Pengertian, Fungsi, dan Contoh Format Laporan Laba Rugi untuk Perusahaan

Back to Pos

Laporan laba rugi untuk perusahaan sangat penting untuk memetakan keberhasilan perusahaan tersebut. Namun, tidak sedikit pula yang belum mengetahui apa itu laporan keuangan, fungsi, dan contoh format pembuatannya.

Pada kesempatan kali ini, akan diulas mengenai laporan laba rugi perusahaan tersebut secara ringkas untuk Anda. Berikut ulasannya yang bisa Anda simak untuk menambah wawasan dalam pembuatan laporan laba rugi di perusahaan.

banner payroll karyaone

Pengertian Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi untuk perusahaan dalam Bahasa Inggris disebut juga dengan ‘Income Statement’. Adapun pengertian yang menjadi acuan dalam laporan ini adalah semua pencapaian bisnis perusahaan yang ditulis selama kurun waktu periode tertentu.

Laporan laba rugi bagi sebuah perusahaan biasanya dibuat setiap bulan, contohnya saja perusahaan A mencatat laporan laba rugi perusahaan pada periode satu bulan yang dihitung mulai tanggal 1 hingga 31 Januari misalnya. Dengan kata lain, sebenarnya laporan ini meringkas hasil ekonomi dari semua transaksi dalam waktu tersebut.

Adapun elemen-elemen yang masuk laporan laba rugi perusahaan antara lain adalah pendapatan yang termasuk dalam arus kas masuk, beban atau arus keluar, keuntungan, hingga kerugian.

Sementara laba yang ada dalam laporan laba rugi di antaranya adalah laba kotor, laba operasi, dan laba sebelum pajak, hingga laba bersih serta laba dari operasi berjalan.

Fungsi Laporan Laba Rugi

Lalu, apa sajakah fungsi dari laporan laba rugi perusahaan? Secara garis besar, laporan laba rugi berfungsi untuk memproyeksikan perusahaan dalam periode tertentu.

Namun, apabila dirinci lagi, ada beberapa fungsi dari laporan laba rugi perusahaan ini yang bisa Anda simak di bawah ini antara lain adalah:

  • Mengevaluasi kinerja perusahaan sebelumnya. Hal ini berfungsi memberikan gambaran perusahaan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dan meminimalisir kerugian. Apabila kerugian terjadi terus menerus, bukan tidak mungkin akan terjadi pemutusan hubungan kerja karena perusahaan tidak mampu bersaing dan kondisi perusahaan turun naik.
  • Laporan laba rugi juga menjadi cerminan profil perusahaan bagi calon investor di kemudian hari. Apabila perusahaan terus mengalami keuntungan (laba), maka bisa dibilang perusahaan Anda sehat dan investor menjadi tertarik. Begitu juga sebaliknya, jika mengalami kerugian, maka investor akan berpikir ulang.
  • Selain itu, laporan laba rugi juga bisa memberikan informasi berapa jumlah total pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

Contoh Format Laporan Laba Rugi

Setelah Anda mengetahui pengertian dan fungsi dari laporan laba rugi, kini saatnya Anda simak contoh format pembuatan laporan laba rugi sebuah perusahaan.

Ada dua jenis format laporan laba rugi ini, yakni single step income statement dan multiple step income statement. Berikut ulasan dan penjabarannya.

  • Single Step Income Statement

Dalam format ini, semua pendapatan dan keuntungan dari perusahaan termasuk unsur operasional ditempatkan di awal laporan laba rugi.

Kemudian diikuti dengan beban dan kerugian yang ditanggung perusahaan selama satu periode. Banyak perusahaan menggunakan format ini karena lebih mudah dibaca dan ringkas. Berikut contoh dari laporan laba rugi single step income statement.

PT. XXX
Laporan Laba Rugi
01/01/2018 – 31/12/2018

Pendapatan

Penjualan BersihRp.   460.000.000
Pendapatan Bunga2.800.000
Keuntungan pelepasan aset tetap800.000
Total Pendapatan463.600.000

 

Pengeluaran

Harga Pokok PenjualanRp. 316.000.000
Biaya Beban Operasional 114.000.000
Beban Bunga1.700.000
Kerugian Akibat Kerusakan300.000
Total Pengeluaran432.000.000

 

Pendapatan BersihRp. 31.600.0000

 

  • Multiple Step Income Statement

Berikutnya adalah multiple step income statement yang memiliki perincian yang lebih detail dari sebuah transaksi keuangan perusahaan. Bedanya, kegiatan operasional dan non-operasional dibedakan di dalam laporan ini. Berikut contohnya:

PT. XXX
Laporan Laba Rugi
01/01/2018 – 31/12/2018

Penjualan
Pendapatan PenjualanRp. 480.000.000
Dikurangi: Penjualan Kembali dan Tunjangan12.000.000
Diskon Penjualan8.000.000
Penjualan Bersih 460.000.000

 

Harga pokok Penjualan316.000.000
Laba Kotor144.000.000

 

Beban Operasional:
Beban upah dan gaji64.000.000
Beban utilitas17.000.000
Beban iklan18.000.000
Beban depresiasi6.000.000
Beban asuransi3.000.000
Pengiriman keluar6.000.000
Total Biaya Operasional114.000.000
Pendapatan dari Kegiatan Operasional30.000.000

 

Pendapatan dan Keuntungan lain
Pendapatan Bunga2.800.000
Keuntungan pelepasan aset800.000
Total Pendapatan dan Keuntungan lain3.600.000

 

Pengeluaran dan keuntungan lain
Beban bunga1.700.000
Kerugian kerusakan300.000
Total pengeluaran dan kerugian lain2.000.000
Pendapatan bersih31.600.000

 

Dari pemaparan diatas, semoga Anda sudah lebih paham mengenai apa itu laporan laba rugi dan bagaimana cara pembuatannya. Kini, di era perkembangan teknologi, Anda bisa menggunakan aplikasi HR yang dapat memudahkan dalam pembuatan laporan, salah satunya dari KaryOne. Aplikasi satu ini tak hanya memudahkan Anda, tetapi juga mampu meminimalisir kesalahan saat pembuatan laporan sehingga data yang dihasilkan pun lebih akurat.

Sumber : corporatefinanceinstitute.com

banner_karyaone

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Pos