Membangun Tim Kerja yang Solid dan Tangguh

membangun tim kerja solid

Salah satu cara terbaik untuk mencapai tujuan perusahaan adalah membangun tim kerja yang solid berisi orang-orang hebat dengan pandangan yang sama.

Namun terkadang masih banyak tim kerja yang belum mampu saling bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik sehingga sulit untuk mencapai tujuan bersama.

Misalnya, atasan atau pemimpin tim yang tidak bertanggung jawab, anggota tim yang tidak berkomitmen, kesalahpahaman komunikasi dan sebagainya.

Agar hal ini tidak terjadi pada perusahaan Anda, pelajari beberapa cara untuk membangun tim kerja yang solid seperti di bawah ini:

1. Kesampingkan Ego Masing-Masing

Ego merupakan sifat mementingkan diri sendiri dibandingkan dengan kepentingan orang lain atau tim. Seseorang yang egois ingin menjadi yang terbaik dan butuh banyak pengakuan dari orang lain.

Jika Anda memiliki sifat ini sebagai seorang pemimpin tim, maka anggota tim akan enggan bekerja untuk Anda. Pasalnya sifat tersebut bisa merusak hubungan antar anggota tim dan mengacaukan pekerjaan bersama.

Kesampingkan sifat ini dan bangun hubungan baik di dalam tim dengan mengetahui tanggung jawab dan tugas masing-masing. Bekerjalah sesuai dengan tujuan bersama, dan menjadi pemimpin yang baik.

2. Percaya Satu Sama Lain

Rasa saling percaya di dalam kelompok dimulai dari sifat dan kebiasaan yang ditunjukkan oleh pemimpin tim. Seorang pemimpin tim yang percaya pada setiap anggota timnya akan sukses membangun tim kerja yang solid.

Baca juga:  Pengertian dan Penyebab Turnover Karyawan

Adanya rasa kepercayaan ini akan memudahkan setiap orang dalam tim untuk mengerjakan bagian masing-masing yang tentu saja saling berkaitan satu sama lain.

3. Jadi Seorang Panutan yang Baik

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah menjadi seorang panutan yang baik dengan membimbing setiap anggotanya. Biasakan diri Anda untuk menanyakan apa saja masalah yang dihadapi oleh tim dan bantu anggota tim untuk mencari solusi terbaik.

4. Jangan Fokus ke Gadget Saat Sedang Berbicara

Tidak ada seorang pun yang suka melihat lawan bicaranya sibuk dengan gadget ketika sedang berkomunikasi. Kebiasaan buruk ini mengganggu dan membuat lawan bicara merasa tidak dihargai.

Karenanya pastikan untuk menyimpan gadget Anda ketika sedang berkomunikasi dalam tim, apalagi ketika meeting bersama.

5. Tempatkan Diri Anda di Posisi Anggota Tim

Jangan pernah menganggap kondisi dan kehidupan orang lain sama dengan Anda, termasuk para anggota tim. Misalnya saja, seorang karyawan yang masih single tentu memiliki kondisi dan kehidupan yang berbeda dengan mereka yang sudah menikah dan memiliki anak.

Tempatkan diri Anda di posisi setiap anggota tim sehingga Anda bisa mengerti apa yang mereka hadapi dan perlukan. Seperti memberi kelonggaran keterlambatan untuk menghadiri meeting atau lembur bagi karyawan yang memiliki anak kecil.

Baca juga:  Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja Paling Umum

6. Beri Contoh yang Baik

Bagaimana Anda bisa mengharapkan agar anggota tim kerja Anda bisa bekerja dan bersikap dengan baik jika Anda saja tidak melakukannya.

Para anggota tim akan berlaku dan bekerja seperti contoh yang mereka lihat, yaitu Anda. Oleh karena itu, perlihatkan etos kerja dan sikap yang ingin Anda dapatkan dari tim kerja, dimulai dari diri Anda sendiri.

7. Minta Feedback dari Anggota Tim

Umpan balik dari anggota tim adalah hal yang sangat penting untuk membangun diri Anda dan kepentingan tim. Ketersediaan Anda untuk menerima feedback, bahkan kritikan dari anggota tim akan mempererat hubungan Anda dengan setiap anggota tim sehingga menjadi semakin solid.

Yang perlu dilakukan yakni membuka diri dan pikiran Anda ketika menerima feedback dan kritikan. Kemudian pastikan kepada setiap anggota bahwa penyampaian umpan balik tidak akan memperburuk hubungan mereka dengan Anda.

Sumber:
LinkedIn: 7 Wise Habits to Strengthen Relationships with Your Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *