Cara Terhormat Mengundurkan Diri dari Pekerjaan

mengundurkan diri dari pekerjaan

Ketika seorang karyawan sudah tidak lagi produktif dalam pekerjaannya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya seperti meminta cuti untuk berlibur agar termotivasi kembali, mengajukan perubahan atau perpindahan divisi agar tidak bosan, mengikuti seminar tertentu dan sebagainya.

Namun, jika tidak ada lagi solusi yang dapat dilakukan dan tidak ada perubahan yang terjadi pada karyawan tersebut, maka sepertinya satu-satunya jalan terbaik adalah mengundurkan diri atau resign.

Setiap orang yang ingin mengundurkan diri memiliki alasan masing-masing. Gaji yang tidak naik, rekan kerja yang egois, atasan yang tidak peduli kepada tim, keinginan mencoba hal lain di tempat baru hingga rasa bosan adalah beberapa alasan untuk resign.

Agar tetap profesional, Anda harus mengetahui cara mengundurkan diri dan membuat surat resign dengan benar. Pasalnya jika dilakukan secara baik, maka perusahaan akan mengerti keadaan Anda dan menerima pengunduran diri tersebut.

1. Tulis Surat Resign Secara Formal

Sertakan kop surat termasuk alamat perusahaan dan nama lengkap serta jabatan penerima surat. Enter dua kali dan masukkan nama serta alamat Anda.

Kemudian, enter kembali dua kali, masukkan tanggal sebelum memulai surat dengan “Kepada Yth. Bapak/Ibu (nama)”.

Baca juga:  Tujuan Laporan Keuangan Perusahaan

2. Langsung Membicarakan Tujuan Penulisan Surat

Nyatakan bahwa surat tersebut berfungsi sebagai pemberitahuan one month notice Anda dan hari kerja terakhir Anda berlaku efektif dengan tanggal yang disertakan.

Ceritakan hal yang membuat Anda senang bekerja di sana, namun tidak perlu secara gamblang menceritakan hal-hal buruk yang Anda rasakan apalagi mengenai kekurangan perusahaan.

Anda dapat bertemu dengan manajer HRD atau manajer divisi Anda untuk secara formal mendiskusikan ketidakpuasan yang dirasakan. Dengan demikian hal tersebut tidak perlu Anda cantumkan dalam surat resign.

3. Buat dengan Sederhana

Ketika membuat surat resign yang formal, pastikan Anda membuatnya dengan sederhana. Hal ini membantu penerima surat untuk bisa membaca nyaman dan mengerti maksud serta alasan Anda.

Jangan lupa sertakan tanda tangan formal Anda dan jangan membuat surat yang terlalu panjang, melainkan cukup dua sampai tiga paragraf saja.

4. Sertakan Kontak Informasi Anda

Sebagai pelengkap, sertakan informasi termasuk kontak telepon, email ataupun alamat Anda yang dibutuhkan untuk pengurusan keperluan seperti pemutusan asuransi atau BPJS.

5. Tetap Hormat dan Profesional

Tahan rasa tidak puas atau kemarahan Anda dengan tetap menyertakan kata-kata, “Dengan hormat, (nama Anda), (tanda tangan)” untuk mengakhiri surat resign. Jangan menuliskan hal tidak sopan atau tidak profesional walaupun misalnya perusahaan pernah tidak menghargai Anda.

Baca juga:  Inilah Daftar Golongan dan Pangkat PNS

6. Bicara dengan Seseorang Mengenai Ketidakpuasan Anda

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Anda tidak perlu menceritakan ketidakpuasan Anda terhadap sesuatu di perusahaan, melainkan ceritakanlah dengan orang lain.

Atasan langsung, HRD atau bahkan pengacara dan Dinas Ketenagakerjaan (jika memang terdapat masalah besar dan serius) adalah pihak yang bisa Anda ajak bicara dan diskusi. Sampaikan keluhan Anda selama ini dan apa yang Anda rasakan selama bekerja di perusahaan tersebut.

Sumber:
Workology: The Perfect Revenge: How to Quit a Job & Resign at Work

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *