Menahan Ijazah Karyawan atau Membangun Kepercayaan?

menahan ijazah karyawan

Untuk memastikan karyawan tidak mengundurkan diri, ada kalanya perusahaan menahan ijazah karyawan tersebut. Pencari kerja pun berkompromi dalam situasi ini dengan menyerahkan ijazahnya agar dia bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut.

Sampai saat ini, belum ada aturan tingkat nasional yang memperbolehkan dan/atau melarang penahanan ijazah. Yang ada adalah peraturan di tingkat daerah. Misalnya, Gubernur Jawa Timur mengeluarkan Perda No. 8/2016 yang melarang adanya praktek penahanan dokumen ijazah.

Namun apakah Perda tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai dengan aturannya? Sepertinya masih belum bisa dipastikan. Memang karyawan tidak bisa dengan mudah mengundurkan diri jika ijazah ditahan.

Tapi mereka akan semakin tidak nyaman bekerja dan karenanya produktivitasnya bisa menurun. Selain itu, ada resiko ijazah hilang, dan perusahaan harus bertanggung jawab atas hilangnya dokumen tersebut.

Oleh karena itu, sebaiknya kita mengubah strategi employee retention. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk memastikan karyawan tetap bekerja di perusahaan tanpa perlu menahan ijazah karyawan tersebut.

1. Pastikan kita menjalankan proses rekrutmen yang benar

Banyak ditemukan keluhan dan kekhawatiran perusahaan mengenai karyawan atau pekerjanya. Misalnya mengenai pengunduran diri tidak sesuai prosedur, memiliki latar belakang kriminal, kabur setelah menerima gaji dan sebagainya. Semua hal itu kemudian membuat perusahaan merasa perlu untuk menerapkan praktek penahanan ijazah.

Namun kekhawatiran tersebut atau tingginya employee turnover rate bisa diminimalisir apabila kita sudah menerapkan proses rekrutmen yang benar. Anda harus mencari orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat dan pada saat yang tepat.

Baca juga:  5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memecat Karyawan

Lakukan proses uji coba kompetensi dan psikotes serta wawancara yang benar dan efektif, sehingga Anda benar-benar mendapatkan kandidat terbaik.

2. Pastikan kita memberikan tantangan

Karyawan akan bosan apabila mereka tidak diberikan tantangan baru. Tantangan bisa berupa meningkatnya kuota penjualan, peluncuran produk baru, keterlibatan dalam proyek dan sebagainya.

Namun kita harus memastikan bahwa tantangan yang kita berikan tidak terlampau sulit untuk dilakukan. Jika tidak maka karyawan bisa menjadi frustasi dan berujung mengundurkan diri. Sebelum kita memberikan tantangan sebaiknya kita berkonsultasi dengan karyawan tersebut.

3. Pastikan kita mengembangkan jenjang karir karyawan

Biasanya karyawan ingin mengetahui apakah masa depan mereka terjamin di perusahaan tempat mereka bekerja. Secara spesifik, mereka ingin tahu kapan mereka bisa mendapatkan promosi dan seberapa sering promosi tersebut bisa diberikan.

Tentunya pemberian promosi bergantung pada beberapa hal, seperti performance review secara berkala, peningkatan kemampuan karyawan dan kebutuhan SDM untuk job title baru atau kosong.

Jangan memberikan promosi hanya sekedar untuk melakukan employee retention! Sebelum memberikan promosi, sebaiknya berikan pelatihan yang berkaitan agar karyawan tersebut siap untuk menjalankan job description barunya ketika dia dipromosikan.

Baca juga:  Tips Menangani Karyawan yang Memiliki Pekerjaan Sambilan

4. Pastikan kita memberikan manfaat yang jelas

Selain menerima gaji, karyawan ingin mendapatkan manfaat lain dari perusahaan. Manfaat tersebut bisa berupa jaminan kesehatan, membership fasilitas olahraga, tunjangan pendidikan dan sebagainya.

Upayakan agar manfaat-manfaat tersebut memang selaras dengan kepentingan perusahaan. Misalnya tunjangan pendidikan bisa diperuntukan untuk mengembangkan kemampuan karyawan dengan tugas yang dilakukannya.

5. Pastikan remunerasi sesuai dengan kompetensi dan perilaku

Seringkali karyawan berharap untuk mendapatkan gaji tinggi namun tidak memahami bahwa kenaikan gaji berkaitan dengan kompetensi dan perilaku yang baik.

Akibatnya, karyawan tersebut mengundurkan diri. Karenanya, bimbing karyawan agar mereka bisa meningkatkan kompetensi dan perilaku yang kita harapkan. Biasanya, kompetensi dan perilaku dinilai dalam performance review yang dilakukan secara berkala.

6. Pastikan kita telah memiliki lingkungan kerja yang baik

Karyawan tidak selalu mengharapkan tempat kerja yang mewah agar dia betah. Namun setidaknya kita harus menyediakan kondisi dimana karyawan tersebut bisa bekerja secara produktif dan efektif.

Pastikan tersedianya meja dan kursi berserta peralatan seperti komputer dengan temperatur yang tepat untuk ruangan. Kemudian pastikan tersedianya akses ke pantry dan toilet yang bersih.

Selain kondisi fisik ruangan, karyawan juga ingin memiliki kolega kerja yang beretika. Di sini kultur perusahaan berperan untuk membentuk etika tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *