Metode Penilaian Kinerja Karyawan Perusahaan

metode penilaian kinerja

Karyawan dengan performa terbaik adalah ujung tombak perusahaan untuk mencapai tujuannya. Namun apakah Anda yakin sudah memiliki karyawan dengan performa yang baik?

Seperti apa cara atau metode penilaian kinerja karyawan yang Anda lakukan di perusahaan selama ini? Jika masih belum yakin mengenai performa karyawan, Anda bisa menggunakan metode penilaian kinerja karyawan berikut ini.

Ketepatan Waktu

Karyawan yang sering datang terlambat dan absen akan sulit mencapai tujuan pekerjaan mereka sendiri. Karyawan yang bermasalah dengan ketepatan waktu dapat diindikasikan sebagai orang yang menganggap remeh pekerjaan dan tugas mereka. Bahkan kebiasaan negatif ini bisa mempengaruhi rekan kerja lainnya.

Kualitas Pekerjaan

Penyelesaian pekerjaan sesuai dengan standar atau parameter tertentu adalah salah satu kunci dalam penilaian kerja karyawan. Sebagai pemimpin perusahaan, minta manajer atau nilai sendiri seperti apa hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh karyawan Anda.

Perhatikan dengan baik apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan secara maksimal atau tidak? Lalu, apakah sikap karyawan mempengaruhi kemampuan mereka dalam bekerja?

Jawaban untuk pertanyaan tersebut dapat memberikan Anda gambaran mengenai performa kerja karyawan. Dari sini, Anda juga bisa melihat akar permasalahan jika karyawan tersebut tidak bekerja secara maksimal.

Baca juga:  5 Cara Membuat CV yang Menarik Agar Dilirik HRD

Kebiasaan Buruk Karyawan

Kebiasaan yang buruk dapat mempengaruhi kinerja dan performa karyawan. Misalnya saja bergosip di kantor, istirahat semaunya, mengganggu rekan kerja hingga menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi.

Untuk menghindari kebiasaan buruk itu, Anda harus menetapkan peraturan dan batasan dengan tegas. Terapkan peraturan dan budaya perusahaan kepada semua karyawan tanpa terkecuali, termasuk sanksi yang akan didapat apabila terjadi pelanggaran.

Sikap Karyawan

Sikap (attitude) yang buruk akan tercermin dalam pekerjaan yang dilakukan karyawan, termasuk tidak patuh pada atasan. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan tersebut bukanlah orang yang bisa membantu perusahaan mencapai tujuan.

Karyawan dengan sikap yang buruk cenderung mengabaikan kebijakan perusahaan dan tidak menunjukkan rasa hormat kepada atasan ataupun rekan kerja mereka.

Penampilan Karyawan

Umumnya setiap perusahaan memiliki standar masing-masing mengenai dress code yang sesuai. Walaupun terdengar sepele, namun sebenarnya hal ini bisa dijadikan acuan sebagai salah satu metode penilaian karyawan di perusahaan Anda.

Perhatikan bagaimana penampilan karyawan Anda ketika datang ke kantor. Jika mereka saja tidak peduli dengan citra perusahaan dengan mengenakan pakaian yang tidak pantas atau berantakan, bagaimana mereka bisa memenuhi ekspektasi Anda dalam mencapai tujuan?

Baca juga:  10 Tipe Recruiter, Anda Termasuk yang Mana?

Survei dari Klien

Kinerja karyawan yang buruk pada akhirnya akan terlihat pada hasil layanan kepada klien. Survei klien bisa dengan cepat membantu Anda mengidentifikasi masalah sekaligus menilai performa karyawan mengingat klien pasti mengatakan pendapat mereka dengan jujur.

Pemeriksaan Dadakan

Walaupun biasanya perusahaan mengadakan pemeriksaan secara terjadwal, tidak ada salahnya jika Anda menerapkan hal yang berbeda.

Coba untuk berani melakukan review atau pemeriksaan dadakan terhadap standar kualitas. Cara ini berguna untuk mengetahui dengan pasti seperti apa pekerjaan yang sedang dilakukan oleh karyawan.

Sumber:
Skywater: 7 Easy Ways to Measure Employee Performance

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *