5 Tips Memimpin Karyawan Generasi Millennial

memimpin karyawan

Pada setiap periodenya muncul generasi baru di dunia ini. Seiring dengan pertambahan generasi, tumbuh pula serangkaian mentalitas, harapan, dan tantangan baru.

Dalam dunia kerja, salah satu tugas seorang manajer dan pemilik perusahaan adalah menjawab tantangan yang melibatkan pemahaman dan reaksi terhadap keadaan yang akan selalu berubah. Seorang pemimpin harus memastikan pekerjaannya bisa membawa kesuksesan bagi perusahaan.

Di sisi lain, tantangan tersendiri bagi generasi millennial adalah sebuah harapan kerja yang lebih bernilai dengan cara yang realistis.. Para generasi millennial ingin terlibat dalam proyek besar, menguji mental mereka dan menjadi bagian dari suatu pencapaian besar.

Untuk menyeimbangkan semua hal itu, pastikan bahwa Anda sebagai seorang pemimpin memahami cara memimpin karyawan yang berasal dari generasi millennial saat ini:

1. Memberikan Kesempatan untuk Aspek Kepemilikan

Generasi millennial tak ragu dalam mengungkapkan hak ataupun keinginan mereka di tempat kerja. Mereka mendambakan kesempatan untuk menjadi bagian dari sesuatu yang penting dan berarti.

Kenali karyawan Anda dan juga kekuatan mereka. Biarkan mereka memanfaatkan kekuatan tersebut dengan cara yang lebih signifikan. Hal ini bukan berarti memberi mereka wewenang penuh atas sebuah proyek besar, namun mendelegasikan tugas penting kepada pekerja yang lebih muda. Cara ini merupakan “investasi” yang akan membantu untuk meningkatkan semangat dan produktivitas mereka.

Baca juga:  5 Kesalahan Kepemimpinan yang Umum Terjadi

Perlu diingat bahwa tips ini tidak hanya berlaku untuk kaum millennial, melainkan semua generasi. Semua orang dari generasi apapun ingin memiliki kesempatan untuk merasa bahwa mereka sudah terlibat dalam suatu hal besar. Tidak hanya menyenangkan karyawan, cara ini memaksimalkan potensi tim Anda dengan memanfaatkan antusiasme dan bakat masing-masing orang.

2. Fleksibilitas

Tidak ada orang yang bekerja dengan cara yang sama persis. Pimpin tim Anda dengan menghargai setiap kontribusi dan hasil yang sudah dikerjakan oleh setiap karyawan.

Sebaliknya, jangan pernah memaksakan karyawan untuk mengikuti cara kerja Anda dan coba untuk bersikap fleksibel terhadap karyawan dengan perilaku dan cara kerja mereka masing-masing.

3. Bersikap Suportif

Pahami kebutuhan karyawan akan kepastian dan berikan feedback mengenai pekerjaan mereka. Coba adakan pertemuan dengan mereka satu per satu untuk memberikan dukungan dan mengenali keahlian mereka. Hal seperti ini memberikan kepercayaan diri, dan juga membantu agar mereka bekerja dengan lebih baik lagi.

Metode ini bekerja tidak hanya karena kebutuhan spesifik karyawan generasi millennial, namun karena kebutuhan universal semua karyawan untuk merasa bahwa pekerjaan mereka penting.

4. Tawarkan Pelatihan Pengembangan Diri

Karyawan dari generasi millennial lebih cenderung berpendidikan tinggi, namun pengusaha enggan menawarkan pelatihan pengembangan profesional. Lokakarya dan kursus pengembangan dapat mengajarkan keterampilan kerja yang penting sambil mengatasi kekurangan mereka dalam prosesnya.

Baca juga:  Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Bawahan di Kantor

Selanjutnya, keuntungan dari karyawan yang terampil dan berpengetahuan adalah peningkatan produktivitas dan kreativitas.

5. Jangan Ikut Mencap Jelek

Salah satu anggapan atau kritik mengenai generasi millennial adalah mereka memiliki kualitas yang berbeda dan negatif yang harus diatasi. Namun, pada intinya, para pekerja muda menginginkan hal yang sama seperti yang dilakukan pekerja lain yaitu kesempatan untuk menghasilkan uang dengan melakukan sesuatu yang berarti bagi perusahaan.

Hindari anggapan itu dan fokus pada kualitas, kualifikasi dan pengetahuan yang dimiliki karyawan Anda. Dengan begitu Anda bisa memanfaatkan kelebihan yang ada untuk kepentingan perusahaan.

Kesimpulan

Generasi baru memang membawa tantangan tersendiri, namun juga membawa aset unik yang tidak boleh diabaikan. Berikan mereka kesempatan untuk merasa sebagai investasi perusahaan.

Terapkan model manajemen dan gaya kepemimpinan yang menghargai efisiensi dan kontribusi serta tetap fleksibel dalam tugas-tugas mereka. Sebagai pemimpin tim yang baik, Anda harus menjadi kekuatan positif bagi mereka dan menawarkan kesempatan untuk tumbuh sebagai seorang karyawan yang baik.

Sumber:
WhenIWork: 5 Tips For Managing Millennials

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *