Proses Manpower Planning untuk Perusahaan

Back to Pos

Agar dapat terus berkembang seiring berjalannya waktu, sebuah perusahaan pasti akan berusaha untuk memaksimalkan bisnisnya. Untuk itu, dibutuhkan perencanaan yang matang perihal sumber daya manusia. Proses perencanaan ini disebut sebagai manpower planning atau perencanaan sumber daya manusia.

Sebelum melakukan perencanaan sumber daya manusia, sebaiknya Anda pahami dahulu definisinya.

Melansir dari Binkarir, Andrew E. Sikula (1981) berpendapat bahwa manpower planning atau perencanaan sumber daya manusia adalah proses menentukan kebutuhan tenaga kerja (suatu perusahaan) serta usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berintegrasi dengan rencana perusahaan.

Lalu, apa saja proses manpower planning, simak pembahasan di bawah ini.

banner_karyaone

Tujuan dan rencana perusahaan

Tahap pertama yang harus dilakukan dalam manpower planning adalah menentukan tujuan serta rencana organisasi atau perusahaan. Tujuan dan rencana perusahaan akan menghasilkan langkah-langkah bisnis yang mempengaruhi sistem kerja yang berlaku dan sumber daya apa saja yang dibutuhkan. Tahapan ini juga perlu dikomunikasikan bersama pimpinan senior perusahaan dan juga manajemen yang ada.

Jika tahapan ini tidak Anda laksanakan dengan saksama, perusahaan Anda akan mengalami kesulitan menjalankan bisnisnya karena ketidaksesuaian strategi dengan sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan strategi perusahaan di kemudian hari.

Memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia

Tahapan selanjutnya yakni menghitung sumber daya manusia yang sedang dan/atau pernah bekerja dalam perusahaan sejak awal terbentuk, serta memperkirakan kebutuhan manpower ke depannya.

Menghitung sumber daya manusia yang pernah bekerja dalam perusahaan bisa dilihat dari daftar/slip gaji yang sudah terdokumentasi dan tak lupa untuk memperhatikan alasan mengapa orang-orang tersebut tidak lagi bekerja di perusahaan (resign atau pengunduran diri, pemberhentian hubungan kerja, pensiun, atau kematian).

Dengan mengetahui beban kerja dan juga jumlah sumber daya manusia pada suatu waktu dan juga skala perusahaan di waktu tersebut, baru bisa dianalisis efektivitas dan produktivitas manpower perusahaan.

Persiapan inventarisasi sumber daya manusia

Inventarisasi sumber daya tidak hanya dilihat dari alat-alat perusahaan untuk produksi dan alat-alat pemeliharaan alat produksi, tetapi juga inventarisasi sumber daya manusia yang ada.

Jika berdasarkan perhitungan manpower yang sudah ada dan prediksi kebutuhan manpower di masa depan tidak jauh berbeda, bisa jadi efektivitas sumber daya manusia perusahaan Anda kurang terdistribusi dengan baik.

Analisa selisih sumber daya manusia (manpower gap) dan Strategi solusinya

Saat terjadi selisih antara perhitungan sumber daya manusia yang sudah/pernah ada dengan (prediksi) kebutuhan manpower di masa depan, diperlukan analisis dan pencarian solusi.

Jika melihat dari efektivitas dan produktivitas manpower yang sudah ada ternyata berlebihan, berarti kebutuhan manpower di masa depan perlu dikurangi (efisiensi).

Dan jika sebaliknya terjadi kekurangan sumber daya manusia, maka perusahaan perlu merekrut talenta baru untuk meningkatkan performa perusahaan.

Ada solusi jika tidak terjadi manpower gap yang signifikan, dalam kata lain hampir serupa antara manpower yang sudah ada dengan manpower yang dibutuhkan.

Akan tetapi, perusahaan Anda perlu meningkatkan efektivitas dan produktivitas pegawai. Caranya dengan meninjau ulang dan menyusun ulang penempatan pegawai sesuai dengan pos-pos yang membutuhkan.

Salah satu solusi alternatif jika ingin meningkatkan efektivitas dan produktivitas pekerja selain menyusun ulang penempatan adalah dengan memberikan pelatihan, upgrading, atau program-program lain yang dapat meningkatkan kualitas kerja pegawai.

Sumber :
Yourarticlelibrary : Process of Manpower Planning

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Pos