnis dari sebuah perusahaan tidak mengalami gangguan bahkan perusahaan tetap berjalan dalam operasionalnya masing-masing dan tetap bebas  berdiri masing-masing .

Sedangkan konsolidasi,  berarti bahwa seluruh manajemen dan operasional bisnis dari satu perusahaan atau beberapa perusahaan yang telah melebur menjadi satu perusahaan baru berada pada satu pemilik yang sama atau perusahaan yang melakukan melakukan konsolidasi.

Itu artinya akuisisi tidak bersifat mengikat manajemen dan operasional bisnis dari sebuah perusahaan yang telah bergabung.  Sedangkan konsolidasi lebih kepada mengikat operasional bisnis dan manajemen akibat beberapa perusahaan yang bergabung di bawah kepemimpinan perusahaan yang baru di bawah kepemilikan satu pemilik perusahaan yang sama.

Perbedaan dari ketiga istilah tersebut secara mendasar dapat dikatakan bahwa merger adalah penggabungan,  konsolidasi adalah peleburan dan akuisisi adalah pengambilalihan.

Banner KaryaOne - Aplikasi Absensi Geo-tagging locationFaktor Yang Mendorong Konsolidasi

Karena konsolidasi memiliki banyak kelebihan untuk perusahaan. Diantaranya adalah perusahaan tidak perlu  mengkhawatirkan tentang kesulitan modal.

Dan jika hal ini terjadi,  tidak akan ada likuidasi yang dilakukan perusahaan.  Perusahaan akan tetap memiliki modal untuk tetap bertahan. Meski harus mengalami beberapa perubahan manajemen baru.

Di samping itu, konsolidasi  memiliki keuntungan lain,  yaitu dapat memberikan  kekuatan yang besar pada perusahaan untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan lain.

Karena keuntungan inilah,  banyak perusahaan yang pada akhirnya ingin melakukan konsolidasi dengan beberapa perusahaan lain.

Selain keuntungan yang ada di depan mata . Ada  alasan kuat lain yang mendasari sebuah perusahaan  ingin melakukan konsolidasi.  Berikut beberapa  diantaranya

  1. Masalah Manajemen Perusahaan

Keadaan manajemen suatu perusahaan,  misalnya bank,  yang kurang profesional dan juga kurang tertata.  Membuat sebuah perusahaan terus mengalami kerugian hingga kebangkrutan sehingga sulit berkembang. Maka dari itu perusahaan ini memilih melakukan konsolidasi atau melakukan penggabungan usaha dan juga peleburan usaha dengan Bank yang manajemennya lebih baik profesional dan berkualitas untuk menjaga keberlangsungan perusahaan.

  1. Faktor Kesehatan  Perusahaan

Kesehatan perusahaan,  misalnya sebuah bank telah dinyatakan tidak sehat oleh Bank Indonesia dan  telah mengalami beberapa kali perbaikan . jika itu terjadi maka  Bank tersebut disarankan untuk melakukan penggabungan diri dengan Bank yang lebih sehat.  Apabila Bank yang bergabung  sama-sama tidak sehat,  maka sebaiknya melakukan penggabungan konsolidasi atau akuisisi dengan bank yang lebih sehat. Agar kedepannya  perusahaan bisa kembali normal.

  1. Masalah Permodalan

Jika sebuah perusahaan,  misalnya bank dirasakan terlalu kecil sehingga sulit untuk memperluas usahanya.  Maka bank tersebut bisa bergabung dengan satu atau beberapa bank untuk  mendapat  modal yang lebih besar. Sehingga dalam hal ini konsolidasi akan membantu keberlangsungan perusahaan.  Karena adanya suntikan modal baru dari perusahaan yang bergabung.

  1. Ingin Menguasai Pasar

Faktor lain yang membuat sebuah perusahaan ingin melakukan konsolidasi adalah,   ingin menguasai pasar yang hanya diketahui oleh mereka yang ingin bergabung dan tidak diumumkan secara jelas kepada pihak luar.

Dengan melakukan konsolidasi, alam hal ini bank.   Maka jumlah cabang maupun nasabah akan semakin meningkat. Hal tersebut juga bertujuan untuk menghilangkan pesaing yang ada,  yang kemungkinan akan  mengancam keberlangsungan sebuah perusahaan atau sebuah bank.aplikasi smartphone karyaone

  1. Administrasi dan Teknologi

Kemajuan teknologi yang berkembang pesat membuat sebuah perusahaan  memerlukan dukungan teknologi yang canggih dalam mengelola data manajemen dan administrasi.  Untuk bisa menggunakan teknologi yang canggih,  tentunya dibutuhkan modal yang lebih banyak dari sebelumnya.

Maka jalan keluar yang bisa dipilih dan paling mudah adalah melakukan konsolidasi dengan bank atau perusahaan yang telah memiliki teknologi yang lebih canggih.

Untuk itu bank atau perusahaan yang masih kurang teratur dalam administrasi karena belum tersedia teknologi yang memadai,  bisa melakukan penggabungan ke bank yang administrasinya lebih baik.

Tujuannnya  agar kedepannya perusahaan yang melakukan konsolidasi bisa mengalami perkembangan yang lebih baik dari segi manajemen dan administrasi.

Secara garis besar merger, akuisisi dan konsolidasi memiliki keuntungan dan kelebihan masing-masing.  Jika penerapannya tepat,  maka keuntungan yang  besar akan didapatkan sebuah perusahaan.

Konsolidasi pada umumnya akan menghasilkan perusahaan baru dengan melakukan pengambilalihan aset,  hak serta kewajiban yang dimiliki oleh kedua perusahaan yang telah bergabung.

Konsolidasi ini lebih banyak ditunjukkan dalam kebutuhan bisnis. Dengan adanya konsolidasi maka diharapkan dua perusahaan akan  memperoleh keuntungan yang besar melalui perusahaan yang baru.  Strategi yang tepat untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Referensi: Difference Between Merger and Consolidation

__________
KaryaONE adalah Software HR dan Payroll System Indonesia yang membantu menyederhanakan proses administrasi SDM, sehingga Anda bisa lebih fokus pada bisnis Anda. Solusi yang kami berikan meliputi pengelolaan absensi, cuti, izin, lembur, penggajian, dan talent management. KaryaONE terjangkau bagi semua kalangan pelaku bisnis, mulai dari UKM, UMKM hingga korporasi. Gunakan KaryaONE sekarang juga, coba gratis 30 Hari atau undang demo.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *