6 Cara Membangun Budaya Perusahaan yang Baik

membangun budaya perusahaan

Setiap perusahaan besar yang sudah mendunia dan dikenal oleh semua orang pada dasarnya memulai kesuksesannya dari nol, sama dengan perusahaan Anda.

Selain kerja keras dan memiliki segudang pengalaman, perusahaan seperti Apple, Google, dan Facebook berhasil mencapai titik keberhasilan mereka karena memiliki budaya perusahaan yang baik.

Tidak mudah memang membangun dan menerapkan budaya perusahaan yang baik dan efektif secara konsisten. Untuk membantu Anda, baca enam cara untuk membangun dan menerapkan budaya perusahaan seperti berikut ini:

1. Buat Visi dan Misi Perusahaan

Pondasi utama bagi kesuksesan perusahaan adalah visi dan misi perusahaan karena merupakan nilai yang Anda percaya serta tujuan yang ingin dicapai.

Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait ataupun orang kepercayaan ketika membuat visi dan misi perusahaan.

2. Komunikasikan

Setelah menetapkan visi dan misi perusahaan secara final, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengkomunikasikannya kepada semua orang yang bekerja di perusahaan Anda. Sampaikan melalui meeting besar atau newsletter internal.

3. Kembangkan Standar Sikap yang Harus Dilakukan

Setelah semua orang mengetahui visi dan misi perusahaan, Anda harus membuat dan mengembangkan standar sikap yang mendeskripsikan bagaimana cara visi dan misi tersebut diterapkan.

Baca juga:  7 Penyebab Iklan Lowongan Kerja Sepi Peminat

Misalnya saja misi yang akan dilakukan adalah menjadi penyedia layanan jasa asuransi berkelas dunia, maka bagaimana caranya hal itu bisa dicapai? Apakah dengan pendekatan langsung secara tatap muka? Atau melalui telepon dan email?

Mungkin Anda mengira semua karyawan yang Anda rekrut tahu bagaimana cara bersikap dan menghadapi sesuatu, namun sebenarnya tidak.

Cara terbaik untuk mendapat sikap yang perusahaan inginkan secara konsisten adalah dengan membuat standar secara tertulis dan bisa diukur.

Sebagai contoh, wajib menyapa klien dengan senyuman, memperlihatkan hasil final produk sebelum dibeli atau dibayar oleh klien dan melakukan follow up kepada calon klien minimal satu kali.

4. Mengimplementasikan Pelatihan

Setelah standar sudah ditetapkan secara tertulis, langkah selanjutnya adalah pelatihan bagi semua karyawan untuk mencapai ekspektasi yang diinginkan.

5. Pemberian Reward dan Konsekuensi

Walaupun Anda sudah memiliki standar sikap yang harus diikuti, tapi tidak menutup kemungkinan masih ada saja karyawan yang tidak menaatinya.

Untuk menghindari hal ini Anda bisa memberikan reward bagi karyawan yang konsisten menerapkan sikap dan peraturan yang sudah ditentukan. Di sisi lain, karyawan yang tidak bekerja dan bersikap sesuai standar akan menerima konsekuensi tertentu.

Baca juga:  3 Faktor Penyebab Motivasi Kerja Karyawan Menurun

6. Adakan Review Performa

Masukkan elemen penilaian sikap ketika mengadakan review performa dan kinerja karyawan. Cara ini memungkinkan Anda untuk menilai performa sekaligus sikap yang selama ini mereka tunjukkan.

Sumber:
Entrepreneur: The 6 Steps From Startup to Thriving Company Culture

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *