3 Jenis Laporan Keuangan Dasar untuk Perusahaan

Back to Pos

Mencatat setiap transaksi keuangan bagi perusahaan adalah hal yang wajib. Pembuatan laporan ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana perkembangan arus pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu.

Laporan keuangan juga menyediakan gambaran dan informasi penting bagi perusahaan untuk merancang strategi. Dalam dunia bisnis, setidaknya ada tiga jenis laporan keuangan dasar yang bisa Anda pelajari. Berikut ulasan dan penjabaran dari tiga jenis laporan keuangan tersebut.

banner payroll karyaone

Laporan Neraca

Laporan keuangan dasar yang pertama bagi sebuah perusahaan adalah laporan neraca. Laporan ini biasa juga disebut ‘Pernyataan Posisi Keuangan’, dengan artian bahwa posisi keuangan di perusahaan Anda akan mengalami perubahan posisi di saat tertentu.

Contohnya saja per enam bulan sekali atau per tahun yang dihitung pada akhir tahun, yakni tanggal 31 Desember. Semua transaksi harus dicatat sekecil apapun karena sangat mempengaruhi keseimbangan keuangan tersebut, termasuk juga transaksi aset dan kewajiban yang harus dibayarkan.

Contohnya saja adalah saat Anda melakukan penjualan secara tunai, yang perlu Anda catat bukan saja hanya pendapatan, tapi juga peningkatan nilai asetnya. Dalam hal tersebut, yang perlu dicatat adalah saldo kas.

Pada saat melakukan pencatatan, Anda tidak mencatat jumlah beban saja, tapi pastikan pula catat penurunan nilai uang tunainya. Manfaat dari laporan neraca ini adalah untuk mengetahui keuangan bisnis dan bisa memproyeksikan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan kedepannya nanti.

Laporan Pernyataan Arus Kas

Berikutnya ada laporan pernyataan arus kas. Biasanya terkadang perusahaan tidak terlalu memperdulikan tentang laporan ini. Sebenarnya, laporan pernyataan arus kas ini sangat penting bagi sebuah perusahaan, baik kecil maupun besar.

Laporan arus kas menjabarkan mengenai perubahan yang terjadi di dalam saldo kas perusahaan dari awal sampai akhir periode tertentu.

Untuk memudahkan Anda dalam pembuatan laporan, maka arus kas ini dipecah lagi menjadi tiga bagian, yakni arus kas kegiatan operasional perusahaan, arus kas investasi seperti membeli aset bisnis, dan arus aktivitas pendanaan (contohnya dana pinjaman atau pengembalian pinjaman).

Selain memproyeksikan perusahaan kedepannya, laporan pernyataan arus kas juga berfungsi sebagai pertanggungjawaban keluar masuknya arus kas selama satu periode tertentu.

Periode ini bisa dihitung secara periodik ,semisalnya enam bulan (per semester) atau satu tahun. Selain itu, ada pula perusahaan yang memiliki periodik arus kas tiga hingga empat bulan sekali, tergantung kebutuhannya.

Laporan Laba Rugi Perusahaan

Terakhir adalah laporan laba rugi perusahaan yang juga biasa disebut dengan ‘Income Statement’. Dalam laporan ini, semua pencapaian bisnis perusahaan harus ditulis selama kurun waktu periode tertentu.

Laporan laba rugi perusahaan dibuat setiap bulan, contohnya saja perusahaan A mencatat laporan laba rugi perusahaan pada periode satu bulan yang dihitung mulai tanggal 1 hingga 30 Juni misalnya. Dengan kata lain, sebenarnya laporan ini meringkas hasil ekonomi dari semua transaksi dalam waktu tersebut.

Dari laporan tersebut, Anda akan mengetahui juga apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian dalam satu periode. Anda pun akan mengetahui apakah perusahaan sudah berjalan secara efisien dan sesuai target yang sudah digariskan.

Itulah tiga jenis laporan keuangan dasar perusahaan yang perlu Anda ketahui dan pelajari untuk bisnis. Kini, semakin majunya perkembangan teknologi juga berdampak pada pencatatan laporan keuangan perusahaan.

Jika dulu perusahaan mencatatnya secara manual, kini Anda bisa mencatatnya menggunakan platform aplikasi terbaik agar memudahkan pembuatan laporan dan meminimalisir kesalahan. Semoga bermanfaat!

Sumber :
Accounting-simplified : What are Financial Statements?

banner_karyaone

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Pos