Tips Menjelaskan Kelemahan Diri saat Interview

Back to Blog

Pertanyaan tentang kelemahan dan kelebihan diri tak jarang menjadi jebakan tersendiri yang dapat menentukan bagaimana nilai diri Anda di mata sang pewawancara. Dalam wawancara kerja (job interview), pertanyaan ini menjadi pertanyaan wajib yang perlu dijawab dengan baik. Mengapa? Tentunya agar pewawancara Anda tahu bahwa Anda adalah orang yang bisa menilai diri sendiri.

Namun, tetap saja, menjelaskan kelemahan diri sendiri merupakan hal yang cukup tidak membuat nyaman. Diperlukan cara yang tepat untuk menceritakan kelemahan agar dapat diterima dan dicerna dengan baik oleh orang lain. Simak tips-tips berikut agar Anda dapat dengan mudah menjelaskan kelemahan diri dengan baik.

banner_karyaone

Introspeksi Diri Dulu

Pikirkan dahulu dengan baik-baik, hal apa yang menjadi kendala Anda dalam bekerja, hal apa yang memudahkan Anda dalam bekerja, apa yang mudah Anda kerjakan, dan apa yang sulit Anda kerjakan. Dengan demikian, Anda telah mulai mengintrospeksi diri Anda sendiri. Mengetahui dengan baik kelemahan maupun kelebihan diri Anda dapat memperjelas karakteristik diri Anda.

Perlu juga untuk menentukan skala atau tingkatan tiap kelemahan Anda, tetapkan mana kelemahan terbesar Anda dan mana yang terkecil. Dengan begitu, Anda bisa lebih berfokus mencari solusi untuk menangani kelemahan terbesar Anda dahulu, baru kemudian berlanjut ke prioritas yang lebih rendah.

Jujur

Setelah mengetahui apa yang menjadi kelemahan diri, Anda harus menerima hal tersebut ada pada diri Anda. Karena dengan menerima adanya kelemahan itu, kita sadar bahwa tidak ada orang tanpa kekurangan sama sekali. Sampaikan beberapa kelemahan diri Anda kepada pewawancara, tidak perlu semuanya, cukup kelemahan yang paling merepotkan Anda dan kelemahan terkecil Anda. Jujurlah dalam menyampaikan kelemahan Anda.

Sedikit saran, jangan jelaskan kelemahan diri yang tidak bisa ditolerir oleh posisi pekerjaan atau perusahaan yang sedang Anda lamar. Contohnya, Anda melamar sebagai sales marketing, maka jangan Anda ceritakan bahwa Anda orang yang payah dalam berinteraksi dengan orang lain.

Solusi untuk Kelemahan Anda

Setelah Anda menceritakan kelemahan diri, sangat direkomendasikan untuk lanjut menjelaskan hal apa yang bisa menjadi solusi kelemahan diri Anda. Dengan begitu, pewawancara tahu bahwa Anda dapat mengatasi masalah (problem solving) yang dimulai dari hal yang pribadi. Pasalnya perusahaan manapun pasti ingin berkembang dan menjadi lebih baik.

Sebagai contoh, Anda melamar sebagai penulis konten tetapi Anda tidak cukup cepat dalam menulis. Karena Anda menyukai proses menulis tersebut, Anda terus berusaha untuk menulis lebih cepat dan lebih banyak artikel.

Sampaikan dengan Jelas dan Yakin

Hal terakhir yang perlu diingat dan diterapkan, yaitu sampaikan kelemahan diri Anda dengan jelas tanpa bertele-tele ke sana-kemari dan sampaikan dengan yakin. Jangan pula sampaikan kelemahan diri Anda dengan kata-kata yang cenderung terdengar klise atau disampaikan ragu-ragu, karena akan menimbulkan kesan kepada pewawancara bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh Anda. Saat Anda menjelaskan kelemahan diri dengan yakin, hal tersebut akan menandakan bahwa Anda yakin atas penilaian diri Anda dan tak malu untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Menjelaskan kelemahan diri menjadi sebuah hint bagi pewawancara, apakah Anda merupakan pribadi yang dapat mengidentifikasi keadaan dan masalah, apakah Anda mengukur tingkat permasalahan yang ada, dan yang terpenting apakah Anda dapat mencari solusi permasalahan tersebut. Sekali lagi, tidak ada orang tanpa kekurangan. Yang terpenting adalah bagaimana Anda dapat mengatasi kelemahan diri dan membuat diri lebih baik lagi.

____________

KaryaOne adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola administrasi HRD seperti absensi, cuti, lembur, penggajian hingga menilai kinerja karyawan.

Coba Gratis KaryaOne Sekarang atau Hubungi Kami untuk konsultasi dan melihat fitur KaryaOne apa saja yang dapat membantu bisnis Anda.

Sumber:
Workitdaily: ‘What’s Your Biggest Weakness?’ How To Answer Common Interview Questions

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Blog