4 Cara Sederhana Membangun Personal Brand yang Powerful dengan Instagram

membangun personal brand instagram

Membangun personal brand dengan Instagram menjadi salah satu strategi yang menarik jika Anda ingin lebih dikenal publik untuk kepentingan bisnis ataupun karir Anda.

Tidak pernah memberikan konten, tidak ada foto profil, tidak ada bio. Jika isi akun Instagram Anda seperti ini, bahkan teman-teman pun jadi tidak tahu Anda itu orang yang seperti apa, apa yang sedang Anda kerjakan sekarang, apa yang bisa Anda lakukan.

Sebelum Anda bekerja keras mengelola akun Anda tapi hasilnya malah bertentangan dengan apa yang Anda inginkan, sebaiknya pelajari dulu cara membangun personal brand dengan Instagram berikut ini.

Pengertian Personal Branding

Yang dimaksud dengan personal branding yaitu aktivitas menciptakan citra atau impresi atas seseorang dari sudut pandang publik.  Biasanya aktivitas ini dilakukan dengan menonjolkan kemampuan yang dimiliki oleh orang tersebut.

Media yang digunakan bisa offline (radio, buku, televisi) atau online (portal berita online, media sosial atau website sendiri).

Cara Membangun Personal Brand dengan Instagram

Jika LinkedIn adalah media sosial khusus untuk karir, Instagram digunakan untuk hal yang lebih luas, dan lebih personal.  Di Instagram Anda bisa berbagi banyak cerita personal tentang Anda. Tidak melulu konten tentang dunia profesional Anda seperti di LinkedIn.

Kadang orang merasa lebih nyaman menjalin relasi dengan orang lain, yang ia pahami. Konten Anda di Instagram dapat mengurangi kecemasan mereka saat mereka mau mengembangkan hubungan profesional dengan Anda.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan dengan akun Instagram Anda.

1. Apakah Anda tahu tipe personal brand Anda?

Setiap orang punya tipe personal brandnya sendiri. Demi mencapai tujuan karir/bisnis, Anda perlu menciptakan personal bran yang konsisten.

Personal brand yang paling ideal adalah yang menunjukan cerminan sejati tentang siapa diri Anda. Faktor-faktor yang mempengaruhi personal Anda tidak hanya keahlian Anda tapi juga nilai-nilai pribadi Anda.

Orang-orang selalu suka dengan yang “satu server” dengan mereka.

Dan saat Anda menceritakan diri Anda dengan tepat, mereka yang satu serer dengan Anda akan menganggap Anda sebagai panutan.

Untuk itulah Anda perlu mengidentifikasi diri Anda dengan tepat. Menurut artikel yang ditulis oleh Bryan Kramer di socialmediatoday.com, ada 6 tipe persona personal brand berdasarkan konten yang dibuat seseorang di media sosial. Ke enam persona itu adalah the Altruist, the Careeist, the Hipster, the Bommerang, the Selective, the Connector.

Ia juga membuat kuis personal brand, bagi Anda yang ingin mengetahui tipe persona Anda.

Baca juga: Apa itu Passion dan Hubungannya dengan Karir Anda?

The Altruist

adalah mereka yang berkomitmen untuk menjadi manusia yang berguna bagi orang lain.

The Careerist

adalah mereka yang selalu berusaha mengembangkan karir mereka. The Careerist sering menampilkan pencapaian karir mereka di media sosial.

Baca juga: Apa itu Personal Branding? [Tes Personal Branding Anda]

The Hipster

adalah mereka yang selalu menemukan dan mencoba hal-hal baru.

The Boomerang

adalah mereka yang sering berbagi konten kontroversial untuk memancing komentar dan diskusi.

The Connector

adalah mereka yang senang membentuk komunitas dan menghubungkan banyak orang.

The Selective

adalah sumber informasi terpercaya yang hanya memberikan informasi tertentu kepada orang-orang tertentu, sesuai target audience-nya.

2. Berikut Cara Menentukan Niche Market atau Target Followermu

Jik Anda sudah menemukan tipe persona Anda, maka Anda tentu sudah mengenal konten seperti apa yang akan Anda share. Dari sini Anda juga bisa mulai menganalisa dan menentukan siapa target follower Anda.

Target follower bisa dimulai dari hobi atau hal-hal yang Anda sukai. Misalkan Anda suka koleksi ikan dan tipe persona Anda adalah the Connector. Anda bisa berbagi konten tentang ikan-ikan yang Anda pelihara, kemudian membuat komunitas pencinta ikan. Sbulan sekali mengadakan acara komunitas yang berkaitan tentang ikan. Anda juga bisa membuat group facebook atau whatsapp untuk mereka yang suka dengan jenis ikan tertentu.

Dengan meningkatnya interaksi dengan follower, Anda jadi lebih bisa menentukan konten-konten apa yang cocok untuk mereka.

Cara lain menentukan target follower adalah dengan menentukan niche market bisnis Anda. Siapa kira-kira yang akan terbantu dengan bisnis Anda.

Anda juga bisa melihat pesaing Anda, atau orang-orang yang sekiranya memiliki personal brand yang Anda incar.

Baca juga: 5 Cara Melindungi Personal Brand Anda di Dunia Maya

3. Optimalkan Profil Akun Instagram Anda dengan Cara Ini

Ada orang yang menggunakan akun Instagram-nya hanya untuk browsing konten Instagram atau stalking mantan. Biasanya orang ini tidak memiliki foto profil, nama akunnya sulit dibaca, tidak ada penjelasan apapun tentang akunnya.

Jika ini adalah Anda dan Anda ingin mulai membangun personal brand di Instagram, maka ubahlah profil akun Instagram Anda.

Diubah seperti apa?

Baca terus di bawah ini…

Ada x hal yang harus Anda perhatikan:

  1. Ubah jenis akun dari personal ke bisnis. Tujuannya adalah agar Anda bisa melihat data pengujung akun Instagram Anda.
  2. Gunakan nama asli Anda di Instagram agar mudah ditemukan.
  3. Untuk username, Anda bisa menggunakan nama sendiri juga. Jika Anda sudah sangat terkenal username bisa lebih bebas.
  4. Pilih kategori akun Instagram Anda
  5. Cantumkan website Anda. Bisa pakai url seperti linktree atau bit.ly untuk melacak berapa banyak yang klik website Anda.
  6. Isi Bio dengan keyword yang mencerminkan personal brand Anda.

Contoh optimalisasi profil akun Instagram dapat dilihat pada video dari channel Niko Julius di bawah ini.

4. Apakah Anda Cukup Beredar di Instagram?

Adalah kesalahan jika Anda sudah menampilkan diri dengan baik tapi Anda diam saja tanpa pernah berinteraksi dengan follower atau rekan Anda.

“Beredar” di sini yaitu sering membalas komentar follower, menanggapi jika ada yang DM, berkolaborasi dengan teman-teman Anda untuk membuat konten, sering memberi komentar pada konten-konten yang selaras dengan personal brand Anda.

Media sosial adalah sarana untuk bersosialisasi, oleh karena itu Anda tidak boleh diam saja.

Cara agar Anda juga selalu ada dimana-mana adalah dengan hashtag.

Jangan takut menggunakan banyak hashtag. Pastikan selalu ada hashtag di postingan Anda. Di setiap post maksimal ada 30 hashtag. Anda bisa meletakkannya di bawah konten atau di kolom komentar.

Hal yang paling penting juga adalah hashtag tersebut harus berhubungan dengan postingan Anda. Tujuannya adalah agar orang yang mencari Anda menemukan Anda dengan mudah. Dan orang yang tidak mencari Anda tidak menganggap Anda tukang spam. Sikap ini tentunya akan merusak personal brand Anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *