Hal yang Harus Anda Perhatikan Selama Masa Percobaan Kerja

Back to Blog
masa percobaan kerja

Bagi orang yang sudah berpengalaman di dunia kerja pasti tidak asing lagi dengan istilah masa probation atau masa percobaan kerja.

Namun, tak semua orang mengetahui dengan jelas apa yang dimaksud dengan istilah yang mengacu pada suatu periode waktu tersebut Sebelum Anda menerima sebuah pekerjaan.

Sebaiknya Anda memahami lebih terlebih dahulu apa saja yang harus Anda perhatikan selama masa percobaan kerja.

Berikut adalah hal-hal yang akan Anda pelajari dalam artikel ini :

banner_karyaone

1. Apa itu Masa Percobaan Kerja?

Masa percobaan (probation) adalah sebuah periode waktu di mana terdapat perjanjian atau kesepakatan yang digunakan untuk menilai performa karyawan baru. Biasanya masa probation berlangsung antara satu sampai enam bulan.

Selama masa probation, Anda sebagai karyawan baru harus mampu menunjukkan kemampuan dan performa yang baik. Dengan kata lain, potensi dan kelebihan yang Anda sebutkan ketika wawancara akan diamati dan dinilai.

Kesalahan-kesalahan yang dibuat ketika masa probation bisa saja dijadikan alasan oleh perusahaan untuk memecat karyawan kapanpun diinginkan tanpa perlu takut mengenai tuntutan dari karyawan terkait.

Kembali ke atas

2. Apa Saya Bisa Resign Tanpa Terkena Denda Saat Masa Probation?

Sebelum Anda memutuskan untuk resign, Anda harus mengetahui isi surat perjanjian kerja Anda terlebih dahulu. Apakah perjanjian tersebut adalah kontrak/PKWT atau PKWTT dengan mencantumkan masa percobaan.

Jika jenis perjanjian tersebut adalah PKWT, maka perusahaan Anda yang harus membayar kompensasi sebesar sisa kontrak karyawan. Namun apabila perjanjian nya PKWTT Anda bisa mengajukan resign tanpa harus takut akan dikenakan denda apapun saat berada pada masa probation. Begitu juga perusahaan tidak wajib memberikan kompensasi.

Anda harus memastikan di dalam perjanjian kerja Anda, apakah ada ketentuan mengenai penalti jika Anda resign pada periode waktu tertentu atau tidak.

Kembali ke atas

3. Bagaimana Jika Saya Dipecat Secara Tidak Adil?

Bukan berarti perusahaan dapat melakukan apapun yang mereka inginkan selama masa probation secara semena-mena. Ingat, Anda tentu saja memiliki hak sebagai karyawan dan salah satunya adalah untuk tidak dipecat apalagi dengan alasan seperti usia, orientasi seksual atau bahkan agama.

Jika Anda dipecat dengan alasan seperti di atas, maka bisa jadi perusahaan Anda bermasalah. Agar kejadian seperti ini tidak terjadi, sebelum melamar kerja Anda harus tahu ciri-ciri perusahaan yang bermasalah.

Ciri-cirinya antara lain Anda diminta membayar biaya tertentu sebelum mulai bekerja, Anda melihat atasan membentak bawahannya di muka umum, terlalu banyak karyawan baru di perusahaan tersebut, lalu lowongan kerja yang dibuka perusahaan itu tidak kunjung ditutup meski sudah lama.

Kembali ke atas

4. Apakah Saya Menjadi Karyawan Tetap Jika Masa Probation Sudah Selesai?

Masa kerja sebagai karyawan tetap baru akan berlangsung jika sudah ada perjanjian baru mengenai pengangkatan menjadi karyawan tetap, bukan langsung setelah masa probation berakhir.

Walaupun masa percobaan sudah berakhir namun belum ada pengangkatan, maka Anda tetap berhak untuk bekerja di perusahaan tersebut dengan status PKWT.

Sebelum Anda menandatangani kontrak kerja, Anda dapat menanyakan mengenai status kontrak Anda di perusahaan tersebut, bagaimana perusahaan melakukan proses evaluasi dan kapan evaluasi tsb. dilakukan.

Jika Anda tidak merasa nyaman dengan jawaban HR perusahaan tsb., Anda dapat mengundurkan diri sebelum terlibat lebih jauh.

Kembali ke atas

5. Apa yang Harus Dilakukan Jelang Review Masa Probation?

Ingat semua kriteria penilaian yang sebelumnya sudah diinformasikan ketika memulai masa probation kerja. Biasanya Anda akan dinilai dan diberikan umpan balik (feedback) mengenai kriteria diangkat menjadi karyawan tetap.

Jaga sikap Anda selama mengikuti proses review dan anggap saja proses tersebut seperti proses ketika Anda melamar kerja.

Kembali ke atas

Baca juga:  Contoh Surat Perjanjian Kerja Karyawan Lengkap

6. Bisakah Masa Percobaan Kerja Diperpanjang?

Perusahaan bisa memperpanjang masa probation Anda jika memang terdapat ketentuan tersebut pada surat perjanjian. Misalnya saja jika perusahaan merasa Anda belum menunjukkan performa yang baik dan sesuai dengan keinginan.

Baca dengan baik poin-poin yang tertulis dalam surat perjanjian ketika Anda menerima sebuah pekerjaan. Tanyakan hal-hal yang menurut Anda belum jelas seperti masa perpanjangan ini.

Kembali ke atas

7. Bagaimana Jika Saya Dipromosikan Lalu Ternyata Saya Gagal dalam Masa Probation?

Keadaan ini tergantung pada seperti apa hasil kerja dan lama waktu Anda telah bekerja. Jika Anda sudah bekerja selama dua tahun misalnya, Anda bisa saja mengajukan klaim tertentu namun tetap sulit karena ada perjanjian yang telah ditandatangani sebelum Anda dipromosikan.

Gagal dalam masa percobaan bukanlah akhir dari karir Anda. Tips dari kami jika Anda gagal masa percobaan, cobalah untuk mencari informasi atau feedback dari perusahaan (bisa HRD atau pimpinan perusahaan) tentang hal apa saja yang bisa Anda tingkatkan sebagai evaluasi.

Kembali ke atas

8. Apa yang Harus Saya Katakan Saat Wawancara Kerja Selanjutnya Jika Saya Pernah Gagal Ketika Masa Probation?

Jika Anda melamar di perusahaan lain dengan posisi yang sama dengan posisi sebelumnya, pasti akan banyak pertanyaan karena Anda tidak lulus masa percobaan sebelumnya.

Anda tidak perlu khawatir, HRD biasanya akan menanyakan alasan apa sehingga Anda tidak lulus probation, pelajaran apa yang bisa Anda ambil, dan apa yang membuat Anda yakin akan lulus probation di perusahaan yang baru. 

Anda harus selalu jujur dalam semua hal agar HRD bisa menilai Anda dengan objektif. Gunakan kesempatan ini untuk mengklarifikasi dan sedikit membela diri Anda ketika wawancara kerja di perusahaan lain. Sampaikan kemampuan Anda yang belum sempat diperlihatkan di kantor sebelumnya dan kelemahan serta cara Anda mengatasinya.

Kembali ke atas

9. Apakah Probation Memiliki Keuntungan Bagi Karyawan?

Tentu saja probation bisa memberikan Anda keuntungan. Karyawan dan perusahaan memiliki hak yang sama untuk melepaskan diri dari perjanjian kerja selama masa percobaan.

Hal ini bisa menguntungkan Anda jika memang ternyata Anda tak suka bekerja di sana tanpa harus terkena kompensasi apapun.

Kemudian, seorang karyawan yang sedang mengikuti masa probation biasanya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan tertentu untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka.

Hal ini tentu saja menguntungkan apalagi bagi para fresh graduate. Anggap masa probation sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sesuatu yang harus ditakuti.

Kembali ke atas

10. Peraturan mengenai gaji untuk karyawan selama masa percobaan

  • Bagi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) aturan mengenai masa percobaan sekurang-kurangnya satu tahun dan paling lama dua tahun.
    Aturan yang meliputi ada dua yakni Pasal 16 ayat 4 UU No. 8 Tahun 1974 Jo. UU No. 43 Tahun 1999 dan Pasal 14 ayat 1 PP. No. 98 Tahun 2000 Jp. PP No. 11 Tahun 2002.
    Selanjutnya, CPNS akan mendapatkan gaji sebesar 80% dari seluruh total gaji selama masa percobaan.
  • Untuk Calon pegawai swasta, terlebih dahulu pastikanlah isi perjanjian kerjanya. Perlu dipahami bahwa untuk calon pegawai swasta, tidak ada aturan ketenagakerjaan yang mengatur struktur gaji pada masa percobaan.
    Meskipun ada aturan terkait dengan masa percobaan adalah batasan mengenai perpanjangan masa percobaan yang seharusnya diterapkan oleh perusahaan.
    Sehubungan dengan gaji dan masa percobaan, UU No. 13 Tahun 2003 sebenarnya menyebutkan adanya larangan untuk membayar upah pegawai di bawah upah minimum yang berlaku.
    Disebutkan pada Pasal 60 ayat 2 UU No. 13 Tahun 2003 sebagai berikut “Dalam masa percobaan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pengusaha dilarang membayar upah di bawah upah minimum yang berlaku.
    Meskipun demikian, praktik penerapan 80 persen gaji diterapkan oleh perusahaan dengan tujuan sebagai jaminan terkait dengan kinerja yang ditunjukkan oleh calon pegawainya.
    Biasanya perusahaan melakukan hal ini dengan tujuan perusahaan dapat mengikat calon pegawainya agar mau “bertahan” di perusahaan tersebut selama masa percobaan yang disepakati bersama antara perusahaan dengan pegawai.

Kembali ke atas

11. Training selama masa percobaan kerja

Pada saat karyawan menjalani masa percobaan, perusahaan akan memberikan beberapa training untuk mengembangkan keterampilan sekaligus kompetensi yang dimiliki guna mencapai target kerja yang optimal. Inilah beberapa training yang akan dijalani oleh karyawan baru :

  • Training tentang pengenalan lingkungan perusahaan. Pemberian training ini bertujuan untuk membantu karyawan baru untuk dapat lebih cepat dalam beradaptasi. Materi yang ada di training ini terkait dengan kondisi lingkungan kerja, jam kerja, peraturan perusahaan, serta budaya kerja yang ada di perusahaan.
  • Training tentang 5R dan K3. 5R kepanjangan dari Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin, sesuai dengan kepanjangannya, menerapkan hal tersebut bisa membuat kenyamanan di lingkungan kerja. Sedangkan K3 diberikan terkait dengan pemahaman prosedur keselamatan kerja karyawan.
  • Training Tentang Instruksi Kerja dan Standar Operasional Prosedur, adalah training yang terkait dengan wilayah jangkauan tugasnya, pihak yang terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya.
  • Training Tentang Continuous Improvement, mengenalkan program untuk memberikan ide-ide untuk perusahaan. Jika terealisasi dan terbukti memberikan dampak yang baik karyawan akan mendapatkan reward dari perusahaan.

Kembali ke atas

Baca juga:  Inilah Daftar Golongan dan Pangkat PNS

12. Tips Lulus Masa Training atau Percobaan Kerja

Pada saat uji coba atau training kerja, tentu saja semua yang Anda kerjakan masuk dalam penilaian untuk menentukan apakah Anda layak untuk menjadi karyawan kontrak atau bahkan langsung menjadi karyawan tetap

Nah, agar Anda bisa lulus training kerja dengan baik, mari simak 6 tips yang sudah KaryaONE siapkan untuk Anda.

  • Give and Do YOUR BEST! 

Berikan yang terbaik yang Anda bisa! Sekecil apapun pekerjaan Anda, jangan pernah meremehkan pekerjaan. Selalu tanamkan di dalam pikiran dan hati bahwa Anda akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan Anda, terlebih lagi dalam masa percobaan karena pada masa percobaan Anda benar-benar diperhatikan untuk menentukan apakah Anda pantas menjadi karyawan perusahaan atau tidak.

  • Jangan katakan TIDAK, TIDAK BISA, dan TIDAK TAHU 

Apabila Anda diberikan suatu tugas, jangan pernah berkata tidak, tidak bisa atau tidak tahu sebelum Anda mencoba hal tersebut! Selalu katakana hal yang positif, sekalipun Anda tidak tahu setidaknya ganti pernyataan negatif “TIDAK BISA” menjadi “Akan saya COBA!”. Atau meskipun Anda tidak tahu, Anda bisa mengganti kata-kata “Tidak Tahu” menjadi “belum pernah dengar sebelumnya”  atau “akan saya cari tahu”. Hal tersebut terlihat sepele, namun itu akan sangat mencerminkan kesungguhan Anda dalam bekerja. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk tidak berkata “TIDAK”. 

  • Jangan Malu Untuk Bertanya

“Malu Bertanya Sesat Di Jalan” perlu Anda praktekan saat training kerja karena Anda pasti belum tau semua tentang perusahaan atau yang berhubungan dengan pekerjaan Anda kan? Tapi harus diingat juga, bertanya seperlunya karena setiap orang di perusahaan Anda pasti punya kesibukan sendiri, sehingga Anda harus pintar memilah- milah mana hal yang sangat krusial yang harus ditanyakan dan mana hal yang masih bisa Anda cari tau di Internet ya :-).

  • Rendah Hati dan Senyum 

Di dalam dunia kerja, Anda akan menemui banyak orang-orang baru dan tentunya semua orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan dalam bergaul adalah terapkan sikap rendah hati dan murah senyum kepada rekan-rekan kerja Anda. Tidak perlu memamerkan hal-hal yang tidak menunjang kinerja Anda. Tetap bersikap “down to earth” dan ramahlah kepada semua kalangan.  

  • Berpikir optimis dan positif

Dunia kerja memiliki tantangannya tersendiri bagi karyawan. Ingatlah selalu untuk berpikir positif dan optimis! Sebesar apapun tantangan yang Anda hadapi, pasti akan selalu ada jalan keluarnya apabila tetap menjaga pikiran Anda sebagai pikiran yang positif dan optimis! Percaya atau tidak pikiran seperti itu akan membawa dampak yang baik bagi kinerja Anda lo! Jadi, tetap positif dan optimis ya. 

  • Tetapkan Target Pribadi!

Selama masa percobaan, cobalah tetapkan target yang harus Anda capai selama masa percobaan.  Target disini tidak perlu hal yang luar biasa. Tetapkan saja target sederhana namun penting untuk kinerja Anda. Contohnya “Saya akan bisa mengenal semua tugas-tugas saya dalam waktu satu bulan”. Lalu bulan kedua, saya harus lebih baik dalam mengatur waktu dan lain sebagainya. 

Kesimpulan

Masa Percobaan Kerja atau masa training adalah waktu bagi perusahaan dan pegawai yang bersangkutan untuk menilai apakah ada kecocokan antara satu sama lain.  Penilaian ini terjadi selama proses training, pengenalan peraturan dan kebudayaan perusahaan, juga orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Dengan mempertimbangkan banyak karyawan yang tidak lolos selama masa training ini, sebelum seseorang menerima pekerjaan sebaiknya ia melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap perusahaan tempat ia akan bekerja, termasuk kapasitas pribadi untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Kembali ke atas

Sumber:

JobSite: What You Need To Know About Probation Periods

Comments (95)

  • Satria Perwira Reply

    Saya baru masuk kerja, sebelumnya menandatangani kontrak kerja 3 bulan,, apakah 3 bulan itu adalah masa percobaan??
    Dan bagaimana bila baru seminggu masuk kerja kemudian tidak nyaman dengan lingkungan dan pekerjaannya? Karna berbeda dengan yang saya bayangkan,, dan kemungkinan nantinya akan banyak lembur,, apa yang harus saya lakukan? Bertahan atau mundur? Terima kasih

    Januari 10, 2018 at 6:23 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Halo Satria, masa percobaan kerja paling lama 3 bulan dan itu sudah diatur oleh UU Ketenagakerjaan. Mengenai kenyamanan kerja, itu kembali ke pribadi masing-masing saat beradaptasi di kantor baru, dan soal lembur sebaiknya anda tanyakan pada atasan tentang kebijakan tersebut. Kalau selama masa percobaan anda memutuskan untuk mundur, sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik karena anda pun masuk ke perusahaan itu dengan cara yang baik pula.

      Januari 12, 2018 at 9:05 am
  • Ikhsan A. Reply

    Hallo….says Ikhsan
    Says ingin tanyakan bhw saat awal saya bekerja diberikan masa percobaan selamat 6 bln. Namun setelah 6 bln selesai tdk ada pemberitahuan bhw saya lulus atau tidak. Namun saat review KPI nilai saya baik, walaupun secara target belum tercapai. Saya msh tetap lanjut sampai saat Ini yg telah mencapai 1,5 thn berjalan. Namun sampai saat ini belum ada informasi terkait pengangkatan saya. Dan saya tidak mau menanyakan hal tab krn saya anggap sdh semestinya pihak HARD atau Perusahaan melakukan SOP utk proses Surat pengangkatan. Yg ingin saya tanyakan apakah perusahaan dapat tiba2 memberhentikan saya? Berapa lama maksimal perpanjangan masa percobaan dapat dilakukan? Terima ksh sblmnya atas penjelasannya.

    Februari 12, 2018 at 7:33 pm
    • Admin KaryaONE Reply

      Halo Ikhsan, masa percobaan kerja paling lama (maksimal) 3 bulan dan itu sudah diatur oleh UU Ketenagakerjaan. Biasanya setelah masa percobaan habis, perusahaan menawarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) sebelum mengangkat kamu menjadi pegawai tetap. Sebaiknya kamu lihat kembali surat perjanjian kerja atau tanyakan langsung ke HRD tempat kamu bekerja tentang hal ini.

      Februari 13, 2018 at 2:37 pm
  • debora Reply

    Hallo
    saya inngin bertanya kalo masa percobaan selama 1 bulan apakan itu sudah di nilai dengan performa kinerja kita?
    dikarenakan saya diterima bekerja tetapi dalam masa percobaan selama 1 bulan
    setau saya kalau masih dalam 1 bulan kan belum tentu menguasai semua yg ada dala pekerjaan itu
    mohon sarannya

    Februari 15, 2018 at 10:06 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Halo Debora,
      Untuk beberapa perusahaan biasanya menerapkan masa percobaan selama 3 bulan, dalam kasus ini mungkin perusahaan tempat kamu bekerja merasa cukup hanya dengan 1 bulan.

      Penilaian mengenai performa maupun kinerja, mungkin kamu yg lebih tahu apakah selama 1 bulan bekerja sudah memberikan yg terbaik atau belum.

      Februari 26, 2018 at 11:33 am
  • Aril Reply

    Hallo..saya Aril
    Saya sedang menjalani masa percobaan 3 buln disebuah perusahaan yg sedang berkembang. Tapi setelah 2 minggu saya bekerja saya merasa kurang cocok dengan pekerjaan saya, yang ingin saya tanyakan apakah setelah masa percobaan 3 bulan saya bisa mengundurkan diri? Terimaaksih, mohon pencerahannya

    Februari 22, 2018 at 12:07 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Halo Aril,
      Setelah masa percobaan 3 bulan tentu kamu bisa mengajukan resign (menolak untuk perpanjang kontrak).
      Good luck!

      Februari 26, 2018 at 11:35 am
      • Kris Reply

        Bgmn cara utk mengundurkan diri stlh masa probation dengan sopan? Apakah perlu menulis surat sebelumny? Atau memberitahu stlh review dari perusahaan?

        Mei 30, 2018 at 9:49 pm
        • Admin KaryaONE Reply

          Hi Kris,
          Cara mengundurkan diri secara sopan dapat dilakukan dengan cara memberikan surat pengunduran diri ke pihak HR 1 bulan sebelum tanggal efektif berhenti.

          Semoga informasi ini dapat membantu.

          Juni 21, 2018 at 10:24 am
  • Romi Reply

    Halloween Karyaone, Saya Romi.. Ingin menanyakan jika gagal dalam masa percobaan dan tidak diangkat sebagai karyawan permanen secara hukum yang berlaku apakah uang saku/uang pisah ??

    Februari 23, 2018 at 1:34 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Halo Romi,
      Jika gagal dalam masa percobaan dan tidak diperpanjang kontrak atau diangkat sebagai karyawan tetap, maka kamu tidak mendapatkan uang pisah/uang saku.

      Februari 26, 2018 at 11:38 am
  • dede sugiarto Reply

    saya sudah selesai masa percobaan. tetapi tidak ada kabar tentang kontrak baru saya.
    status saya apakah akan langsung jadi karyawan kontrak atau masih tetap jadi karyawan percobaan.
    dan apabila saya mengajukan pengunduran diri, maka wajib mengikuti peraturan perusahaan yang menetapkan bahwa saya harus sebulan invoice atau dapat langsung keluar.

    Maret 1, 2018 at 4:32 pm
    • Marcella Reply

      Halo Dede,
      Hal itu sebaiknya ditanyakan ke atasan Anda dan pihak HRD. Apabila tidak ditanyakan maka status Anda akan menggantung. Jika statusnya berubah dari karyawan percobaan menjadi karyawan kontrak maka akan ada pembaruan kontrak. Untuk proses pengunduran diri, sebaiknya tetap dilakukan sesuai peraturan perusahaan, yaitu pemberitahuan 1 bulan sebelumnya.

      Maret 20, 2018 at 11:05 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Hi Dede,
      Anda harus menanyakan kejelasan status Anda ke pihak HRD, agar status Anda tidak menggantung. Jika ingin mengundurkan diri, Anda sebaiknya tetap mengikuti peraturan perusahaan yaitu memberikan pemberitahuan 1 bulan sebelum resign.
      Semoga jawaban ini dapat membantu.

      Maret 20, 2018 at 1:42 pm
  • Adam Reply

    Halo,

    Saya ingin melakukan resign setelah masa probation lewat. namun biasanya apakah saya harus tetap 1 month notice? atau setelah masa probation lewat saya bisa langsung mundur? terima kasih

    Maret 19, 2018 at 11:16 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Sebaiknya Anda tetap memberi pemberitahuan 1 bulan sebelumnya karena pihak HRD dan tim Anda harus melakukan penyesuaian pekerjaan setelah Anda pergi. Hal itu akan mempermudah pekerjaan banyak orang.

      Maret 20, 2018 at 11:15 am
  • Icha Reply

    Hallo,
    Saya mau nanya. Jadi kan saya lagi masa percobaan di klinik. Bagian kasir. Saya gak betah karena kondisi rumah jauh dan saya gak punya motor. Selain itu saya ngerasa gak nyaman sama kerjaannya. Karena sebelumnya aaga lamar bagian resepsionist tp di pindahin ke kasir yang kalo pulang sampe jam 10 malam. Saya cewek jadi pulang Jam segitu malam-malam gak berani. Mau kos juga kosan dekat sana gak ada. Udah 2 minggu masa percobaan. Dan masa percobaan itu gak di gaji. Uang transport aja gak dikasih. Sementara saya bolak balik aja habisin duit 30rb sehari. Saya mau resign. Cuma ijazah di tahan. Katanya kalo keluar pas masa percobaan harus bayar penalty 500rb. Tapi saga belum ttd kontrak. Cuma ada Surat berita acara penitipan ijazah. Saya udh bilang ke koordinator yg mentraining saya kalo saya gak lanjut. Sekarang saya udah gak masuk 3 hari. Cuma ijazah masih disana. Itu gimana ya?.. Apa saya tetap bayar penalty walaupun saya belum ada ttd kontrak kerja? Terus saya kan lagi belum ada uang buat nebus ijazah, apa saya harus ke klinik untuk biacarain soal gak lanjut training?

    Maret 24, 2018 at 9:45 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Halo Icha,
      Pada dasarnya perusahaan tidak dianjurkan untuk melakukan penahanan ijazah karyawan. Namun tidak ada peraturan juga yang melarang hal tsb. Semuanya kembali pada perjanjian antara karyawan dengan perusahaan yang bersangkutan.
      Oleh karena tidak ada kontrak kerja antara Anda dan perusahaan, sebaiknya hal ini dibicarakan saja secara kekeluargaan dengan perusahaan. Baik itu dengan pihak HR maupun pihak koordinator training. Mungkin dapat disampaikan beratnya biaya yang harus Anda tanggung jika tetap melanjutkan maupun jika harus membayar denda. Ajukan permohonan untuk bisa mengambil ijazah tanpa harus membayar biaya penalti karena keterbasan dana. Saya harap cara ini dapat berhasil.

      Untuk di masa yang akan datang disarankan untuk menghindari perusahaan yang melakukan penahanan ijazah,yang tidak memberi pkwt (perjanjian kerja waktu tertentu), dan yang tidak memberi upah selama masa probation.

      Maret 28, 2018 at 9:07 am
  • Joni Reply

    Percobaan masa kerja paling lama 3 bulan, klo tetap lanjut bekerja berarti demi hukum beralih kepada pekerja tetap. Karna pekerja kontrak atau PKWT tidak ada masa percobaan masa kerja. Cek Pasal 58 ayat 1, pasal 60 ayat 1 UU Nomor 13 tahun 2003 ttg ketenagakerjaan.

    Salam.

    April 24, 2018 at 1:35 pm
  • Ahmad Reply

    Saya ingin bertanya saya dikontrak perusahan untuk menjalankan probation selama 3 bulan pada tgl 9 oktober dan berakhir pada januari, tetapi perusahaan tersebut malah memberikan tambahan waktu probation saya sampai tanggal 9 april, dr tanggal tersebut sampai tanggal 20 april saya tetap bekerja seperti biasa dan baru diberikan kabar pada tanggal 20 april jika saya tidak diperpanjang atau pemutusan kerja, tetapi saya diharuskan kerja sampai tanggal 30 april dan gaji saya yg biasanya saya terima antara tanggal 25-27 tetapi malah di hold sampai tgl 30 april dengan alasan saya belum melakukan handover padahal saya sudah melakukan handover pada tgl 27 april. Apa itu sebuah pelanggaran bagi perusahaan?

    April 30, 2018 at 3:38 pm
    • Admin KaryaONE Reply

      Kontrak kerja masa percobaan dapat dibuat untuk 3 bulan, dan diperpanjang. Untuk pembayaran gaji, mungkin perusahaan ingin membayar Anda selama 1 bulan full untuk gaji terakhir, sedangkan pembayaran gaji setiap tanggal 25-27 itu sebenarnya untuk periode 24 tanggal sebelum hingga tanggal 23 bulan berjalan.
      Seringkali setelah karyawan menerima gaji pada tanggal 25-27, dia tidak akan masuk kerja lagi padahal dia masih diminta bekerja hingga tanggal 30. Jadi gaji Anda baru dibayarkan pada tanggal 30.

      Mei 17, 2018 at 9:11 am
  • Lttlclms Reply

    Saya baru masuk kerja beberapa hari. Kata bagian hrd saya masuk masa percobaan dulu selama 3 bulan. Tapi entah mengapa, saya merasa tertekan kerja disana. Setelah masa percobaan 3 bulan selesai maka akan dilakukan penandatangan kontrak kerja selama 1 tahun. Yang saya mau tanyakan:
    1. Kontrak kerja 1 tahun itu masuk ke dalam PKWT?
    2. Apabila termasuk PKWT, bukannya tidak boleh ada masa percobaan?
    3. Apabila saya keluar setelah masa percobaan satu bulan, apakah ada penalty atau konsekuensi lainnya?
    4. Apabila saya keluar setelah satu bulan kerja dan mendapat gaji, adakah ketentuan untuk merefund uang tersebut?

    Mei 4, 2018 at 4:33 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Hi, Lttlclms,
      Menjawab pertanyaan Anda :
      1. Kontrak kerja 1 tahun itu masuk ke dalam PKWT? iya
      2. Apabila termasuk PKWT, bukannya tidak boleh ada masa percobaan? Pasal 58 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan merumuskan, untuk PKWT tidak dapat dipersyaratkan adanya masa percobaan. Ayat selanjutnya dari pasal yang sama menandaskan, ketentuan probation itu akan batal demi hukum jika diatur dalam PKWT.
      3. Apabila saya keluar setelah masa percobaan satu bulan, apakah ada penalty atau konsekuensi lainnya? tergantung, pada perjanjian yang tertulis pada kontrak.
      4. Apabila saya keluar setelah satu bulan kerja dan mendapat gaji, adakah ketentuan untuk merefund uang tersebut? jarang ada yang merefund gaji. Itu juga tergantung perjanjian yang tertulis pada kontrak.

      Mei 17, 2018 at 9:32 am
  • Mila Reply

    Saya mila
    Saya mau tanya
    1.Apakah jam kerja pegawai training itu bisa seenaknya sesuai perusahaan? Atau tetap pada standar jam kerja karyawan tetap?
    2. Apakah sebagai karyawan training berhak mendapatkan hari libur? Jika dalam selama proses training tidak ada libur apakah karyawan training berhak menuntut ?

    Mei 17, 2018 at 7:45 pm
    • Admin KaryaONE Reply

      Perusahaan dapat mengatur jadwal training sesuai yang dibutuhkan. Ketentuan mengenai libur untuk karyawan training diatur oleh setiap perusahaan sesuai dengan kontrak kerja.

      Mei 30, 2018 at 1:17 pm
  • wirawaty Reply

    Saya ingin bertanya, di kantor saya ada sales yg probation nya sudah mau 1 tahun tapi masih belum diangkat menjadi karyawan tetap karena dianggap tidak memenuhi target, yang mau saya tanyakan kalo misalnya si sales tersebut mau minta ijin cuti (annual leave), apakah itu dibolehkan?Thanks

    Mei 18, 2018 at 4:10 pm
    • Admin KaryaONE Reply

      Halo Wirawaty,
      Ketentuan mengenai ijin cuti pada masa probation tergantung masing-masing perusahaan. Umumnya pada periode tersebut karyawan yang bersangkutan tidak dapat mengajukan cuti. Namun, ada perusahaan yang mengijinkan cuti karena alasan tertentu misalnya ada anggota keluarga inti yang meninggal.

      Mei 30, 2018 at 1:11 pm
  • dana Reply

    Saya baru saja daftar penerimaan pegawai blud non pns di puskesmas. Awalnya saya tidak tau kalau gaji ternyata sangat amat kecil dan puskesmas juga jauh dr rumah saya. Saya sudah mau resign saat tau jumlah gajinya. Tp saya tertekan keadaan dan terpaksa ttd kontrak masa percobaan. Apakah kita boleh resign kalau sudah ttd kontrak masa percobaan itu?

    Mei 21, 2018 at 11:45 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Hi Dana,
      Anda dapat melakukan resign walau sudah tanda tangan kontrak kerja. Namun, hal yang perlu ditanyakan kepada pihak HRD adalah bagaimana cara mengajukan resign tsb. Biasanya, karyawan yang bersangkutan harus mengajukan resign 1 bulan sebelum tanggal berhenti bekerja.
      Silahkan Anda menanyakan rincian mengenai prosedur resign di tempat kerja Anda ke pihak HRD.

      Terima kasih

      Mei 30, 2018 at 1:07 pm
  • Ratih Reply

    Hi Karyaone,

    Saya seorang karyawan yang statusnya adaptation periode selama 6 bulan pada sebuah perusahaan, dan saat ini sudah masuk bulan ke 4. Kemudian saya sudah melakukan pengunduran diri di tanggal 31 mei 2018 kemarin. Yang saya ingin tanyakan, apakah saya berhak mendapatkan THR yang dimana Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 15 Juni 2018. Terima kasih.

    Juni 1, 2018 at 1:19 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Hi Ratih,
      Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 mengenai THR Keagamaan, pekerja yang berhak menerima THR adalah
      1. Bekerja secara terus-menerus lebih dari 1 bulan
      2. Pekerja/buruh yang hubungan kerjanya berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 (tiga puluh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan

      Jadi menurut peraturan tsb. Anda berhak menerima THR dengan nilai proporsional.

      Juni 21, 2018 at 10:39 am
  • Ardiansyah Reply

    Saya dikontrak percobaan(training) kerja selama 3 bulan tetapi saya msih mau berjalan ke 3 bulan ini sudah diputus
    Dan gaji di bulan pertama dan kedua tidak seperti yg dijanjikan itupun pada saat itu saya tanda tngan kontrak sebagai teknisi tapi kerja saya double sama penagihan saya diputus juga karna hal kecil
    Uang bensin pun juga gak cair
    Ijazah juga ditahan apa kalok diputus sebelum habis masa kontrak training gg dapat uang penghargaan atau yg lainnya sih??

    Juni 9, 2018 at 2:56 am
  • Edwar hakim Reply

    Saya ingin bertanya bagai mana jika saya mengundurkan diri dari tempat kerja saya yang di berikan masa training atau percobaan selama 3 bulan tetapi saya mengundurkan diri sebelum 3 bulan ya tepat nya sekitar 2 bulan lewat 2 Minggu apakah itu akan terkena pinalti atau ganti rugi karena pada saat saya tanda tangan persetujuan masa training tidak ada materai di dalam surat masa percobaan tersebut dan apakah saya masih bisa mengambil jatah uang saya yang saya kerjakan selama 2 Minggu tersebut terima kasih.

    Juni 10, 2018 at 5:38 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Hi Edwar,
      Tergantung pada peraturan perusahaan, jika tidak ada peraturan mengenai ganti rugi maka Anda tidak perlu memberikan ganti rugi. Mengenai jatah uang selama 2 minggu tersebut, perhitungannya ditentukan oleh perusahaan. Dengan demikian Anda dapat menanyakannya ke pihak HR perusahaan Anda bekerja.

      Juni 21, 2018 at 11:56 am
  • Suyoto Reply

    Saya adl karyawan yg masih dlm masa probation selama 3 bln, saat berjalannya masa probation tsb, saya diikutkan training oleh perusahaan, namun krn saya merasa kurang nyaman bekerja di perusahaan tsb, saya memutuskan utk tdk memperpanjang kontrak masa probation saya. Namun oleh perusahaan saya diminta utk mengganti biaya training Rp 8jt krn saya tdk memperpanjang kontrak dan program training masih berlanjut hingga bln Okt. Sedangkan kontrak saya berakhir di awal bulan Juli. Apakah benar saya bisa dikenakan denda penggantian biaya training, padahal tidak ada pasal yang menunjukkan tentang ketentuan jika karyawan ikut program training dan saya juga tidak pernah menandatangani kontrak apapun yang berkaitan dengan program training tsb.
    Mohon bantuan penjelasan dan pencerahannya.
    Terima kasih

    Juni 21, 2018 at 11:39 am
    • Admin KaryaONE Reply

      sudah dijawab ya..

      Juli 6, 2018 at 3:38 pm
  • Putra Reply

    Permisi nama saya Putra.
    Saya ingin bertanya, saya telah menandatangani kontrak kerja masa percobaan selama 2 bulan dengan materai, dan saya telah bekerja selama lebih dari 1 bulan dan telah menerima gaji untuk 1 bulan pertama, di kontrak tertulis resign dengan baik akan menerima gaji terhitung hari kerja, bagaimana jika saya resign dengan tidak baik, apakah saya wajib mengembalikan gaji yang telah saya terima di bulan pertama?
    Terima kasih.

    Juni 21, 2018 at 8:53 pm
    • Marcella Reply

      Jika Anda resigh dengan tidak baik kemungkinan Anda tidak akan menerima gaji di bulan kedua. Namun karena Anda telah selesai kerja di bulan pertama, Anda berhak menerima gaji di bulan pertama sesuai perjanjian.

      Juli 5, 2018 at 1:55 pm
  • Suyoto Reply

    Selamat siang…, Sy ingin bertanya. Saat ini sy adl seorang karyawan Probation Period. Lama kontrak sy adl 3 bln. Pd masa kontrak tsb, di pertengahan sy diminta utk ikut training oleh perusahaan. Saat mengikuti training, sy br mendapat informasi bhw acr training tsb akan berkelanjutan dan akan selesai di bln Okt 2018. Kontrak sy brakhir di awal bln Juli 2018 dan sy memutuskan utk tdk memperpanjang kontrak tsb. Namun dr pihak perusahaan mengatakan bhw sy tdk bs mengakhiri kontrak tsb begitu saja, krn sy terikat acara training & jk sy tdk memperpanjang kontrak sy, sy dikenakan denda sejumlah tertentu. Sedangkan sy tidak pernah menandatangani apapun yg berkaitan dg training tsb. Dan kontrak kerja sy jg tdk ada pasal atau ketentuan yg mengatur mengenai training tsb. Pertanyaan sy, apakah sy memang wajib membayar uang denda tsb jk sy tdk memperpanjang kontrak sy utk bekerja di perusahaan tsb?
    Mohon bantuan penjelasan dan sarannya.
    Terima kasih

    Juni 27, 2018 at 1:51 pm
    • Admin KaryaONE Reply

      Hi Suyoto,
      Anda dapat berdiskusi dengan pihak HR bahwa Anda hanya terikat pada peraturan yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja Anda.

      Semoga membantu. Terima kasih.

      Juli 6, 2018 at 3:11 pm
  • Achmad Rully Reply

    saya mau bertabya. kontrak kerha (percobaan dll) itu biasanya dilakukan kapan ? pas awal masuk bekerja atau bukan. saya diterima bekerja di suatu perusahaan saat interview tapi dari pihak perusahaan hanya memberikan info kapan saya mulai bisa bekerja…
    apa saya harus tanyakan ke pihak perusahaan?
    mohon infonya terimakasih

    Juni 29, 2018 at 4:39 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Halo Achmad,
      Pemberian kontrak kerja seharusnya dilakukan pada awal masuk bekerja. Sebaiknya Anda menanyakan mengenai hal ini kepada pihak Perusahaan.

      Juli 6, 2018 at 2:59 pm
  • Wisnu Reply

    Hallo karyaOne,

    Saya mau bertanya. Bagaimana jika perusahaan berstatus CV dan bergerak di bidang jasa kreatif yaitu agency. Untuk pegawai barunya tidak di berikan surat kontrak kerja sama skali atapun mengenak tanda tangan kontrak. Bagaimana posisi saya di mata hukum ketenagakerjaan dan posisi perusahaan di mata hukum untuk hal tersebut? Terimakasih

    Juli 3, 2018 at 10:19 am
    • Admin KaryaONE Reply

      Hi Wisnu,
      Menurut UU NO. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 50 “Hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh”. Pada pasal 51 disampaikan bahwa Perjanjian Kerja dapat dibuat baik secara “TERTULIS” ataupun “LISAN”.
      Perjanjian Kerja dianggap sah selama tidak bertentangan dengan pasal 52 ayat 1 yaitu 1)Kesepakatan kedua belah pihak;
      2) Kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum; 3) Adanya pekerjaan yang diperjanjikan; dan 4) Pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
      Menurut pasal 57 ayat 1 dan 2 harus ada pembuatan secara tertulis terhadap PKWT, apabila ternyata PKWT tersebut tidak dibuat secara tertulis, maka secara otomatis Perjanjian Kerja tersebut menjadi PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu).

      Jika syarat peraturan tsb. terpenuhi semua maka Anda sebenernya memiliki perjanjian kerja dengan perusahaan dalam bentuk PKWTT.

      Juli 6, 2018 at 2:30 pm
  • Ryan Reply

    Saya sudah bekerja dlm masa probation selama 3 bln, Dan selama itu saya tidak pernah dipanggil untuk di review, appraisal atau dievaluasi pekerjaan saya. Tiba tiba di 3 Hari sebelum masa probation saya berakhir, saya diberi info kalau saya tidak lulus masa probation. Apakah ini Adil? Apakah secara UU perusahaan diperbolehkan melakukan ini? Apakah saya bisa menuntut perusahaan ini? Karena ini kejadian pertama Kali saya, di perusahaan2 sebelumnya tidak pernah Sama sekali kejadian seperti ini. Mohon infonya

    Juli 15, 2018 at 12:45 pm
    • Admin KaryaONE Reply

      Hi Ryan,
      Perusahaan berhak untuk tidak melanjutkan masa probation. Ada perusahaan yang bahkan setelah masa probation selesai sama sekali tidak memberi kejelasan pada karyawan yang bersangkutan mengenai apakah ia lanjut atau tidak.

      Juli 16, 2018 at 8:56 am
  • Yoh Reply

    Hallo, saya ingin bertanya jika dimasa percobaan 3 bulan itu, saya hanya bekerja beberapa hari atau beberapa minggu karena tidak nyaman, apakah saya berhak menerima upah kerja ? Apakah ada sanksinya?

    Juli 18, 2018 at 2:43 pm
    • Karyaone Mod Reply

      Hai Yoh,
      Biasanya perusahaan hanya akan membayarkan gaji karyawan setelah penuh 1 bulan bekerja. Silahkan membaca perjanjian kerja Anda mengenai ada/tidaknya sanksi yang berlaku untuk hal ini.

      Juli 23, 2018 at 9:33 am
  • Aminah Reply

    Halo saya aminah , saya dalam masa probation selama 3 bulan. Tapi baru masuk dua minggu saya merasa tidak cocok dan berniat mengundurkan diri. Apakah gaji saya selama bekerja dua minggu tidak akan keluar ?

    Juli 19, 2018 at 12:33 pm
    • Karyaone Mod Reply

      Halo Aminah,
      Biasanya perusahaan hanya membayarkan gaji setelah 1 bulan penuh bekerja. Silahkan membaca perjanjian kerja Anda untuk lebih pasti.

      Semoga informasi ini membantu.

      Juli 23, 2018 at 9:31 am
  • Daniel aditya Reply

    Halo,saya freshgraduate dan saya melamar di salah satu perusahaan distributor besar sebagai sales,sekarang saya menandatangani masa probation 3 bulan tetapi saya baru menjalani 3 hari.. selama 3 hari ini saya belum mengerti bekerja sales di perusahaan inu karena saya belum memiliki pengalaman apa apa, bagaimana perusahaan akan menanggapinya ?

    Juli 25, 2018 at 2:45 pm
    • Karyaone Mod Reply

      Hai Daniel,
      Perusahaan biasanya memberikan training untuk pegawai baru agar mereka lebih mengenal produk perusahaan dan dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Ada baiknya jika Anda inisiatif bertanya tentang produk2 perusahaan pada para senior di perusahaan tersebut.

      Semoga informasi ini membantu.

      Juli 30, 2018 at 10:05 am
  • Asri Reply

    Mau bertanya..saya kontrak 1 tahun tp 3bulan pertama itu masa percobaan. Nah 3bln saya itu agustus. tp dari pihak manajemen blg saya ga diperpanjang…kalau begitu saya tidak perlu kasih surat resign kan?apakah saya bisa langsung pergi saja setelah pas 3bln?

    Juli 26, 2018 at 5:15 am
    • Karyaone Mod Reply

      Halo Asri,
      Iya betul, Anda tidak perlu surat resign dan dapat langsung pergi setelah 3 bulan.

      Juli 30, 2018 at 10:06 am
  • Anis Reply

    Hallo, saya mau tanya. Di perjanjian kerja saya tertulis PKWT yang isinya masa percobaan selama 3 bulan. Setelah 3 bulan, saya akan menjadi karyawan tetap.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah PKWT tersebut akan diperbaharui menjadi PKWTT setelah 3 bulan masa percobaan saya?

    Terima kasih

    Agustus 9, 2018 at 3:35 pm
    • Karyaone Mod Reply

      Hi Anisa,
      Iya perjanjian kerja akan diperbaharui menjadi PKWTT dengan hak dan kewajiban yang menyesuaikan dengan status kerja Anda.

      Agustus 23, 2018 at 3:49 pm
  • teguh Reply

    Hi, saya Teguh,
    saya karyawan PKWT selama 6 bulan dari 1 Maret sampai 31 Agustus. Awalnya PKWT 6 bulan dibuat dengan fungsi probation period dan diawal Agustus ini waktunya penilaian kinerja. Saya dinilai tidak dapat mencapai target kerja, maka secara lisan atasan saya menyampaikan bahwa kontrak akan diperpanjang (bukan diangkat menjadi karyawan tetap) sampai saya bisa mencapai target kerja yang telah ditetapkan perusahaan. Saya merasa keputusan ini tidak sesuai dengan komitmen awal dimana perusahaan menjelaskan bahwa penilaian kinerja tidak hanya dihitung melalui target kerja tetapi juga effort yang diberikan. Terlepas dari keputusan perusahaan itu, saya telah memutuskan untuk tidak akan melanjutkan pembaruan atau memperpanjang kontrak, pertanyaannya, perlukah 30 hari notifikasi untuk keputusan saya ini? atau saya bisa langsung menolak begitu mendapat tawaran perpanjangan kontrak secara tertulis? mohon masukannya.

    Agustus 15, 2018 at 5:03 pm
    • Karyaone Mod Reply

      Halo Teguh,
      Biasanya perusahaan mengeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa pemberitahuan pengunduran diri disampaikan 30 hari sebelum tanggal efektif berhenti. Sesuai kebijakan perusahaan masing-masing, jika memang ada, sebaiknya Anda memberikan notifikasi 30 hari sebelumnya.

      Semoga masukan ini membantu.

      Agustus 23, 2018 at 4:27 pm
  • Jeany Reply

    Halo, sebelumnya saya bekerja diperusahaan dengan masa probation 3 bulan ditambah 3 bulan lagi jadi totalnya 6 bulan.Lalu kontrak saya tidak diperpanjang karna dianggap tidak menunjukan perkembangan di perusahaan. Dan saya juga tidak dapat surat keterangan kerja, lalu apa yang harus saya katakan mengenai ini pada saat saya melamar di tempat lain? Bukankah perusahaan akan bertanya mengenai surat pengalaman kerja?

    Agustus 17, 2018 at 10:23 am
    • Karyaone Mod Reply

      Halo Jeany,
      Biasanya perusahaan melihat pengalaman kerja melalui resume dan melakukan konfirmasi sendiri ke perusahaan yang bersangkutan. Namun, memang itu tergantung perusahaan masing-masing. Ada saja yang perlu melihat surat pengalaman kerja.

      Agustus 23, 2018 at 4:11 pm
  • Vivi Ramadyah Reply

    secara aturan ketenagakerja, masa probation maks 3 bulan. bagaimana jika pada saat interview tdk ada bahasan kontrak, hanya 3 bulan setelah itu tetap, tapi di akhir bulan ke-4 ada PKWT selama 1 tahun yg menjelaskan ada pinalti dan fasilitas karyawan hanya bpjs kesehatan? apakah kontrak berkekuatan hukum jika di ttd tanpa materai? bagaimana seharusnya saya?

    Agustus 23, 2018 at 9:54 am
    • Herlan Reply

      Hai Vivi,

      Dengan tiadanya materai dalam suatu surat perjanjian tidak berarti perbuatan hukumnya tidak sah, melainkan hanya tidak memenuhi persyaratan sebagai alat pembuktian. Sedangkan perbuatan hukumnya sendiri tetap sah karena sah atau tidaknya suatu perjanjian itu bukan ada tidaknya materai, tetapi ditentukan oleh Pasal 1320 KUHPerdata.

      Bila suatu surat yang dari semula tidak diberi meterei dan akan dipergunakan sebagai alat bukti di pengadilan maka permeteraian dapat dilakukan belakangan.

      Keputusan ada di tangan Anda, apabila Anda setuju dengan adanya perubahan perjanjian tersebut dan menurut Anda masih layak dipertahankan maka dilanjutkan.

      Tetapi apabila Anda tidak setuju dengan perubahan perjanjian tersebut, maka Anda berhak mengajukan surat pengunduran diri.

      Agustus 24, 2018 at 9:05 am
  • asep Reply

    hei min , ak mo tnyk nih ,
    gimana hukumbya kalo karyawan masih dalam proses tranning sudah disuruh lembur kerja ?
    sedangkan untuk lembur itu tidak masuk mendapatkan uang lembur ? karena diawal sudah di kasih tau bahwa karyawan tranning selama 3 bln hanya mendapatkan gaji pokok saja , dan uang lembur hanya akan diberikan pada seusai tranning selama 3 bulan ,
    apakah saya bersalah jika saya memprotes keputusan tentang hari lembur saya dikarenakan alasan bahwa jika saya bulan ini lembur tidak akan mendapatkan gaji lembur ?
    gimana ni min menurut pandangan lu ?

    Agustus 24, 2018 at 12:21 pm
    • Herlan Reply

      Hi Asep,

      Pertama, kami ingin menjelaskan bahwa lembur dapat terjadi atas kesepakatan antara karyawan/buruh dan perusahaan. Hal ini terdapat dalam Pasal 78 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) yang berbunyi:

      (1) Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) harus memenuhi syarat:

      a. ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan; dan

      b. waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu.

      Hal serupa juga diatur dalam Pasal 6 Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia No. KEP-102/MEN/VI/2004 Tahun 2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur:

      Pasal 6

      (1) Untuk melakukan kerja lembur harus ada perintah tertulis dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pekerja/buruh yang bersangkutan.

      (2) Perintah tertulis dan persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dibuat dalam bentuk daftar pekerja/buruh yang bersedia bekerja lembur yang ditandatangani oleh pekerja/buruh yang bersangkutan dan pengusaha.

      (3) Pengusaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) harus membuat daftar pelaksanaan kerja lembur yang memuat nama pekerja/buruh yang bekerja lembur dan lamanya waktu kerja lembur.

      Ini berarti jika Anda tidak setuju dengan pengaturan mengenai lembur yang diberikan oleh perusahaan, Anda mempunyai hak untuk tidak bekerja lembur sebagaimana yang ditetapkan oleh perusahaan.

      Agustus 28, 2018 at 9:06 am
  • farhan Reply

    Saya farhan, saya mengikuti program mdp di sebuah perusahan bumn, saya sudah di nyakatakan lolos, namun saya tidak mengambil tawaran tersebut dikarenakan sudah mendapat pekerjaan di tempat lain, yang ingin saya tanyakan apakah saya harus membayar ganti rugi? Sepengatuan saya saya tidak pernah menandatangani kesempatan apapun dan saya belum melakukan ttd kontrak pkwt, terima kasih

    Agustus 27, 2018 at 1:53 am
    • Herlan Reply

      Hi Farhan,

      Anda tidak mempunyai kewajiban untuk membayar denda jika pada saat sebelum program mdp tidak ada persetujuan secara lisan atau tertulis dari kedua belah pihak tentang adanya denda atau ganti rugi.

      lain hal nya apabila sebelum program mdp ada persetujuan kedua belah pihak untuk adanya denda atau ganti rugi semisal untuk perihal biaya medical check up, atau yang lainnya.

      Agustus 28, 2018 at 9:29 am
  • ratri Reply

    Dear Admin, nama saya Ratri, mohon sharingnya. Apabila ada karyawan yang sudah dikontrak selama 1 tahun dan karena kinerja nya yang baik dia akan diangkat menjadi pegawai tetap, apakah atas dirinya wajib menjalani masa probation lagi selama 3 bulan? dan mohon rujukan aturan nya apabila ada, terima kasih.

    Agustus 31, 2018 at 9:43 am
    • Herlan Reply

      Hi ratri,

      Biasanya saat karyawan kontrak diangkat menjadi karyawan tetap tidak ada lagi masa percobaan, tetapi ada sebagian perusahaan yang memberikan masa percobaan lagi karena adanya perubahan pekerjaan, misal dari bagian operator menjadi staff.

      Bagi karyawan tetap, masa percobaan akan tertulis pada Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), di mana antara karyawan dan perusahaan pada akhirnya akan memiliki hubungan kerja yang bersifat tetap.

      Peraturan masa percobaan karyawan telah diatur di dalam Undang-Undang No. 13 Pasal 50 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan karyawan.

      Jadi, pada dasarnya tidak ada kewajiban bagi perusahaan untuk menerapkan ketentuan masa percobaan (maksimal 3 bulan) bagi pekerja dengan PKWTT sebelum menerima pekerja tersebut sebagai pekerja tetap di perusahaan. Akan tetapi, pada umumnya perusahaan menerapkan masa percobaan untuk melihat apakah kemampuan pekerja tersebut memenuhi standar perusahaan.

      Agustus 31, 2018 at 1:35 pm
      • ratri Reply

        Terima kasih banyak atas pencerahannya Pak.

        Agustus 31, 2018 at 7:37 pm
  • Agung Reply

    Dear Admin KaryaOne

    Saya ada pertanyaan, saya diberikan tawaran menjadi karyawan dengan status freelance selama 6 bulan.
    informasi dari hrd, status freelance dengan kontrak pada dasarnya sama, freelance kerja di office menyesuaikan jam kerja kantor, hanya berbeda di bagian benefits nya saja.

    yang jadi pertanyaan, apakah ada aturan yang mengatur tentang pekerjaan dengan status freelance seperti ini?

    terima kasih

    September 3, 2018 at 10:52 am
    • Herlan Reply

      Hi Agung,

      Berikut aturan hak dan kewajiban karyawan freelance:

      Ketentuan mengenai aturan kerja karyawan freelance diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep-100/Men/VI/2004 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Disebut juga dengan KEPMEN No. 100 Tahun 2004, kebijakan ini merupakan pelaksanaan dari Undang-undang Ketenagakerjaan tentang PKWT. Di dalamnya juga membahas mengenai Perjanjian Kerja Harian Lepas.

      Dengan kata lain, apabila mengacu pada KEPMEN, Perjanjian Kerja Harian Lepas sebetulnya merupakan bagian dari PKWT. Hanya saja, ada beberapa bagian dari Perjanjian Kerja Harian Lepas yang tidak menganut ketentuan umum PKWT. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

      – Perjanjian Kerja Harian Lepas hanya berlaku untuk pekerjaan tertentu yang waktu waktu dan volume pekerjaannya berubah-ubah, dengan penghitungan upah yang didasarkan pada waktu, volume pekerjaan, dan kehadiran pekerja dalam satu hari.

      – Perjanjian Kerja Harian Lepas berlaku apabila karyawan bekerja kurang dari 21 hari dalam satu bulan.

      – Jika karyawan bekerja selama 21 hari atau lebih dari tiga bulan secara berturut-turut, maka status karyawan akan berubah menjadi PKWT.

      Penghitungan Upah Karyawan Freelance
      Sesuai dengan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa besarnya penghitungan upah yang didapat oleh karyawan freelancer biasanya didasarkan pada volume pekerjaan yang telah diselesaikan dalam satu hari. Selain volume pekerjaan, kehadiran juga menjadi pertimbangan lain dalam penghitungan upah karyawan freelance.

      Jumlah upah per hari ini tentunya bisa berbeda-beda pada tiap perusahaan. Semua bergantung kembali pada kebijakan dan perjanjian masing-masing yang telah disetujui baik oleh perusahaan dan karyawan freelance.

      September 3, 2018 at 12:01 pm
  • Kazuya Reply

    Halo min, mau tanya kalau probation itu tetap dapat sallary tdk ya perbulannya? Dan kalau tidak dpt, jika saya sedang probation dan sedang kost karena tdk tau bahwa probation itu tdk dpt pendapatan karena berat di kost&kehidupan luar kota. Apakah boleh berhenti?

    September 4, 2018 at 9:06 am
    • Herlan Reply

      sudah dijawab yaa

      September 5, 2018 at 9:11 am
  • Kazuya Reply

    Halo min, kalau probation itu tetap dpt gaji tdk ya? Kalau tdk, misal saya sedang probation 3bln sebelumnya saya mengira kalau probation itu tetap dpt pendapatan alhasil selama 3bln itu berat di kost&kehidupan luar kota. Jika seperti itu apa boleh berhenti

    September 4, 2018 at 9:40 am
    • Herlan Reply

      Hi Kazuya,

      Sehubungan dengan gaji dan masa percobaan, UU No. 13 Tahun 2003 menyebutkan adanya larangan untuk membayar upah pegawai di bawah upah minimum yang berlaku, seperti disebutkan pada Pasal 60 ayat 2 UU No. 13 Tahun 2003 sebagai berikut “Dalam masa percobaan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pengusaha dilarang membayar upah di bawah upah minimum yang berlaku.

      Apabila mengacu pada peraturan di atas seharusnya perusahaan membayar gaji karyawan, bahkan dilarang membayar di bawah upah minimum yang berlaku. Jika sebelumnya tidak ada kontrak yang menyatakan bahwa Anda harus bekerja selama masa percobaan, Anda bisa mengajukan pengunduran diri secara baik-baik dengan menjelaskan keberatan tentang biaya yang harus ditanggung selama masa percobaan.

      Semoga bisa membantu, untuk masa mendatang kami sarankan saat interview kerja untuk menanyakan secara jelas tentang gaji Anda jika diterima untuk masa percobaan.

      September 5, 2018 at 9:11 am
  • Yusuf Reply

    min mau nanya saya telah bekerja diperusahaan swasta selama 2 bulan, saya ingin mengundurkan diri karena lingkungan yang tdk nyaman. sebelum masuk kerja saya sudah tanda tangan kontrak yang didalamnya terdapat denda, akantetapi sebelum saya tandatangan saya sudah menanyakan ke HRD kalau sewaktu2 saya memang harus keluar sebelum kontrak selesai apakah saya harus membayar denda, kemudian HRDnya menjawab kalau denda tersebut hanya untuk formalitas saja apabila mau berhenti kerja dikomunikasikan dulu dengan baik, selama ini belum ada yang kena denda
    Pertanyaaanya apakah kalau saya berhenti kerja saya akan dikenakan denda sesuai kontrak?

    September 5, 2018 at 1:53 pm
    • Herlan Reply

      hi Yusuf,

      Jika Anda sudah menandatangani surat perjanjian yang di dalam nya ada pernyataan apabila karyawan berhenti bekerja atau resign sebelum masa kontrak selesai, maka diwajibkan untuk membayar denda sesuai dengan isi surat yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

      Sebaiknya Anda diskusikan terlebih dahulu dengan pihak HRD secara baik-baik tentang kondisi Anda dan menanyakan kembali perihal denda tersebut.

      September 5, 2018 at 5:19 pm
  • Tri Reply

    Halo min mau tanya, saya tri. Kemarin saya bekerja disalah perusahaan manufaktur dgn kontrak 3 bulan pertama, lalu lanjut kontrak 3 bulan kedua pas di kedua sebelum kontrak berakhir saya tiba2 diputus dgn alasan tidak memenuhi keiinginan perusahaan, yg mau saya tanya. Bagaimana saya menyampaikan ke hrd jika perusahaan baru menginterview saya, di satu sisi saya juga tidak ingin kalau hrd perusahaan selanjutnya menilai saya jelek, pdhl memang diperusahaan lama pekerjaan blm jelas jobdesk tidak jelas, sering pulang malam karna keteteran pekerjaan. Saya hanya tidak ingin di nilai jelek di perusahaan selanjutnya jika ada interview yg akan datang. Terima kasih

    September 8, 2018 at 7:38 pm
    • Herlan Reply

      Hi Tri,
      Masa percobaan kerja paling lama (maksimal) 3 bulan dan itu sudah diatur oleh UU Ketenagakerjaan.

      Anda tidak perlu khawatir dinilai jelek oleh perusahaan selanjutnya, karena pihak HRD pasti ingin tahu alasan mengapa Anda bisa tidak lulus masa percobaan, Anda disarankan menjawab dengan jujur tanpa menambah atau mengurangi juga secara jelas dan terperinci agar HRD bisa menilai secara objektif.

      lalu HRD biasanya akan bertanya pelajaran apa yang telah Anda dipetik dari pengalaman tersebut, dan apa yang membuat Anda yakin akan dapat melalui masa percobaan di perusahaan baru.

      September 9, 2018 at 7:01 am
  • fika Reply

    halo min, mau tanya saya karyawan kontrak di salah satu perusahaan swasta dan apabila saya keluar sebelum bulan feb 2019 saya terkena penalty, apabila saya lolos cpns apa ada undang undangnya agar tdk terkena penalty??

    September 14, 2018 at 9:40 am
    • Herlan_KaryaOne Reply

      Hi Fika,

      Tidak ada peraturan bisa bebas pinalty karena lulus CPNS. Seharusnya Anda mempertimbangkan hal ini sebelum menyetujui kontrak kerja.

      September 19, 2018 at 4:43 pm
  • via Reply

    hai min saya viw. saya br kerja slma 1 bln , tp sya sdng masa percobaan 3 bln. ttpi sya tdk betah dgn suasana kerjanya. krn gaji yg sya terima kmarin tdk sesuai dgn pas saat interview. d tmbh dgn jika lembur tdk d byar, krn katanya kita hrs ngasih loyaliyas kita trhdp perusahaan . lalu sya tdk srek krn jadwal kerja tdk susuai dgn pas d interviewkan . ttpi saya merasa tdk enak untk resign krn sy sudah d beri seragam. tp ya srgm jg hrs d bayar dngn cr mmotong gajih .
    apakah saya etis keluar dgn alasan seperti itu ?

    September 17, 2018 at 1:57 pm
    • Herlan_KaryaOne Reply

      Hi Via,

      Sebaiknya Anda bicarakan lebih dulu secara baik-baik dengan pimpinan atau HRD tempat Anda bekerja mengenai pembayaran gaji dan jadwal yang tidak sesuai dengan saat interview. Setelah mendapat penjelasan, Anda bisa menyimpulkan apakah sesuai dengan perjanjian surat kontrak kerja atau tidak.

      lalu memutuskan apakah harus resign atau tetap bekerja.

      Sebagai bahan pertimbangan bisa simak artikel Hak Karyawan dalam Perusahaan berikut
      https://www.karyaone.co.id/blog/hak-karyawan/

      September 20, 2018 at 5:09 pm
  • Rahmat Reply

    Hai KaryaOne,
    Bisa kasih jawaban gak ya, aku baru bergabung 2 hari di perusahaan baru, setelah itu aku sakit tipes seminggu, surat dokter pun sudah saya kasih ke HRD. Apakah saya akan tetap dibayar untuk hari yang tidak masuk itu ya?
    Mohon jawabannya.
    Terima kasih.

    September 20, 2018 at 8:45 am
    • Herlan_KaryaOne Reply

      Hi Rahmat,

      Biasanya pada saat masa probation, akan ada pemotongan gaji / tidak dibayar jika karyawan tidak masuk dengan alasan apapun, tetapi setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda. Agar lebih jelas Anda bisa bertanya ke pihak HRD tempat Anda bekerja terkait kebijakan tersebut.

      September 21, 2018 at 8:59 am
  • Herlin Reply

    Halo min sy mau tanya. Sy baru bekerja selama 1 bln. Tetapi sebelum sy bekerja sy menandatangani surat yg isinya masa percobaan selama 3bln dan itu sdh termasuk kontrak selama setahun. Dan jika selama masa peecobaan sy tdk bisa memenuhi syarat maka akan diberhentikan. Yg sy ingin tanyakan adalah apabila sy mau mengajukan resign selama masa percobaan itu apakah sy diijinkan keluar atau sy akana dikenakan penalty ? Tapi di suratnya tidak ditulis jika keluar selama masa percobaaan atau sebelum masa kontrak habis akan dikenakan penalty

    September 20, 2018 at 3:53 pm
    • Herlan_KaryaOne Reply

      Hi Herlin,

      kontrak kerja adalah perjanjian antara pekerja dengan perusahaan yang memuat syarat syarat kerja, hak, dan kewajiban kedua belah pihak. Jadi apabila di dalam surat kontrak kerja tidak ada pinalty jika pekerja resign, maka pekerja tidak punya kewajiban untuk membayar pinalty.

      Semoga membantu.

      September 20, 2018 at 4:26 pm
  • Tati Reply

    Halo..
    Sy sdh menjadi karyawan tetap selama 4.5 th. Namun dinilai performa tidak baik, lalu sy ditempatkan dg posisi baru namun status kembali probation selama 6 bulan. Apakah boleh perusahaan melakukan ini pd saya?

    September 23, 2018 at 6:25 am
    • Tati Reply

      Maaf maksud saya masa percobaan yg baru selama 9 bulan

      September 23, 2018 at 6:27 am
      • Herlan_KaryaOne Reply

        sudah dibalas di komen sebelumnya yaa

        September 24, 2018 at 11:17 am
    • Herlan_KaryaOne Reply

      Hi Tati

      Penempatan seseorang pekerja pada suatu jabatan tertentu merupakan salah satu isi dalam perjanjian kerja yang seharusnya telah diperjanjikan sejak awal dimulainya hubungan kerja.

      Sebagaimana diketahui, dalam Pasal 54 ayat (1) huruf c dan d Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU No.13/2003”), bahwa perjanjian kerja antara pengusaha dengan karyawan yang dibuat secara tertulis sekurang-kurangnya memuat (antara lain) jabatan atau jenis pekerjaan dan tempat pekerjaan.

      Artinya sejak semula dibuatnya perjanjian kerja, telah sepakati bahwa karyawan akan dipekerjakan di suatu jabatan yang ditentukan atau pada suatu jenis pekerjaan tertentu, bahkan telah ditentukan tempat kerjanya dan lokasi/area pekerjaannya.

      Dengan demikian, apabila salah satu pihak (khususnya pengusaha) mengubah salah satu/beberapa isi perjanjian kerja (termasuk mengubah jabatan karyawan atau jenis pekerjaannya, atau memindahkannya pada lokasi tempat kerja yang berbeda), maka tentu dapat dikategorikan telah menyalahi substansi perjanjian kerja secara sepihak yang lazim disebut wanprestasi.

      Perusahaan yang melakukan rotasi mempunyai kemungkinan untuk mengembangkan potensi karyawannya agar lebih baik.

      Lalu isi perjanjian bisa dirubah dengan syarat adanya persetujuan dari kedua belah pihak.

      Mengenai lamanya waktu masa probation menurut ketentuan Pasal 60 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Pasal 5 ayat (2) Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep-150/Men/2000 Tahun 2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan, masa percobaan kerja yang disyaratkan dalam Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu hanya boleh diberlakukan paling lama 3 (tiga) bulan dan hanya boleh diadakan untuk satu kali masa percobaan kerja. Sehingga, masa percobaan kerja Anda yang selama 9 (enam) bulan tersebut jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

      Semoga bisa membantu.

      September 24, 2018 at 11:16 am
  • Respaty Reply

    Hi KaryaOne

    Saya karyawan probation 3 bulan, pada saat jatuh tempo end probation kebetulan itu adalah jatah libur saya, apakah saya bisa gunakan hak libur itu terlebih dahulu, ditambah ada beberapa pergantian jam yang belum saya ambil karena saya ada extra time, mengingat tempat kerja yang begitu jauh.
    Trims

    Oktober 4, 2018 at 6:54 am
    • Herlan_KaryaOne Reply

      Hi Respaty,

      Jika hari terakhir probation adalah hari libur, sebaiknya sebelum hari libur Anda menanyakan kepastian dilanjutkan atau tidak nya status karyawan Anda ke HRD atau pimpinan perusahaan. Sehingga saat masuk kerja posisi Anda sudah jelas, lulus menjadi karyawan kontrak / tetap atau tidak lulus masa probation.

      Oktober 4, 2018 at 9:19 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog